Kajati dan Wakil Kajati Sulsel Masuk Daftar Mutasi Jaksa Agung

Zonamakassar.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar, dan Wakil Kajati Sulsel, Risal Nurul Fitri, dimutasi dari jabatannya.

Keduanya masuk dalam daftar mutasi besar-besaran yang dilakukan Jaksa Agung, S.T. Burhanuddin.

Mutasi itu tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 28 Tahun 2021 berisi daftar mutasi terhadap 30 PNS di lingkungan Kejaksaan di seluruh Indonesia.

Dalam SK disebutkan, Kajati Sulsel di Makassar, Firdaus Dewilmar, dimutasi ke jabatan baru sebagai Inspektur III pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Jabatan Kajati Sulsel baru diserahkan kepada Raden Febrytriyanto yang sebelumnya menjabat Inspektur IV pada Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan Kejagung.

Sementara Wakajati Sulsel, Risal Nurul Fitri, dipercayakan menjabat Kajati Gorontalo. Penggantinya Raimel Jesaja yang sebelumnya menjabat Wakajati Sulut di Manado. (*)

Reses di Desa Bulu Cendrana dan Desa Tana Toro, Syahar Tampung Aspirasi Kelangkaan Pupuk

Zonamakassar.com, Sidrap – Berbagai usulan yang berhasil di serap oleh wakil ketua DPRD Provensi Sulawesi selatan H.Syaharuddin alrif S.ip,di Desa Bulu cendrana dan Desa tana toro, pada kegiatan reses masa sidang kedua Tahun 2021 didahului di Kecamatan Pitu Riawa kabupaten Sidenreng Rappang Provensi Sulawesi Selatan, Kamis (04/02/2021).

Dihari pertama tersebut,wakil ketua DPRD Provensi Sulawesi selatan, tersebut mendapatkan sejumlah aspirasi.Diantaranya, yang paling dominan usulan dari peserta reses yakni kelangkaan pupuk.“Bidang pertanian kami kekurangan pupuk,” ungkap salah satu peserta reses.

Menanggapi hal itu,Syahar mengatakan, hasil reses dihari pertama ini akan kami bahas di tingkat parlemen bersama alat kelengkapan dewan.hal yang paling seksi pada reses saat ini adalah kelangkaan pupuk dan secepatnya kami akan bahas serta tindaklanjuti,” kata politisi Nasdem.,”pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan reses Kepala desa Bulu cendrana Andi Oddang,Kepala Desa Anabannae,BHABINKAMBITNAS,

BHABINSA dan sejumlah tokoh masyarakat di kecamatan Pitu Riawa.

Setelah Viral Pulau Lantigian Selayar di Jual, Ini Klarifikasi Pihak Pembeli

Zonamakassar.com, Makassar – Pulau Lantigian sempat menarik perhatian publik setelah viral di Dunia Maya. Pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate ini dikabarkan dijual seharga Rp. 900 juta oleh salah seorang warga setempat.

Asdianti Baso Direktur utama PT Selayar Mandiri Utama membantah akan kabar tersebut. Dalam klarifikasinya kepada media, Asdianti, menegaskan tidak ada jual beli Pulau. Dia menduga ada kesalahan infomasi yang selama ini beredar sehingga menimbulkan polemik.

“Saya selaku pembeli lahan kebun yang terletak di Pulau Lantigian. memang saya membeli Tanah, tapi bukan Pulau, dan tujuan saya adalah untuk membangun Water Bungalows di tempat kelahiran saya yaitu Selayar,” ujarnya Rabu (03/02/2021).

Asdianti mengungkapkan mengenai berita yang sekarang lagi on the news today and everywhere.

Lantigian sendiri terletak agak jauh dari dermaga, namun jika menggunakan speed booth memakan waktu sekira 90 menit namun jika menggunakan kapal ikan sekira 4 jam jika pulang pergi memakan waktu 8 jam.

Lantigian adalah Pulau yang tak berpenghuni saat ini karena tidak adanya air tawar dan listrik yang memungkinkan penduduk tinggal disana.

Melihat kondisi tersebut Asdianti yang selama 21 tahun stay di Pulau Bali dan bersuamikan pria asal Itali merasa terpanggil untuk mengembangkan pariwisata tanah kelahirannya. Ia pun memantau potensi pulau yang bisa dia bangun resort (bungalows) akhirnya mentok pada Pulau Lantigian yang masuk dalam zona pemanfaan, artinya lokasi pulau tersebut dapat dikelola untuk oleh masyarakat atau investor yang ingin mengembangkan sekaligus merawat Pulau tersebut.

Dian membeli lahan tersebut karena ada dasar surat kepemilikan dan didukung oleh Balai Taman Nasional Takabonerate namun belakangan dirinya dia digugat dengan mengadukan masalah tersebut pada PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara ).

“Ini ada apa? kok tiba-tiba berubah, tentunya jadi pertanyaan bagi saya. Untuk itulah saya mengadukan masalah ini ke PTUN, saya ikutin arusnya akhirnya saya menang di PTUN, timbullah statement yang menyudutkan saya di sejumlah media bahkan sampai ke Mapolda Sulsel kalau saya membeli Pulau padahal tidak seperti itu faktanya,” jelasnya.

Faktanya juga dari hasil kemenangan ini dalam menggugat, maka terbitlah izin lokasi, izin pertimbangan teknis, izin usaha, dan izin prinsip atas nama perusahaan Asdianti Baso yakni PT Selayar Mandiri Utama namun belum bisa membangun karena saya harus izin ke Kementrian Lingkungan Hidup untuk izin Amdal sambil menunggu sertifikat agar segera keluar izin membangun dari pihak perizinan.

“Saya kira ini niat baik saya untuk membangun Selayar, namun saya pernah meminta untuk menerbitkan Izin membangun Sarana Pariwisata Alam bulan Juni 2020 dan meminta pertimbangan teknis sejak dua tahun lalu untuk tanah saya di Area Latoundu Besar pada tahun 2017 namun lagi-lagi ditolak BPN untuk mengeluarkan sertifikat entah apa sebabnya,salah satunya karena berada didalam kawasa,” papar dia.

Diketahui juga sebelum ia membeli lahan, dia sudah pernah ke Balai Taman Nasional Taka Bonerate di tahun 2017 untuk berkonsultasi dimana Pihak Balai sendiri menyarankan untuk membangun pada Zona Pemanfaatan, karena di dalam Kawasan terdapat zona-zona yang berbeda. zona inti yang tidak bisa dibangun sama sekali.

“Karena pihak balai waktu itu menyarankan Lantigian, Pulau Belang belang dan Pulau lain tapi saya tertarik hanya Lantigian dan Latondu Besar,” paparnya.

Tapi kembali Asdianti selaku calon investor menimpali kalau misalnya pembangunan bakal merusak ekosistem laut lantas mengapa masuk dalam kawasan zona pemanfaatan?

“Saya bukan mau merusak di sana, tapi mengembangkan, dimana pelanggarannya? saya ingin membangun pariwisata Selayar agar dilirik dunia seperti Bali, saya tidak akan merusak lingkungan, justru merawat lingkungan, kita pelihara semua habitat di sekelilingnya. Dan memperindah yah seperti Ohen Resort yang ada di Selayar punya orang Jerman yang tinggal di Selayar itu dia rawat semua terumbu karang dan ikan ikan di sana. Dan ini yang menarik wisatawan nantinya,” pungkasnya.

Dia menjelaskan jika luas pulau tersebut sekitar 7 Hektar, sedang luas lahan yang dia beli diatas lahan tersebut sekitar 4 Hektar, sisanya dimanfaatkan dan kelola oleh masyarakat. (*)

Petik Stroberi Hasil Petani, Gubernur Sulsel Apresiasi Pemkab Bantaeng

Zonamakassar.com, Lahan seluas dua hektare di desa Bonto Tallasa, kecamatan Uluere, kabupaten Bantaeng, disulap menjadi kebun stroberi agrowisata.

Masuk ke kebun ini, pengunjung disajikan dengan pemandangan pepohonan yang rindang dan udara sejuk. Pengunjung dapat dengan bebas memetik hasil panennya. Tempat ini menghasilkan buah stroberi yang berukuran besar dan manis.

Tak hanya memetik, di sini pengunjung juga disediakan fasilitas gazebo dan spot foto yang instagramable karena dilengkapi berbagai atribut berwarna warni. Misalnya payung dan kincir angin kecil.

Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, Selasa (2/2), juga berkunjung ke tempat ini. Ia memetik dan memanen stroberi pada kebun yang ditanami awal pada enam bulan lalu ini.

“Saya gembira sekali ternyata masyarakat sekarang sudah mengembangkan stroberi yang saya dulu bawa dari Jepang,” kata Nurdin Abdullah.

Ia mengapresiasi Pemerintah Daerah Bantaeng yang terus mengembangkan buah favorit yang banyak dijadikan sebagai berbagai jenis bentuk makanan.

“Alhamdulillah saya mengapresiasi pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk mengembangkan berbagai komoditas, termasuk stroberi ini. Dan ini tugas kita sekarang adalah bagaimana kita promosi, supaya lebih banyak pengunjung ke sini,” sebutnya.

Apalagi stroberi tidak ada batasan musim berbuah, sehingga semak cemara atau pohon stroberi dapat dipanen secara bergantian. Di tempat ini, satu pohon menghasilkan 30 buah. Ditanam hingga dapat berbuah dengan masa 1,5 bulan.

Nurdin juga mengapresiasi Pemkab Bantaeng mendorong ekonomi kerakyatan. Ia menilai sesuatu langkah yang baik dalam masa pandemi Covid-19.

“Ini banyak saudara kita harus dirumahkan dan PHK. Ini adalah peluang yang sangat bagus untuk kita kembali ke desa, untuk mendorong ekonomi desa,” ujarnya.

Nurdin menjelaskan, untuk pengembangan stroberi di Bantaeng, awalnya para petani dibawa studi banding ke Malang (Jawa Timur) di kebun apel dan ke Ciwidey (Jawa Barat).

Dengan melihat potensi kabupaten yang pernah dipimpinnya ini memiliki tiga cluster. Mulai pinggir pantai, dataran rendah sampai dataran tinggi.

“Nah ini cocoknya di dataran tinggi. Saya kira diawali dengan bibit dari Ciwidey terus ada konsultan Jepang kita, mereka bawa bibit Jepang ke sini. Akhirnya, bisa mengembangkan di sini lebih besar dan manis, bedanya itu. Biasanya stroberi itu kecut, ini manis,” jelasnya.

Pemerintah terus mengajak masyarakat untuk mengambangkan stroberi. Jika awalnya pemerintah melalui APBD melakukan pengembangan, sekarang didorong sentra pembudidayaan yang dikelola oleh masyarakat.

“Memang tidak sulit, karena mereka datang studi banding langsung melihat pengelolaan dan pemeliharaannya dan melihat animo pengunjung wisata. Sehingga mereka tertarik. Pemerintah hanya mendorong saja. Saya bersyukur kita datang dan berharap Pak Bupati mengembangkan lebih luas,” imbuhnya.

Selain dikembangkan, mengkonsumsi buah stroberi juga diharapkan menjadi kebiasaan masyarakat, karena memiliki kandungan vitamin C.

“Ini sangat layak untuk dikembangkan apalagi kalau masyarakat dibudayakan makan ini, karena kandungan vitamin c sangat tinggi. Di masa pandemi, saya kira konsumsi stroberi ini salah satu untuk mencegah kita kena Covid-19, supaya imun kita terus terjaga,” harapnya.

Sedangkan, Bupati Bantaeng, Ilham Azikin mengapresiasi inisiasi Nurdin menghadirkan budidaya stroberi di Bantaeng.

Harapannya, selain memiliki nilai ekonomi kesejahteraan bagi petani, juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi bagi masyarakat.

“Pasarannya sampai di Makassar, baik itu di cafe dan warkop yang buat jus stroberi,” ungkapnya. (*)

Pemkot Makassar Lanjutkan Pembatasan Jam Malam Hingga Pukul 22.00 WITA

Zonamakassar.com, Makassar – Pj Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin tetap melanjutkan pembatasan jam malam untuk seluruh pelaku usaha, dari warkop, kafe, restoran, hingga mal. Pelaku usaha sudah harus menutup usahanya pukul 22.00 Wita.

Dalam surat edarannya Pemkot Makassar melanjutkan Jam Malam operasional bagi pelaku usaha dan tempat umum mulai hari ini 26 Januari hingga 9 Februari 2021

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 003.02/26/S.Edar/Kesbangpol/I/2021 yang diteken Rudy Djamaluddin di Makassar, Selasa (26/1/2021).

Surat edaran tersebut dibuat berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021 tanggal 06 Januari 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 dan Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 51 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penerapan Humum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Sebelumnya Pemkot Makassar membatasi Jam malam mulai pukul 22.00 WITA mulai tanggal 12 Januari hingga 26 Januari 2021.

Ada empat poin yang jadi atensi dari edaran ini, yakni fasilitas umum seperti cafe, mall, restaurant, rumah makan, warkop, dan game center serta kegiatan berkumpul dan mengumpulkan orang diizinkan sampai jam 22.00 wita.(*)

Bagikan Paket PHBS di Karebosi , PMI Sulsel Komitmen Ajak Masyarakat Hidup Bersih

Zonamakassar.com, Makassar – Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel bagikan paket Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berupa sabun dan masker, Sabtu (9/1/2021).

Kali ini, PMI Sulsel membagikan ke pengunjung di area Karebosi, Kota Makassar.

Salah satu relawan kemanusiaan yang turut membagikan paket yakni Aryanti.

Sehari sebelumnya, PMI Sulsel juga membagikan paket PHBS untuk pelaku Usaha Kecil Mandiri (UKM) di Baronang, Kelurahan Barana, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, Jumat (8/1/2020).

Menurut Pengurus PMI Sulsel, Yusran Sofyan, program ini sebagai komitmen untuk mendorong masyarakat menjaga pola hidup bersih.

“Menjaga kebersihan dan pola hidup sehat adalah bagian ikhtiar kita semua menjaga daya tahan tubuh di era pandemi saat ini,” tuturnya.

Lebih jauh, Yusran Sofyan menyebut program pembagian paket PHBS dan masker akan terus digalakkan sebagai bagian upaya menekan laju penyebaran Covid-19.

“Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan dan terus mampu mengisi ruang pengabdian terhadap sesama sebagai gerakan kemanusiaan,” terangnya.(*)

Gempa 7,1 Magnitudo di Sulawesi Utara Tidak Potensi Tsunami

Zonamakassar.com, Manado – Gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB atau 20.23 WITA.

Menurut laporan BMKG lokasi gempa berada di laut. Titiknya ada di 134 km Timur Laut Melonguane. Pusat gempa berada di kedalaman 154 km.

Belum ada keterangan mengenai dampak gempa tersebut.

BMKG menyebut, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Komunitas Sulawesi Oto X RMS Serahkan Paket Sembako ke Pengungsi Gempa Sulbar

Zonamakassar.com, Mamuju – Musibah Gempa bumi yang terjadi di Provinsi Sulawesi Barat beberapa waktu lalu banyak mengetuk hati relawan untuk ikut memberikan bantuan kepada korban gempa.

Termasuk Komunitas Sulawesi Oto X RMS menyerahkan donasi paket sembako kepada korban gempa Sulawesi Barat ,Rabu (20/01/2021),Bantuan berupa beras, gula dan mie instan diserahkan.

Bantuan yang kami salurkan ini sebagai bentuk kepedulian kami Komunitas Sulawesi oto X RMS atas korban gempa bumi di Provensi Sulawesi Barat. Ungkap ketua Sulawesi oto x RMS Wasianto (Sinto).

Dia menerangkan, bantuan yang di koordinator langsung anchu sodeng yang di berikan tersebut merupakan hasil donasi bersama para anggota Sulawesi oto X RMS. Selanjutnya, uang yang terkumpul dibelikan berbagai barang berupa beras, gula dan mie instan.

Lebih lanjut ketua Sulawesi oto x RMS Sinto “mengungkapkan kalau saat ini memasuki masa sulit. Dimana masyarakat harus berjuang untuk bangkit kembali harus melakukan aktivitas.

Dilokasi masyarakat provensi Sulawesi Barat mengapresiasi kepedulian Sulawesi oto X RMS kepada korban bencana alam gempa bumi. “Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak kepada sulawesi oto X RMS atas bantuan yang telah disampaikan kepada kami.

HIPMI Makassar Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Gempa Sulbar

Zonamakassar.com, Makassar – HIPMI Kota Makassar menyalurkan bantuan logistik untuk korban gempa bumi di Sulawesi Barat.

Mewakili pengurus HIPMI, Gatot Arwin bersama Denny Abiyoga Gosel mengerahkan satu mobil truk untuk membawa bantuan berupa makanan bagi para korban yang mengungsi.

Ketua OKK BPC HIPMI Kota Makassar, Hikmah Sultan mengatakan bantuan yang disalurkan kepada korban gempa di Sulbar merupakan hasil dari donasi kader-kader HIPMI.

“Bantuan sudah sampai, pada Senin (18/1) malam ke lokasi bencana di Sulbar melalui jalan darat. Kita berharap bantuan tepat sasaran dan bermanfaat bagi para korban,” ungkapnya.

Menurut Hikmah, bencana alam yang menerjang sulawesi barat yang juga menelan banyak korban jiwa dan luka-luka merupakan musibah yang harus ditangani dan ditanggulangi secara bersama.

“Semua bencana yang terjadi adalah duka kita bersama. Maka sudah selayaknya lah kita bahu membahu membantu mereka,” tutup Hikmah Sultan.

Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Pimpin Distribusi Bantuan ke Sulbar

Zonamakassar.com, Pinrang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulawesi Selatan, kini bergerak menyalurkan Bantuan kepada korban gempa bumi di Majene dan Mamuju, Provinsi Sulbar.

Tim Relawan Nasdem Peduli ini dilepas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H Syaharuddin Alrif didampingi oleh DPD Partai Nasdem Kabupaten Pinrang, Faisal. Bahkan, Syaharuddin Alrif sendiri memimpin distribusi logistik ini.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H Syaharuddin Alrif mengatakan, hari ini seluruh DPW Partai Nasdem seperti Selawesi Tengah, Gorontalo Sulawesi Utara bersatu terjun langsung salurkan Bantuan untuk warga Sulbar.

“Hari ini, kita ditunggu oleh teman-teman Nasdem yamg telah membentuk Posko Relawan di Sulbar,” kata Syaharuddin Alrif.

Bantuan yabg salurkan sesuai dengan kebutuhan Warga yang tertimpa Musibah Gempa seperti Tenda, Selimut, Susu, Lampu, Baterai dan Makanan. (asp/ajp)