Pemeran Film “Tenri pada” Kunjungi Wakil Ketua DPRD

Zonamakassar.com, Makassar – Wakil Ketua DPRD Prov Sulawesi Seatan H.Syaharuddin ALRIF S.ip MM menerima kunjungan Rumah produksi Pramedia Indonesia bersama pemeran Film “Tenri pada” Di ruangan Wakil Ketua DPRD Jumat (28/02/2020).
Film garapan Pramedia Indonesia lokal rencananya akan tayang di bioskop, (12/03/2020) Di mendatang. Silaturahmi ini, sebagai bentuk minta restu dan dukungan dari sekertaris Dpw partai Nasdem Sulsel.
Reza pahlevi yang menjadi pemeran utama dalam film ini, mengatakan, sebelum film “Tenri pada” tayang serentak di bioskop secara nasional, pihaknya terlebih dahulu minta doa dan restu kepada sejumlah tokoh masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Sulsel mengapresiasi film lokal karya anak Makassar, bentuk dukungannya dengan mengajak masyarakat nonton bareng (Nobar) film “Tenri pada” ia Menambahkan, kita harus mendorong kemajuan industri film lokal, film karya anak Makassar ini di tonton di bioskop bioskop seluruh tanah air. Olehnya itu warga Sulawesi Selatan khususnya warga Makassar wajib menonton.
Warga Makassar Wajib nonton film ini, kisahnya sangat menarik, banyak pesan dan kesan yang tersirat di dalamnya. Ayo Tonton”. Kata syahar.(*)

Iqbal Suhaeb Ajak Warga Makassar Nonton Film Anak Muda Palsu

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal S Suhaeb mengaku sempat terharu dan ingin menitikkan air mata, saat menyaksikan film karya anak Makassar, Anak Muda Palsu yang tayang perdana, di Mall Panakukang, Kamis (4/7/2019).

“Saya sengaja tertawa, untuk mengimbangi agar saya tidak menitikkan air mata,” ujar Pj Wali Kota Iqbal selepas menyaksikan film Anak Muda Palsu.

Selain itu, Iqbal juga mengacungkan dua jempol untuk karya anak Makassar.

“Anak Makassar luar biasa, karyanya hebat,” puji Iqbal.

Ia menyaksikan Anak Muda Palsu bersama Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah.

Film Anak Muda Palsu dibintangi Tumming dan Abu, bersama dua sahabatnya Illang dan Darwis. Film ini mengisahkan perjuangan mahasiswa menyelesaikan studi akhir, dan hidup sebagai anak kost di Makassar.

Selain lucu, film berdurasi 103 menit itu juga mampu menyentuh emosi pemirsanya, saat Tumming, Abu, Illang, dan Darwis berhasil melalui berbagai permasalahan hingga akhirnya dapat diwisuda pada waktu yang sama.

Kekompakan dan persaudaraan digambarkan dengan sederhana dalam film ini, meski diwarnai beberapa perselisihan pendapat di antara mereka, namun tidak membuat ikatan persahabatan di antara mereka retak.

Dispar Makassar Apresiasi Kreativitas Sineas Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Pariwisata (Dispar) kota Makassar mengapresiasi sineas Makassar yang tak henti-hentinya menghasilkan karya dan ditayangkan di bioskop. Satu lagi karya sineas Makassar yang akan tayang pada 4 Juli nanti, Anak Muda Palsu.

Kepala Bidang Ekonomi Kretif Dispar Makasar, Muhammad Dasysyara Dahyar mengajak kepada warga Makassar untuk mendukung dengan cara menonton karya sineas Makassar, Anak Muda Palsu.

“Kami dari Dispar tentu mengapresiasi karya-karya anak muda Makassar yang kreatif, seperti film ini. Bahkan gaungnya juga ke nasional. Tentu warga Makassar wajib nonton bareng nanti kalau sudah tayang,” ungkap Dee, sapaan akrab Dasysyara, Rabu (26/6/2019).

Kehadiran film Anak Muda Palsu, kata Dee, menambah deretan karya sineas Makassar. Dia mengaku tidak sabar kesuksesan film Uang Panai’: Maha(r)l yang menembus angka 500 ribu penonton bisa terulang kembali di film ini, bahkan melampauinya.

Berdasarkan analisis Film Indonesia, pendapatan kotor film karya Makkita Production tersebut ditaksir mencapai Rp. 15 miliar. Jumlah ini didapatkan dari asumsi pendapatan kotor 2013 sebesar Rp 30 ribu per penonton.

“Kita selalu dukung penuh geliat sektor ekonomi kreatif, di mana film merupakan salah satu subsektornya. Kami harap film ini bisa mengulang kesuksesan Uang Panai’ yang bisa dibilang tonggak kebangkitan perfilman Makassar, kalau bisa dilampaui. Yang pasti dari pelaku ekonomi kreatif subsektor film berhasil membuat cashflow ke Makassar, dan berefek ke pendapatan daerah juga,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Dee, film-film ini bisa menjadi stimulan dan motivasi bagi anak muda Makassar lainnya untuk berkarya, utamanya bagi mereka yang memiliki interest di subsektor film atau film making.

Demo Penolakan Tayang Berujung Anarkis, Produser ‘DILAN 1991’ Lapor Polisi

ZonaMakassar.Com, Makassar – Jelang perilisan DILAN 1991, sekelompok mahasiswa di Makassar melakukan penolakan penayangan film besutan Fajar Bustomi tersebut. Alasannya karena menganggap karakter Dilan mengajarkan sikap yang tidak memuliakan sosok guru atau tenaga pengajar.(28/2/2019)

Drama remaja dengan bintang Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla akhirnya tayang pada Kamis hari ini (28/2/2019). Aksi pemboikotan rupanya benar-benar dilakukan sekelompok mahasiswa dengan mendatangi jaringan XXI di Mall Panakukang. Mereka mendatangi lokasi sekitar pukul 18.00 WITA.

1. Tindak Anarkis

Terlihat dari video yang diunggah akun Instagram @makassar_iinfo, sekelompok mahasiswa itu melakukan tindak anarkis. Dimulai dari membuat ricuh di depan pintu lobi diduga setelah dapat larangan masuk oleh sekuriti, lalu mereka merusak barang milik bioskop.

Melihat hal ini Ody Mulya Hidayat selaku produser mengaku kecewa. Menurutnya film adaptasi novel bestseller karya Pidi Baiq itu telah dinyatakan lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film (LSF) sehingga seharusnya sudah aman untuk patokan usia yang disasar yakni 13+.

“Film Dilan 1991 sudah lulus sensor LSF dan semua adegan tidak ada masalah,” katanya dikutip KapanLagi.com.

2. Bawa ke Ranah Hukum

Karena meresahkan, Ody Mulya Hidayat berencana melaporkan aksi ini pada pihak kepolisian setempat. Ia bahkan sudah menyiapkan pengacara.

“Karena sudah menjurus ke arah anarkis, tim saya di Makassar akan melaporkan ke polisi masalah ini. Kami sudah menyiapkan pengacara,” tandasnya.