Capai 53%, Pemkot Makassar Tertinggi Monitoring Korsupgah KPK

0
30

Zonamakassar.com, Makassar – Sistem Monitoring Centre for Prevention Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mencapai yang tertinggi dari progres rencana aksi Koordinasi Supervisi dan Pencegahan (Korsugah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019 melalui sistem Monitoring Center for Prevention.

Pemkot Makassar mendapat nilai paling tinggi dibandingkan 23 kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni, mencapai 53 persen. Capaian Pemkot Makassar disusul Pemkot Palopo dengan capaian 49 persen. Selanjutnya, Pemprov Sulsel dengan capaian 45 persen, Pemkot Parepare dengan capaian 21 persen, Pemkab Gowa dengan capaian 17 persen, dan Pemkab Maros dengan capaian 12 persen.

Diketahui, KPK RI tengah melakukan Monitoring dan Evaluasi Program Generik dengan pejabat di lima daerah di Sulsel. Kelima daerah ini dijadikan pilot project pencegahan perilaku korupsi oleh KPK.

Rapat Monitoring Center for Prevention (MCP) dipimpin oleh Dwi Aprilia Linda dari Tim Korwil VIII Korsupgah KPK RI didampingi oleh Edi Suryanto Korwil Korsupgah Sultra. MCP merupakan kerangka kerja yang digunakan untuk memahami elemen-elemen risiko korupsi.

Elemen tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan sektor, wilayah, atau instansi yang rentan terhadap korupsi dan menerjemahkan pemahaman tersebut menjadi gambaran strategis dan prioritas rekomendasi yang akan memberikan arahan bagi upaya pencegahan korupsi.

Dwi Aprilia Linda mengimbau agar setiap Admin MCP melaporkan setiap 2 minggu ke sekretaris daerah kabupaten/kota terkait progres masing-masing area yang akan diintervensi.

Ada 8 Area intervensi yaitu, Perencanaan dan Penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, Kabid pada Dinas Kesehatan.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.