Wakil Ketua KPK Sebut Pemkot Makassar Bisa Optimalisasi Pendapatan Daerah

ZonaMakassar.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Pandjaitan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang berani mengoptimalisasikan pendapatan daerah hingga 6 kali lipat.

Hal tersebut disampaikan Basaria Pandjaitan saat Launching penandatangan MoU dan PKS Pemda se-Sulsel dengan BPD Sulselbar dan BPN di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Selasa (9/4/2019).

Basaria menilai penjelasan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp 3 triliun. Ia mengatakan seluruh Pemerintah Daerah (Pemda) harus mampu mengoptimalkan pendapatan daerah.

“Salah satunya di Makassar dari yang pendapatannya dari Rp 500 miliar menjadi Rp 1 Triliun dan Pak Wali Kota tadi mengatakan mempunyai target tahun ini bisa capai Rp 3 triliun. Kalau semua daerah seperti ini, kira-kira pendapatan negara berapa,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang menemuinya.

Ia pun menyampaikan kepada seluruh Pemda agar memanfaatkan aset-asetnya yang digunakan pihak lain, tapi tidak ada pendapatan yang masuk ke daerah.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengaku yakin target pendapatan daerah di kota Makassar bisa mencapai Rp 3 triliun. Keyakinan tersebut, kata dia, dengan adanya supoorting dari penegak hukum seperti polisi, Kejaksaan dan KPK, seluruh penerimaan pendapatan daerah bisa dimaksimalkan.

“Saya yakin pendapatan kota Makassar dari Rp 1 triliun menjadi Rp 3 triliun bisa tercapai. Memang kami perlu bantuan dari KPK, kepolisian, dan kejaksaan untuk Low In Force Men yang sangat baik,”ujarnya.

Ia menambahkan dengan adanya Low in force men tersebut, sistem yang ada bisa berjalan baik dan penegakan hukum bisa lebih kuat lagi.

“Bayangkan kalau KPK dan penegak hukum lainnya bisa memonitoring secara Real Time di kami dan Bapenda. Tentunya Low In Force Men akan berjalan lebih baik lagi,” pungkasnya.

Bukan Variasi UKM Seni Talas, Deng Ical: Hidup Untuk Berkarya

ZonaMakassar.com- Wakil Wali Kota Makassar membuka secara resmi Festival Tari Mahasiswa Nasional (Variasi) UKM 5 Seni dan Budaya Talas Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) yang bertempat di Kampus Unismuh, Senin (8/4/2019).

Kegiatan ini merupakan salah satu kebanggaan kota Makassar dibidang seni.

“Pemkot Makassar bangga Variasi ke 5 kembali dipercayakan di Makassar melalui kampus Unismuh,” ujar Syamsu Rizal sapaan akrab Deng Ical.

Apresiasi diberikan Deng Ical selaku pemerintah kota Makassar kepada seluruh elemen yang telah turut andil dalam upaya kesuksesan acara tersebut.

Dalam kesempatan itu pula, Deng Ical mengucapkan selamat datang kepada peserta festival yang hadir dari seluruh wilayah Indonesia.

“Hidup ini untuk berkarya, dan saya percaya bahwa dalam berkarya tidak akan nyaman, tidak akan indah tanpa ada seni didalamnya,” lanjut Deng Ical.

Berharap dengan kontribusi positif dari anak bangsa, mampu menjadikan Indonesia berkembang dengan baik.

Wakil Wali Kota Makassar membuka acara dengan penekanan tombol didampingi oleh Rektor Unismuh, Wakil Rektor Unismuh, Pembina dan Pendiri UKM Talas.

Dalam kesempatan itu pula, Deng Ical memberikan cendera mata kepada para dewan juri.

Pembangunan Terusan Kanal Jongaya dan Selatan, Dinas PU Makassar: Sinergi untuk Pembangunan IPAL

– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar menghadiri undangan dari Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) agenda rapat pembahasan Penerusan Kanal Jongaya dan Pembangunan Kanal Selatan, Senin (8/4/2019).

Rencananya untuk Kanal Jongaya akan diambil alih pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang sebagai kanal terusan.

Humas PU Makassar, Hamka Darwis menyampaikan kapasitas PU pada rapat ini sebagai peserta. Namun dalam rapat tersebut, Dinas PU tetap mengusulkan beberapa hal.

Diantaranya agar pembangunan kanal dapat disinergikan dengan pembangunan IPAL Losari. Agar mempertimbangkan saluran-saluran sekunder yang akan bermuara ke kanal. Agar dibangunkan pintu air untuk mengontrol air pasang. Agar rencana pembangunan sejalan dengan rencanana tata ruang wilayah Kota Makassar.

“Terakhir, agar pihak balai pompengan melakukan pengerukan sedimen kanal guna lancarnya saluran sekunder dan tersier,” papar Hamka Darwis.

Tertibkan Jukir Liar di Panakkukang, Dirut PD Parkir: Mereka Akan Dibina

ZonaMakassar.com – Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya kembali melakukan penertiban terhadap sejumlah juru parkir (jukir) liar yang ada di sekitaran Jalan Pengayoman dan Boulevard Makassar.

Dirut PD Parkir Makassar Raya, Satriany Ulfiah Mungkasa mengatakan keberadaan Juru Parkir (Jukir) ilegal sudah sangat meresahkan bagi masyarakat, beberapa titik seperti Depan Mall Panakukang, Terowongan Mall Panakukang, Depan Toko Bintang Pengayoman, depan Pasar Segar (Boulevard) dan depan Bank Bukopin. Hal ini yang menjadi perhatian Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya untuk di berantas.

“Apa yang menjadi keresahan masyarakat adalah tanggung jawab kami untuk menyelesaikannya, terlebih persoalan jukir liar, “ungkap Hj. Satriany Ulfiah Mungkasa SE

Tim Gabungan PD. Parkir Makassar Raya, TNI dan Polri mulai menyisir dari depan Toko Bintang Pengayoman, hingga ke bawah terowongan Mall Panakukang, Pasar Segar (Boulevard) dan depan Bank Bukopin.

“Kami mengamankan beberapa jukir liar, dititipkan di polsek selama beberapa hari untuk dibina agar bisa menjadi Jukir resmi nantinya, “tambah Hj. Satriany Ulfiah Mungkasa SE.

Untuk juru parkir resmi dibina agar bisa menertibkan kendaraan yang menjadi tanggungjawab mereka, untuk tidak menggunakan badan jalan sehingga membuat jalanan macet.

“Jukir resmi kami bina agar kendaraan yang menjadi tanggung jawab mereka itu di tata dengan baik dan tidak menggunakan badan jalan yang bisa mengakibatkan kemacetan, “lanjut Hj. Satriany Ulfiah Mungkasa SE.

Dan hal tersebut menuai hal positif, ada beberapa jukir liar yang berhasil diamankan, dan seketika jalanan pun terlihat lengan dan bisa di akses dengan mudah oleh para pengguna jalan.

“Alhamdulillah, para pengguna jalan sudah bisa menikmati hasil kerja kami, jalan jadi lowong. Karena sudah tidak ada lagi kendaraan yang parkir menggunakan badan jalan, dan kami mengamankan beberapa jukir tidak resmi, “tutup Direktur Operasional H. Syahrir Sappaile Msi.