Persembahan Terakhir Danny Pomanto untuk Pemkot Makassar, Opini WTP dari BPK RI

Zonamakassar.com, Makassar – Mampu menpertahankan pengelolaan keuangan daerah secara bersih dan transparant, Kota Makassar kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2018.

Penghargaan ini secara konsisten diperoleh Makassar selama empat tahun berturut-turut di bawah kepemimpinan Wali Kota Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto sejak pertama menjabat hingga H-5 akhir masa jabatannya.

Hal ini sekaligus menjadi sejarah baru dalam catatan pemerintah kota Makassar dimana sejak puluhan tahun sebelumnya kota ini belum pernah sekali pun mendapatkan opini WTP.

“WTP yang keempat ini menyempurnakan tugas kami. Kunci dari semua penilaian pemerintahan di negeri ini adalah WTP. Tentu hal ini tidak sia-sia karena minggu lalu juga kami dinobatkan sebagai kota dengan tingkat LPPD tertinggi nomor satu secara nasional, 3 kali berturut-turut mengikuti WTP,” ucap Danny di Gedung BPK Perwakilan Provinsi Sulsel, Jumat, (3/5).

Karena itu pula kata Danny Pemerintah Kota Makassar dinobatkan penghargaan Prasamya Purnakarya Nugeraha dengan nilai tertinggi sepanjang sejarah LPPD.

Danny berharap WTP keempat ini akan memberikan dukungan kuat kepada pemerintah selanjutnya untuk terus menjaga tradisi prestasi dan open government serta transparansi di kota Makassar.

Sementara itu, Ketua BPK RI Perwakilan Sulawesi Selatan Wahyu Priono mengatakan pemberian WTP ini berdasarkan audit laporan keuangan pemerintah daerah yang telah diserahkan sudah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum.

“Untuk menentukan meraih opini WTP atau tidak tim kami mempertimbangkan juga kepatuhan atau ketaatan terhadap perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan,” pungkasnya.

Memang ada beberapa temuan dalam pemeriksaan yang dilakukan. Akan tetapi menurut Wahyu secara nilai masih dalam batas wajar. Kata dia hal itu tetap dianggap salah namu masih kesalahan wajar dan tidak mempengaruhi penyajian laporan keuangan.(*)

Cinta Laura Dukung Pemindahan Ibu Kota Lewat Ciutan “Siap Presiden!”

Foto : @claurakiehl

Zonamakassar.com, Makassar – Aktris Cinta Laura menyatakan dukungannya terhadap rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memindahkan ibu kota Indonesia dari Jakarta ke luar Jawa.

Menurut keterangan Cinta Laura, yang tertulis di akun Twitter-nya, @xcintakiehlx, Selasa (30/4/2019), rencana pemindahan ibu kota tersebut sangat bijaksana. Ia pun membubuhkan ungkapan ‘Siap Presiden!’ pada cuitan itu.

Dalam kicauan tersebut, Cinta Laura juga menyertakan foto dirinya saat berkostum mirip pengibar bendera sambil berpose hormat.

Siap Presiden @jokowi! Sangat bijaksana bila ibu kota dipindahkan keluar Jawa,”ungkap Cinta Laura di Twitter.

Dalam kicauan tersebut, Cinta Laura juga menyertakan foto dirinya saat berkostum mirip pengibar bendera sambil berpose hormat.

Beberapa warganet kemudian menanyakan alasan Cinta Laura mendukung rencana tersebut. Aktris berdarah Jerman ini pun menjawab, “Supaya kesejahteraan lebih merata, tidak tertumpuk di pulau Jawa.”

Pertanyaan lain pun juga muncul dari seorang warganet, yakni terkait asal dana pemindahan ibu kota itu.

Menurut Cinta Laura, Jokowi memang menggunakan uang negara untuk pembangunan karena ia menganggap capres petahana tersebut pemimpin yang pekerja keras dan jujur.

“Karena Presiden @jokowi pekerja keras, jujur, dan tidak korupsi, semua uang/kekayaan negara dipakai untuk membangun infrastructures supaya rakyat sejahtera!” jawab dara 25 tahun itu.

Diketahui, Jokowi telah menyebutkan sebelumnya bahwa kepentingan yang lebih besar untuk bangsa, negara, dan kepentingan visioner jangka panjang sebagai negara besar dalam menyongsong kompetisi global juga harus dipikirkan dalam persiapan pemindahan ibu kota.(*)

Polrestabes Makassar Amankan 7 Anggota Anarko Perusak McDonald’s di Hari Buruh

Zonamakassar.com, Makassar – PolrestabesMakassar mengamankan tujuh orang yang diduga sebagai pelaku pengrusakan dan coret-coret di restoran cepat saji Mc’Donalds di Jalan AP Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, pada peringatan hari buruh, Rabu (1/5/2019) lalu.

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko dilansir Kompas.com, Jumat (3/5/2019).

“Saat ini sudah ada tujuh yang diamankan. Kami terus melakukan penyelidikan dan pengembangan untuk ungkap pelaku-pelaku lainnya,” kata Indratmoko.

Indratmoko mengatakan tujuh orang ini juga diduga bagian dari kelompok AnarkoSindikalisme yang menurut Kapolri Tito Karnavian merupakan fenomena internasional.

Indikasi ini lanjut Indratmoko didadari dari temuan barang bukti polisi yang disita dari tujuh pria yang diamanakan tersebut.

Barang bukti tersebut berupa spanduk, stiker, dan buku-buku berisi paham anarkisme.

Selain itu, kelompok ini sewaktu melakukan pengrusakan, kelompok ini menggunakan pakaian hitam-hitam dan menutup wajah yang memiliki kemiripan dengan yang terjadi di Bandung dan Malang.

“Kami masih mendalami keterkaitannya tapi indikasinya begitu,” Indratmoko menambahkan.

Indratmoko mengatakan saat ini pihaknya masih mendalami motif para perusuh ini melakukan pengrusakan dan aksi coret-coretannya di restoran cepat saji tersebut.

Namun dari 7 orang yang diamankan, Indratmoko menyebut berprofesi sebagai buruh dan ada juga yang pengangguran.

Sebelumnya diberitakan pada peringatan hari buruh sedunia, Rabu (1/5/2019) lalu, sekelompok massa aksi melakukan pengrusakan di restoran McDonald’s yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan.

Aksi ini awalnya disaksikan sekuriti McDonald’s bernama Syamsul.

Syamsul mengatakan kejadian pengrusakan itu bermula ketika sekelompok orang berjalan dari arah barat dan langsung mendatangi kantornya hingga melakukan aksi vandalisme.

“Setengah 12 terjadi tadi. Cepat sekali tadi kejadian paling dua menit sampai 5 menit paling lama. Laki-laki semua pake topeng pakai baju hitam,” ujar Syamsul saat ditemui di lokasi kejadian.(*)

Piala Indonesia : PSM Makassar Lolos ke Semifinal Setelah Kalahkan Bhayangkara FC

Zonamakassar.com, Makassar – Tim Ayam jantan dari timur PSM Makassar lolos ke semifinal Kratingdaeng Piala Indonesia 2018.

Hasil yang didapat setelah PSM menang atas Bhayangkara FC dengan skor 2-0 pada leg kedua perempat final di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Jumat (3/5/2019).

Dua gol PSM dicetak M Rahmat (30 ‘) dan Rizky Pellu (56’).

Pada pertandingan PSM vs Bhayangkara, tim tamu mendapat penalti pada menit ke-24 setelah Asnawi Mangkualam melakukan bola tangan di dalam kotak penalti.

Namun eksekusi yang dilakukan Anderson Salles bisa digagalkan Rivky Mokodompit.

Pada menit ke-28, tendangan bebas dari Anderson Salles tampak melewati garis gawang PSM sebelum memantul keluar. Namun wasit menganggapnya sebagai gol.

Laga dianggap setelah para pemain Bhayangkara memprotes keputusan wasit.

Dari tayangan ulang di televisi, terlihat bola tendangan Salles sudah melewati garis gawang. Sayangnya, kompetisi di Indonesia belum menerapkan asisten video (VAR).

PSM akhirnya bisa unggul pada menit ke-30 lewat sepakan M Rahmat. Skor 1-0 untuk tuan rumah bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Memasuki babak kedua, PSM menggandakan keunggulan melalui gol Rizky Pellu pada menit ke-56. Skor 2-0 bertahan hingga berakhirnya pertandingan.

Dengan hasil tersebut, PSM berhak lolos ke semifinal berkat agresivitas gol di kandang lawan.

Pada leg pertama di Stadion PTIK, Jakarta, Sabtu (27/4/2019) pekan lalu, PSM kalah dengan skor 2-4 dari Bhayangkara.

Susunan Pemain

PSM Makassar : Rivky Mokodompit; Asnawi Mangkualam Bahar, Abdul Rahman, Aaron Evans, Benny Wahyudi; Marc Klok, Rizky Pellu; M Rahmat (Hasyim Kipuw 79 ‘), Wiljan Pluim, Zulham Zamrun (Saldi 69’); Eero Markkanen (Guy Junior 88 ‘)

Pelatih: Darije Kalezic

Bhayangkara FC : Awan Setho; Bagas Adi, Anderson Salles, Indra Kahfi, Putu Gede; Nur Iskandar, M Hargianto, Reksa Maulana, Vendry Mofu (Herman Dzumafo 61 ‘); Alsan Sanda (Sani Rizky 71 ‘), Dendy Sulistyawan.

Pelatih: Angel Alfredo Vera

KPK temukan 68 Aset Bermasalah di Sulsel, Ada 6 Tempat yang di Kunjungi di Makassar

Zonamakassar.com, Jakarta – Pasca kunjungan tim Korsupgah KPK di Makassar, KPK menemukan 68 aset bermasalah di Provinsi Sulawesi Selatan. Aset-aset yang bermasalah itu milik Pemkot Makassar dan Pemprov Sulawesi Selatan.

“KPK menemukan ada total 68 aset bermasalah. Terdiri dari 27 aset milik Pemerintah Kota Makassar dan 41 aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan,” ujar Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah kepada wartawan, Jumat (3/5/2019).

Dia menyatakan penertiban aset bermasalah itu dilakukan pada 29 April hingga 1 Mei 2019. Febri menyebut aset milik Pemda tersebut bermasalah karena masih dikuasai pihak ketiga hingga pemda tak memiliki bukti kepemilikan.

“Berdasarkan data yang diterima permasalahan aset tersebut disebabkan antara lain karena aset daerah masih dikuasai oleh pihak ketiga, lahan tanah yang dikuasai oleh warga, pembangunan fisik berupa ruko di atas lahan milik pemerintah dan bahkan pemerintah Kota Makassar tidak menyimpan dokumen bukti kepemilikan atas Taman Tello yang saat ini dikuasai oleh warga yang berujung pada saling gugat di jalur hukum,” ucap Febri.

Dalam kegiatan tersebut Tim Korsupgah bersama Pemkot Makassar dan Kejari Makassar melakukan kunjungan ke sejumlah aset yang bermasalah tersebut. Berikut aset bermasalah yang dikunjungi tim KPK:

1. Taman Laguna Losari (dikuasai pihak ketiga)

2. Kawasan Pergudangan Pelita Agro (sebagian dikuasai pihak ketiga)

3. Terminal Regional Daya (sebagian dikuasai pihak ketiga)

4. Pasar Niaga Daya (belum diserahkan pengelolaannya kepada Pemkot Makassar)

5. Perumnas Rumah Sakit (RS) Faisal (belum diserahkan kepada Pemkot Makassar)

6. Fasum Terminal Toddopuli (belum diserahkan kepada Pemkot Makassar yang merupakan kawasan terbuka hijau) (*)