Danny Fatma Jawab Cerdas Sindiran Lawan Soal Perederan Narkoba di Debat Pilwali Makassar Sesi III

Zonamakassar.com, Makassar – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) paham betul dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Makassar. Sejumlah program yang ditawarkan, saling berkorelasi. Termasuk dalam kasus narkoba.

“Kita punya program berlapis bukan hanya dengan program jagai ana’ta. Penguatan keumatan juga kita perkuat secara eksternal untuk melapis karena ini menyangkut pengaruh. Siapa yang dipengaruhi akan mudah terjerumus,” ucap Danny dalam segmen kedua debat putaran ketiga di Jakarta, pada Jumat 4 Desember 2020.

Pemaparan Danny tersebut mendapat tanggapan dari calon wali kota nomor urut 2, Munafri Arifuddin. Pria yang akrab disapa Appi itu menyebut komitmen penanganan penanggulangan narkoba tak cukup dengan slogan belaka. Perlu bukti nyata yang dapat dijadikan contoh oleh masyarakat.

“Kalau cuma slogan saya kira tak cukup untuk menangani masalah narkoba ini. Tadi pasangan nomor urut satu (Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi) selalu mengarahkan begitu. Lalu bagaimana pasangan nomor urut satu ini menangani kalau ada satu keluarga yang terkena dampak narkoba?,” tanya Appi, sapaan akrabnya.

Menjawab hal tersebut, Danny balik bertanya ke duet Abdul Rahman Bando tersebut. Menurutnya, slogan saja memang tak cukup. Hanya saja membiarkan orang di sekitar kita terlibat penyalahgunaan narkoba tanpa ada tindakan sama sekali jauh lebih memalukan.

“Slogan saja tak cukup. Begitu berulang-ulang dikatakan Pak Appi tadi. Maka kalau begitu kita mulai dari lingkungan kita sendiri. Bagaimana kalau ada orang di lingkungan kampanye kita sendiri saja yang ditemukan secara jelas oleh kepolisian sebagai bagian dari narkoba ini. Bagaimana usaha Anda agar slogan saja tak cukup,” tegas Danny menanyakan komitmen Appi.

“Narkoba ini adalah proses sosial. Ada pengaruh dari lingkungan dan pendidikan. Kami pasangan ADAMA’ telah membuat sistem pencegahan dengan program mitigasi sosial. Pencegahan sebelum terjadi. Kita punya program jagai ana’ta dan smart milenial,” tandas calon walikota berlatar belakang arsitek itu.

Debat pamungkas ini disiarkan langsung INews TV. Tema debat mengusung soal “Kebijakan Covid-19, Komitmen Penanggulangan Narkoba, Perlindungan Anak dan Perempuan serta Penanggulangan Kemiskinan.”

Seperti yang banyak beredar di media sosial, oknum tim pasangan nomor 2 pernah tersangkut kasus narkoba. Bahkan dalam rekaman suaranya yang beredar belum lama ini menyebut sering mengatur pihak kepolisian. (MTK)

IAS dan Suhada Dampingi DILAN di Debat, Ini Kata Mereka

Zonamakassar.com, Makassar – Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Makassar, Dr. Syamsu Rizal-dr Fadli Ananda mengikuti debat ketiga di Gedung Inews, Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020.

Pasangan berakronim DILAN ini didampingi wali kota Makassar 2004-2014, Ilham Arief Sirajuddin dan Ketua PDIP Makassar, Andi Suhada Sappaile.

Ilham hadir di studio mengenakan seragam bercorak kotak-kotak hijau hitam, senada dengan seragam yang dikenakan pasangan nomor urut 3 ini saat debat.

Ilham menegaskan, kehadirannya menemani DILAN pada debat adalah jawaban atas isu dirinya pindah dukungan. “Mudah-mudahan dengan surat pribadi saya ke warga Makassar dan kehadiran saya di debat ini menjadi jawaban bahwa saya bersama DILAN sampai akhir perjuangan,” tegas Ilham di sela-sela arena debat.

Suhada yang hadir dengan kemeja merah mengaku momentum debat ketiga dipastikan memberi tambahan referensi bagi warga Makassar bahwa DILAN pasangan paling tepat memimpin Makassar. “Tidak yang lainnya. DILAN pasangan yang sukses memberi pelajaran demokrasi terbaik. Tidak melakukan kekerasan apalagi money politik. Jadi, di tangan DILAN, Makassar akan jauh lebih Sombere’,” urai Suhada.

Pasangan calon nomor urut 3, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN), menghadapi Debat Publik Jilid III Pilwalkot Makassar 2020 tanpa persiapan khusus. Pasangan doktor dan dokter meyakini materi debat selalu dipaparkan keduanya dalam dalam kampanye.

Pasangan Muhammadiyah-NU ini di debat terakhir Pilwalkot Makassar 2020 akan membahas persoalan yang bertemakan kebijakan Covid-19, komitmen penanganan penanggulangan narkoba, perlindungan terhadap anak, perempuan dan disabilitas, serta penanggulangan kemiskinan. (*)

Repmas Deklarasikan Dukung ADAMA di Pilwali Makassar 2020

Zonamakassar.com, Makassar – Relawan Pengusaha Muda Makassar (REPMAS) mendeklarasikan dukungan kepada pasangan nomor urut 1, Danny-Fatma (ADAMA’) di Pilwali Makassar. Deklarasi dukungan digelar di command Center REPMAS, Sabtu (28/11/2020).

Ketua REPMAS Omar Muhammad Sahar menyebutkan, bahwa alasan dirinya bersama REPMAS menjatuhkan pilihan ke Danny-Fatma karena pasangan nomor urut 1 tersebut mempunyai visi dan misi jelas untuk membangkitkan ekonomi Makassar dalam pandemi covid 19 ini.

“Kapasitas pasangan ADAMA’ ini sudah tidak diragukan lagi. Apa lagi program-programnya yang sebelumnya sudah terbukti. Baik untuk milenial, maupun pengusaha,” jelas mantan Ketua Umum HIPMI Gowa ini.

Sementara itu, Danny Pomanto yang menghadiri acara deklarasi tersebut menyampaikan rasa terima kasihnya atas tambahan dukungan dari REPMAS untuk pasangan ADAMA’.

“Insyaalllah kita kembali akan bangkitkan ekonomi Makassar dalam keadaan pandemi covid 19 ini kedepan. Saya jarang pidato bicara teknis seperti ini, tapi tadi adinda Omar tadi bicara teknis, maka agak keluar sedikit lagi ilmu-ilmu karena disini semua pemilih cerdas,” ucap calon Wali Kota no urut 1 ini.

Pasangan Fatmawati Rusdi ini juga menyampaikan, bahwa dukungan REPMAS menjelang 12 hari pemilihan ini menjadi berkah untuk Danny-Fatma.

“Dukungan dari REPMAS Insya allah kami tidak akan sia-siakan, dan ini menjadi berkah bagi pasangan ADAMA’ bersama masyarakat Kota Makassar,” jelasnya. (*)

Taufan Pawe : Pasangan Irman – Zunnun Miliki Kapasitas Mumpuni

Zonamakassar.com, Makassar – Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Taufan Pawe menegaskan jika pasangan kandidat yang diusung Partai Golkar di Pilwali Makassar paling berkualitas di antara empat kandidat yang ada.

Ia menyebut pasangan Irman Yasin Limpo dan Zunnun Nurdin Halid (None- Zunnun) memiliki kapasitas mumpuni. None adalah birokrat tulen yang memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan. Jangankan Makassar, None sangat paham pemerintahan di Sulsel.

Sedangkan Zunnun kata Taufan, tak perlu diragukan kemampuannya. Zunnun dilahirkan oleh tokoh politik papan atas, Nurdin Halid. Dipastikan kehebatan NH menurun pada sosok Zunnun yang tercatat pernah menjadi aggota DPRD Sulsel itu.

“Kalau mau dibandingkan, Pak None dan Zunnun adalah kandidat paling berkualitas di Pilwali Makassar, Pak None sangat paham pemerintahan, beliau lama terlibat dalam pemerintahan di Sulsel, apalagi ini cuma Makassar, Zunnun apalagi, beliau adalah putra dari tokoh politik hebat, Pak Nurdin Halid,” kata Taufan Pawe saat berbicara dalam rapat konsolidasi Partai Golkar Makassar, Jumat 27 November 2020.

Namun, Taufan heran dengan hasil survey yang selalu menempatkan pasangan None- Zunnun yang selalu terpaut jauh dari pasangan lainnya. Ia menyebutkan jika ada yang salah dalam manajemen pemenangan yang hanya mengandalkan sekelompok orang. Padahal semestinya semua komponen partai harus digerakkan secara maksimal.

“Tapi kita harus akui jika pasangan yang kita usung masih di bawah, kira- kira apa penyebabnya? Tentu manajemen kita yang perlu dibenahi, pemenangan harus dibagi- bagi, jangan didominasi satu kelompok saja, manajemen pemenangan None- Zunnun perlu dibenahi, masih ada 12 hari untuk memaksimalkan pergerakan kita, tak ada kata terlambat,” pinta Taufan Pawe.

Walikota Parepare itu pun meminta kepada semua anggota fraksi Golkar Sulsel dan Makassar untuk menyatukan kekuatan memenangkan None- Zunnun. Taufan pun meminta kepada semua kader Golkar yang hadir dalam rapat konsolidasi itu meneriakan yel- yel, None- Zunnun menang.

Sekadar diketahui Taufan Pawe langsung bergerak cepat melakukan konsolidasi organisasi pasca menerima SK dari DPP Partai Golkar empat hari lalu. Hari ini, Taufan melakukan konsolidasi organisasi di Golkar Makassar dan Golkar Maros.

Dalam kunjungannya kali ini, Taufan Pawe didampingi Sekretaris Golkar Sulsel Andi Marzuki Wadeng, Ketua DPRD Sulsel Ina Kartika Sari, Wakil Ketua Bappilu Lakama Wiayaka, Ketua AMPG Sulsel Rahman Pina, Wakil Ketua Debby Rusdin Abdullah.(*)

Eks Wakil Rektor UNM Sebut DILAN Tunjukkan Karakter Pemimpin Bugis-Makassar

Zonamakassar.com, Makassar — Akademisi dari Universitas Negeri Makassar (UNM), Arifuddin Usman, memuji pelaksanaan Debat Publik Seri II Pilwalkot Makassar 2020 di Jakarta, Selasa (24/11) malam. Debat kali ini lebih menarik, dimana keempat paslon punya waktu lebih lama untuk saling sanggah dalam mengeksplorasi visi misi dan programnya.

Dari keempat paslon, Arifuddin berpendapat DILAN lebih unggul dari tiga rivalnya dalam aspek pendalaman program. Hal itu karena pasangan doktor dan dokter ini benar-benar memanfaatkan setiap waktu untuk memperkenalkan dan mengeksplorasi programnya, meski pada sesi tanggapan dari paslon lain.

“DILAN unggul dalam debat jilid II karena benar-benar mampu mengeksplorasi programnya. Bahkan, saat sesi tanggapan untuk rivalnya, DILAN terkadang mengkomparasikan programnya sebagai rujukan sehingga tentunya menjadi nilai positif untuk mereka. Inti dari debat itu adu gagasan dan program,” kata dia, Rabu (25/11).

Keunggulan DILAN, lanjut mantan Wakil Rektor III UNM itu juga tidak lepas dari penguasaan materi. Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, maupun Dokter Fadli-panggilan karib Fadli Ananda, benar-benar menguasai seluruh materi terkait tema debat meliputi reformasi birokrasi, pelayanan publik, penataan kawasan perkotaan dan ekonomi.

“Ditambah lagi DILAN sangat kompak, saling melengkapi dan berbagi, ya ibarat dwitunggal. Makanya, terlihat mereka paling tenang dan cair,” ucap mantan Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNM itu.

Lebih jauh, Arifuddin menyampaikan ada momen menarik yang dapat menjadi catatan publik dalam debat jilid II. Yang dimaksudnya adalah tatkala Calon Wali Kota Makassar nomor urut 1, Danny Pomanto (DP), mencoba memprovokasi Deng Ical, yang memvonis kader Muhammadiyah itu gagal saat menjabat Plt Wali Kota Makassar.

Deng Ical ternyata sama sekali tidak terprovokasi. Ia malah melontarkan statement yang secara telak menjadi ‘tamparan’ bagi mantan Wali Kota Makassar itu. Deng Ical menganalogikan DP sebagai pemimpin yang suka ‘cuci tangan’ dan jauh dari karakter pemimpin Bugis-Makassar.

“Itu sangat menarik dan memang tepat, bahwa tipikal pemimpin Bugis Makassar itu bertanggung jawab, tidak malah mencari-cari kesalahan orang. Debat semalam sudah menunjukkan karakter Deng Ical maupun DILAN sebagai pemimpin Bugis Makassar yang cerdas dan berani,” tutup dia. (**)

Pengamat : Debat Publik Pilwali Makassar di Nilai Belum Adu Gagasan

Zonamakassar.com, Makassar – Empat pasangan calon (paslon) wali kota-wakil wali Kota Makassar 2020 dinilai belum saling adu gagasan untuk membujuk pemilih pada debat kedua malam tadi. Mereka dianggap lebih banyak saling menjatuhkan dan mencari kesalahan di masa lalu.

“Saya khawatir, ini para kandidat lupa bahwa debat kandidat itu kan gunanya adalah sebagai tempat komunikasi efektif kepada calon pemilih, dengan (pemilih) langsung membandingkan keempatnya,” ujar pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma dikutip detikcom, Rabu (25/11/2020).

Padahal, debat kandidat Paslon Pilwalkot Makassar semestinya difokuskan untuk mengadu gagasan dan visi-misi dalam menyelesaikan persoalan Makassar. Para paslon kemudian dapat memaparkan keunggulan gagasannya dibanding paslon lainnya.

“Nah tadi malam (saat debat) memang saya lihat terjebak dalam situasi yang saling menyalahkan, saling mencari kelemahan, dan seterusnya. Saya hanya menangkap bahwa debat tadi malam itu hanya menjadi ajang untuk men-downgrade, atau mengurangi, atau memberikan image yang kurang baik terhadap kandidat lain dengan menyerang,” katanya.

Menurut Sukri, menjelang hari pencoblosan Pilwalkot Makassar, yang dibutuhkan masyarakat ialah paparan visi-misi dan gagasan yang lebih meyakinkan, sehingga mereka terbujuk untuk memilih paslon dan mendatangi TPS saat pencoblosan nanti.

“Yang diinginkan adalah masyarakat dapat membandingkan, misalnya, contoh terkait reformasi birokrasi, ada paslon bilang kami mau menyelesaikan dengan cara ini, yang lain akan bilang, oke kami justru dengan cara ini,” ungkapnya.

“Tapi ini tidak, justru saling menyalahkan, dulu bagaimana, sekarang bagaimana, yang ini punya SK bagaimana, dan seterusnya. Ini kan tidak menunjukkan sesuatu (yang membujuk). Jadi masyarakat yang melihat mereka tidak dapat apa-apa, dari apa yang mestinya mereka sampaikan,” lanjutnya.

“Saya khawatir, ini para kandidat lupa bahwa debat kandidat itu kan gunanya adalah sebagai tempat komunikasi efektif kepada calon pemilih, dengan (pemilih) langsung membandingkan keempatnya,” ujar pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma, Rabu (25/11/2020).

Dari keseluruhan jalannya debat, Sukri menilai hanya di tema terkait ekonomi para paslon dapat mengadu gagasan dengan cukup baik. Selebihnya, mereka dinilai hanya memaparkan sedikit soal visi-misi dan saling menjatuhkan.

“Kalau kita melihat, sebenarnya apa yang disampaikan oleh keempat pasangan kurang lebih sama, semuanya kan saling mengaminkan, bahwa itu memang betul, bahwa itu yang harus dilakukan, dan seterusnya. Tapi yang ditunggu masyarakat adalah tawaran yang solutif, tawaran yang inovatif, yang kira-kira nanti kalau mereka terpilih, kalau mereka mendapatkan kesempatan menjadi pasangan wali kota-wakil wali kota itu ada sesuatu yang langsung dirasakan masyarakat secara substansial,” jelasnya.

Para paslon Pilwalkot Makassar pada malam tadi dinilai memaparkan visi-misi dan gagasan yang seluruhnya hampir sama, tapi membahasakannya dengan bahasa politik yang berbeda.

“Semua sepakat tentang e-governance, sepakat tentang digitalisasi, semuanya sepakat tentang transparansi dengan memanfaatkan sistem komputerisasi dengan sistem IT misalnya. Terus perbedaannya di mana? Nah komunikasi yang ini yang mestinya didapat oleh masyarakat,” imbuhnya.

Karena lebih banyak fokus saling menjatuhkan, baik Danny-Fatma, Appi-Rahman, Deng Ical-dr Fadli, dan None-Zunnun, keempatnya belum mampu membujuk pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Mereka mencoba menyerang lawan dengan harapan masyarakat melihat sisi jeleknya, sisi yang kurang baik, dan seterusnya. Jadi secara psikologi akan mempengaruhi pemilih untuk beralih, tapi siapa yang mau beralih (pilihannya) dengan melihat seperti itu?,” tuturnya.

“Tadi malam kita tidak melihat hal yang inovatif, hal yang lebih praktis yang bisa dipilih masyarakat. Belum berhasil membujuk, selain itu tadi, mereka hanya mencoba memanfaatkan aspek psikologi politik dengan mencoba men-downgrade, menyerang sisi kelemahan lawan,” pungkasnya.

Kaum Milenial Siap Menangkan Danny – Fatma

Zonamakassar.com, Makassar – Para pemilih milenial atau anak muda di Kota Makassar jumlahnya makin bertambah memberi dukungan dan siap memenangkan pasangan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).

Sebagian dari mereka adalah pendukung dari pasangan calon lainnya. Selebihnya adalah anak muda yang belum menjatuhkan pilihannya ke siapapun selama ini. Termasuk

komunitas Generasi Milenial Makassar (GMM).

“Kami Generasi Milenial Makassar For ADAMA’ menyatakan dukungan ke pasangan Danny-Fatma. Kami siap memenangkan dan menyosialisasikan semboyan satu bukti lebih baik dari seribu janji,” tegas Koordinator GMM For ADAMA’, Fadlan Jaya, Kamis (19/11/2020).

Salah satu yang jadi alasan mereka mengalihkan dukungan ke paslon nomor urut satu itu adalah kinerja. Danny-Fatma dianggap pasangan paling ideal dan sudah memberi bukti nyata.

Danny dengan pengalaman dan inovasinya selama menjabat sebagai Wali Kota Makassar periode 2014-2019 silam. Sementara Fatma menjadi representasi atau perwakilan kaum perempuan dalam kontestasi lima tahunan itu.

Menurut Fadlan, beberapa rekannya telah melakukan crosscheck terlebih dahulu, mencari siapa kandidat terbaik untuk memimpin Kota Makassar selama lima tahun ke depan. Dan hasilnya, jatuh kepada pasangan Danny-Fatma.

“Kami generasi milenial sempat gelisah dan berpikir bagaimana caranya menentukan pilihan pada kandidat yang punya pengalaman dan kinerja yang baik. Kami lalu mencari tahu semua kebenarannya. Ternyata Danny-Fatma punya program khusus bagi kami (generasi milenial), yaitu smart milenial. Ini menandakan bahwa Danny-Fatma adalah calon pemimpin yang ideal sebab mampu merangkum semua kalangan termasuk anak-anak muda,” beber Fadlan.

Keputusan untuk mengalihkan dukungan tersebut, katanya, juga diperkuat oleh informasi dari berbagai media massa mengenai kinerja Danny-Fatma. Para orang tua di lingkungan mereka telah menceritakan bagaimana kesuksesan Danny saat memimpin Kota Makassar.

“Ternyata selama ini kita telah salah menilai. Waktu umur kita masih kecil, ternyata Bapak Danny Pomanto sudah sukses membangun Makassar. Kami tumbuh besar dalam tujuh tahun terakhir berkat salah satu program Bapak Danny Pomanto, seperti jagai anak ta’,” ujar Fadlan.

Menurutnya, keputusan untuk mengalihkan dukungan tersebut sudah bulat. Bahkan, GMM For ADAMA’ telah menyiapkan acara deklarasi dukungan dalam waktu dekat ini. Waktunya menunggu struktur kepengurusan mereka rampung.

“Tunggu dalam beberapa hari kedepan kita akan deklarasi, sekaligus kita akan merekrut para milenial yang belum menentukan sikap. Sambil kita memantapkan struktur,” demikian Fadlan.

Sebelumnya, ada beberapa komunitas milenial yang terlebih dahulu mendeklarasikan dukungannya. Seperti Generasi Milenial ADAMA’, Milenial ADAMA’, dan beberapa komunitas lainnya.

Koordinator Milenial ADAMA’, Abd Muis mengatakan, semenjak komunitasnya mengarahkan dukungan, pihaknya intens menyosialisasikan program-program Danny-Fatma. Terutama yang terkait milenial. Mulai tentang beasiswa, skil training gratis, hingga program lainnya yang pro-milenial. (jun)

Tim Danny Fatma Siap Debat di Jakarta atau Makassar: Tetap Dingin dan Tenang

Zonamakassar.com, Makassar – Tim Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) tak masalah dengan lokasi debat Pilwalkot Makassar yang telah ditetapkan KPU. Baik diselenggarakan di Makassar atau di Jakarta, Tim Danny-Fatma meminta semua pendukung Paslon tetap tenang dan berkepala dingin.

“Pada dasarnya sejak informasi resmi dari KPU bahwa 2 kali debat di Jakarta dan 1 kali di Makassar kami setuju, kami ikut keputusan KPU sebagai penyelenggara,” ujar Juru Bicara Tim Danny-Fatma, Indira Mulyarasi, dikutip detikcom, Selasa (17/11/2020).

Diketahui, KPU Makassar tetap merencanakan debat kedua Pilwalkot Makassar di Jakarta dan debat ketiga di Makassar. Indira berharap pelaksanaan debat di Makassar nantinya berjalan kondusif dengan pengamanan yang ketat.

“Semua tim kandidat tetap tenang, berkepala dingin dan tidak mudah terpancing,” katanya.

Terkait adanya insiden penusukan pendukung salah satu pasangan calon, Indira berharap KPU Makassar untuk lebih memperketat pengamanan dengan berkoordinasi ke pihak keamanan.

“Diharapkan pengamanan lebih ketat lagi dan setiap kandidat bisa memberikan himbauan kepada semua pendukung untuk tetap tenang, baik yang di Makassar,” imbuhnya.

KPU Makassar tetap pada rencana awal, melaksanakan debat kedua Pilwalkot Makassar di Jakarta. Terlebih, KPU mengaku telah menerima masukan dari Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana agar debat kedua Pilwalkot Makassar digelar di luar Makassar karena faktor kerawanan.

“Pak Kapolrestabes dalam pernyataan akhirnya tadi mengatakan, merekomendasikan kepada penyelenggara Pilwalkot, KPU Kota Makassar agar debat tahap II dilaksanakan di luar Makassar,” kata Komisioner KPU Kota Makasar Endang Sari, Senin (16/11).

Dari pertemuan itu, Endang menyebut ada beberapa poin yang disampaikan oleh kepolisian terkait rekomendasi pelaksanaan debat II di luar Makassar. Alasan pertama adalah soal pelaksanaan protokol kesehatan COVID-19.

“Makassar masih sangat rawan penularan COVID-19. Kita masih di tengah situasi itu dan ada maklumat Kapolri yang harus ditegakkan. Pencegahan kerumunan orang. Dari pengalaman dilihat di lapangan masih ada potensi terjadinya kerumunan di Makassar besar sekali,” terangnya.

Dimas Adiputra Yakin DILAN Mampu Ciptakan Pemerintahan yang Efektif

Zonamakassar.com, Makassar — Mantan Calon Legislatif (Caleg) PKB, H Dimas Adiputra, siap habis-habisan memenangkan pasangan calon nomor urut 3 di Pilwalkot Makassar, Syamsu Rizal-Fadli Ananda (DILAN). Langkah Dimas, selain karena memang suka dengan karakter dan program DILAN, juga dimaksudkan untuk melanjutkan perjuangan sang ayah.

Dimas merupakan putra almrahum Aris Muhammadia, Ketua PKB Makassar sekaligus mantan Wakil Bupati Soppeng. Aris meninggal dunia pada medio Agustus, yang artinya almarhum kala itu disibukkan dengan kegiatan konsolidasi untuk pemenangan pasangan doktor dan dokter ini.

“Satu dari sekian banyak alasan dan pertimbangan saya berada dalam barisan pemenangan DILAN, itu karena saya ingin melanjutkan perjuangan almarhum bapak (Aris Muhammadia). Almarhum semasa hidup diberi amanah memenangkan DILAN dan itulah yang juga akam saya perjuangkan,” ujar Dimas, Senin (16/11).

Lebih lanjut, Dimas mengaku suka DILAN karena karakter kepemimpinan dan latar belakang Bakal paslon ini yang tidak perlu diragukan. DILAN merupakan sosok religius yang menjadi representasi dua organisasi besar Islam yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU).

Karakter Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal, dan Dokter Pade-panggilan karib Fadli Ananda, di mata Dimas merupakan sosok pemimpin sombere’ dan bersih. Mereka diyakini mampu menciptakan pemerintahan efektif karena merupakan tipikal figur yang memimpin dengan hati.

“Hanya orang yang mampu memimpin dengan hati yang bisa menciptakan pemerintahan efektif dan damai. Hal tersebut tidak lepas karena karakter sombere’ dan itu hanya ada pada Dilan,” ucap Amin.

Sudah saatnya Makassar kembali berjaya, seperti di era kepemimpinan Daeng Patompo dan Ilham Arief Sirajuddin. Untuk itu, ia menyebut dibutuhkan pemimpin sombere’ seperti DILAN. Bukan pemimpin yang merusak tatanan masyarakat dan mengkotak-kotakkan warganya sendiri.

Kata Dimas, Makassar tidaklah membutuhkan pemimpin yang terlampau percaya diri dan menganggap dirinya sangat cerdas. Hal itu membuat pemimpin itu lupa dengan jasa orang yang membesarkannya dan kurang tahu mappakatabe yang menjadi ciri khas warga Bugis-Makassar.

“Jangan sampai kita dipimpin oleh figur yang malah mengobrak-abrik dan merusak tatanan pemerintahan, termasuk sistem karir ASN. Kita juga tidak mau dipimpin oleh figur yang bisanya hanya mengkotak-kotakkan masyarakt dan ormas,” tutupnya.

DILAN sendiri sudah mempersiapkan sejumlah program di bidang keagamaan yang tertuang dalam program Makassar Bahagia, Beradab dan Religius (Mabaji). Di antaranya menggelar lomba dan penghargaan sebagai upaya memakmurkan tempat-tempat ibadah. Selain itu, Dilan juga mencanangkan Gerakan Peduli Umat (Masagena Na Malabo). (*)

Partai Bulan Bintang Makassar Satukan Dukungan Menangkan Danny-Fatma

Zonamakassar.com, Makassar – Pengurus dan organisasi sayap Partai Bulan Bintang (PBB) Makassar merapatkan barisan jelang pencoblosan di Pilkada Makassar. Mereka menyatukan komitmen untuk mengantar pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) memimpin Kota Makassar.

Partai besutan Yusril Ihza Mahendra itu menggelar konsolidasi DPC PBB Kota Makassar bersama PAC dan sayap partai di Jalan Faisal Raya, Sabtu (14/11/2020).

“Hari ini kita konsolidasi untuk lebih menguatkan dan menyatukan kekuatan. Kalau kemarin sebatas sosialisasi, sekarang momennya mempertegas komitmen konstituen untuk memenangkan pasangan nomor urut 1 Danny- Fatma,” kata Aris Asnawi, Sekretaris Bappilu PBB Sulsel.

Aris tidak ingin mengumbar cara-cara PBB dalam memenangkan ADAMA’ (akronim Danny-Fatma). Yang jelas, kata dia, seluruh mesin partai akan bergerak sepenuhnya di seluruh lapisan masyarakat demi memenangkan pencoblosan nanti.

“Perjuangan itu masing-masing ada taktik dan strateginya. Kalau PBB, cepat dan senyap. Kita istiqamah perjuangkan Danny-Fatma. Insya Allah menang,” tutur Aris.

Aris juga mengungkapkan, PBB tidak asal-asalan dalam mendukung kandidat. Dirinya pun membeberkan alasan hingga PBB mantap ingin memenangkan Danny-Fatma. Menurutnya, ADAMA’ adalah solusi untuk pembangunan Kota Makassar.

“Pak Danny sudah wali kota satu periode tentu sangat paham dengan konsep pembangunan. Sementara Bu Fatma 10 tahun Ketua TP PKK dan Bunda PAUD di Sidrap. Persoalan perempuan dan anak, Bu Fatma tentu sudah sangat paham,” urainya.

Dalam konsolidasi ini, deretan sayap partai PBB hadir. Di antaranya Pemuda Bulan Bintang, Wanita Muslimah, dan Brigade Muslimah. Seluruhnya akan turun bergerak menggalang dukungan.

“Insya Allah kita solid. Satu tujuan, kita menang. Momen ini dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh kader. Mari bersungguh-sungguh, bersama-sama, memenangkan Danny-Fatma. Buktikan ketika PBB menjatuhkan pilihan, akan konsisten kepada kandidat yang didukung,” ucap Aris. (jir)