Syukuran Khitanan Anak Wawali Makassar di hadiri Nurdin Halid, Akbar Faisal Hingga Menpan RB

ZonaMakassar.com – Syukuran khitanan Mahadeenah Al Farabby Ibnu Rizal (Buyung) putra ke tiga dari Wakil Wali (Wawali) Kota Makassar Syamsu Rizal, dihadiri beberapa pejabat, politisi hingga akademisi.

Acara berlangsung di Kediaman Pribadi Syamsu Rizal sapaan akrab Deng Ical, di Kompleks Puri Tata Indah, Jl Dg Tata, Kamis (25/4/2019).

Tampak hadir Ketua DPD 1 Golkar Sulsel, Nurdin Halid, anggota DPR RI dari partai Nasdem, Akbar Faisal dan anggota DPR RI dari partai Golkar, Hamka B Kaddy hingga Menpan, Syafruddin.

Juga hadir Dandim 1408/BS Makassar, Letkol Andriyanto, Kepala BPN Makassar Andi Bakti dan Ketua DPRD Makassar Farouk M Beta serta Prof Hasrullah serta Kapolres Pelabuhan, AKBP Aris Bachtiar.

Acara yang dihadiri ratusan tamu undangan dimulai siang pukul 11.00 WITA hingga 17.00 WITA berlangsung lancar dan meriah.

Piala Indonesia : PSM Makassar Bawa 18 Pemain, Optimis Kalahkan BFC

Zonamakassar.Com , Makassar – PSM Makassar memboyong 18 pemain untuk menghadapi Bhayangkara FC pada leg pertama perempat final Piala Indonesia 2019 di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (27/4/2019). Rombongan Juku Eja meninggalkan Makassar, Kamis (25/4/2018).

Dari daftar pemain yang dirilis manajemen PSM, tidak ada nama Rasyid Bakri yang baru saja melangsungkan pernikahan. Tempatnya diisi oleh Asnawi Mangkualam yang bersama M. Arfan jadi cadangan trio inti ditengah, Rizky Pellu, Marc Klok dan Wiljan Pluim.

Pelatih PSM, Darije Kalezic mengungkapkan materi yang dibawanya merupakan yang terbaik dalam latihan dan siap meraih kemenangan di markas Bhayangkara.

Mantan pelatih Bosnia ini pun kembali menegaskan skuatnya membidik kemenangan atas Bhayangkara. Darije tidak lagi mempermasalahkan jadwal padat yang harus dihadapi PSM.

Setelah meladeni Bhayangkara, mereka akan menjamu Home United di laga lanjutan Grup H Piala AFC di Stadion Pakansari Bogor, Selasa (30/4/2019). Setelah itu, giliran PSM menjamu Bhayangkara di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin, 3 Mei mendatang.

“Bhayangkara tim yang bagus. Tapi, PSM sudah melewati sejumlah pertandingan yang membuat kami lebih solid,” kata Darije.

Menghadapi Bhayangkara, PSM Makassarbisa memaksimalkan tenaga Abdul Rahman dan Eero Markkanen yang bakal absen saat menjamu Home United karena sanksi larangan bermain

Berikut daftar pemain PSM Makassar menghadapi Bhayangkara FC

Kiper: Rivky Mokodompit, Hilmansyah

Belakang: Beny Wahyudi, Munhar, Abdul Rahman, Taufik Hidayat, Aaron Evans, Hasim Kipuw

Tengah: Marc Klok, Rizky Pellu, Asnawi Mangkualam,M. Arfan, Wiljan Pluim

Depan: Zulham Zamrun, Bayu Gatra, Eero Markkanen, Guy Junior, Rahmat

Bawaslu Makassar Rekomendasikan gelar PSU di 19 TPS

Suasana perhitungan suara di TPS kota Makassar ,photo Antara

ZonaMakassar.Com,Makassar – Pemungutan suara ulang (PSU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang sebelumnya digelar 17 tempat pemungutan suara (TPS) direkomendasikan menjadi 19 TPS di empat kecamatan.

Rekomendasi tambahan TPS yang menggelar PSU tersebut disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar

Pemungutan suara ulang (PSU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang sebelumnya digelar 17 tempat pemungutan suara (TPS) direkomendasikan menjadi 19 TPS di empat kecamatan.

Rekomendasi tambahan TPS yang menggelar PSU tersebut disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Makassar

“Ada dua tambahan rekomendasi PSU dari Panwascam di TPS 23 Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya dan TPS 02 Kelurahan Rappocini, Kecamatan Rappocini,” kata Komisioner Bawaslu Makassar Zulfikarnain seperti dilansir Antara, Kamis (25/4/2019).

Zulfikarnain mengungkapan, rekomendasi tersebut dikeluarkan setelah anggota panwascam menemukan kesalahan pemilih yang mencoblos bukan di tempat berdomisili dan tidak masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK) dan juga tidak memiliki formulir A5.

Selain itu, berdasarkan penelusuran di Kecamatan Biringkanaya ditemukan sebanyak 91 daftar pemilih khusus (DPK) yang mencoblos, warganya berdomisili di luar Makassar. Hal serupa terjadi di Kecamatan Rappocini.

“Informasi yang kami terima, PSU itu terjadi karena banyak masyarakat terutama teman-teman petugas KPPS termakan hoaks bahwa bisa memilih asalkan punya KTP elektronik, padahal tidak seperti itu aturannya,” ujar Zulfikarnain.

Terkait dengan tambahan itu, kata dia, panwascam baru menyampaikan setelah berkoordinasi dengan PPK serta Bawaslu dan melihat aturan sehingga direkomendasikan PSU. Mengenai jadwal PSU serentak 27 April 2019, dikatakannya masih ada waktu dan bisa dilaksanakan.

“Masih bisa, kita sudah berkoordinasi dengan KPU Makassar untuk persiapan PSU-nya. Sebenarnya, Bawaslu ketika menemukan temuan serta laporan harus ditindaklanjuti, kalau tidak teman-teman bisa dikenakan pidana,” tegasnya.

Bawaslu pun menerima rekomendasi Panwascam bukan sembarangan, sebab ada data dan bukti-bukti yang menjadi bahan pertimbangan untuk dilakukan PSU.

Saat ini Bawaslu Kota Makassar masih melakukan penelusuran terhadap sejumlah pelanggaran yang terjadi. Meski demikian waktu sangat terbatas namun diupayakan segera diselesaikan pada Jumat malam sebab tenggat waktu PSU terakhir masuk pada 27 April.

“Kami sudah berhitung apabila logistik KPU Makassar dipesan dari luar Sulsel, berarti masih ada waktu pengiriman, sehingga jangan sampai waktunya sudah lewat 27 April,” katanya.

Hasil data Bawaslu Makassar jumlah daerah melaksanakan PSU di 19 TPS, yakni TPS 15 di Kelurahan Lette, TPS 11 Kelurahan Mariso dan TPS 02 Kelurahan Karampuang, Kecamatan Mariso. Kemudian di TPS 02 Kelurahan Manggala dan TPS 12 di Kelurahan Biring Romang, Kecamatan Manggala.

Selanjutnya, TPS 06 di Kelurahan Pandang, dan TPS 44 Kelurahan Masale, Kecamatan Panakukang. Sementara TPS yang terbanyak digelar PSU di Kecamatan Tamalate tepatnya, di TPS 35, 40, 43, 77, 78, Kelurahan Mangasa dan TPS 02, 10, 20, 26, 40, Kelurahan Pabaeng-baeng.

Untuk Kecamatan Biringkanaya di TPS 23 Kelurahan Katimbang dan Kecamatan Rappocini di TPS 02 Kelurahan Rappocini, Kota Makassar.

Terpisah, Komisioner KPU Kota Makassar, Gunawan Mashar membenarkan pihaknya mendapat informasi penambahan PSU dari Bawaslu, sehingga pihaknya segera menindaklanjuti dan mempersiapkan logistiknya.

“Setelah kita menerima informasi dan dari dasar kajian serta telaah maka memungkinkan ada 19 TPS di empat kecamatan dilaksanakan PSU, Sabtu 27 April 2019,” katanya.

Mengenai dengan kesiapan logistik PSU, lanjut dia, sudah masuk tahapan akhir bahkan logistik telah tiba maupun dokumen pendukung tengah didistribusikan.

“Untuk formulir C6 atau panggilan memilih sudah kami distibusikan sejak kemarin melalui KPPS wilayah setempat yang melaksanakan PSU,” tuturnya. (Antara)

Kisah Pengantar Galon yang Lolos Anggota Dewan

Pengantar galon lolos nyaleg , photo : Tribunnews

ZonaMakassar.Com, Muna – Nasib seseorang kita tidak pernah tahu, sama halnya dengan nasib mujur yang dialami oleh pengantar galon ini

Raut kebahagiaan terlihat dari wajah Agung Darma (28), warga Desa Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Agung, yang pekerjaannya merupakan tenaga honorer di puskesmas dan pengantar galon air, berhasil mengalahkan lawan politiknya dengan mengamankan satu kursi di DPRD Muna Barat dalam pencoblosan pemilu 17 April.

“Alhamdulilah senang sekali, senangnya itu karena dukungan orangtua yang begitu full memberikan semangat, dan antusias masyarakat. Dengan keberhasilan ini, semua turut bangga, karena perjuangan bersama-sama, kita menangkan pertarungan ini,” kata Agung, Kamis (25/4/2019).

Ia tidak menyangka berhasil lolos di DPRD Kabupaten Muna Barat karena banyak yang meremehkannya.

Hal itu karena melihat pekerjaan Agung hanyalah seorang pengantar galon air.

Belum lagi ia harus menghadapi lawan politik yang kuat baik ketokohan maupun dari segi finansial.

“Tidak semua perjuangan itu tidak diukur dengan finansial. Karena perjuangan kami ini, dipandang enteng dari beberapa kalangan masyarakat dan merasa sudah besar. Makanya kita jalani dengan ikhlas dan alhamdulillah (lolos),” tuturnya.

Agung maju menjadi calon legislatif dari Partai Demokrat dengan Daerah Pemilihan Muna Barat I yang meliputi Kecamatan Kusambi, Kecamatan Napano Kusambi dan Sawerigadi.

Dari hasil perhitungan suara, Ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dengan memperoleh 732 suara.

Agung mengalahkan Ketua DPC Demokrat Muna Barat, yang memperoleh 520 suara.

“Kami juga tidak menyangka mengalahkan ketua partai DPC. Tapi itulah realita, bahwa tidak selamanya, pimpinan partai menjadi pemenang. Tidak selamanya, hari kita sudah buktikan dengan perjuangan yang panjang, alhamdulillah kita bisa kalahkan beliau,” ucap Agung.

“Yang saya lakukan ke depannya, tetap kepada janji politik kami, bahwa pertemanannya selamanya, artinya tetap menjalin silaturahmi, kebetulan saya perawat, kalau ada yang sakit, kita bantu,” ujarnya.

Ibu Agung, Wa Malu, juga tidak menyangka bahwa anaknya berhasil meraih suara terbanyak dan lolos dalam pertarungan caleg.

“Saya sangat bersyukur. Saya hanya berdoa terus agar anak saya berhasil lolos. Apalagi kalau diingat-ingat, pekerjaan anak saya ini setiap hari antar galon dan honorer di puskesmas. Saya bersyukur sekali,” kata Wa Malu.(*)

Hadiri Wisuda STMIK Dipanegara, Deng Ical:

ZonaMakassar.com – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, saat menghadiri wisuda STMIK Dipanegara ke XXXIV Program Sarjana Sistem Informasi dan Teknik Informatika, yang digelar di Hotel Grand Asia, menyampaikan harapannya akan alumni STMIK Dipanegara, Kamis (25/4/2019).

“Dengan hadirnya alumni-alumni STMIK Dipanegara, menjadi harapan baru bagi kota Makassar untuk tetap mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi saat ini, serta memberi efek pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Makassar yang berada di atas ekonomi nasional maupun Sulsel dikarenakan masyarakat kota Makassar untuk beradaptasi dan update terhadap perkembangan IT.

“Makassar menjadi satu satunya kota yang mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi di atas 8 persen lebih dari 10 tahun,” ujarnya.

Berbagai faktor yang mempengaruhi hal tersebut, selain kemampuan masyarakatnya juga dikarenakan kinerja TNI Polri menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk berusaha.

Turut hadir Kepala LLDikti di wakili oleh Kepala SDM Ichsan Kasnul Faraby, Ketua Yayasan Dipanegara Huisdjono dan Ketua STMIK Dipanegara Johny Soetikno.

Jelang Berakhir Masa Jabatan, Danny Pomanto Persembahkan Penghargaan Tertinggi Nasional

ZonaMakassar.com – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali menunjukkan gengsinya di kancah nasional. Di akhir masa jabatan wali kota berlatar belakang konsultan tata ruang ini, Makassar kembali dinobatkan sebagai kota terbaik secara nasional Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD).

Pemkot Makassar meraih skor tertinggi yakni 3,4404. Sementara beberapa kota terkemuka lainnya seperti Surabaya dan Bandung hanya mampu berada pada peringkat 9 dan 11. Surabaya meraih nilai 3,3029, sementara Bandung mendapatkan nilai 3,3019. Ada pun yang berada di posisi kedua yakni kota Gotontalo dengan nilai 3,4142 dan posisi ketiga ditempati kota Semarang dengan nilai 3,3375.

Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan diterima langsung wali kota Makassar Moh Ramdhan “Danny” Pomanto di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (25/4/2019).

“Sebuah penerintahan yang bagus tentunya ditopang oleh beberapa prestasi-prestasi dan pekerjaan-pekerjaan yang terukur. Baik secara nasional maupun internasional. Tak seorang pun kepala daerah berani mengatakan diri bagus tanpa bisa mewujudkan pemerintahan yang bagus,” ucap Danny.

Menurutnya, jika hanya bagus dalam pencitraan tentunya bukan menjadi prestasi berarti. Tapi bagus adalah secara administrasi pemerintahan daerah, pertumbuhan ekonomi naik, dan kemiskinan bisa menurun. Maka ukuran-ukuran inilah, kata Danny memberikan sebuah tanda bahwa pemerintahan dan kepemimpinan itu berhasil atau tidak.

“Alhamdulillah Makassar hari ini telah dinobatkan menjadi sebuah kota dengan nilai penyelenggaraan daerah terbaik di Indonesia. Sebuah tanda bahwa organisasi pemerintah kota Makassar dengan segala kekurangannya berhasil membuat nilai-nilai yang sangat jelas untuk dinyatakan bahwa Makassar adalah kota terbaik di Indonesia,” katanya.

Penyerahan penghargaan tersebut bertepatan dengan Hari Otonomi Daerah XXIII yang bertajuk “Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang Lebih Baik Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah yang Kreatif dan Inovatif” yang berlangsung 25 April 2019 di Banyuwangi Jawa Timur.

Sementara itu Menteri Tjahjo mengatakan pemerintah daerah harus dapat beradaptasi dengan kepentingan masyarakat sehingga masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya dalam rangka mendapatkan pelayanan.

Karena itu bertepatan dengan hari Otda tersebut ia mengajak agar semua bisa mengawal otonomi daerah agar selalu diisi dengan kegiatan dalam peningkatan kinerja penyelenggaraan pemerintah di daerah. Hal ini guna mewujudkan kesejahteraan rakyat dan peningkatan sumber daya manusia melalui kegiatan kreatif dan inovatif.

“Mari mendorong munculnya kemandirian yang digerakkan oleh krearifitas dan inovasi daerah dan mengoptimalkan berbagai potensi sumber daya yang ada baik sumber daya manusia, maupun sumber daya alam yang secara signifikan akan mendukung dan memperkokoh pembangunan nasional dalam bingkai NKRI,” pungkasnya.

Berikut 10 besar skor dan peringkat kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah kota secara nasional:

1. Makassar (3,4404)

2. Gorontalo (3,4142)

3. Semarang (3,3775)

4. Pekanbaru (3,3489)

5. Tangerang (3,3314)

6. Cimahi (3,3274)

7. Madiun (3,3056)

8. Banjar (3,3032)

9. Surabaya (3,3029)

10. Denpasar (3,3021)