Teliti Layanan Digital di PTSP, ASN Diskominfo Makassar Raih Gelar Doktor

ZonaMakassar.com – Salah satu pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar, Jusman berhasil meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan pada ujian disertasi yang berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah FISIP Universitas Hasanuddin, Selasa (12/3/2019).

Dihadapan sejumlah guru besar dan penguji, Jusman berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya yang berjudul “Model elektronik dalam pelayanan publik (studi kasus penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota Makassar).

“Salah satu yang paling menantang pada paradigma e-government yakni perlunya keselarasan teknologi, mengintegrasikan sistem informasi agar administrasi yang berbeda bisa saling berintegrasi” ujar Jusman saat menyampaikan disertasinya.

Pada kesimpulannya, Jusman yang juga merupakan Kepala seksi Aplikasi dan Telematika di Dinas Kominfo Makassar menawarkan model pelayanan terpadu dengan kerangka proses penyelarasan pelayanan publik yang terintegrasi dengan istilah Quadrant Fix.

“Ada empat perspektif dalam model ini, yakni perspektif organisasi administrasi, perspektif layanan terpusat, perspektif organisasi virtual dan potensial kompetitif, serta perspektif layanan full integrasi” lanjut Jusman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Makassar, Ichwan Yacub yang hadir menyaksikan langsung ujian terbuka ini mengaku bangga dengan capaian salah satu pejabat di instansinya tersebut.

“Bekal akademik seorang ASN tentu saja sangat strategis dalam meningkatkan kinerja, termasuk membantu dalam upaya menemukan dan mewujudkan inovasi layanan publik di kota Makassar. Hari ini kami merasa sangat bangga dan optimis dengan gelar yang berhasil di raih salah satu pejabat internal kami” ujar Ichwan Yacub.

Dalam ujian terbuka ini, tampil sebagai pimpinan sidang, Prof. Dr. Amin Arsyad yang juga merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof.Dr.H. Sulaiman Asang,M.S selaku promotor, Dr. Badu Achmad,M.Si selaku Ko Promotor pertama, Dr.Atta Irene Allorante,M.Si selaku Ko Promotor kedua, Dr. Sulaeman Fattah, M.Si selaku penguji eksternal dan Prof.Dr. Rakhmat,MS selaku penguji internal.

Dengarkan Keluhan Warga, Camat Tamalate Turun Langsung di Kelurahan Barombong

ZonaMakassar.com – Camat Tamalate, Fahyuddin Yusuf punya cara tersendiri untuk mendengarkan masukan dan keluhan warganya, khususnya di Kelurahan Barombong, Makassar.

Fahyuddin yang didampingi Lurah Barombong, Andi Ahkdar mengunjungi tokoh masyarakat kampung Sumanna, Kelurahan Barombong, kecamatan Tamalate, Makassar.

Fahyuddin mengaku dirinya turun langsung menemui warga untuk mendengarkan langsung keluhan warga, dan bersama-sama mencari solusinya.

“Ada beberapa hasil yang kita dapat melalui kegiatan seperti ini, silaturahminya dapat, solusi dari permasalahan warga cepat juga kita dapat,” kata Fahyuddin.

Sementara tokoh masyarakat kampung Sumanna yang juga ketua ORW.07 Haji Sikki, mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah kota makassar melalui perangkatnya ditingkat kecamatan maupun kelurahan.

Menurutnya, hal seperti ini sangat baik untuk menjalin sinergi antara pemerintah, dan masyarakat.

“Apabila pemerintah dekat dengan masyarakatnya, maka segala permasalahan warga baik itu masalah lingkungan, dan sosial dapat dengan cepat kita temukan jalan keluarnya,” ungkap Haji Sikki.

RS Dadi Siapkan Ruang Perawatan Setara Hotel Berbintang untuk Caleg Gagal

ZonaMakassar.com – Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Sulawesi selatan (Sulsel) atau yang lebih dikenal dengan Rumah Sakit Dadi menyiapkan ruangan khusus bagi calon legislatif (caleg) gagal yang stres dan depresi karena tidak terpilih di Pemilihan Legislatif (Pileg).

Tak tanggung-tanggung, kamar perawatan yang disiapkan pun setara dengan hotel bintang 4. Untuk mendapatkan perawatan VIP tersebut caleg gagal juga harus merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, manajemen RSKD Sulsel mematok tarif Rp 1.015.000 per hari.

Kamar perawatan khusus tersebut berada di bangsal Palm dengan luas kamar 5×6 meter. Di dalam kamar terdapat fasilitas seperti televisi, kulkas, sebuah kamar mandi dengan kloset jongkok yang disiapkan.

Untuk kamar khusus tersebut, RSKD Sulsel menyiapkan sekitar 6 kamar VIP untuk para pasien yang siap diobati pasca Pileg pada 17 April mendatang.

Direktur RSKD Sulsel Arman Bausat mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi dengan menyiapkan ruang khusus bagi Caleg gagal yang depresi akibat tidak terpilih di Pileg nanti.

” Dalam rangka Pileg begini, wajarlah ada orang yang mungkin mengalami depresi (karena tidak terpilih),” ujarnya, Selasa (12/3/2019).

Ia menjelaskan selain menyiapkan ruang khusus, RSKD Sulsel juga menyiapkan dokter untuk menangani caleg gagal yang mengalami stres dan depresi.

“Akan ada dokter mentriase disesuaikan dengan tingkat strenya apakah parah atau tidak,sebutnya.

Ia mengaku tidak ada treatment khusus untuk para caleg gagal yang mengalami stres.

“Semua sama. Kalau kelas I diisi dua orang dan tetap ada AC-nya,” pungkasnya.

Di Depan Pengusaha Startup, Wali Kota Makassar Paparkan Revolusi Industri 4.0

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjadi narasumber dalam implementasi revolusi industri 4.0 menuju Society 5.0 & IOT di Gedung iNews Tower Lt.3, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Selain Danny Pomanto,hadir pula President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata dan Vice President Samsung Indonesia Lee Kang Hyun. Turut hadir chairman mnc group Hary Tanoesoedibjo dan Ibu Liliana Tanoesoedibjo.

Menurut Danny Industry 4.0 indentik dengan penggunaan robot, tapi robot tidak punya hati. Karena itu masyarakat tetap membutuhkan sentuhan manusia.

“Tantangannya adalah publik engagement. Tantangannya ada pada kemampuan adaptasi masyarakat. Caranya adalah, bagaimana kita membuat revolusi industry 4.0 dengan aplikasi dan smart citynya atau IOT itu mampu menjawab kesulitan masyarakat,” papar Danny.

Jadi menurutnya hal ini menjadi solusi masyarakat. Dengan cara melibatkan masyarakat, membuat sistem yang customize menjawab kesulitan-kesulitan masyarakat secara utuh. Dengan kasus-kasus sesuai dengan jawaban masing-masing wilayah.

Karena kata dia, apa yang terjadi di Makassar beda kasusnya, dengan yang di Jakarta.

“Smart City yang baik yang mampu menjawab kesulitan masyarakat dengan cepat. Tetap tidak meninggalkan kultur dan dengan teknologi yang tinggi. Teknologi tinggi inilah revolusi industry 4.0,” kata Danny.

Teliti Layanan Digital di PTSP, ASN Diskominfo Makassar Raih Gelar Doktor

ZonaMakassar.com – Salah satu pegawai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar, Jusman berhasil meraih gelar doktor dengan predikat sangat memuaskan pada ujian disertasi yang berlangsung di Aula Prof. Syukur Abdullah FISIP Universitas Hasanuddin, Selasa (12/3/2019).

Dihadapan sejumlah guru besar dan penguji, Jusman berhasil mempertanggungjawabkan disertasinya yang berjudul “Model elektronik dalam pelayanan publik (studi kasus penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu kota Makassar).

“Salah satu yang paling menantang pada paradigma e-government yakni perlunya keselarasan teknologi, mengintegrasikan sistem informasi agar administrasi yang berbeda bisa saling berintegrasi” ujar Jusman saat menyampaikan disertasinya.

Pada kesimpulannya, Jusman yang juga merupakan Kepala seksi Aplikasi dan Telematika di Dinas Kominfo Makassar menawarkan model pelayanan terpadu dengan kerangka proses penyelarasan pelayanan publik yang terintegrasi dengan istilah Quadrant Fix.

“Ada empat perspektif dalam model ini, yakni perspektif organisasi administrasi, perspektif layanan terpusat, perspektif organisasi virtual dan potensial kompetitif, serta perspektif layanan full integrasi” lanjut Jusman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Makassar, Ichwan Yacub yang hadir menyaksikan langsung ujian terbuka ini mengaku bangga dengan capaian salah satu pejabat di instansinya tersebut.

“Bekal akademik seorang ASN tentu saja sangat strategis dalam meningkatkan kinerja, termasuk membantu dalam upaya menemukan dan mewujudkan inovasi layanan publik di kota Makassar. Hari ini kami merasa sangat bangga dan optimis dengan gelar yang berhasil di raih salah satu pejabat internal kami” ujar Ichwan Yacub.

Dalam ujian terbuka ini, tampil sebagai pimpinan sidang, Prof. Dr. Amin Arsyad yang juga merupakan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof.Dr.H. Sulaiman Asang,M.S selaku promotor, Dr. Badu Achmad,M.Si selaku Ko Promotor pertama, Dr.Atta Irene Allorante,M.Si selaku Ko Promotor kedua, Dr. Sulaeman Fattah, M.Si selaku penguji eksternal dan Prof.Dr. Rakhmat,MS selaku penguji internal.

Camat Bontoala Ingatkan Warga tak Buang Sampah Sembarangank Melihat Curah Hujan Meningkat

ZonaMakassar.com – Curah hujan yang kembali meningkat dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian Camat Bontoala, Arman. Ia pun mengimbau kepada warga untuk menjaga kebersihan.

Arman menyampaikan kepaa warga untuk tidak membuang sampah sembarang. Karena sampah bisa menyumbat sejumlah drainase yang ada di kota Makassar. Ia pun sudah memerintah kelurahan telah menjadwalkan pengangkutan sampah mereka.

“Warga dapat tertib dalam membuang sampah. Karena kami sudah jadwalkan. Bila mana satgas kontainer sampah bakal mengambil dan menjemput di rumah masing-masing,”jelas.

Lantaran, Arman sudah lama menerapkan inovasi dari program Makassar Tidak Rantasa (MTR). Bahkan kegiatan dilaksanakan setiap harinya untuk memantau kebersihan Kecamatan Bontoala.

“Setiap pasar kami sudah standby armada. Agar kebersihan bisa terjaga dan dipertahankan,”paparnya.

Selama ini, sosialisasi dengan sentuhan hati menjadi tanggung jawabnya di pagi – malam.

“Semuanya sudah terpantau. Jika ada laporan warga, kami segera mengarahkan armada motor kontainer untuk mengatasinya, sehingga jangan biarkan Makassar mundur lagi,”pungkasnya.

Dinas Pertanahan Makassar Target Sertifikasi 50 Bidang Tanah, Siapkan Anggaran Rp 200 Juta

ZonaMakassar.com – Dinas Pertanahan Kota Makassar setiap tahun fokus menjaga aset pemerintah yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanahan kota Makassar, Manai Sofyan usai sosialisasi penataan dan pemanfaatan tanah negara di Hotel Grand Cellino, Makassar, Selasa (12/3/2019).

Manai mengatakan saat ini sudah sekira 400 bidang tanah dari total 900 bidang tanah yang sudah memiliki sertifikat. Mantan Kepala Bagian (Kabag) Hukum Pemkot Makassar ini mengaku untuk tahun ini menargetkan ada 50 bidang tanah yang akan disertifikat.

“Tahun lalu sudah ada sekitar 30 bidang tanah yang sudah kami sertifikatkan. Untuk tahun ini kita target minimal 50 bidang tanah,” ungkapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Dinas Pertanahan kota Makassar menyiapkan anggaran sebesar Rp 200 juta agar 50 bidang tanah tersebut bisa disertifikatkan.

Ia menegaskan sejumlah bidang tanah yang akan disertifikatkan merupakan tanah yang memiliki dokumen lengkap.

“Kalau yang belum lengkap, belum kita ajukan untuk disertifikatkan. Dan perlu terus mencari dokumen agar lebih lengkap sehingga bisa disertifikatkan,” tegasnya.

Bawaslu Sulsel Nyatakan 15 Camat tak Terbukti Langgar UU Pemilu

ZonaMakassar.com – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi selatan (Sulsel) memutuskan 15 Camat tidak melanggar Undang Undang (UU) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Putusan tersebut berdasarkan hasil sidang pleno di kantor Bawaslu Sulsel Jalan AP Pettarani Makassar, Senin (11/3/2019).

Ketua Bawaslu Sulsel, La Ode Arumahi mengatakan berdasarkan hasil klarifikasi dan pemeriksaan sejumlah saksi dan juga terlapor seperti 15 camat dan mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Sentra Gakkumdu Sulsel memutuskan tidak ada pelanggaran yang dibuat 15 camat se- kota Makassar.

” Kami mengambil kesimpulan bahwa camat yang dilaporkan itu tidak melanggar UU Pemilu. Kami menilai tidak memenuhi unsur untuk dinaikkan ke tahap penyidikan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya.

Meski tidak menemukan pelanggaran hukum UU Pemilu, Arumahi mengatakan 15 camat yang diduga tidak netral tersebut diduga melakukan pelanggaran hukum lainnya. Sehingga Bawaslu Sulsel mengirimkan rekomendasi kepada Komite Apratur Sipil Negara (KASN)

Diberitakan sebelumya, beredar video 15 camat bersama mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo yang diduga memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden (Capres) nomor urut 1 Jokowi-Maruf Amin.

Danny Pomanto Ajak Masyarakat Makassar Cerdas Berpolitik

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menghadiri deklarasi damai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 yang digelar oleh Polrestabes Makassar di Lapangan Karebosi Makassar, Senin (11/3/2019).

Danny Pomanto mengapresiasi Polrestabes Makassar yang menggelar deklarasi dama Pemilu 2019. Ia mengatakan deklarasi damai bertujuan menyatukan tekad semua komponen, guna mewujudkan Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai, tertib dan kondusif di Kota Makassar.

“Deklarasi yang sangat sakral pemilu di Makassar saya yakin berhasil dengan mencapa partisipasi publik yang bisa menyentuh di angka 75 persen,” ucap Danny.

Kata Danny, angka 75 persen tersebut merupakan komitmen dan target yang harus dicapai. Adapun pun beberapa poin penting yang disampaikan Danny yakni saling menghormati dan menghargai sesama pendukung pasangan calon, serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum pada saat tahapan pemilu, tidak melakukan kampanye hitam seperti money politik, menghasut, menfitnah, ujaran kebencian, dan mengadu domba.

“Kami bersama bapak Kapolres dan Dandim berkomitmen menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran berlalu lintas saat melaksanakan tahapan pemilu dan bersedia menerima siap kalah siap menang,” ungkapnya.

Terkait Hoaks, Danny juga yakin jika masyarakat Makassar sudah cerdas.

“Hampir 100 persen masyarakat kota Makassar sudah cerdas dalam memilih. InsyaAllah itu menjadi salah satu penangkal kampanye hoaks atau berita-berita hoaks lainnya,” pungkas Danny.

Wali Kota Makassar Minta Keterlibatan TNI dan Polri Jaga Mesin TPE

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto melaunching penggunaan 25 unit Terminal Parkir Elektronik (TPE) di Kota Makassar. TPE ini masing-masing dipasang di 4 titik di Jl. RA Kartini, 10 titik di Jl. Somba Opu, dan 11 titik di Jl. Penghibur.

Danny meminta kepada PD Parkir Makassar Raya agar penerapan TPE dilakukan secara konsisten dan penuh komitmen.

“Ini harus dijaga dengan baik, 25 titik harus benar-benar kita mulai dan konsisten. Libatkan semua pihak, aparat, Kepolisian, TNI, Assosiasi, hingga RT/ RW,” ucap Danny.

Menurut Danny, Parkir tidak pakai TPE di era milenial ini sudah ketinggalan zaman. Bahkan ia meminta agar kehadiran TPE di Makassar juga disampaikan ke anak-anak sekolah.

“Selamat kepada PD Parkir, terus komitmen dan konsisten, buat jaringan lebih baik. Terus evaluasi, jangan pernah berhenti, jangan pernah lupakan teman-teman daeng parkir, daeng parkir dilibatkan secara massif, ditingkatkan kemampuan mereka. Jika sudah begitu, jangankan Rp200miliar, Rp400miliar bisa dicapai, asal dijaga, kalau tidak ‘lannyaki’ (alatnya hilang),” pesan Danny.

Tinggal kata dia bagaimana warna TPE disesuaikan, dengan warna lebih terang agar gampang diliahat bagi pengguna parkir.

Hadir juga dalam kegiatan ini Perwakilan Company dari Swiss Alain Taher, Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Amanilson Sembiring, Ketua DPRD kota Makassar Faroek M Betta, Pimpinan PT Kinarya Terbaik Indonesia Sjamsurizal Zaenuddin, serta seluruh SKPD se-kota Makassar.

Sementara itu, Dirut PD Parkir Makassar Raya Satriani Ulfiah Mungkasa menjelaskan penggunaan TPE ini adalah pertama di Indonesia Timur.

“Kita berharap kualitas pelayanan dan penataan parkir tepi jalan umum semakin meningkat serta memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pengguna jasa parkir,” katanya.

Disamping itu, Fifi sapaan akrab Dirut mengatakan hal ini juga dilakukan dalam optimalisasi pendapatan asli daerah dan meminimalisir potensi pungutan liar.