Bagasi Berbayar Penumpang Harus Pintar Hitung-Hitungan Harga,  Berikut Simulasinya

0
87

ZonaMakassar.Com, Makassar- Memasuki periode Januari 2019, protes dan keluhan masyarakat bermunculan terhadap Lion Air. Maskapai penerbangan milik pengusaha Rusdi Kirana ini mengenakan biaya untuk kelebihan/tambahan bagasi atau biasa disebut bagasi berbayar mulai Selasa (22/1). Sebelumnya, Lion Air menggratiskan bagasi para penumpang hingga 20 kg.

Selain Lion Air, maskapai LCC lainnya juga mulai menerapkan bagasi berbayar, di antaranya seperti Wings Air dan Citilink. Maskapai LCC lain, seperti AirAsia Indonesia belum ada kabar soal rencana bagasi berbayar, dan Citilink justru menunda sementara yang awalnya akan berlaku 8 Februari 2019.

Penerapan bagasi berbayar di maskapai-maskapai LCC tidak menyalahi aturan. Beleid yang mengatur soal tarif bagasi berbayar atau bagasi tercatat ada di dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. 185/2015 tentang Penyelenggaraan Angkutan Udara.

Pada pasal 22, disebutkan maskapai LCC diperbolehkan untuk mengenakan biaya atas bagasi. Sementara untuk full service paling banyak 20 kg tanpa dikenakan biaya, dan medium service paling banyak 15 kg tanpa dikenakan biaya.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai bagasi berbayar adalah cara terselubung maskapai menaikkan tarif pesawat. Apalagi pemerintah sebelumnya telah menekan maskapai untuk menurunkan tarif penerbangan usai musim puncak Natal dan Tahun Baru.

“Sebab faktualnya, penerapan bagasi berbayar ini justru membuat pengeluaran konsumen untuk biaya transportasi angkutan udara menjadi naik,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi yang dilansir tirto.id

Pengenaan bagasi berbayar oleh maskapai LCC berpotensi membuat biaya pesawat melampaui tarif batas atas, atau bahkan sama dengan tarif maskapai penerbangan full service, seperti Garuda Indonesia dan Batik Air.

Mari kita buat simulasi. Tony berencana pergi ke Bali dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion Air pada 1 Februari 2019. Sebelum berangkat, ia terlebih dulu mengukur berat bawaan, dan terhitung seberat 27 kg.

Sesuai aturan Lion Air, berat barang bawaan penumpang yang gratis hanya mencapai 7 kg yang masuk dalam kabin. Ini artinya, kelebihan bagasi Tony menjadi sebesar 20 kg. Tarif kelebihan bagasi rute Jakarta-Denpasar sebesar Rp37.000 per kg, angka ini menurut costumer service Lion Air.

Dengan kelebihan bagasi tersebut, maka Tony harus membayar sebesar Rp740.000 per 20 kg untuk rute Jakarta-Bali. Padahal, harga tiket Lion Air dipatok sebesar Rp895.000 untuk sekali jalan, berdasarkan harga dari Traveloka.

Total, Tony harus merogoh kocek sebesar Rp1,63 juta untuk tiket dan biaya kelebihan bagasi apabila terbang dengan memakai jasa Lion Air. Uang yang harus dibayar Tony untuk terbang Jakarta-Denpasar, sudah setara atau lebih dari harga tiket pesawat full services.

Berdasarkan data Traveloka, harga tiket pesawat maskapai-maskapai full services pada hari yang sama ternyata masih lebih murah. Ambil contoh, Batik Air yang mematok harga tiket sebesar Rp1,14 juta dengan bagasi gratis hingga 20 kg.

Namun, bila dibandingkan dengan Sriwijaya, biaya yang dikeluarkan kurang lebih sama. Maskapai milik Chandra Lie itu mematok harga tiket rute Jakarta-Bali sebesar Rp1,6 juta dengan bagasi gratis sebanyak 20 kg.

Berbeda dengan maskapai full services lainnya, harga tiket yang dipatok Garuda masih sedikit lebih mahal ketimbang biaya yang dikeluarkan Tony apabila memakai jasa Lion Air. Harga tiket Garuda pada hari yang sama sebesar Rp1,95 juta dengan bagasi gratis 20 kg, dengan asumsi bawaan Tony sebanyak 7 kg juga masuk kabin.

“Saya lihat tarif bagasi yang dikeluarkan Lion Air memang agak mahal. Penumpang kini harus pintar mencari maskapai yang menawarkan biaya lebih efisien,” kata Gerry Soejatman, konsultan penerbangan dari CommunicAvia . (rgw)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.