Gapeksindo Minta OPD Bergerak Cepat Laksanakan Perintah Plt Gubernur Sulsel Bayar Utang di Kontraktor

Zonamakassar.com, Makassar – Banyak kontraktor yang mengeluh, Pekerjaan mereka sudah selesai dikerjakan pada tahun 2020 lalu, tapi hungga kini belum dibayar.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman pada tanggal 01 Marer 2021 meminta agar utang Pemprov Sulsel pada Tahun 2020 segera diselesaikan.

Pernyataan Wakil Gubernur tersebut, Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (Gapeksindo), meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel sebagai penguna anggaran bertindak cepat agar kontraktir segera terbayar.

“Pak Wagub menyatakan agar utang pemprov di kontraktor segera dibayar, tapi sampai hari ini belum jelas. Jadi Gapeksindo Sulsel mimta OPD jangan lagi berlama dalam proses berkas para pekenan. OPD Harus bergerak cepat menyelesaikan utang itu,” ujar Ketua DPD Gapeksindo Sulsel, Andi Troy Martino, Rabu (10/03/2021).

Andi Troy Martino menilai OPD terkesan lambat dalam merampungkan proses berkas pembayaran. “Kami melihat progres OPD dalam penyelesaian berkas untuk pembayaran rekanan sangat lambat, pak Wagub sudah perintah pekan ini sudah terbayarkan, tapi ini belum juga ada kejelasan,” keluh Troy.

Sebelumnya Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan tidak mau tahu, utang harus selesai dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

“Semua yang berhubungan dengan utang, harus diselesaikan,” tegasnya Andi Sudirman Sulaiman pada Awal bulan Maret.(*)

Soal Keterlambatan Pembayaran, Firdaus Deppu: Pemrov Sulsel Harus Lebih Baik Selesaikan Masalah dengan Rekanan

Zonamakassar.com, Makassar – Sejumlah kontraktor atau rekanan yang melakukan pengerjaan proyek pada tahun 2020 lalu hingga memasuki bulan Februari 2021 hingga kini belum terbayarkan.

Nasib para rekanan yang belum dibayar mendapat keprihatinan dari sejumlah kelompok pengusaha. Salah sorang pelaku jasa konstruksi Firdaus Deppu, mengatakan dengan keterlambatan tersebut adalah suatu hal yang harus diperbaiki pemerintah Provinsi Sulawesi Kedepan.

“Saya kira dengan adanya keterlambatan pembayaran yang dilakukan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, terhadap rekanan yang tergolong usaha kecil menengah adalah suatu hal yang harus diperbaiki kedepan jangan terulang kembali,” kata Firdaus Deppu saat dihubungi, Senin (01/02/2021).

Mantan ketua OKK HIPMI BPD Sulsel dan juga Mantan pengurus BPP HIPMI Pusat Itu menekankan, bahwa rekanan yang belum dibayar merupakan penunjukan langsung, selain hanya untuk kebutuhan makan minum sehari para rekanan, juga menyangkut nasib banyak orang. Ini sangat berpengaruh dengan tenaga kerja yang mereka pakai, sehingga kedepanya pemerintah Provinsi Sulsel harus cermat dan jeli ketika melakukan penganggaran, rekanan yang sudah bekerja anggarannya sudah tersedia, begitu selesai langsung terbayarkan.

“Dengan keterlambatan hari ini, Pemprov Sulsel harus mempunyai langkah yang taktis, bagaimana upaya upaya mereka cepat terbayarkan,” ujar Daus.

Firdus Deppu mengharapkan

kedepannya pemerintah provinsi Sulsel harus teliti dan cermat melakukan penganggaran dan segera nuntaskan pembayaran kepada kontraktor.

“Saya kira cukup bersabarlah rekanan yang belum terbayarkan satu bulan lebih, itu kalau dikonversi dengan bunga keuangan, itukan sangat merugikan. Sehingga kedepannya pemerintah provinsi harus teliti dan cermat melakukan penganggaran.

Mudah – mudahan bulan ini bisa diselesaikan pemprov sulsel,” harapnya.

Menurut Daus dengan kondisi pendemi seperti ini sangat dibutuhkan sekali pembayaran. Dengan kejadian ini, dikwatirkan tidak ada lagi orang yang mau bekerja sebagai rekanan, karena ketakutan tak terbayarkan itu ada.

“Kondisi pendemi seperti ini sangat dibutuhkan sekali pembayaran. Mencari pekerjaan sangat susah apalagi begini orang tidak terbayarkan, kedepannya saya takutkan tidak ada lagi orang yang mau bekerja sebagai rekanan, karena ketakutan tak terbayarkan itu ada,” tegas Daus.

Firdaus Deppu meminta DPRD melakukan fungsi pengawasan dalam penganggaran, supaya lebih memantau apa yang dilakukan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan.

“Dengan kejadian ini, pemprov kurang cermat, saya meminta DPRD melakulan fungsi pengawasan anggaran, supaya lebih memantau apa yang dilakukan pemerintah provinsi Sulawesi Selatan,” tutup Daus.

Diketahui Sejumlah kontraktor yang menggarap proyek fisik maupun pengadaan di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang hingga saat ini belum terbayar. Diduga, pembayaran tidak dilakukan oleh Pemprov Sulsel, karena kas keuangan kosong. Padahal tanggungjawab pekerjaan telah diselesaikan pada awal Desember 2020.(*)

Sumber : Suaracelebes.com

Respon Dunia Usaha, Pemerintah Pastikan Tidak Menaikkan tarif dasar Listrik Hingga Maret 2021

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah memastikan tak menaikkan tarif dasar listrik di kuartal I 2021. Ketetapan ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi.

Kalangan pengusaha menyambut baik keputusan itu. Hanya saja penundaan kenaikan diharapkan bisa lebih panjang untuk merangsang normalisasi dunia usaha.

“Kami rasa tidak cukup kalau hanya sampai kuartal I. Kalau di kuartal II ada kenaikan akan memengaruhi situasi dunia usaha. Karena ekonomi belum sepenuhnya pulih di kuartal II,” terang Suyuti Badaruddin, pengusaha properti Sulsel, Minggu (10/1/2021).

Suyuti mengungkapkan, pemulihan ekonomi nasional butuh waktu panjang. Untuk mendorong kebangkitan semua sektor, harus ada stimulus pada tarif dasar listrik dan BBM.

Setidaknya kenaikan TDL ditahan hingga akhir semester dua 2021. Begitu juga BBM proses penyesuaian harga harus ditunda sampai efek pandemi tak lagi memengaruhi ekonomi.

“Kalau misalnya Juni ada kenaikan tarif listrik, lalu BBM premium dihapus secara nasional, ini akan memberi banyak pengaruh. Jangan sampai ada kenaikan. Karena ekonomi akan kembali tidak stabil,” terang Suyuti.

“Kalau misalnya Juni ada kenaikan tarif listrik, lalu BBM premium dihapus secara nasional, ini akan memberi banyak pengaruh. Jangan sampai ada kenaikan. Karena ekonomi akan kembali tidak stabil,” terang Suyuti.

Sesuai penetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait tarif listrik nonsubsidi atau untuk periode Januari hingga Maret 2021. Selain itu, tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya tidak mengalami perubahan.

Itu juga mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik.

Pada akhir tahun lalu Kementerian ESDM menyatakan, meskipun terdapat perubahan parameter ekonomi makro pada kuartal terakhir 2020, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian tarif listrik.

Dengan demikian, tarif listrik pelanggan nonsubsidi yang berlaku untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500, 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.444,70 per kWh.

Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352 per kWh.

Adapun untuk pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya lebih dari 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya tetap sebesar Rp 1.114,74 per kWh.

Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan, yaitu Rp 996,74 per kWh.

Pengurus Kadin Sulsel Periode 2020-2025 di Lantik Hari Ini Hotel di Four Point

Zonamakassar.com, Makassar – Dewan Pengurus Kadin Provinsi Sulawesi Selatan Masa Bakti 2020-2025 akan dilantik sore hari ini , Jumat 11 Desember 2020 di Lotus Hall Hotel Four Point by Sheraton, Makassar.

Di bulan Maret yang lalu, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) yang terpilih pada Musprov akan dilantik menggantikan M Zulkarnain Arief sebagai Ketua Kadin Sulawesi Selatan.

Beberapa tokoh nasional dan pejabat dijadwalkan akan hadir, diantaranya Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, Ketua DPRD Sulsel Ina Kartika, Panglima Kodam XIV Hasanuddin Mayor Jenderal (TNI) Andi Sumangerukka, Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Kajati Sulselbar Firdaus Dewilmar, serta sejumlah unsur Forkopimda.

Selain itu, akan turut hadir Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P Roeslani yang akan melantik pengurus baru Kadin Sulsel periode 2020-2025 tersebut. Selain itu Direktur Bakrie Group Anindya Bakrie, CEO Lippo Group James Tjahaja Riady, dan Wakil Ketua Umum Kadin Andi Rukman N Karumpa juga bakal hadir.

Ketua Panitia Pelantikan Kadin Sulsel, Muhammad Natsir mengatakan, sejauh ini persiapan sudah rampung hampir 100 persen.

“Insya Allah besok bertabur tokoh. Ada pengusaha nasional Rosan P Roelani, Anindya Bakrie, James Riady. Juga para pejabat daerah Forkopimda kita sudah undang,” ujar Muhammad Natsir, Kamis kemarin 10 Desember 2020.

Selain itu kata dia, pihaknya juga telah melaksanakan Screening Test Covid -19 untuk para pengurus yang akan dilantik. Tes ini meliputi Rapid Test, Swab Test hingga Pyser Testing.

Sementara Sekretaris Panitia Pelantikan Kadin Sulsel, Harmansyah menjelaskan, tema yang diangkat pada pelantikan kali ini yakni “Penguatan Peran Strategis Kadin Sebagai Pilar Pembangunan Ekonomi Daerah Di Era New Normal”.

“Situasi ekonomi daerah hari ini sedang dalam proses pemulihan, oleh karena dampak Covid-19 yang telah banyak meluluh lantahkan usaha teman-teman pengusaha,” beber Harmansyah.

RMB Terpilih jadi Ketua Umum HIPMI SULSEL

Zonamakassar.com, Makassar – Andi Rahmat Manggabarani (34), President Director IMB Group terpilih menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Daerah atau BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia ( Hipmi ) Sulawesi Selatan ( Sulsel ) periode tahun 2020 – 2023.

Pengusaha yang disapa RMB kelahiran 9 November 1986 terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah atau Musda Hipmi yang berlangsung secara virtual, Sabtu (27/6/2020).

Putra pengusaha properti, Andi Idris Manggabarani imi mengatakan terima kasih sebesar-besarnya kepada para senior HIPMI dan BPC Se Sulawesi Selatan yang telah memberikan support kepada dirinya untuk memimpin HIPMI Sulsel 2020 hingga 2023,

“Terima Kasih Senior Senior HIPMI Sulsel yang telah smendukung pencalonan saya di HIPMI Sulsel hingga malam ini terpilih sebagai Ketua BPD HIPMI Sulsel, dan juga teman teman sPengurus BPC HIPMI di Kabupaten/Kota di Sulawesi selatan yang memberi kepercayaan penuh kepada saya untuk menahkodai HIPMI Sulsel hingga kedepan” ujarnya

Dia menggantikan Herman Heizer. Selain memimpin HIPMI Sulsel, saat ini Andi Rahmat Manggabarani juga memimpin Badan Promosi Pariwisata Kota Makassar (BP2M) periode 2020 – 2024.

Murni Iqbal Minta Dispar Makassar Berdayakan Pelaku UMKM

Zonamakassar.com, Makassar – Ekonomi Kreatif berbasis masyarakat, merupakan salah satu pendongkrak perekonomian di kota Makassar. Guna memaksimalkan potensi tersebut, Dinas Pariwisata dan TP PKK Kota Makassar menggelar workshop pembuatan handycraft di Karebosi Condotel, Sabtu (12/10/2019).

Ketua TP PKK Kota Makassar, Murni Djamaluddin Iqbal, dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan apresiasinya, dan memberikan semangat kepada para peserta workshop dalam mengikuti pelatihan.

“Salah satu sub sektor dari ekonomi kreatif adalah kriya atau kerajinan, yang mana kota Makassar memiliki potensi pengrajin yang cukup banyak, namun terkadang masih terkendala pada kemampuan berkompetisi memenuhi kebutuhan pasar kekinian,” ujarnya.

Untuk itulah bersama dengan Minnatachi, memberikan workshop melukis di atas tas berbahan kain yang saat ini menjadi tren dunia untuk mereduksi jumlah kantong plastik sampah sekali pakai atau ramah lingkungan.

“Workshop ini tidak hanya memberikan pengetahuan tentang bagaimana memproduksi tas belanja yang cantik dan bernilai ekonomis tetapi juga menjadi media bagi masyarakat untuk berinovasi menciptakan produk kerajinan yang berasal dari lingkungan sekitar dengan konsep peduli lingkungan atau green community,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Rusmayani Madjid yang mengharapkan melalui workshop kali ini dapat meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan tentunya perekonomian masyarakat pengrajin di kota Makassar sehingga mampu menjadi salah satu penopang terwujudnya Makassar jejaring kota kreatif dunia di Indonesia.

Gubernur Ajak Pelindo dan Apindo Bahas Dunia Usaha

ZonaMakassar.Com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah, mengajak Pelindo dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk membahas lebih dalam mengenai dunia usaha khusunya di Sulsel.

“Mungkin kita akan ajak Apindo untuk duduk bersama untuk membahas ini dunia usaha. Saya yakin Sulsel ini akan menjadi provinsi yang sangat ramah investasi,” ungkap Nurdin Abdullah dalam sambutanya, di Balroom Phinisi Hotel Claro, Makassar, Senin (18/3/2019).

Olehnya itu, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu sangat yakin sekali bila daerah di bawah kepemiminan dirinya akan menjadi daerah penghasil produk ekspor terbesar di Indonesia.

“Saya ingin menjadikan Sulsel ini untuk menjadi provinsi yang menghadirkan produk ekspor keluar negeri yang besar terutama untuk produk pertanian,” jelasnya.

Diketahui, dalam waktu dua bulan terakhir ini Sulsel dibahawah koordinasinya dengan menteri pertanian, Sulsel sudah terbilang dua kali melakukan ekspor hasil pertanian di berbagai mancanegara.

Orang nomor satu di Sulsel ini, tidak tangung-tangung kepedulianya untuk dunia usaha, olehnya itu Nurdin Abdullah menyampaikan kepada Apindo dan Pelindo bahwa pemerintahan di bawah kepemimpinan dirinya dengan Andi Sudirman Sulaiman sudah serba mudah bagi dunia usaha.

“Kalau timur mau maju, harus mulai dari Sulsel, karena Sulsel ini dari dulu disandang sebagai gerbang Indonesia bagian timur,” katanya.

Olehnya itu lanjut Nurdin Abdullah, Apindo ingin mendengar apa kebijakan pemerintah yang memihak kepada dunia usaha.

“Jangan pengusaha yang mengemis sama pemerintah, tapi pemerintah harus hadir untuk menyediakan itu. Sekarang kita akan berkelaburasi baik dunia usaha, pendidikan maupun dengan pemerintah Sulsel,” pungkasnya.

(agn)

14 Caleg Muda Parepare Berkomitmen Memperjuangkan Aspirasi Anak Muda di Parlemen

ZonaMakassar.Com, Parepare – Ditengah hiruk pikuk perebutan suara rakyat yang tinggal menghitung hari jelang Pemilu 2019. Sejumlah anak muda calon anggota DPRD Parepare mengadakan gebrakan berbeda dalam meraih suara rakyat khususnya di kalangan anak muda.(15/03/2019).

Bertempat di warkop KOSE (WARKOP anak muda) caleg muda melakukan pertemuan diskusi politik dengan tema Stop politik uang dan komitmen memperjuangkan aspirasi anak muda di parlemen.

Dalam diskusi ini melahirkan beberapa kesepakatan. Diantaranya sosialisasikan pemilih pemula atau anak muda untuk menggunakan hak pilihnya memilih caleg muda yang konsen pada perjuangan aspirasi anak muda.

“Ini bukan membandingkan tua muda. Namun kami caleg muda dulu adalah sebagian para pelaku jadi kami sangat tau persis tantangan dan perjuangan aspirasi anak muda”. ujar Erwin caleg muda Partai Nasdem.

Sementara itu H.Jean dari Gerindra juga menekankan pentingnya proteksi dari Panwaslu dalam menindak caleg yang ingin bermain politik tranksaksional.

Adapun Beth sebagai caleg muda dari partai Berkarya berkomitmen untuk berbuat kongkrit bahu membahu dengan caleg muda lainnya yang akan terpilih nantinya, bersama sama berjuang mewujudkan aspirasi dari kalangan milineal.

Dalam acara “NGOPI” ini di hadiri ketua KPU Panwaslu, tokoh pemuda dan masyarakat.

Diakhir kegiatan 14 caleg muda ini menandatangani gerakan dan komitmen moral dengan harapan siapapun yang terpilih nantinya konsisten dan komit dengan perjuangan ini.

14 calon anggota legislatif dari kalangan anak muda yang tanda tangan komitmen bersama :

1. H.Jean Ahmad (GERINDRA)

2. A.Surya Cipta (BERKARYA)

3. Ervina rasyid (GOLKAR)

4. Irfan NH/ipjo (PSI)

5. A.Aswar Jauhari (NASDEM)

6. Devi Anggraeni (PSI)

7. Supriyadi/Beth (BERKARYA)

8. Erwin (NASDEM)

9. Rully (PDIP)

10. SAPPE (PBB)

11. Miswar (PAN)

12. Asmin Muslimin (GERINDRA)

13. Hj.Fitri (PDIP)

14. H.Tasming H (Nasdem)

(JUL)

Gubernur Sulsel Perkenalkan “Green Highland” Barru

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi ke-59 Kabupaten Barru di Barru, Rabu (20/2). (Foto istimewa)

ZonaMakassar.Com, Barru – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah memperkenalkan “Green Highland” yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru, Sulsel.

“Green Highland ini menawarkan pemandangan eksotis dengan padang rumput yang luas,” kata Nurdin yang menghadiri Hari Jadi Kabupaten Barru, Rabu.

Dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl), menurut Nurdin, Green Highland yang berlokasi di Lappa Loana Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja itu

Selain keindahan pemandangan alam, tempat itu juga dilengkapi wahana `flying fox` sepanjang 2.770 meter dan gazebo serta kawasan wisata ini juga sering dijadikan sebagai lokasi `camping ground, mountain bike, dan uno stone`.

Menurut gubernur, keberadaan sejumlah fasilitas itu memberikan pilihan bagi wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan objek wisata itu. “Sebuah daerah yang cukup sejuk, banyak potensi yang bisa dikembangkan,” kata Nurdin.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur terus digenjot, di antaranya Pelabuhan Garongkong yang dapat menjadi jantung percepatan pembangunan, apalagi posisi Barru sebagai wilayah perlintasan akan mendukung pariwisata dan dunia usaha.

“Inilah salah satu alasan meletakkan rest area di Kabupaten Barru karena sepanjang 84 Km kawasan pantai Barru juga cantik. Untuk itu dunia usaha didorong untuk membangun di Barru agar di daerah ini bisa muncul usahawan-usahawan baru,” harap Nurdin.

Di hadapan warga Barru, Nurdin mengakui dirinya memiliki kedekatan dengan daerah ini. “Jujur saya ini KKN di daerah Wiringtasi, saya punya hutang budi untuk Kabupaten Barru dan kebetulan kakek laki-laki dari ibu saya orang Nepo, Barru,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Sementara itu Bupati Barru Suardi Saleh mengatakan kekayaan potensi alam yang ada di Kabupaten Barru dapat menjadi daerah terkemuka di Sulsel.

Suardi menambahkan dengan semangat “Yasseberrui” akan menghadirkan pembangunan yang luar biasa dan karya yang baik yang untuk menjadi warisan kepada generasi yang akan datang. “Melalui peringatan hari jadi Kabupaten Barru ini, kita membangun formula dengan memperhatikan nilai kekinian tanpa melupakan masa lalu,” sebut Suardi.

Ia juga mengapresiasi penunjukkan Kabupaten Barru sebagai lokasi pembangunan rest area dan pembangunan jalan poros Takkalasi-Soppeng yang telah lama ditetapkan sebagai jalan provinsi Sulsel. “Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas pengalokasian berbagai bantuan di Barru,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Suardi memaparkan program dan capaian hasil pembangunan di Barru, di antaranya pendapatan perkapita sebesar Rp34,47 juta pada tahun 2017 menjadi Rp37,14 per kapita tahun 2018, sementara indeks pembangunan manusia meningkat dari 69,56 tahun 2017 menjadi 69,73 tahun 2018.(*)