161 TPS di Sulsel Sangat Rawan Konflik

0
19

ZonaMakassar.com – Polda Sulawesi selatan (Sulsel) telah melakukan pemetaan terkait wilayah dan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di Sulsel terkait kerawanan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kepala Biro (Karo) Ops Polda Sulsel, Kombes Pol Stephen M Napiun mengatakan Polda Sulsel membagi tiga klasifikasi untuk tingkat kerawanan TPS di Sulsel. Klasifikasi pertama yakni kurang rawan, kedua rawan, dan terakhir sangat rawan.

Untuk jumlah TPS kurang rawan sebesar 23.684 TPS yang tersebar di Sulsel. Stephen menyebutkan klasifikasi TPS kurang rawan dikarena potensi konflik tidak ada, aman, dan mudah ditempuh oleh petugas pengamanan TPS.

” Sementara itu ada 2.503 TPS yang rawan di Sulsel. TPS ini berpotensi terjadi konflik sosial karena berada di permukiman padat penduduk. Selain itu ada sejarah terjadinya konflik di TPS tersebut,” paparnya saat acara sosialisasi Pemilu yang diselenggaran oleh KPU Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (26/2/2019).

Sementara untuk TPS sangat rawan, Stephen mennyebut ada 161 TPS yang sangat rawan konflik.

” TPS ini secara geografis sangat jauh dan sulit ditempuh. Tak hanya itu, TPS ini juga punya sejarah konflik atau aksi protes warga. Selain itu, TPS ini berada di antara pendukung semua paslon,” tegasnya.

Sebelumnya, Stephen menyebut Kabupaten Maros sebagai Kabupaten yang masuk rawan satu untuk Pemilu 2019.

“Bahwa itu hak kami untuk menilai. Ada parameternya, ada 5 dimensi, 8 variabel, dan ada 100 indikator untuk (penilaian) itu,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri sosialisasi Pemilu oleh KPU Sulsel di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (26/2/2019).

Ia menjelaskan parameter tersebut dibuat untuk mengantisipasi agar bisa bertindak dengan tepat. Ia mengaku pemetaan yang dilakukan Polda Sulsel soal kerawan Pemilu juga sama dengan data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel.

“Karena itu kamu harus memetakan itu, dan juga pemetaan yang sama dilakukan oleh KPU maupun bawaslu dan hasilnya sama. Tentunya ini menjadi sebuah strategi kami mengamankan (Pemilu),

” sebutnya.

Meski maros masuk kategori rawan 1, kata Kombes Pol Stephen, kondisi tersebut bisa berubah dengan cepat.

“Maros bukan berarti paling rawan, itu dinamika dan itu bisa saja berubah. Besok bisa berubah dan itu harus disepakati antara unsur-unsur yang ada baik unsur keamanan, mungkin dari TNI juga termasuk dari KPU dan Bawaslu,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.