Dua Kasubag Kejagung Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Kebakaran

Zonamakassar.com, Makassar – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Awi Setiyono menyatakan penyidik memanggil dua Kepala Sub Bagian Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai saksi kasus kebakaran gedung tersebut.

“Hari ini penyidik mengirimkan surat panggilan kepada Kasubag Pam Info dan Kasubag Produksi Kejagung RI untuk diperiksa sebagai saksi,” kata Awi dalam keterangan pers di Gedung Bareskrim Polri, Jumat (25/9).

Selain pemanggilan dua orang itu, Awi juga menjelaskan bahwa penyidik tengah menganalisis hasil penyidikan sementara.

Nantinya proses akan dilanjutkan dengan membahas konstruksi hukum yang akan diterapkan dalam kasus ini.

“Penyidik sedang mempersiapkan penyusunan laporan kemajuan terkait perkembangan proses termasuk melanjutkan pembahasan konstruksi hukum yang akan diterapkan dalam penyidikan kasus ini,” ucap dia.

Sebagai informasi, Bareskrim Polri menemukan dugaan tindak pidana dalam kasus kebakaran gedung utama Kejagung yang terjadi Agustus lalu.

Polisi pun menaikkan status penanganan perkara kebakaran tersebut ke tingkat penyidikan.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan kebakaran bukan terjadi karena arus pendek atau korsleting listrik, namun karena nyala api terbuka (open flame).

Polisi telah memeriksa sekitar 131 saksi yang terdiri dari petugas kebersihan, office boy, pegawai kejaksaan, dan para ahli.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa CCTV, abu bekas kebakaran, potongan kayu, dan beberapa barang lainnya.

Gedung utama Kejagung dilalap api pada 22 Agustus lalu. Api baru dapat dipadamkan keesokan harinya. Kasus kebakaran ini menjadi polemik lantaran Kejagung tengah menjalani sejumlah kasus korupsi besar di Indonesia.

Banyak pihak khawatir insiden itu akan berdampak pada penanganan kasus. Namun Kejagung memastikan tak ada berkas perkara yang terbakar.(*)

CLAT Demoi Kejati Sulsel Minta Periksa Sekprov Terkait Dugaan Korupsi BPNT

Zonamakassar.com, Makassar – Rabu, 23 September 2020 Massa yang mengatasnamakan Celebes Law And Transparency (CLAT) kembali mendatangi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mempertanyakan sejumlah kasus dugaan korupsi yang di tanganinya.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi yang ke 7 kalinya yang dipimpin oleh saudara Rey Gunawan, S.H. dengan mengangkat isu yang sama yakni kasus dugaan korupsi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Sulawesi Selatan, PDAM Kota Makassar, DAK Kabupaten Bulukumba dan Enrekang, Perusda Kota Palopo, Politani Pangkep & Pajak PBBKB.

Muh. Irvan Sabang, S.H. Ketua Umum Celebes Law And Transparency menilai “bahwa Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tidak serius dalam menangani perkara yang saat ini kami kawal, dari sejumlah kasus yang ditangani oleh kejati sulsel tak satupun yang mendapat kepastian hukum, ini seolah-olah ada unsur kesengajaan untuk memperlambat proses penanganananya sehingga kami menduga bahwa oknum dari Kejati Sulsel telah bermain mata dengan pelaku yang diduga terlibat dalam kasus yang saat ini kami kawal,” ucapnya.

Salah satu tuntutan para pengunjuk rasa yaitu Kejati Sulsel diminta untuk memanggil dan memeriksa Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan serta para supplier pada kasus dugaan korupsi atau Mark Up anggaran BPNT di wilayah Sulawesi Selatan.

Menurut pengunjuk rasa dalam pernyataan sikapnya, peran sekprov pada penyaluaran BPNT sebagai kordinator tim yang setiap 3 bulan melakukan evaluasi dan koordinasi terhadap para supplier.

Pihak Kejati Sulsel yang menemui massa aksi yakni Irwan Somba menyatakan “kasus ini sementara dalam proses penyelidikan dan sudah ada juga yang sementara penyidikan percayakan kepada kami, kami akan mengususut tuntas kasus yang saat ini kami tangani jika benar-benar terbukti,” katanya.

Sambung Irvan sabang” semoga apa yang di sampaikan oleh bapak bukan suatu kebohongan yang mencoba meyakinkan kami, dari aksi pertama hingga aksi kami yang ke 7 kalinya mendapat tanggapan yang seperti ini terus, tetapi tidak masalah pada intinya kami akan kawal kasus ini sampai benar-banar ada kepastian hukum” tutupnya.(*)

FPMST Angkat Bicara Soal ATM Bermasalah di Sinjai Tengah

Zonamakassar.com, Makassar – Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank BRI di Kec. Sinjai Tengah dikeluhkan masyarakat setempat.

Akun Facebook atas nama MN memposting kondisi ATM yang berada di Bank BRI Unit Kanrung Kantor Cab. Sinjai.

Salah satu komentar warga “iye sepertinya mesinnya yang bermasalah,” tulisnya.

Muh. Zulfikar Ketua Forum Pemuda Mahasiswa Sinjai Tengah (FPMST) mengomentari hal tersebut.(11/9/2020)

“Permasalahan ini sudah sejak lama tidak dibenahi. Kita tahu sendiri bahwa di Sinjai Tengah jumlah penduduk kurang lebih 27 ribu penduduk,” jelas Zulfikar.

Lanjut Fikar sapaan akrabnya, “Bayangkan kalau hanya 1 ATM yang layani kurang lebih 27 ribu penduduk. Inikan tidak masuk akal, pasti trouble lah mesinnya, apalagi jaringan sering bermasalah,” ucapnya.

Sampai saat ini ATM yang melayani masyarakat di Kec. Sinjai Tengah itu hanya 1 mesin di Bank BRI di Unit Kanrung.

“Saya rasa ini perlu dibenahi, terutama untuk pihak BRI Cabang Sinjai. Bank itu harus menjadi tempat penyimpanan yang aman dan nyaman, bukan malah menyusahkan,” pungkas Fikar.