Kebun Raya Bogor Perkenalkan 3 Jenis Baru Tumbuhan

jenis tumbuhan baru yang diperkenalkan di Kebun Raya Bogor (Foto: dok. ist)

ZonaMakassarCom, Bogor – Kebun Raya Bogor di bawah pengelolaan Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengenalkan tiga jenis baru tumbuhan. Tiga jenis baru tumbuhan yang dikenalkan adalah Begonia, Hoya, dan Kemuning.

“Pengenalan kepada masyarakat merupakan salah satu prioritas Kebun Raya Bogor sebagai bagian dari upaya konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia,” ujar Plt Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya, R Hendrian dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (26/4/2019).

Dalam kesempatan ini, diperkenalkan tiga jenis tumbuhan jenis baru Begonia, Hoya dan Kemuning yang masing-masing dikenalkan langsung oleh para penelitinya, baik yang berperan sebagai author ataupun merangkap sebagai kurator dan author.

“Sebanyak 32 begonia jenis baru telah berhasil dideskripsikan sejak tahun 2009 termasuk empat jenis baru di akhir tahun 2018. Tahun 2019 ini, dua jenis baru siap terbit, 1 jenis baru dalam proses review di jurnal internasional, dan 1 jenis baru dalam proses pengusulan,” ujar peneliti Begonia Kebun Raya Bogor, Wisnu H Ardi.

Inggit Puji Astuti, peneliti Kemuning berhasil mendeskripsikan ulang Kemuning jenis Murraya cyclopensis Astuti dan Rugayah yang sebelumnya ditemukan oleh I Nyoman Lugrayasa sebagai curator di Pegunungan Cyclos, Papua.

“Murraya cyclopensis awalnya bernama Murraya paniculata namun setelah menelaah kembali pada tahun 2006, saya sebagai author merevisi namanya menjadi Murraya sp. karena jenis ini menghasilkan bunga dan buah yang merupakan ciri dari paniculatta,” jelas Inggit.

Tumbuhan jenis Murraya cyclopensis (Foto: dok. ist)

Sedangkan peneliti Hoya, Sri Rahayu , mengenalkan Hoya danumensis ssp. amarii, Hoya rigidifolia, dan yang berhasil ditemukan setelah melakukan eksplorasi di Pulau Sumatera.

Tumbuhan spesies Hoya solokensis Foto: dok. ist

“Tantangan dalam penelitian tumbuhan Hoya adalah memahami karakter dan perbedaan setiap jenis di dalam genus serta harus memperhatikan sampel dari beberapa tempat karena bisa saja sudah dideskripsikan oleh peneliti lain,” kata Sri Rahayu.(**)

Cimahi Longsor Tewaskan 2 Anak

Longsor di Cimahi. (Foto: Yudha Maulana)

ZonaMakassarCom, Cimahi – Warga mendengar suara gemuruh di tengah derasnya hujan sebelum longsor meluluhlantakan rumah Yono (55) di Gombong Ciawitali RT 4 RW 19, Citeureup, Cimahi Utara, Kota Cimahi. Kejadian nahas itu terjadi sekitar pukul 19.40 WI, Jumat malam.

“Tetangganya mendengar suara gemuruh dulu, kemudian teriak kalau rumah Pak Yono kena longsoran. Baru warga yang lainnya pada turun membantu, saya juga segera ke sini (lokasi bencana),” kata saksi mata, Juhari(63), di kutip detikcom di lokasi kejadian, Jumat (26/4/2019).

Juhari mengatakan, saat dirinya tiba di lokasi kejadian, proses evakuasi tengah berlangsung. Ia melihat anggota keluarga besar Yono diamankan warga ke tempat yang lebih aman.

“Sayangnya saya tidak bisa melihat jelas, bagaimana kondisinya saat dibawa karena gelap dan hujan, saya hanya melihat (korban) bayi digendong oleh laki-laki,” katanya yang bekerja sebagai petugas linmas itu.

Dalam kejadian tersebut delapan orang menjadi korban. Enam orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Mereka adalah Yono, Wawa (52), Uci (17), Husen (35), Kania (6), dan Andri (30).

Sementara itu, Irna (14) dan Kekey (2) meninggal dunia karena mengalami luka berat dan menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cibabat.

Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna turut berduka cita atas kejadian yang menimpa keluarga besar Yono. “Kami berduka cita atas musibah yang menimpa tiga keluarga di rumah itu,” ujar Ajay di lokasi bencana.

Ia pun berencana untuk merelokasi dua rumah yang berdampingan dengan lokasi longsor. Pasalnya, material tanah sebagian mengenai kedua rumah tersebut.

“Saat ini mereka dievakuasi dulu ke rumah kerabatnya, saya sudah menginstruksikan camat dan lurah untuk memetakan wilayah rawan bencana,” katanya.(**)

Tanggapi Banjir Jakarta, Anies Baswedan : Sampah Manggarai Bukan Dari Kita

ZonaMakassarCom, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan pembangunan dua dam atau tanggul di hulu akan selesai akhir tahun ini.

“Bendungan yang sekarang ini masih dibangun, InsyaAllah rampung Desember tahun ini. Nantinya bila terjadi hujan deras di daerah Ciawi, Bogor, maka airnya bisa ditahan di bendungan tersebut,” ujar Anies, Jumat (26/4/2019).

1. Bendungan bisa atur volume air kiriman dari Bogor

Menurut Anies, banjir yang terjadi di sejumlah titik wilayah Jakarta merupakan air kiriman dari hulu, sebab sejak Kamis (25/4) tidak ada hujan di wilayah yang terdampak banjir, baik Pejaten, Cililitan, dan daerah lain di Jakarta.

“Padahal kan Jakarta ya hujan, tapi tidak ada hujan yang luar biasa. Ini adalah contoh situasi banjir karena kiriman dari selatan dan bukan hanya itu, petugas lingkungan hidup kerja all out membersihkan sampah di Manggarai itu. Jakarta menampung sampah yang luar biasa banyaknya, kalau lihat sekarang di Manggarai itu bukan sampah di warga kita,” papar Anies,dikutip idntimes.com

Lebih lanjut, Anies menjelaskan mengenai proyek bendungan terkait proses penanganan banjir, yang ditargetkan akan selesai Desember tahun ini.

“Kita ini menerima air dari hulu, maka itu kami targetkan pembangunan dua dry dam bisa selesai, sehingga saat terjadi hujan deras di Bogor, volume air bisa dikendalikan dan tidak melimpah tanpa terkendali seperti ini,” jelas ia

2. Petugas Dinas Lingkungan Hidup bersihkan sampah di Pintu Air Manggarai

Anies menambahkan seluruh petugas sudah bersiaga di lapangan sejak Kamis (25/4) malam untuk mengatasi kiriman dari hulu.

Selain itu, sejumlah petugas dari Dinas Lingkungan Hidup juga sudah membersihkan sampah di Pintu Air Manggarai yang masuk dari aliran Sungai Ciliwung.

“Mereka sudah bekerja keras sejak semalam membersihkan sampah yang bukan sampah dari warga,” imbuh Anies.

3. Hujan Bogor sebabkan wilayah Jakarta banjir

Hujan yang mengguyur wilayah Bogor pada Kamis (25/4) malam menyebabkan status Bendung Katulampa siaga I dan Pintu Air Depok menjadi siaga I pada Jumat (26/4) pukul 00.43 WIB dini hari.

“Akibat hujan di Bogor, sejumlah wilayah di Jakarta pagi ini terkena banjir dengan ketinggian rata-rata 20 cm sampai 170 cm,” ujar Kepala UPT Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, M. Ridwan, melalui pesan singkat.

4. Terdapat 17 titik banjir di sejumlah wilayah Jakarta

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Data dan Informasi Kebencanaan, hingga pukul 07.00 WIB terdapat 17 titik banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Banjir terjadi di Jakarta Selatan, tepatnya di RW. 07 Kelurahan Lenteng Agung, RW. 01 Kelurahan Srengseng Sawah, RW. 01 Kelurahan Pengadegan, RW. 07 Kelurahan Rawajati, RW. 05, 06, 07, 08 Kelurahan Pejaten Timur, dengan ketinggian banjir rata-rata 20 cm sampai dengan 170 cm.

Sementara di wilayah Jakarta Timur, banjir terjadi tepatnya di RW. 02, 05, 08 Kelurahan Cawang, RW. 05 Kelurahan Balekambang, RW. 04, 05, 08 Kelurahan Kampung Melayu, RW. 07, 11 Kelurahan Bidara Cina, dengan ketinggian banjir rata-rata 20 cm sampai dengan 100 cm.

“Sebagian warga di RT 07, 08/RW 01 Kelurahan Pengadegan saat ini mengungsi di Rusun Pengadegan, Jakarta Selatan,” ungkap Ridwan. (*)

Tutup PORKOT VII, Ini Pesan Wawali Makassar untuk Atlet

ZonaMakassarCom, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, secara resmi menutup Pekan Olahraga Kota (PORKOT) VII Makassar tahun 2019, yang bertempat di Lapangan Karebosi Makassar, Jumat (26/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical sapaan akrab menyampaikan apresiasinya kepada seluruh stackholder yang telah turut andil dalam upaya menyukseskan PORKOt VII Makassar.

“Hasil dari PORKOT VII merupakan simbol dari sebuah proses yang panjang, proses latihan yang luar biasa kerasnya, peranan para pelatih, serta dukungan dari orang tua,” ujarnya,

Berharap prestasi yang diraih dari PORKOT VII menjadi standar bagi capaian prestasi lainnya, untuk ajang yang lebih besar seperti PORDA, Pra PON.

“Prestasi hari ini, mari jadikan sebagai motivasi untuk meraih prestasi lainnya,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Ketua KONI Makassar, Agar Jaya, terkait tujuan digelarnya PORKOT untuk mencari bibit atlet baru.

“Melalui PORKOT ini telah kita temukan atlet-atlet baru yang diharapkan akan turut andil dalam berbagai kontingen nantinya mewakili Makassar,” ujarnya.

Pada PORKOT VII yang berlangsung selama 5 hari yakni sejak 22 april lalu, memperlombakan 19 cabang olahraga yang terdiri dari cabang olahraga Tenis Meja, Tenis Lapangan, Taekwondo, Sepak Takraw, Renang, Dayung, Pencak Silat, Panahan, Panjat Tebing, Menembak, kempo, Karate, Judo, Catur, Bulutangkis, Bola Volly, Bola Basket, Billiar dan Atletik.

Dari 166 medali emas, 166 medali perak dan 166 perunggu yang diperebutkan 15 kontingen, Tallo berhasil keluar sebagai juara umum setelah berhasil merebut 27 medali emas, 13 medali perak dan 14 Perunggu. Kemudian disusul Rappocini dan Tamalate.(*)

Ikut Lomba Masak PLN, Deng Ical Jagonya Memasak

ZonaMakassarCom, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal Mi, mengikuti lomba memasak nasi goreng menggunakan kompor induksi, di kantor PLN Area Makassar Selatan, Jumat (26/4/2019).

Kegiatan tersebut diadakan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam rangka memasyarakatkan hidup modern dengan menggunakan kompor induksi.

Lomba ini diikuti 25 peserta dari pihak internal dan eksternal PLN. Termasuk Kepala Dinas SDM Sulsel Gunawan Palaguna dan Ketua REI Sulsel M Sadiq.

Layaknya master chef, Deng Ical dan beberapa peserta lainnya terlihat serius meracik bumbu nasi goreng yang telah disiapkan diatas meja, hingga tersaji dan terlihat menarik untuk disantap.

Setelah melalui proses penilaian dari sang dewan juri, di pililah tiga pemenang dan salah satunya itu adalah Wakil Wali Kota Makassar.

“Lomba masak ini mengingatkan saya waktu masih jadi anak kos,” ujar Deng Ical, sembari tertawa lepas.

Ia juga mengaku sempat kewalahan pada saat ingin menggunakan kompor induksi.

“Kompor induksinya baik, cuman karna tadi kurang hati hati cara penggunannya sehingga sempat kepanasan hingga apinya mencapai 300 derajat celsius,” katanya, disela-sela berlangsungnya lomba memasak.(*)

Gerindra Optimis 23 Nama yang Berpeluang ke DPRD Sulsel

ZonaMakassarCom, Makassar – Partai Gerindra DPRD Provinsi Sulsel dari 11 Dapil, 23 nama calon anggota legislatifnya diprediksi terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Juru Bicara Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arif mengatakan, berdasarkan perhitungan C-1 yang dilakukan internal partainya, ada 23 nama di seluruh Dapil memiliki peluang untuk melenggang ke DPRD Sulsel.

Meski begitu, Sawal sapaan akrabnya, menyebut hampir di seluruh Dapil, para caleg masih bersaing suara untuk berada di urutan pertama. Ada juga dalam satu Dapil dipastikan mendapat dua kursi.

“Seperti di Dapil I, ada Edward dan Andre yang masih bersaing di urutan pertama. Tetapi sangat memungkinkan keduanya lolos,” ungkap Sawal melalui sambungan telepon, Kamis (25/04/2019).

Selain itu, ia menargetkan, di Pemilu tahun ini Gerindra akan memperoleh 19 kursi dari 11 kursi yang ada saat ini di DPRD Sulsel.

“Kita optimis target kita bisa tercapai, apalagi Gerindra satu-satunya partai yang mengusung ketua umumnya yang dicalonkan sebagai calon presiden. Jadi kalau masyarakat pilih Prabowo tentunya di Pileg pilih Gerindra,” pungkasnya.

Adapun 23 Caleg Gerindra DPRD Sulsel dari 11 Dapil Yang berpelung Lolos.

Dapil 1 (Makassar A)

Edward Wijaya Horas

Andre Arief Bulu

Dapil 2 (Makassar B)

Misriany Ilyas

Adam muhammad

Dapil 3 (Gowa-Takalar)

Darmawangsa Muin

Anwar Wahab

Dapil 4 (Jeneponto, Bantaeng dan Selayar)

Vonny

Azis emba

Dapil 5 (Sinjai-Bulukumba)

Muktar Mappatoba

Syahruni Haris

Yusran Sofyan

Dapil 6 (Maros, Pangkep, Barru dan Parepare)

Andi herry attas

Aryanti

Dapil 7 (Bone)

Andi Mangunsidi

Andi corana

Dapil 8 (Soppeng-Wajo)

Henny Latif

Nurul Safitri

Dapil 9 (Endrekang, Sidrap dan Pinrang)

Rusdin Tabi

Jamaluddin

Dapil 10 (Toraja)

Fermina Tallulembang

Tommy

Dapil 11 (Luwu Raya)

Bachrianto Bachtiar

Mardjono

Ini Pesan Wawali Makassar di Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana

ZonaMakassarCom, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam upaya kesiapsiagaan bencana.

Hal ini diungkapkan saat jadi Inspektur Upacara dalam rangka Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2019, di halaman kantor BPBD Makassar, Jl Kerung – Kerung, Jumat (24/4/2019).

“60 persen potensi keberhasilan dalam kesiapsiagaan bencana ada di partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Melihat cukup tingginya potensi masyarakat yang ada di kota Makassar, kesiapan masyarakat untuk dimobilisasi jika terjadi bencana. Namun, kendala yang masih dihadapi yakni belum optimalnya sosialisasi kepada masyarakat, agar mereka benar-benar memahami dan memiliki kesadaran akan kesiapsiagaan bencana.

“Hingga kini belum ada perhatian khusus untuk mendedikasikan pengetahuan dan kesadaran agar masyarakat mampu memiliki pemahaman yang lebih terkait kesadaran siap siaga bencana,” ujarnya.

Kesiapsiagaan bencana menurut Deng Ical bukan hanya sebatas bencana alam, namun terdapat bencana non alam, bencana sosial hingga bencana medis.

Hal senada diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Taufiek Rachman, menurutnya Peringatan HKB kali ini dilaksanakan untuk membangun kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana dengan cara membangun partisipasi semua pihak melalui kegiatan kesiapsiagaan bencana berupa edukasi kebencanaan dan simulasi evakuasi mandiri.

“Kita belajar dari beberapa pengalaman bencana bahwa faktor yang paling menentukan adalah penguasaan pengetahuan penyelamatan yang dimiliki oleh “diri sendiri”, keluarga dan komunitas di sekitarnya”, ungkapnya.

Dengan mengusung tema “Kesiapsiagaan Dimulai Dari Diri, Keluaga Dan Komunitas”, kegiatan dapat dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dengan mengedepankan pelaksanaan kegiatan berupa peningkatan kapasitas evakuasi.(*)

Gelar Pelatihan, DP2KB Makassar Genjot Kesehatan Reproduksi Remaja

ZonaMakassarCom,Makassar – Dinas Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Makassar fokus menggenjot kesehatan reproduksi remaja di kota Makassar dengan cara menggelar pelatihan kesehatan reproduksi remaja.

Dalam pelatihan ini DP2KB Kota Makassar mengundang para anggota Pusat Informasi Konseling (PIK) Remaja jalur masyarakat di Kota Makassar.

Kepala DP2KB Makassar, Andi Zulkifly Nanda mengatakan tujuan pelatihan kesehatan reproduksi adalah mengharapkan agar peningkatan kualitas remaja dengan pemberian akses informasi, pendidikan, konseling.

“Kita juga ingin pelayanan tentang kesehatan reproduksi dan pendewasaan sehingga menjadi pelopor, penggerak dan pengelola PIK Remaja serta sumber informasi tentang Substansi Generasi Berencana (Genre) untuk teman sebayanya,” ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Jumat (26/4/2019).

Zulkifly berharap kegiatan seperti ini dapat terus disampaikan kepada masyarakat, apalagi melihat perkembangan remaja kita saat ini sangat memprihatinkan.

“Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) penelitian remaja mengaku mempunyai teman yang pernah melakukan hubungan seksual pranikah usia 14-19 tahun (perempuan 34,7%,Laki-laki 30,9 %), usia 20-24 tahun (perempuan 48,6 %,Laki-|aki 46,5 %),” ungkapnya.

Data ini, imbuhnya, menunjukkan bahwa masalah kesehatan reproduksi dikalangan remaja jika diabaikan akan berpengaruh besar pada pertumbuhan penduduk dan masa depan bangsa.(*)

Wow ! Pertumbuhan Ekonomi Makassar Lampaui Sulsel dan Nasional

ZonaMakassar.Com, Makassar – Pertumbuhan ekonomi Kota Makassar meningkat drastis selama 5 tahun terakhir. Bahkan, pertumbuhan ekonomi kota ini yang mencapai 8,23 persen mengalahkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Sulewesi yang ada di 7,07 persen.

“Waktu saya dan Wakil Wali Kota Syamsul Rizal menjabat pada 2014, saat itu pertumbuhan ekonomi Kota Makassar di angka 7,39 persen. Namun usai itu, setiap tahun pertumbuhan ekonomi terus membaik hingga mencapai 8,23 persen pada 2019,” ucap Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Wali Kota Makassar yang akrab disapa Danny Pomanto itu sendiri mengatkan hal tersebut, saat rapat paripurna LKPJ Tahun Anggaran 2018 dan LKPJ AMJ Masa Jabatan 2014-2019 di Makassar beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Danny Pomanto mengatakan, pencapaian tersebut jelas membanggakan. Apalagi jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 5,15 persen, pertumbuhan ekonomi Makassar berada dalam posisi yang membanggakan.

“Meski begitu, tidak mudah menjaga pertumbuhan ekonomi secara konsisten untuk terus bergerak positif di tengah perlambatan ekonomi global dan regional yang terjadi belakangan ini,” katanya.

Atas pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Denny, jumlah uang yang beredar di Kota Makassar diproyeksikan sebesar Rp 160,76 trilun lebih. Hal ini sebagaimana nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tahun 2018.

“Dibandingkan tahun 2014 yang hanya Rp 100,39 trilun, jumlah uang yang beredar pada 2018 meningkat Rp 60 trilun atau meningkat 60,13 persen,” ucap Danny.

“Naiknya PDRB Kota Makassar kemudian berimplikasi pada meningkatnya Pendapatan Per Kapita masyarakat Kota Makassar. Danny memproyeksikan pada Pendapatan Per Kapita masyarakat Makassar pada 2018 Rp108,04 juta lebih pertahun.

Proyeksi itu naik dari sebelumnya hanya Rp 70,24 juta lebih per tahun pada 2014 atau meningkat 53,81 persen.

Penyangga perekonomian Sulawesi Selatan

Lebih lanjut, Wali Kota Danny menyebutkan, berkat pertumbuhan eknomi yang tinggi, Kota Makassar kemudian menjadi penyangga utama perekonomian Sulawesi Selatan.

Tercatat kontribusi kota ini mencapai 34,17 persen atau lebih dari 1 per 3 dari ekonomi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, pada lingkup Pulau Sulawesi, posisi Kota Makassar juga sangat sentral. Tercatat kontribusi ekonomi Makassar sebesar 25,37 persen atau 1 per 4 dari total ekonomi di Pulau Sulawesi.

Adapun dari sisi pengendalian inflasi Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bersama stakeholders terkait berhasil berperan aktif dalam menjaga kenaikan harga.

Hasilnya tingkat inflasi dapat diturunkan dari 8,51 persen pada 2014 menjadi terkendali di angka 3,48 persen pada 2018.

“Pencapaian ini menjadikan Kota Makassar sebagai salah satu peraih Kota Terbaik Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo,” ucap Wali Kota Makasar.

Tak hanya penurunan inflasi, capaian positif lain terlihat dari kenaikan nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar. Nilai IPM Makassar pada 2018 berada pada angka 81,13 atau meningkat dibandingkan pada 2014 yang bernikah 79,35.

Sejalan dengan itu, Danny Pomanto memaparkan, tingkat kemiskinan pun mampu diturunkan dari 4,49 persen pada 2014 menjadi 4,41 persen pada 2018 lalu. Begitu juga dengan ketimpangan pendapatan atau gini rasio, yang sering kali menjadi permasalahan di kota-kota besar.

“Alhamdulillah atas kerja keras kita bersama mampu diturunkan dari 0,395 pada awal pemerintahan Danny bersama Wakilnya menjadi 0,383 saat ini. Angka ini termasuk dalam tingkat ketimpangan rendah di Indonesia,” papar Danny.

Peningkatan yang diraih Kota Makassar, sambung Danny Pomanto, menunjukkan bahwa program-program strategis yang digagas oleh Pemkot Makassar memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan Kota Makassar dan masyarakatnya

“Walaupun demikian, capaian-capaian tersebut tentu saja disertai dengan beberapa catatan penting yang perlu untuk diperbaiki ke depannya seperti pengurangan jumlah pengangguran,”ucapnya.

Pendayagunaan APBD

Dalam rapat paripurna itu, Danny Pomanto pun menjelaskan tentang pendayagunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama lima tahun.

Menurutnya dalam periode tersebut pendayagunaan APBD Makassar memperlihatkan kapasitas fiskal daerah yang kuat dan berkualitas.

Adapun pelaksanaan APBD Kota Makasar sendiri, kata dia, berdasarkan ketentuan perundangan yang berlaku dan terdiri atas tiga komponen, yaitu Pendapatan Daerah, Belanja Daerah, dan Pembiayaan Daerah.

Lebih lanjut Danny mengatakan, kapasitas fiskal Pemerintah Kota Makassar juga tergambar dalam APBD yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sebagai perbandingan pada 2014 realisasi pendapatan daerah sebesar Rp 2,62 triliun lebih, sementara pada 2018 mencapai Rp 3,42 triliun lebih atau terjadi peningkatan Rp 798,66 miliar lebih.

“Bahkan untuk tahun anggaran 2019 yang tengah berjalan saat ini kami targetkan pendapatan daeran mencapai Rp 4,09 triliun lebih,” rincinya.

Sementara itu, untuk pendapatan yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), Danny memamparkan bahwa ada tren peningkatan dari Rp 730,98 miliar (2014) menjadi Rp 1,18 triliun lebih (2018). Nilai ini naik Rp 454,46 miliar lebih.

“Kami targetkan untuk tahun anggaran 2019 ini PAD mencapai Rp 1,64 triliun lebih.

Pada saat yang sama kemandirian keuangan daerah semakin pula meningkat. Hal ini terlihat dari rasio antara PAD dengan total Pendapatan Daerah yang saat ini lebih dari 1 per 3 atau 34,58 persen.

“Ini berarti tingkat ketergantungan APBD Kota Makassar terhadap dana transfer dari pemerintah pusat semakin menurun. Sumber pendapatan lainnya yaitu dana perimbangan juga mengalami kenaikan dari Rp 1,25 triliun lebih (2014) menjadi Rp 1,80 triliun lebih (2018) atau naik Rp 556,38 miliar lebih,” katanya.

Sementara itu, untuk pendapatan lain-lain yang bersumber dari pendapatan sah terjadi penurunan dari Rp 646,95 miliar lebih (2014) menjadi Rp 434,76 miliar lebih (2018). Hal ini karena dipengaruhi oleh komponen dana bagi hasil yang belum seluruhnya bisa diterima untuk tahun anggaran 2018.

“Sementara itu pada komponen belanja daerah juga menunjukkan kinerja yang sangat baik. Pada 2014 realisasi Belanja Daerah sebesar Rp 2,60 trilyun lebih, sementara 2018 realisasinya mencapai Rp 3,52 triliun lebih atau bertambah sebanyak Rp 919,99 milyar lebih,” ucapnya.

Ia melanjutkan, salah satu aspek penting dari pengelolaan blanja daerah adalah proporsi antara belanja langsung untuk membiayai pelayanan publik kepada masyarakat, dengan belanja tidak langsung buat operasional aparatur pemerintah daerah.

“Proporsi antara belanja langsung dengan belanja tidak langsung naik dari 55,28 persen berbanding 44,72 persen pada 2014, menjadi 68,07 persen berbanding 31,93 persen pada 2018,” papar Danny.

Hal ini. lanjut dia, memperlihatkan keberpihakan yang kuat dari Pemkot Makassar untuk menggunakan APBD secara maksimal bagi kepentingan masyarakat luas.

Selanjutnya komponen ketiga pada APBD adalah pembiayaan daerah. Pada komponen ini, Danny Pomanto memaparkan adanya kinerja baik. Hal ini terlihat dari meningkatnya pembiayaan daerah dari Rp 234,41 miliar lebih pada 2014 menjadi Rp 272,35 miliar lebih pada 2018.

“Pembiayaan daerah yang salah satunya dikontribusi oleh sisa lebih penghitungan anggaran tahun sebelumnya (SILPA) memang perlu kita jaga pencapaiannya agar APBD dapat berjalan lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.(*)

Editor: Mikhael Gewati

Pelindo IV-Pemerintah Belanda Bangun Pelabuhan Baru Makassar

Direktur Pelabuhan Pelindo IV, Farid Padang (kedua kiri) memamtau proses pembangunan Makassar New Port di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (5/10).

Zonamakassar.com, Makassar — Pemerintah Belanda menjajaki peluang kerja sama dengan PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) melalui rencana investasi pada pembangunan Makassar New Port (MNP) Tahap III. Aksi korporasi ini menelan investasi sebesar Rp 60 triliun dan direncanakan mulai dirintis pembangunannya pada 2021 mendatang.

Direktur Utama PT Pelindo IV Farid Padang mengatakan pemerintah Belanda sudah pernah menjajaki peluang kerja sama dengan Pelindo IV, yakni membangun pelabuhan di Maluku. “Bahkan saat itu pihak kedutaan Belanda sudah membuat feasibility study-nya, tetapi belum ada kelanjutannya hingga sekarang,” ujarnya dalam keterangan tulis yang dikutip Republika, Jumat (26/4/2019)

Pada kunjungannya kali ini lanjut dia, pihak kedutaan Belanda sangat tertarik untuk melakukan investasi pada pembangunan Makassar New Port Tahap III, termasuk pengembangan baru Pelindo IV di wilayah Marangkayu, Kalimantan Timur. Namun khusus di MNP Tahap III menurut Farid, pihak pemerintah Belanda berencana membangun pabrik semen atau otomotif.

“Mereka tadi bilang, mereka sangat interest untuk manufacturing di MNP Tahap III nanti. Karena hilirisasi memang perlu dilakukan. Mereka ternyata juga menyadari bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) memang sangat diperlukan,” ucapnya.

Dia menuturkan, sejauh ini Pelindo IV sudah memiliki KEK di Bitung, di Palu, serta KEK di Sorong yang juga ternyata diminati oleh pihak pemerintah Belanda. “Kalau KEK di Sorong, mereka [Belanda] interest untuk melakukan pengembangan dari sisi wisatawannya. Sedangkan untuk KEK yang di Makassar nanti, mereka tertarik untuk manufacturing, otomotif dan lainnya. Semua itu peluang kerja samanya masih terbuka lebar,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, pihaknya baru akan membuka lebar peluang kerja sama untuk MNP Tahap III nanti. Sebab untuk MNP Tahap I dan III, pihaknya masih menggunakan anggaran dari hasil penjualan obligasi yang dikeluarkan Pelindo IV untuk membiayai salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut.

“Jadi, MNP Tahap I dan II murni dibangun oleh anak bangsa. Nanti pada MNP Tahap III atau pembangunan industrinya, baru akan ada kerja sama dengan pihak lain. Tak hanya dengan Belanda, beberapa negara seperti China, Jepang dan lainnya juga sudah ada yang menjajaki peluang kerja sama dengan Pelindo IV, khususnya untuk MNP Tahap III,” ucapnya.

Hanya saja tambah dia, dari total investasi MNP Tahap III nanti sebesar Rp 60 triliun, Pelindo IV masih menginginkan sharing investasi yang lebih besar. Adapun bentuk kerja sama yang akan ditawarkan, bisa dalam bentuk konsesi selama 20 atau 30 tahun.

“Bisa juga kerja sama pertukaran tenaga kerja atau peningkatan skill Sumber Daya Manusia (SDM). Pada prinspinya, kontrol masih tetap ada pada Pelindo IV,” ungkapnya.

Sementara Deputy Head of Economic Department – Netherlands Embassy in Indonesia, Joost Nuijten menambahkan kedatangan pihaknya ke Makassar adalah untuk menjajaki kembali beberapa peluang kerja sama yang ada di wilayah ini, utamanya di Sulawesi Selatan.

“Seperti kita ketahui, wilayah Sulawesi Selatan kaya akan potensi alam yang dimiliki. Sementara kita memiliki cukup banyak tenaga ahli yang bisa membantu menggali lebih dalam lagi potensi tersebut,” katanya.

Dalam kunjungannya, Joost Nuijten juga membawa serta beberapa tenaga ahli di beberapa bidang seperti maritim, pengelolaan air, pengelolaan limbah, pertanian dan konsultasi.(*)