Dispar Makassar Sukses Gelar Festival Taman Musik 2019

ZonaMakassar.com – Dinas Pariwisata Kota Makassar menggelar festival Musik Taman di Taman Pakui Sayang. Kegiatan tahunan Dinas Pariwisata ini digelar selama dua hari, 16-17 Februari 2019.

Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata Kota Makassar, Merita Ekawaty mengatakan, Festival Musik Taman ini digelar pertama kali pada tahun 2016 dan kali ini sudah ke-4 kalinya, yang sebelumnya digelar di Taman Macan.

“Kegiatan rutin tiap tahun sebagai ajang promosi pariwisata, sekaligus memperkenalkan taman-taman yang ada di kota Makassar,” jelasnya.

Selain itu, dinas pariwisata memberi kesempatan kepada 9 Band lokal untuk tampil sebagai ajang ekspresi mereka. Tidak hanya itu, hadir pula rizky de Keizer dan Ismi Amaliah yang merupakan artis Makassar.

“Selain itu, kita memberikan edukasi terhadap Masyarakat Kota Makassar khususnya Pelajar PAUD dan SD yaitu lomba mewarnai, dan pendongeng anak oleh kak Heru,” ucap Merita.

Harapan diadakannya musik taman adalah sebagai alternatif hiburan, agar masyarakat Kota Makassar tidak hanya mendatangi mall-mall saja, melainkan ke taman-taman di Kota Makassar.

“Kita adakan kegiatan ini salah satunya juga agar masyarakat belajar menjaga lingkungan kebersihan taman kota,” tegasnya.

Kegiatan ini digelar dengan beberapa agend, yaitu talkshow kreativitas anak millenial, atraksi kebudayaan, band perfomance, lomba mewarnai, dan dongeng.

“Kegiatan ini terbuka untuk umum yang diperkirakan dihadiri sekitar kurang lebih 600 orang,” imbuhnya.

Hadir pula komunitas sepeda yang start dari bili-bili dan finish ke musik taman 2019 dan menampilkan sepeda-sepedanya.

Ia berharap, musik taman terus diselenggarakan jauh lebih besar, lebih banyak berpartisipasi

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, apalagi disediakan stand-stand kuliner mulai dari makanan tradisional dan makanan kekinian disediakan disetiap stand dengan 35 stand,” pungkasnya.

Aslam Katutu : Menonton (Bukan) Debat Capres

ZonaMakassar.Com, — Mungkin saya salah satu rakyat biasa sedikit kecewa dengan tonton Debat Capres 2019 kedua malam ini 17 Februari 2019. Makassar (17/2/2019)

Dari awal acara dimulai, seperti harapan rakyat ingin mendengarkan visi misi calon presiden Republik Indonesia yang bakal dipilih oleh 267 juta rakyat nanti.

Rakyat menanti program apa yang bakal dikerjakan 5 tahun ke depan.

Debat Capres kali ini yang bertema insfrastruktur, SDA dan lingkungan ini justru belum menghadirkan esensi debat antar capres.

Justru yang terjadi capres 02 menyampaikan program apa yang bakal dikerjakan jika terpilih menjadi presiden 5 tahun mendatang.

Sedangkan capres 01 malah sibuk mengklaim prestasi-prestasi apa yang telah dilakukan 4 tahun ke belakang.

Jadi yang kita tonton malam ini (bukan) Debat Capres, tapi tonton antara presiden dengan calon presiden.

Oleh : Aslam Katutu

Viral ‘Boarding Pass 2015’ Rute Makassar – Jakarta, Ini Klarifikasi Batik Air

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Boarding pass Batik Air ID-6183 bertulisan ‘2015’ viral di media sosial. Seorang penumpang berinisial SEP disebut-sebut merasa ditipu karena di boarding pass-nya tertulis tahun 2015, padahal dia terbang tahun 2019.

Manajemen Batik Air memberi penjelasan terkait boarding pass tersebut. Menurut Batik Air, kasus ini berawal saat SEP terbang dari Bandara Hasanuddin (Makassar) ke Bandara Soekarno-Hatta (Banten) pada 15 Februari 2019.

Sesampai di Cengkareng, SEP merasa ada yang aneh terhadap boarding pass-nya. Ada tulisan ’15 Feb 2015′ di tiketnya dan bukan 2019. Keanehan SEP selanjutnya ditulis oleh salah satu media lokal Makassar.

“Informasi tersebut adalah ‘tidak benar’. Penulisan ‘2015’ yang tertera dalam boarding pass menunjukkan waktu keberangkatan penerbangan (schedule time departure/ STD) Batik Air nomor penerbangan ID-6183, artinya pesawat Batik Air berangkat dari Makassar pukul 20.15 Wita,” kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis yang diterima awak media, Minggu (17/2/2019).

“Batik Air menegaskan, terkait dengan layanan tamu berupa boarding pass di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin menggunakan sistem SITA technology, di mana penulisan waktu tidak menggunakan tanda titik (.) atau titik dua (:),” jelasnya.

Batik Air kemudian memberi contoh beberapa boarding pass penerbangan lain yang juga terbang dari Makassar:

1. Batik Air ID-6196 Makassar – Sorong tertera 0410 artinya STD 04.10 WITA.

2. Batik Air ID-6137 Makassar – Surabaya tertera 1000 artinya STD 10.00 WITA.

3. Lion Air JT-0787 Makassar – Surabaya tertera 1735 artinya STD 17.35 WITA.

4. Lion Air JT-0786 Makassar – Ambon tertera 1210 artinya STD 12.10 WITA

“Keterangan: WITA = Waktu Indonesia Tengah, di mana Makassar sebagai kota keberangkatan asal yang mengikuti dalam kategori pembagian waktu wilayah ini (waktu setempat/local time),” tutur Danang.

“Oleh karena itu, diharapkan seluruh tamu untuk memperhatikan serta memahami dengan baik dan teliti setelah mendapatkan boarding pass. Apabila ada hal yang belum jelas, dipersilakan dapat menanyakan kepada petugas layanan darat Batik Air,” pungkasnya. (rna/tor)

Tandu Jenazah Puluhan Kilometer, Warga Minta Bupati Luwu Utara Tak Diam

ZonaMakassar.Com, Luwu Utara – Jenazah warga Desa Rampi, Luwu Utara, Renti Tata harus ditandu puluhan kilometer akibat akses wilayahnya yang tidak kunjung diperbaiki. Masyarakat Rampi sangat berharap infrastruktur jalan segera dibangun.

“Pemerintah daerah Luwu Utara jangan hanya diam dan terus tutup mata dengan kondisi pahit yang dirasakan oleh keluarga kita atau masyarakat di Kecamatan Rampi,” ujar perwakilan pemuda Rampi, Bangsi Bati, dikutip dari detikcom, Jumat (15/2/2019).

Bangsi mengatakan pembangunan akses jalan menuju Rampi harus menjadi prioritas utama pemerintah. Sayangnya, hingga saat ini dia melihat pembangunan infrastruktur itu dinilai sangat lamban.

i membuat kita terisolasi. Pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat pada umumnya,” kata dia.

“Dengan tidak terbangunnya akses infrastruktur ini, tentunya akan mempengaruhi sejumlah komponen kebutuhan masyarakat. Seperti pelayanan publik di masyarakat. Contoh pendidikan, kesehatan, dan pembangunan,” sambung dia.

Tidak hanya itu, dia juga menyoroti sarana dan prasarana di Puskesmas Rampi yang dianggapnya masih sangat terbatas. Keterbatasan ini mulai dari jumlah tenaga medis dan fasilitas lainnya.

“Harusnya menjadi prioritas. Melengkapi segala perangkat yang tidak ada, agar tak ada lagi warga yang dirujuk sampai ke rumah sakit karena melihat situasi dan kondisi akses jalan yang belum terbangun,” kata Bangsi.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengakui ini bukan pertama kalinya jenazah harus ditandu puluhan kilometer menuju Rampi.

“Ini kejadian bukan pertama kali. Kita ketahui kejadian yang sudah kesekian kali,” kata Indah saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Sulsel beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan jauhnya jarak dan belum bagusnya akses jalan menuju Rampi menjadi kendala utama jenazah mengapa harus ditandu puluhan kilometer. Dia berharap akses pesawat menuju Rampi lewat bandara perintis dapat ditingkatkan, khususnya pada akses pengiriman kargo.

“Awal tahun pesawat belum subsidi, kemudian kalau kargo belum ada karena belum selesai lelang, sehingga kita berharap ada percepatan,” ungkapnya.

“Ini kan jadi keprihatinan bersama. Kami berharap ada sinergi ada pemda, pemerintah provinsi, dan pusat. Pusat kemarin minta percepatan tender kargo,” sambungnya.

Dengan dibukanya pengiriman kargo, Indah berharap pengiriman jenazah menuju Rampi tidak menjadi sangat mahal. Perlu diketahui, untuk mengirim jenazah ke Rampi, keluarga jenazah harus merogoh kocek Rp 50 juta.

“Sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Kemarin Rp 50 juta itu nonsubsidi. Kalau kargo jauh lebih murah,” kata dia.

Untuk perbaikan jalan menuju Rampi, lanjut Indah, desain pembangunannya baru akan selesai tahun ini. Hal inilah yang menyebabkan dirinya mendorong segera dipercepat perbaikan sarana transportasi udara ke daerah itu.

“Kalau Rampi ini masih didesain. Fokusnya tahun ini masih desain,” kata Indah. (fiq/asp)

Rakyatnya Tandu Jenazah Puluhan Km, Ini Kata Bupati Luwu Utara

ZonaMakassar.Com,Makassar – Jenazah warga Rampi, Luwu Utara, Sulawesi Selatan yang ditandu puluhan kilometer menjadi viral. Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengakui ini bukan kali pertama jenazah harus ditandu puluhan kilometer menuju Rampi.

“Ini kejadian bukan pertama kali. Kita ketahui kejadian yang sudah kesekian kali,” kata Indah saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Sulsel, Jalan Urip Sumohardjo, Makassar, Rabu (13/2/2019).

Dia mengatakan, jauhnya jarak dan belum bagusnya akses jalan menuju ke Rampi menajdi kendala utama jenazah mengapa harus ditandu puluhan kilometer. Dia berharap akses pesawat menuju Rampi lewat bandara perintis dapat ditingkatkan, khususnya pada akses pengiriman kargo.

“Awal tahun pesawat belum subsidi kemudian kalau kargo belum ada karena belum selesai lelang. Sehingga kita berharap ada percepatan,” ungkapnya.

“Ini kan jadi keprihatinan bersama. Kami berharap ada sinergi ada Pemda, pemerintah provinsi, dan pusat. Pusat kemarin minta percepatan tender kargo,” sambungnya.

Derngan dibukanya pengiriman kargo, Indah berharap pengiriman jenazah menuju Rampi tidak menjadi sangat mahal. Perlu diketahui, untuk mengirim jenazah ke Rampi, keluarga jenazah harus merogoh kocek seebsar Rp 50 juta.

“Sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya yang terlalu mahal. Kemarin 50 juta itu nonsubsidi. Kalau kargo jauh lebih murah,” kata dia.

Untuk perbaikan jalan menuju Rampi, lanjut Indah, desain pembangunannya baru akan selesai pada tahun ini. Hal inilah yang menyebabkan dirinya mendorong segera dipercepat perbaikan sarana transportasi udara ke daerah itu.

“Kalau Rampi ini masih di desain. Goksunya tahun ini masih desain,” kata Indah. (fiq/asp)

Kejati Sulsel Bidik Tersangka Kasus Korupsi Anggaran PD Parkir Makassar

ZonaMakassar.Com, Makassar – Tim Penyidik bidang Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) terus mendalami keterangan saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran di lingkup Perusahaan Daerah Parkir Makassar Raya (PD Parkir Makassar Raya).

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) Tarmizi mengatakan, sudah 10 orang saksi yang diperiksa. Dalam pengelolaan anggaran ditemukan unsur dugaan perbuatan melawan hukum.

Ada sekitar miliaran uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dalam pengelolaan anggaran sejak tahun 2008 hingga 2017. Sehingga statusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.

“Nah, PD Parkir ini kan tentu ada badan hukumnya yah. Siapa pimpinannya, siapa bendaharanya. Semua akan diperiksa dan harus ada yang bertanggungjawab secara pidana sebagai tersangka. Itu tujuan dari tahap penyidikan,” jelas Tarmizi, Jumat (15/2/2019).

Ia memastikan penyidikan kasus ini akan berjalan maksimal. Dimana sejak tahap penyelidikan telah ditemukan gambaran perbuatan melawan hukum. Setelah melalui ekspose, kasus ini diyakini memenuhi unsur ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Diketahui penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran pada Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya kota Makassar bermula dari adanya hasil audit independen yang menemukan adanya dugaan penyalahgunaan anggaran di PD Parkir Makassar Raya sebesar Rp 1.900.000.000 pada tahun 2008 hingga tahun 2017.

Berdasarkan hal tersebut, tim bidang Pidana Khusus Kejati Sulsel turun menyelidiki kasus PD Parkir Makassar Raya itu dengan dilengkapi surat perintah penyelidikan dari Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) bernomor Print-560/R.4/Fd.1/11/2018 tanggal 19 November 2018.

Ini Aksi Arfah Yusuf di Kelurahan Tamamaung

ZonaMakassar.Com, Makassar – Program pemeriksaan kesehatan gratis gencar di lakukan oleh calon anggota legislatif DPRD Kota Makassar dari partai NasDem No urut 2 H.Muh Arfah Yusuf,SH. yang juga merupakan Bendahara DPD Nasdem Kota Makassar.Minggu (17/2/2019)

Kali ini kegiatan di lakukan di kel Tamamaung Kec.Panakkukang Kegiatan ini sebagai wujud konsistensi beliau dalam memberika program kerja kepada masyarakat.

“Program ini kami berikan sebagai bukti bahwa saya maju menjadi calong anggota legislatif DPRD kota makassar tidak sekedar menebar janji-janji saja. Tapi memberikan program dan bukti kepada kita semua” ujar H.Muh Arfah Yusuf, SH

“Saya tidak memberikan janji yang tidak bisa saya tepati, saya tidak bisa menjanjikan yang terlalu banyak. “tegasnya kembali

H.Muh Arfah Yusuf,SH memiliki program kerja unggulan secara pribadi dalam bidang kesehatan dan ekonomi. Di bidang kesehatan program kerja beliau adalah pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis seperti yang di lakukan hari ini, yang ke dua dalam bidang ekonomi pemberian bantuan modal usaha secara mikro dan bergulir yang akan di lakukan setelah beliau dilantik dan duduk sebagai Anggota DPRD.

Salah satu warga yang mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan garis ini menyampaikan harapan juga apresiasi tentang kegiatan yang di lakukan. “Kegiatan ini alhamdulillah sangat bermanfaat bagi kami para warga, insya Allah H.Ippe (Sapaan Akrab H.Muh Arfah Yusuf,SH) bisa duduk Sebagai anggota dewan dan bisa melanjutkan apa yang di lakukan hari ini. Ujar salah satu warga yang sedang memeriksakan kesehatannya.

“Janganki lupa Hijau 52, Hijau Kertas Suaranya No 5 partainya No 2 Calegnya.” tambahnya. (*)

Penulis : Muhammad Syihabuddin

Ini Sosok Anisha Dasuki & Tommy Tjokro Moderator Debat Capres Kedua Pilpres 2019

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Masa lalu Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro jadi perhatin saat terpilih jadi moderator Debat Capres kedua Pilpres 2019.

Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro terpilih menjadi moderator Debat Capres kedua Pilpres 2019 pada Minggu 17 Februari 2019.

Sama seperti Ira Koesno, moderator debat capres pertama Pilpres 2019, sosok Anisha Dasuki dan Tommy Tjokro juga jadi sorotan netizen.

Anisha Dasuki adalah alumnus Universitas Katolik Parahyangan Bandung.

Ia mengawali karier jurnalistik sebagai pembawa acara.Sebelumnya Anisha menjadi pembaca berita di Metro TV.

Beberapa program apik seperti Metro Malam, 9-11 Show, dan Wideshoot pernah dipandu Anisha. Kemudian memilih hijrah ke iNews TV.

Menjadi moderator debat Pilpres bakal menjadi pengalaman pertama Anisha Dasuki.

Meski begitu diundang sebagai pemandu debat bukan pertama kali baginya.

Sebelumnya Anisha Dasuki kerap kali menjadi moderator debat pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Anisah Dasuki pernah menjadi moderator debat Pilgub NTT, Morowali, hingga Jawa Timur.

Selain segudang pengalamannya di bidang jurnalistik, Anisha Dasuki jadi sorotan tentu saja karena paras cantiknya.

Wanita yang telah menikah sejak tahun 2014 lalu ini ternyata sudah memiliki paras cantik sejak masih muda.

Anisha Dasuki tidak banyak membagikan aktivitasnya menjelang Debat Pilpres 2019.Dalam laman Instagramnya, ia tidak mengunggah kegiatan persiapannya.

Pada postingan terakhirnya, ia hanya mengunggah iklan Debat Pilpres 2019 Tahap Kedua di laman Instagramnya.

Tommy Tjokro

Berbeda dari Debat Pilpres 2019 tahap satu, kali ini terpilih Tommy Tjokrodan Anisha Dasuki sebagai moderator menggantikan Ira Koesno.

Kedua moderator ini memang mencuri perhatian, terlebih dengan sosok Tommy Tjokro yang memiliki paras ganteng dan memikat.

Buat kamu yang masih belum mengenal sosok Tommy Tjokro, berikut dikutip dari Grid.ID telah rangkum 5 fakta sang pembawa acara dari berbagai sumber.

1. Pria kelahiran Jerman yang memiliki wajah tampan dan awet muda

Tommy Tjokro lahir di Jerman pada 10 Juli 1977 dan kini sudah menginjak usia 41 tahun.

Banyak yang tak menyangka bila sosok presenter ini sudah berusia kepala empat lantaran wajahnya masih terlihat awet muda.

2. Pernah menjadi juara Abang None Jakarta Pusat

Sebelum meniti karir sebagai pembawa acara berita, Tommy Tjokro rupanya pernah mengikuti ajang Abang None lalu.

Kala itu ia mewakili Jakarta Pusat hingga berhasil sampai ke tingkat DKI.

Tommy Tjokro akhirnya berhasil menjadi juara Abang None untuk wilayah Jakarta Pusat.

janBaca Juga : Bukan Presiden, Jan Ethes Beri Jawaban ini Saat Ditanya Profesi Jokowi, Sukses Bikin Boy William Gemas!

3. Lulusan Queensland University of Technology di Australia

Sebelum berkarir, Tommy diketahui pernah menempuh pendidikannya di luar negeri.

Ia merupakan lulusan Queensland University of Technology di Brisbane, Australia.

Universitas ini merupakan salah satu perguruan tinggi terbesar di negeri kangguru tersebut.

4. Punya sekolah public speaking

Sukses berkarir sebagai news anchor, Tommy akhirnya mendirikan sekolah public speaking bernama SEPIKUL.

5. Sudah beristri dan punya 2 anak

Buat para wanita siap-siap patah hati karena pembawa acara ganteng ini ternyata sudah menikah dengan sosok cantik Yurika Triani.

Keduanya ternyata cinlok saat mengikuti kontes Abang None Jakarta.

Di mana pada saat itu baik Tommy maupun Yurika sama-sama keluar sebagai pemenang Abang None wilayah Jakarta Pusat.

Tommy Tjokro dan Yurika Triani menikah pada tahun 2006 dan kini sudah dikaruniai satu anak laki-laki dan satu anak perempuan. (*)

Debat Capres Malam Ini di Bagi 6 Segmen

ZonaMakassar.Com, Jakarta – Debat capres putaran kedua akan digelar malam ini. Dalam jadwal debat capres ini, akan dibagi menjadi enam segmen. Simak pembagiannya.

Debat kedua Pilpres 2019 akan digelar pada Minggu (17/2/2019) pukul 20.00 WIB. Jalannya debat akan ditayangkan secara langsung beberapa TV Nasional.

Capres 01 Joko Widodo akan berdebat dengan capres 02 Prabowo Subianto soal infrastruktur, energi, pangan, lingkungan hidup, dan sumber daya alam. Durasi debat sekitar 90 menit.

Di sisi lain, KPU terus memantapkan persiapan menjelang debat capres putaran kedua, yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Minggu (17/2) malam. Rencananya, debat capres putaran kedua dibagi menjadi 6 segmen.

“Jadi segmen pertama adalah penyampaian visi-misi program masing-masing kandidat,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Debat capres putaran kedua ini bertema energi, lingkungan hidup, infrastruktur, pangan, dan sumber daya alam.

Wahyu mengatakan, di segmen kedua dan ketiga, para kandidat diminta memperdalam visi-misi dan program masing-masing yang berkaitan dengan tema debat. Dalam segmen ini, para kandidat akan diberi pertanyaan-pertanyaan yang telah disusun tim panelis.

“Dengan pertanyaan dengan yang disusun oleh panelis yang disampaikan oleh moderator,” ujar Wahyu.

Pada segmen keempat, KPU menamainya ‘segmen eksploratif’. Wahyu menjelaskan, dalam segmen ini, kedua kandidat diberi pertanyaan melalui tayangan video.

“Keempat, kita menamai ‘sesi eksploratif’. Jadi sesi ini nanti akan ada soal dari panelis yang dibuat video pendek untuk kemudian ditayangkan dan kemudian kita minta kandidat untuk menanggapinya,” jelasnya.

Wahyu menambahkan segmen kelima adalah ‘segmen inspiratif’. Ia mengatakan, dalam segmen ini, kedua kandidat diberi waktu untuk tanya-jawab satu sama lain. Kemudian segmen keenam penutup.

“Sesi yang kelima kita menamai ‘sesi inspiratif’, itu sesi berisi tanya-jawab antar-kandidat, kemudian sesi yang keenam sesi closing statement dari masing-masing kandidat secara umum,” kata dia.

Ia menjelaskan setiap segmen itu tetap diberi batasan waktu. Selain itu, Wahyu menyebut, dalam debat capres putaran kedua ini, KPU tidak meminta para kandidat mengapresiasi satu sama lain. “Nggak ya terserah (memberi apresiasi atau tidak),” tambahnya. (**)

“Nyamanna” Ada Pisang Epe di Nobar RNB Sulsel

ZonaMakassar.Com, Makassar – Ada hal menarik yang di lakukan Relawan Nusantara Bersatu (RNB) Sulsel saat menyaksikan debat Capres saat nonton bareng (Nobar) di posko pemenangan Jokowi ma’ruf Amin di jalan Sam Ratulangi Makassar, Minggu (17/2/2019).

Para relawan di suguhkan kuliner khas Makassar yakni pisang epe’ dan Nyuknyang atau bakso ala kota daeng, hal ini cukup di nikmati para relawan yamg ingin menyaksikan debat capres.

Salah satu relawan Wiwin mengatakan ” Inilah yang menjadi ciri khas kami di posko untuk menarik para relawan ramai- ramai menyaksikan debat capres di posko kami”.

Diketahui Debat Calon Presiden RI antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto malam ini akan berdebat di putaran kedua dengan tema energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup, dan infrastruktur. (js)