Prihatin Balita Dianiaya Pacar Ibunya, Polwan Polsek Panakkukang Jenguk Korban

Zonamakassar.com, Makassar – Balita korban pemukulan dan penganiyayaan yang dilakukan oleh pacar ibu korban kini menjadi sorotan dan belas kasih oleh semua kalangan masyarakat kota makassar.

Salah satunya dari polwan (polisi wanita) Polsek Panakkukang dan TP2A kota Makassar, GY yang kini dirawat di RS Bhayangkara sehak selasa malam kemarin kini terlihat mulai membaik.

Didampingi ibunya Satriani (18), GY terlihat asik bermain dengan mainan barunya yang diberikan oleh Polwan yang bertugas di Polsek Panakukkang Polrestabes Makassar.

Sebelumnya, Balita yang masih berumur 14 bulan tersebut dianiaya oleh pacar ibunya karena kerap menangis yang tak henti-henti sehingga membuat Reyhan (21) pacar ibunya memukul hingga GY mengalami luka yang cukup serius di muka dan badanya.

Aipda Marwah polwan yang menjenguk GY mengatakan jika dirinya merasa kasihan menlihat balita yang tak berdosa do aniaya oleh seorang pria dewasa yang kelak akan menjadi ayah tirinya jika sudah menikah dengan Satriani yang tak lain ibu GY.

“saya prihatin dengan balita tersebut karena sungguh tega pria dewasa menganiaya anak balita yang tak berdosa hingga babak belur gara-gara tidak suka mendengar tangisan anak bayi”. ucap Marwah.

Marwah menambahkan, ia bersama tim TP2A kota Makassar mendatangi RS Bhayangkara untuk melihat kondisi GY yang kini dirawat intensif karena luka yang di alaminya.

Kini Reyhan pelaku pemukulan yang juga pacar ibu korban menjalani pemeriksaan di Polsek Panakukkang dan diancam dengan pasal 80 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Seorang Juru Parkir Tewas di Panah Sekelompok Pemuda

Zonamakassar.com, Makassar – Pria bertato tengkorak bersayap, khas salah satu band aliran metal ternama asal Amerika Serikat ini, tewas mengenaskan.

Namanya Ramadhan, 27 tahun. Dia merupakan warga Jalan Tidung III, Makassar, dan beprofesi sebagai tukang parkir.

Maksud hati ingin menegur empat orang pengendara motor bersuara bising, seorang pria di Makassar justru jadi korban.

Dia diserang menggunakan anak panah saat hendak menegur empat pengendara motor bersuara bising, yang melintas di depannya di Jalan Tamalate 1, Minggu (7/2/2021) pukul 07.45 WITA.

“Tidak lama, ada sekelompok pemuda bersepeda motor dan berboncengan, mendatangi korban dan melepaskan anak panah ke arah korban,” kata Kasubbag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Supriadi Idrus.

Nahas, anak panah itu pun akhirnya tertancap di dada kiri. Tak cukup satu, kawanan pemuda itu juga lagi-lagi melepaskan anak panah ke punggung kiri Ramadhan.

Saat itu pun korban terjatuh dari motornya. Dia meringis kesakitan. Senjata tajam yang terbuat dari paku besi itu membuatnya lemah tak berdaya di atas aspal.

Sementara sekelompok pemuda tadi, kabur meninggalkan korban yang tergeletak di jalan. Beruntung ada warga dan teman korban yang datang membawanya ke rumah sakit.

“Pukul 08.24 WITA, korban dibawa ke RS Grestelina untuk mencabut anak panah itu. Namun tak berselang lama, korban pun meninggal dunia,” tambah Kompol Supriadi.

Aparat kepolisian kini masih meminta keterangan teman korban dan saksi di lokasi kejadian. Sementara pelaku masih dalam pengejaran aparat. (Ishak)

2 Mucikari Prostitusi Online di Makassar Ditetapkan Tersangka

Zonamakassar.com, Makassar – Penyidik Polrestabes Makassar menetapkan MK (18) dan AM (17) sebagai tersangka kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur, Kamis (4/2/2021).

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady Idrus mengatakan, MK dan AM merupakan dua remaja yang ikut diamankan oleh tim Penikam Polrestabes Makassar di Jalan Cenderawasih, Rabu (3/2/2021) dini hari.

Mereka diduga menjadi mucikari yang menawarkan anak di bawah umur yang berstatus pelajar SMP.

“Sudah ada dua tersangka kemudian tiga korban, semuanya perempuan. Jadi yang tersangka inisial MK (18), AM (17) laki-laki semua,” kata Supriady melalui telepon, Kamis sore.

Supriady mengatakan, kedua pemuda itu baru terlibat dalam dunia prostitusi sejak bulan Februari.

Awalnya, dia menjajakan korbannya pada tanggal 2 Februari 2021.

Kepada penyidik, para pelaku mengaku menjajakan korbannya melalui aplikasi pesan MiChat.

Usia korbannya bekisar 14 hingga 15 tahun. Korban sendiri berkenalan dengan dua muncikari ini melalui media sosial Facebook

“Korban diiming-imingi Rp 300.000-500.000 setiap kali kencan,” ujar dia.

Para tersangka, kata Supriady, disangkakan Pasal 81 ayat 2 juncto Pasal 76D UU RI Nomor 17 tahun 2016 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar.

Polisi, kata Supriady, saat ini masih mengejar satu pelaku yang diduga ikut terlibat dalam kasus dugaan prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur ini.

Sebar Video Asusila Pacarnya, Polres Parepare Langsung Tahan Tersangka

Zonamakassar.com, Parepare -Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare, kembali merilis kasus dugaan persetubuhan dan penyebaran video asusila, terhadap anak di bawah umur. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan dan penyidikan, serta menyeret inisial (FH) umur 17 sebagai pelaku yang di ancam pasal berlapis, rabu (11/11/20).

Hal tersebut di ungkapkan Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, korban yang merupakan pacarnya berinisial inisial (WA) umur 15, telah di setubuhi sebanyak empat kali. Tak hanya persetubuhan, pelaku inisial (FH) juga akan di ancam pelanggaran UU ITE, karena telah menyebarkan video pacar tanpa busana yang di rekam saat melakukan video call melalui pesan whatshaap (WA).

Lanjut Iptu Asian Sihombing menjelaskan, video ini, ternyata viral pada tanggal 7 November dan orang tua korban keberatan, serta melaporkan kejadian tersebut. Dalam perkembangan penyelidikan tersebut, semua saksi telah di mintai keterangan terkait kejadian itu.

Dari pengakuan dari tersangka sendiri, bahwa sudah melakukan persetubuhan sebanyak 4 kali kepada korban anak di bawah umur inisial (WA), di mana kejadiannya pada pertengahan Agustus 2020 di salah satu penginapan di Kota Parepare. Selain itu, tersangka juga meminta video asusila dari korban untuk di kirimkan, di mana durasinya yang kami amankan selama kurang lebih 2 menit.

“Alasan dari pelaku menyebarkan video tersebut, karena tidak sengaja di mana menurut pelaku video ini tidak sengaja terkirim ke temannya dan pengakuan korban mengirim video tersebut, karena di minta oleh pacaranya. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, untuk perkembangan kasus dan kemungkinan adanya penambahan tersangka lainnya, “Tutur Iptu Asian Sihombing.

Sedangkan Kanit PPA, Aipda Dewi Natalia Noya menyatakan, Pelaku inisial (FH) kini di amankan di tahanan Polres Parepare, dengan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan tindak pidana ITE yang melanggar kesusilaan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp.5 miliar. Sementara korban saat ini, sudah di tangani oleh teman-teman P2TP2A, dengan bantuan psikolog, untuk menyembuhkan trauma korban. (Sis)

Penjual Kue jadi Korban Begal Payudara, Pelaku di Duga Ojek Daring

Zonamakassar.com, Makassar – Aksi pelecehan atau begal payudara terhadap perempuan penjual kue, terekam kamera CCTV di Jl Teuku Umar 10 Lorong 7, Makassar, Kamis (5/11/2020) pagi.

Dalam rekaman video tersebut, terlihat sang pengendara berseragam ojol melaju dari belakang sang perempuan penjual kue.

Saat sejajar, sang pengendara terlihat mengarahkan tangannya ke area dada perempuan yang meneteng dua skan kue tersebut. Usai melancarkan aksinya, pengendara itu pun tancap gas.

Kasubag Humas Polrestabes Makassar Kompol Supriady mengatakan jajaran Polsek Tallo saat ini telah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP sementara.

“Jadi saya barusan komunikasi dengan teman-teman Polsek Tallo, jajaran telah mendatangi lokasi dan memeriksa beberapa rekaman CCTV di lokasi. Namun, plat nomor pengendara sementara ini belum terlihat jelas,” kata Kompol Suriady Idrus.

lanjut, Kompor supriady selain melakukan olah TKP, jajaran Unit Reskrim Polsek Tallo juga telah mengambil keterangan korban berinisial MR (31).

“Jadi korban sudah dimintai keterangan sementara di sekitar lokasi. Informasi dari korban, orang tersebut tidak kenali karna laki-laki tersebut memakai masker, memakai helm dan pelaku juga memakai jaket ojek online.

Dan pada saat pelaku memegang payudara korban (MR), korban berteriak namun tidak ada yang merespon teriakan korban”, ujar Kompol Supriady Idrus.

Meski telah menggali keterangan sementara dari korban (MR) kata Supriady, pihaknya belum menerima laporan resmi yang diadukan.

“Korbannya belum melapor alasannya masih di Maros. Anggota sementara tunggu di kantor untuk korban melapor secara resmi,” terangnya.

Namun demikian, pihaknya pun mengaku tetap melakukan penyelidikan untuk memburuh pelaku.(*)

Satu Keluarga di Makassar Jadi Korban Pembacokan

Polisi datangi TKP Pembacokan satu keluarga di Jl Barawaja, Kelurahan Karawisi Utara, Kecamatan Panakukkang, Makassar, Jumat (23/10/2020) siang


Zonamakassar.com, Makassar – Seorang pria bernama Daeng Lewa, melakukan pembacokan terhadap istri dan mertuanya dengan sebilah parang di Jalan Barawaja, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/10) siang.

Kasi Humas Polsek Panakkukang, Bripka Ahmad Halim mengatakan, selain membacok istri dan ibu mertuanya, Lewa juga membacok seorang pria yang diduga suami kedua dari mertuanya.

“Benar, telah terjadi insiden penganiayaan terhadap tiga orang sekaligus di Barawaja. Pelaku dan para korban diduga masih ada hubungan keluarga dekat, suami istri dan mertua,” kata Halim kepada kumparan, Jumat (23/10).

Halim menyebut ketiga korban masing-masing bernama Selfi (30), istri pelaku; Salma (60) keluarga pelaku; dan Alimuddin (62) mertua pelaku. Ketiganya kondisinya kritis dan dibawa ke RS Ibnu Sina Makassar.

“Mereka kritis karena luka berat tebasan parang. Mereka ditemukan tergeletak dan bersimbah darah di pinggir jalan,” ucapnya.

Halim mengatakan berdasarkan Anggi, salah satu kemenakan pelaku, awalnya mendengar suara teriakan. Anggi pada saat itu sempat mencari tahu suara teriakan minta tolong dengan ke luar rumah.

Tapi ketika Anggi membuka pintu, ia melihat Lewa membawa parang berlumuran darah. Anggi ketakutan. Dia langsung terpaksa kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.

“Menurut Anggi, kemenakan korban, ia sempat melihat pelaku membawa parang. Tapi dia tidak berani mendekat dan keluar dari rumah. Setelah pelaku pergi, Anggi ini baru keluar dan melihat para korban sudah tergeletak bersimbah darah,” jelasnya.

Belum diketahui pasti motif pembacokan satu keluarga ini dan pelaku juga sementara dalam pengejaran petugas.

Namun, menurut Halim, berdasarkan keterangan Anggi, Lewa merupakan residivis kasus pembunuhan dan baru saja selesai menjalani hukuman.

Komplotan Pembobol Minimarket Bersenjata Tajam di Makassar Dibekuk

Zonamakassar.com, Makassar – Aksi kawanan pelaku pencurian spesialis pembobolan minimarket di Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir. Polisi menangkap 5 dari 6 orang dari komplotan itu.

“Pada saat ini kami dari unit Reskrim Polsek Panakkukang mengamankan satu orang diduga pelaku pencurian dengan pemberatan, di mana rekan pelaku sebelumnya berjumlah empat orang sudah kami amankan juga,” ucap Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman kepada wartawan, Minggu (11/10/2020).

Iqbal menyebut seorang pelaku lagi saat ini masih dalam pengejaran. Sementara itu, kelima pelaku yang sudah ditangkap itu diamankan dari lokasi yang berbeda.

“Mereka melakukan pembagian tugas, ada yang masuk ke dalam TKP minimarket sedangkan temannya yang lain menunggu di luar atau menjaga lawan,” kata Iqbal.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan sejumlah peralatan untuk membongkar gembok minimarket. Setelah itu, mereka mencuri sejumlah barang dari dalam minimarket serta uang tunai.

“Dalam aksinya pelaku menggunakan senjata tajam kemudian melakukan pembongkaran terhadap minimarket ini gunakan linggis kemudian gemboknya juga dirusak,” tutur Iqbal.

“Pelaku masuk kemudian mengambil uang tunai hasil penjualan selama satu hari kemudian mengambil barang-barang berupa rokok,” imbuh Iqbal.

Kasus ‘Saya mo dulu’ Mahasiswi di Makassar Digilir Sejumlah Pria, 7 Orang Diamankan

Foto: 7 Orang diamankan terkait mahasiswi digilir sejumlah pria di Makassar (Hermawan-detikcom).


Zonamakassar.com, Makassar – Polisi mengamankan 7 orang terkait dugaan pemerkosaan secara bergilir sejumlah pria kepada seorang mahasiswi di Kota Makassar EA (23). 7 Orang yang diamankan tersebut terdiri dari 6 pria dan 1 wanita yang merupakan rekan korban.

“Jadi pada hari ini kami dari Unit Reskrim Polsek Panakkukang sesuai dengan laporan pengaduan tindak pidana pemerkosaan kami mengamankan 7 orang yang terdiri dari 6 orang laki-laki dan 1 orang perempuan yang diduga ada kaitannya dengan tindak pidana ini,” ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Iqbal Usman di kantornya, Jalan Pengayoman, Makassar, Senin (21/9/2020).

Ketujuh orang yang diamankan tersebut ialah SN (21), seorang wanita yang merupakan teman korban, serta 6 pria yakni UF (21), NA (20) IS (23), AF (22), MF (26) dan IB 25.

“Menurut korban sendiri bahwa mereka 7 orang inilah yang bersama-sama dengan korban tiba di TKP dan mengalami tindak pidana asusila ini,” katanya.

Polisi meringkus 7 orang tersebut dari tempat berbeda setelah menerima laporan korban.

“Semalam kami mengamankan dan kami membawa ke Polsek Panakkukang untuk pemeriksaan intensif,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, EA melapor ke polisi jika dirinya telah diperkosa secara bergilir oleh 7 pria usai pulang dari tempat hiburan malam pada Sabtu (19/9) lalu. Saat itu kedua temannya yang menemaninya di tempat hiburan malam mengajak EA untuk menginap sebuah sebuah hotel tempat pemerkosaan terjadi.

“Bersama ini saya menyampaikan kepada Kapolsek Panakkukang, Laporan dugaan terjadinya peristiwa pemerkosaan yang dilakukan oleh sekitar 7 orang berteman,” tulis EA dalam laporannya kepada polisi, Minggu (20/9).

EA menyebut saat hendak pulang dari tempat hiburan malam pada sekitar pukul 01.00 Wita dirinya hendak langsung pulang ke rumah. Namun kedua rekannya yakni SN, memaksa EA untuk menginap di hotel di Kecamatan Panakkukang, Makassar.

“Saat itu saya dalam keadaan mabuk,” ujar keterangan EA kepada polisi.

Dalam keadaan setengah sadar di dalam kamar hotel, korban mendengar seorang pria mengatakan ‘saya mo dulu (saya saja dulu)’. EA pun terbangun dan terkejut seorang laki-laki berada di depannya.

Selanjutnya, laki-laki dimaksud langsung melarikan diri. EA juga sempat melihat sejumlah pria lainnya yang semula di dalam kamar ikut melarikan diri.

10 Mahasiswi UIN Alauddin Makassar Jadi Korban Begal Payudara

Zonamakassar.com, Makassar – Sebanyak 10 orang mahasiswi UIN Alauddin Makassar menjadi korban begal payudara di sebuah gang sempit samping kampus. Polisi kini tengah menyelidiki informasi tersebut.
“Kita belum tahu sudah ada laporan polisinya atau tidak, tapi yang pasti anggota sudah melakukan penyelidikan, sudah ada korban yang kita mintai keterangannya,” ujar Kasubag Gumas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan saat dimintai konfirmasi lewat detik.com Jumat (21/2/2020).
Salah seorang mahasiswi yang menjadi korban begal payudara mengaku mengalami pelecehan seksual saat melintas menggunakan sepeda motor di gang sempit tepat di samping Kampus II UIN Alauddin Makassar di Kelurahan Samata, Somba Opu, Gowa pada Rabu (19/2) malam sekitar pukul 18.30 Wita. Dia mengaku berpapasan dengan seorang pengendara pria di lorong gang.
“Berpapasan dulu (dengan pelaku), sesuai pendengaranku saya merasa dipanggil. Kayak namaku kudengar dia panggil. Saya sempat tidak hiraukan tapi karena berulangkali kukira mi kenalanku,” ujarnya saat ditemui wartawan di Kampus II UIN Alauddin Makassar, Jumat (21/2/2020).
Karena merasa tidak mengenal pelaku, dia lantas mengatakan ‘salah orang’ sehingga pelaku pun berbalik. Saat hendak melanjutkan perjalanannya, dia kembali dihampiri pelaku secara tiba-tiba.
“Mungkin karena merasa sepi, dia balik lagi dia bilangmi ‘kupegang dulu payudarata’, sontak kugas poll motorku sambil histeris tapi dia sempat pegang pundakku, hampir mi napegang,” tuturnya.
Rekannya yang mendapat cerita itu lantas meminta dirinya membuat postingan mengenai insiden begal payudara tersebut. Tak disangka, sejumlah korban lain bermunculan.
“Karena ternyata banyak yang jadi korban, kubikin mi grup khusus, sampe sekarang ada 10 orang yang mengaku jadi korban,” ujarnya.
“Dari 10 orang ini, bermacam-macam, ada yang lagi jalan kaki, naik motor, ada yang sedang menunggu teman di depan pagar rumah kosnya. Intinya kejadiannya di gang itu,” katanya.

Keluarga Tersangka Jambret yang Ditembak Mati di Makassar Menyerang Kantor Polisi

Zonamakassar.com, Makassar –Keluarga tersangka kasus penjambretan yang ditembak mati anggota Polsek Bontoala, menyerang dengan melempari Mapolsek Bontoala saat tengah melintas membawa jenazah Erwin alias Tumbal tersangka Jambret ke pemakaman, Selasa (14/1/2020) siang tadi.
Rencananya jenazah Tumbal yang akan dimakamkan di Kabupaten Maros itu, melintas di Jalan Masjid Raya-Jalan Sunu, tak lama berselang beberapa orang langsung berhenti lalu berteriak yang diikuti dengan lemparan batu yang mengarah ke dalam kantor Mapolsek Bontoala.
Diketahui, peristiwa pelemparan ke Mapolsek Bontoala itu, merupakan buntut dari keluarga yang tak menerima buronan jambret bernama Tumbal harus ditembak mati saat dilakukan penangkapan Senin (13/1/2020) kemarin malam.
Akhirnya pihak kepolisian yang sejak pagi tadi sudah bersiaga di sekitar markas Polsek Bontoala, langsung berupaya menenangkan massa, setelah berhasil meredam emosi keluarga buronan jambret langsung melanjutkan kembali perjalanan untuk mengantarkan jenazah.
Kapolsek Bontoala, Kompol Andriany L mengatakan, bahwa kejadian pelemparan tersebut dilakukan ketika pihak mereka melintas dengan beriring-iringan mengantar jenazah tersangka jambret pada saat melintas di sekitar Polsek lalu tiba-tiba mereka melempar masuk ke dalam Mapolsek.
“iya benar mereka sempat menyerang, jadi pada saat melintas mereka dari sebagian pengantar jenazah melempari halaman depan polsek dan petugas dengan menggunakan batu dan balok serta bambu dan mereka juga merusak beberapa fasilitas jalan seperti lampu jalan dan halte,” kata Kompol Andriany L saat dikonfirmasi oleh LintasTerkini, sesaat setelah kejadian.
Lebih lanjut Kompol Andriany L menambahkan, setelah ditenangkan oleh anggota kepolisian pihak mereka kembali langsung mengantarkan jenazah ke Kabupaten Maros untuk dimakamkan.
“Jadi Anggota sudah siap dan sudah mengantisipasi hal tersebut sehingga kejadian ini tidak berlangsung lama. Setelah itu mereka jalan lagi, dalam kejadian ini tidak ada korban dan tidak ada yang terluka hanya saja beberapa fasilitas jalan dirusak,” tuturnya.
Kendati demikian, hingga berita ini diunggah, personel dari Polrestabes Makassar bersama anggota Polsek Bontoala masih tetap melakukan penjagaan di sekitar Mapolsek Bontoala untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (*)