Dinas Pertahanan Makassar Luruskan Soal Lahan RS Bahagia

ZonaMakassar.com – Rumah Sakit (RS) Bahagia yang terletak di BTN Minasa UPA blok H7 nomor 9, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, sudah ada alas hak.

Sebelumnya, pihak RS Bahagia diduga menyalahgunakan lahan fasum fasos.

Namun, berdasarkan akta jual beli nomor 150/KT/VII/1999 menyatakan bahwa Gubernur Sulsel Periode 2003 – 2008 H M Amin Syam telah membeli lahan tersebut dan diperuntukkan untuk lahan pembangunan rumah sakit.

“Beliau (Amin Syam) sudah membeli tanah tersebut dari PT Timurama itu tertera dengan jelas pada akta jual beli yang diterbitkan dengan Nomor 150/KT/VII/1999 tertanggal 5 Juli 1999,” ucap Manai Sophian, Kadis Pertanahan, Senin (22/7/2019).

Tak hanya itu, kepemilikannya juga diperkuat dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 20192 tahun 1999 dan surat ukur No 00113/1999. Semua surat yang terbitkan menyatakan lahan tersebut milik Amin Syam.

“Perlu saya jelaskan bahwa akta jual beli ini dibuat PPAT kecamatan Tamalate atas nama Drs Makkulau dan ada beberapa saksi-saksi serta didampingi camat Rappocini yang pada waktu itu dijabat oleh Rompegading Patiroy,” jelasnya.

Karenanya, secara keperdataan lahan itu menjadi milik Amin Syam bukan sebagai fasum fasos dan harus dilindungi UU.

“Dasarnya kuat. Harapannya ini perlu kita jelaskan kepada publik. Sesuai UU dan hukum, lahan tersebut memiliki bukti kepemilikan SHM yang sah di mata negara,” pungkasnya.

Dinas Pertanahan Makassar Enggan Bebaskan Tanah Bermasalah

ZonaMakassar.com – Dinas Pertanahan Kota Makassar selektif membebaskan lahan, khususnya untuk penggunaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Kepala Dinas Pertanahan Kota Makassar, Manai Sopyan menegaskan bahwa dirinya tak mau melamggar aturan dalam proses pembebasan lahan.

Manai mengatakan, tak akan pernah dirinya membeli dan membebaskan lahan yang masih bersengketa atau masih bermasalah. Hal itu dikatakannya karena bisa berpotensi merugikan negara.

Manai cuma menegaskan dirinya tak mau membeli dan membebaskan tanah yang bermasalah. Ia tak mau kemudian hari dirinya yang bermasalah karena keliru menggunakan uang negara.

“Pasti berlarut-larut kalau diantara mereka ada yang mau menggugat. Intinya saya tidak bisa bayar, tidak bisa bebaskan sepanjang ada masalah,” ujar Manai Rabu (22/7/2019).

Dinas Pertanahan Makassar Luruskan Soal Lahan RS Bahagia

ZonaMakassar.com – Rumah Sakit (RS) Bahagia yang terletak di BTN Minasa UPA blok H7 nomor 9, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Rappocini, Makassar, Sulsel, sudah ada alas hak.

Sebelumnya, pihak RS Bahagia diduga menyalahgunakan lahan fasum fasos.

Namun, berdasarkan akta jual beli nomor 150/KT/VII/1999 menyatakan bahwa Gubernur Sulsel Periode 2003 – 2008 H M Amin Syam telah membeli lahan tersebut dan diperuntukkan untuk lahan pembangunan rumah sakit.

“Beliau (Amin Syam) sudah membeli tanah tersebut dari PT Timurama itu tertera dengan jelas pada akta jual beli yang diterbitkan dengan Nomor 150/KT/VII/1999 tertanggal 5 Juli 1999,” ucap Manai Sophian, Kadis Pertanahan, Senin (22/7/2019).

Tak hanya itu, kepemilikannya juga diperkuat dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 20192 tahun 1999 dan surat ukur No 00113/1999. Semua surat yang terbitkan menyatakan lahan tersebut milik Amin Syam.

“Perlu saya jelaskan bahwa akta jual beli ini dibuat PPAT kecamatan Tamalate atas nama Drs Makkulau dan ada beberapa saksi-saksi serta didampingi camat Rappocini yang pada waktu itu dijabat oleh Rompegading Patiroy,” jelasnya.

Karenanya, secara keperdataan lahan itu menjadi milik Amin Syam bukan sebagai fasum fasos dan harus dilindungi UU.

“Dasarnya kuat. Harapannya ini perlu kita jelaskan kepada publik. Sesuai UU dan hukum, lahan tersebut memiliki bukti kepemilikan SHM yang sah di mata negara,” pungkasnya.

KONTUR adakan Event Camping Ground di Rumbia Jeneponto

Zonamakassar.com, Jeneponto – Kelompok Sablon Bantaeng Turatea disingkat KONTUR sebuah komunitas sablon khusus di daerah Bantaeng dan Jeneponto mengadakan Campung Ground di Rumbia Jeneponto 20-21 Juli.
Komunitas yang belum lama didirikan ini berdiri dibawah naungan PASABLONG (Komunitas Sablon Wilayah Sulawesi Selatan) dan ada kurang lebih 20an jumlah vendor sablon di Kontur yang aktif.
Pasablong sebagai induk dari komunitas-komunitas yang ada di daerah kabupaten. Memakai nama Pasablong sendiri dikarenakan berada di Sulawesi Selatan (Bugis Makassar) yang kental dengan nilai budaya lokalnya.
Untuk mensosialisasikan Komunitas ini diadakan event Camping Ground Pasablong berlangsung selama 2 hari 20-21 Juli 2019 di Lembah Hijau Rumbia, Kab. Jeneponto.
Event Sablon outdoor pertama kali yang diselenggarakan di Sulawesi Selatan.
Menurut Panitia pelaksana Irsan Jafar “Rangkaian event ini diantaranya adalah Fun Sharing “All About Sablon”, Fun Games dan Live Sablon. Diadakannya event Camping Ground Pasablong untuk mengajak para pelaku bisnis sablon khusus di Sulsel bersilaturahmi, sharing ilmu tips dan trik,skaligus mengenalkan objek wisata daerah setempat. Event ini diikuti oleh para pelaku bisnis sablon baik vendor bahan,percetakan,vendor sablon dan supplier equipment dari berbagai daerah kota dan kabupaten” Senin (22/7/2019).

Adapun yang mengikuti kegiatan ini berasal dari Makassar,Sinjai,Bulukumba,Pinrang,Malili,Gowa,Takalar,Parepare dan Barru.
Event ini turut disponsori pula oleh beberapa vendor bahan dan konveksi kaos polos dari Makassar dan produk local daerah.
Komunitas Pasablong di Sulawesi Selatan hingga kini boleh dikatakan aktif dalam mengadakn kegiatan seputar dunia sablon. Misalnya workshop sablon, Coaching Manajemen,Kopdar,Studi Touring, Salah satu keunikan dari anggota komunitas Pasablong yaitu sebagian dari pasablong yang profesi utamanya sebagai guru, pegawai bank, pedagang, karyawan swasta, bahkan ada yg berprofesi sebagai polisi. Namun karena memiliki hobi yang sama yaitu Sablon maka semuanya disatukan dalam komunitas Pasablong ini.(*)

Suporter Makassar yang Bermukim di Taliabu Maluku Utara, Dukung PSM Hingga ke Jakarta

Zonamakassar.com, Jakarta- Suporter PSM Makassar ikut meramaikan laga leg pertama final Piala Indonesia yang terselenggara di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (21/7/2019).

Meski jarak Makassar dan Jakarta cukup jauh, hal itu tak menyurutkan sekelompok pendukung PSM Makassar untuk menghadiri laga yang digelar di kandang Persija Jakarta ini.

Suporter PSM sendiri diberi jatah tiga ribu lembar tiket untuk memadati tribune suporter away yang berada di antara tribune barat dan tribune selatan.

Salah satunya kelompok suporter Makassar berasal dari kabupaten Taliabu Maluku Utara, walaupun jumlah hanya belasan orang tetapi tetap semangat mendukung tim kebanggan warga Sulawesi Selatan ini.

Akmal kordinator The Macz Man sektor Taliabu mengaku membawa belasan suporter berasal dari Taliabu.

“Sengaja saya membawa teman-teman langsung dari Taliabu untuk mendukung langsung PSM Makassar di Final Piala Indonesia.” ujarnya setelah pertandingan, (21/7/2019).

Uniknya akun instagram @psm_makassar juga mengunggah foto spanduk suporter asal Maluku Utara ini.

Pertandingan leg 1 final Piala Indonesia di menangkan Persija Jakarta dengan skor 1-0 atas tamunya PSM Makassar sedangkan leg ke 2 berlangsung di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging Makassar 28 Juli 2019.(*)