Polisi Duga Pembobol ATM 100 Juta di Makassar Pernah Beraksi di Balikpapan

Foto: Hermawan M-detikcom/ Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono dalam rilis penangkapan WN Malaysia pelaku pembobol mesin ATM

Zonamakassar.com, Makassar – Warga negara Malaysia, Azmi bin Abdullah (35) ditetapkan sebagai tersangka usai membobol ATM Rp 100 juta di Makassar dengan modus skimming. Namun polisi menduga Azmi lebih dulu beraksi di Balikpapan sebelum tertangkap di Makassar.

“Diduga sebelumnya beraksi di Makassar. Karena di Paspornya dia ke Balikpapan dulu baru ke sini. Tapi kita akan menyelidiki,” kata Kapolrestabes Makassar Kombes Yudhiawan Wibisono, di kantornya, Jl Ahmad Yani, Jumat (27/12/2019).

Azmi diketahui awalnya masuk dari Kuala Lumpur, Malaysia ke Jakarta pada Sabtu (23/11). Tersangka yang memakai izin kunjungan Na disebut polisi menuju ke Balikpapan untuk selanjutnya masuk ke Makassar pada Senin (23/12).

“Izinnya ke Indonesia untuk wisata, ini bawa peta (tujuan wisata). Tapi itu kan cuma cover story saja,” kata Yudhiawan.

Azmi disebut polisi datang ke Indonesia dengan misi menarik uang lewat ratusan kartu member yang telah diisi data curian-hasil skimming data rekening nasabah bank di Indonesia. Ratusan kartu tersebut diperoleh Azmi dari seorang warga negara Bulgaria yang dipanggil dengan nama Bro.

“Jadi bisa diduga bersangkutan adalah sindikat Internasional,” ujar Yudhiawan.

Selain itu, polisi juga menemukan sebuah SIM C yang bertuliskan nama Azmi di dompet milik tersangka. Polisi mengaku akan menyelidikinya.

“SIM C, SIM nya dari Bali akan kita cek dulu, asli atau tidak ini. Ini SIM kan dikeluarkan di Bali,” katanya.

Azmi sebelumnya diamankan petugas bank BNI di jalan penghibur, sekitar pukul 09.30 Wita pagi tadi. Polisi yang mengembangkan kasus ini langsung membawa pelaku ke hotel tempatnya menginap di Jalan Maipa, Makassar.

“Di sana ditemukan tas berisi pakaian dan uang tunai hasil skimming. Jumlahnya Rp 100 juta (Rp 100.300.000),” katanya.

(detik.com)

DPD LAN Sulsel TekenĀ  (MOU) Bersama Kajati Sulsel

Zonamakassar.com, – Makassar, menjelang awal pergantian tahun 2020, Lembaga Anti Narkotika Sulawesi Selatan terus melakukan inovasi gebrakan gebrakan yang memicu antusias masyarakat Sulawesi Selatan khususnya warga kota Makassar untuk terlibat dalam aksi nyata bersama DPD LAN SUL-SEL memerangi kejahatan penyalahgunaan narkoba di Sulawesi Selatan.

Kali ini gebrakan yang luar biasa di lakukan oleh lembaga fenomenal ini, yakni DPD Lembaga Anti Narkotika membuat nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) bersama Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Selatan. Jumat (27/12/2019).

Dalam agenda pertemuan sakeral tersebut, turut di hadiri, Ahmad Anggi Raksanjani (ketua DPD LAN Sulsel), Andi Sultan (sekretaris DPD LAN Sulsel) Alimuddin (Kabid WRC), Dr. Firdaus Dewilmar, SH, M.Hum (Kepala Kajati Sulsel), Yudi Indra, G, SH, MH (Asisten Tindak pidana Umum )dan para Kasi Kajati Sulsel

Adapun salah satu isi poin penting nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MOU) yang di teken oleh Ahmad Anggi Raksanjani (KETUA DPD LAN SUL-SEL) bersama Dr. Firdaus Dewilmar, SH, M.Hum (KEPALA KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI SELATAN), yakni kemitraan dalam aksi bersama penanggulangan penyuluhan sosialisasi bahaya narkoba di Sulawesi Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Firdaus Dewilmar, SH, M.Hum (KEPALA KEJAKSAAN TINGGI SULAWESI SELATAN) turut menyampaikan komentar kepada awak media, “dengan lahirnya Nota Kesepahaman/ Memorandum of Understanding (MOU) antara DPD LAN SUL-SEL DAN KAJATI SUL-SEL, kami yakin ini akan menjadi awal cikal bakal turunnya tingkat kejahatan penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Selatan”

Tak luput dari perhatian para awak media, ketua DPD LAN SUL-SEL juga ikut menyampaikan komentar, “Alhamdulillah, ini semua berkat doa seluruh teman teman, saya juga menyampaikan terimakasih banyak kepada kepala kajati SUL-SEL karena telah berkenan dan resmi menjadi menjadi bagian tubuh dari DPD LAN SUL-SEL dengan menjabat sebagai dewan pembina DPD LAN SUL-SEL” Ucap sapaan Bang oki.