Zonamakassar.com, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto akan kembali melakukan mutasi besar-besaran sebelum mengakhiri masa jabatannya. Rencananya, Danny Pomanto akan melakukan mutasi pada Senin (7/5/2019) nanti.

Danny mengatakan pelantikan itu akan menjadi pelantikan terakhir sebelum masa jabatannya sebagai walikota berakhir. Ia memang sebelumnya telah berjanji bakal melengkapi seluruh jabatan lowong sebelum menanggalkan jabatannya.

“Terakhir, sudah itu selesai. Pokoknya semuanya nanti (Senin) siang sama sore,” ungkapnya.

Danny mengaku pelantikan besar-besaran yang dilakukan sebagai upaya membenahi birokrasi. Pelantikan itu nantinya akan dibagi dalam 2 tahap. Tahap pertama dilakukan lada pagi hari, sementara tahap kedua dilanjutkan pada sore harinya.

“Muncul pertanyaan kenapa tidak tunggu saja pj (wali kota)? Ini semua bagian dari proses. Kalau ada pj, butuh waktu setahun untuk mengerti ini barang. Jadi terkatung-katung orang bekerja. Biarkan pj nanti langsung bekerja dengan cepat. Kita tidak boleh biarkan kasian pj mengurusi pekerjaan yang tidak tersisa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Kota Makassar Andi Siswanta Attas mengatakan, pelantikan ini untuk mengisi sejumlah jabatan lowong. Pejabat yang dilantik terdiri dari pejabat eselon IIIA, IVA, IVB, kepala sekolah dan kepala Puskesmas.

“Iya InsyaAllah hari Senin pelantikan. Cuma kita lihat kalau memang terlalu besar volumenya kita bagi dua apakah Senin siang dan sore atau Senin dan Selasa. Kita masih menunggu petunjuk dari beliau (Walikota),” kata Siswanta.

Ia mengaku telah menyedorkan jumlah jabatan lowong dan nama-nama calon pejabat yang akan dilantik sesuai dengan rekomendasi kepala di masing-masing SKPD. Meski begitu, kata dia, itu hanya sebatas usulan.

“Jadi berbicara boleh atau tidaknya dinonjobkan tergantung pak Wali, beliau sebagai user mempunyai hak prerogatif untuk itu. Yang jelas sudah ada di tangan beliau daftar jabatan dan nama yang diusulkan oleh kepala dinas, karena pak wali memberikan kewenangan kepada kepala dinas untuk mengusulkan siapa staf yang ingin dipromosikan untuk melengkapi struktur organisasi di dinas masing-masing,” terang Siswanta.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.