Biadab! Penembakan Brutal di Masjid Al Noor Selandia Baru, 2 WNI Jadi Korban

0
73

ZonaMakassar.com – Kasus penembakan brutal di Masjid Al Noor di wilayah Christchurch, Selandia Baru menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Apalagi dalam penyerangan brutal tersebut ada 2 Warga Negara Indonesia (WNI) menjadi korban.

Duta Besar RI untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya mengungkapkan ada dua WNI yang menjadi korban luka dalam serangan tersebut.

“Informasi terbaru, ada 2 WNI yang menjadi korban,” ungkap Tantowi Yahya dikutip dari detikcom, Jumat (15/3/2019).

Tantowi mengungkapkan dua WNI tersebut terdiri dari ayah dan anak. Mengenai identitas, Tantowi belum mau mengungkapnya.

“Seorang bapak dan anaknya, yang salat di masjid tersebut. (Identitas) belum bisa kami sampaikan,” tutur Tantowi.

Untuk kondisi saat ini, sang ayah yang menjadi korban disebutkan berada dalam kondisi kritis.

“Bapak dalam keadaan yang kritis, karena mengalami tembakan beberapa kali. Anaknya terkena tembakan satu kali, itu informasi yang kami terima langsung dari istri korban,” kata Dubes RI untuk Selandia Baru di Wellington, Tantowi Yahya, saat dihubungi detikcom, Jumat (15/3/2019).

Tantowi mengatakan, korban merupakan pekerja profesional di Selandia Baru. Saat kejadian dia tengah menunaikan salat bersama anaknya.

“Yang bersangkutan penduduk di sini, penduduk Indonesia, seorang profesional,” ujar Tantowi.

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan kecaman keras atas penembakkan brutal di Masjid Al Noor di Christchurch, Selandia Baru. Jokowi mengatakan dirinya sudah mendapatkan laporan mengenai aksi penembakan jemaah di dalam masjid tersebut dari Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi.

Namun Jokowi mengatakan Indonesia akan memastikan lebih dulu detail aksi penembakan itu, termasuk soal adanya WNI di dalam masjid tersebut.

“Tadi saya sudah dapat laporan dari Menlu tentang penembakan di Masjid Al Noor di Christchurch. Intinya, kita belum memastikan. Nanti kalau sudah ada kepastian, baru disampaikan,” tegasnya.

Jokowi mengatakan dirinya mengecam keras penembakan yang menewaskan puluhan orang tersebut. Dia juga mengatakan pemerintah Indonesia berdukacita atas kasus tersebut.

“Terlepas siapa pelakunya, kita sangat mengecam keras aksi ini. Dan kita pemerintah Indonesia sampaikan duka mendalam kepada korban yang ada dari korban aksi tersebut. Dan tim perlindungan WNI sedang menuju ke lokasi,” kata Jokowi.

Jokowi pun mengimbau WNI yang ada di Selandia Baru tetap waspada.

“Semua hati-hati dan waspada,” katanya.

Hal senada disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Ia menyebut telah memerintahkan KBRI Wellington untuk mencari kabar tiga WNI yang hingga saat ini belum bisa dikontak. Tiga WNI tersebut berada di dalam masjid saat penembakan terjadi. Dia pun mengimbau warga Indonesia lainnya untuk berhati-hati.

“Ya berhati-hati lah. Ya hati-hati karena itu negara yang selalu aman, selalu dikatakan aman. Dan justru dikatakan sangat Islami karena hubungan antara manusia paling baik,” jelas JK.

Pelaku penembakan brutal di sebuah masjid di Christchurch, Selandia Baru sempat menayangkan aksi brutalnya via layanan live streaming di internet. Video live streaming berdurasi 17 menit itu telah dihapus dari internet oleh otoritas terkait.

Seperti dilansir media lokal Selandia Baru, The New Zealand Herald, Jumat (15/3/2019), dalam live streaming itu, pelaku menyebut namanya sebagai Brenton Tarrant. Nama itu mengarah pada seorang pria kulit putih berusia 28 tahun kelahiran Australia.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.