Analisis Gestur Saat Debat Capres, Tegang di Awal, Damai di Akhir

0
51
Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kedua kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kanan) saling memberi salam seusai debat capres 2019 disaksikan moderator di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. ANTARA


ZonaMakassar.Com, Jakarta- Debat capres atau calon presiden tahap kedua yang berlangsung Minggu, 17 Februari 2019, di Hotel Sultan berakhir damai. Pakar bahasa tubuh Monica Kumalasari mengemukakan, hal itu ditunjukkan saat kedua kandidat, Joko Widodo atau Jokowi dan Prabowo Subianto, saling menghampiri usai debat.

“Raut wajah Jokowi saat akhir menunjukkan senyum tulus dan terlihat puas terhadap debat,” kata Monica kepada Antara.

Apa yang diperlihatkan Jokowi dan Prabowo pada akhir debat bertema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur jauh berbeda dua jam sebelumnya. Menurut pakar bahasa tubuh berbasis sains yang mendapat lisensi dari Paul Ekman ini, kedua kandidat terlihat gugup ketika debat dimulai.

“Tangannya ditelungkupkan, seperti menutup, antara jari saling masuk,” jelas dia.

Ketegangan ini juga terlihat beberapa kali di mana penjelasan yang keluar dari mulut Jokowi tidak terlalu mengalir, beberapa kali dia berhenti sejenak sebelum melanjutkan penuturannya.

Prabowo sudah terlihat lebih kalem ketimbang debat perdana saat tiap kandidat ditemani wakilnya masing-masing. Dalam debat putaran kedua, Prabowo juga beberapa kali mengakui prestasi pemerintahan Jokowi. Meski demikian, pengakuan dari Prabowo adalah pengakuan bersyarat karena sering diakhiri dengan kata “tetapi” atau “namun”.

Di luar itu, ada perubahan positif dari pilihan verbal Prabowo di debat kedua ini. Pada debat perdana saat dia berdiri di panggung bersama calon wakil presiden Sandiaga Uno, Prabowo lebih sering menyebut “saya”, padahal pasangannya kerap bicara dengan kata ganti “kami”.

“Ini bagus, (menunjukkan) ini kerja tim, berdua. Karena di debat lalu (Prabowo lebih banyak) pakai bahasa ‘saya’. Secara verbal sudah ada perubahan.”

ANTARA

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.