Tidak Berkaitan Giat KPK, Ini klarifikasi Viralnya Video Tiktok Nurdin Halid

Zonamakassar.com, Jakarta – Video Politisi partai Golkar Nurdin Halid goyang tiktok mendadak viral di sosial media.

Video tersebut viral usai penetapan tersangka Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah oleh KPK pada minggu, (28/2/2021) dini hari.

Dalam video berdurasi 10 detik itu, terlihat mantan Ketua DPD Golkar Sulsel tersebut sedang goyang tiktok yang viral beberapa tahun lalu.

Menanggapi itu, Nurdin Halid mengatakan bahwa video tersebut direkam oleh keluarganya di kediaman pribadinya di Jalan Mappala, Makassar pada bulan Maret 2020.

Rekaman tersebut di buat sebagai salah satu rangkaian acara Tasyakuran dan HUT Partai Golkar yang di gelar oleh DPD I Partai Golkar Sulsel di Gedung CCC jalan Metro Tanjung Bunga 8 Maret 2020.

Video tersebut juga diakuinya merupakan pengantar salah satu sesi acara tik tok bareng Ketum DPP Partai Golkar dan rombongan bersama dengan seluruh undangan.

“Video ini sama sekali tidak bermaksud menyindir siapapun. Apalagi berkaitan dengan giat KPK yang lagi viral soal penangkapan pihak-pihak yang diduga terlibat kasus gratifikasi proyek,” kata NH saat dikonfirmasi, Minggu (28/2/2021).

Nurdin juga mengaku tidak tahu menahu penyebab videonya tersebut kembali viral.

“Saya juga tidak tahu menahu tiba-tiba perhari ini video ini lagi viral di Sosmed. Entah maksud apa para netizen mereposting video ini. Tapi sekali lagi, video itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan giat KPK,” urainya.

Olehnya itu, di mohon pemakluman seluruh masyarakat agar dapat menyikapi hal tersebut dengan bijaksana. (*)

Anies = AHOK, Ini kata Buzzer Pembela Ahok di Jagat Dunia Maya

Zonamakassar.com, Makassar – Setiap Jakarta banjir maka Ahok slalu saja trending topik dalam pembicaraan kaum netizen didunia sosial media, meski Ahok sudah tidak lagi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta tapi ketika banjir tiba melanda Jakarta maka Ahok slalu saja disangkutpautkan dengan ibukota Jakarta yang saat ini dijabat oleh gubernur Anies Baswedan.

Meski jaman Ahok Jakarta banjir tapi tidak seheboh ketika banjir dimasa Anies, walaupun cara yang dilakukan Ahok banyak ditentang oleh warga diarea aliran sungai, karena rencananya untuk melakukan normalisasi sungai sebagai solusi mengatasi banjir secara permanen, misalnya saja pembangunan tanggul kampung Pulo, saat ini banyak dipuji warga karena sudah tak kuatir kebanjiran, ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen lewat rilis (22/2/2021).

Banjir yang merendam wilayah DKI Jakarta sejak Jumat menyeret nama mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan hashtag Ahok jadi trending topic teratas di akun Twitter, Minggu (21/2). Video sunatullah air yang dia sampaikan saat kampanye.

Terkait dengan kampanye Anies Baswedan untuk merebut kursi orang nomor satu di Jakarta itu, sebab Anies dalam kampanyenya tentu masih gres dalam ingatan publik, karena Anies Baswedan kampanye bahwa air hujan di seluruh dunia air harus dimasukkan ke dalam tanah.

Makanya ketika hujan turun mengguyur wilayah Jakarta, kampanye Anies Baswedan soal air harus dimasukkan ke dalam tanah, jadi bahan olok-olokan “air langsung datang dan tidak mau melawan sunatullah, air mengantri masuk ke dalam tanah” kritik ini membanjiri lini masa media sosial tak terhindarkan, debat antar pendukung terjadi, itulah sebabnya kenapa netizen pada gondok, “jelas Silaen.

Beda halnya dengan kerja BTP dalam mencegah terjadinya banjir dengan melakukan normalisasi sungai yang ada. Normalisasi sungai yang menjadi program andalan Jokowi- Ahok tersebut tidak dilanjutkan lagi oleh Anies, karena punya program kampanye naturalisasi. Dari air harus dimasukkan ke dalam tanah, terus air harus ditangkap, sekarang ngebacot lagi, air harus ditarik, ini kutipan dari kritik para netizen di sosial media.

Entah apa maksud dari kampanye naturalisasi itu hanya Anies Baswedan sendiri yang tahu maksudnya. “Itulah sebabnya mengapa Jakarta slalu dan tetap banjir karena Anies = AHOK (Anies Hanya Omong Kosong) itulah kalimat yang masuk ke WA ku”. Tutup Silaen.(rls).

Sebuah Desa di Tuban Jadi Kampung Miliarder, Kades: Kita Juga Tidak Nyangka

Zonamakassar.com, Tuban – Sejumlah warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menjadi miliarder baru setelah mendapat kompensasi dari lahan yang dibebaskan untuk pembangunan proyek kilang minyak Tuban.

Sebagian dari mereka membelanjakan uang untuk membeli mobil, bahkan satu kepala keluarga kabarnya bisa beli beberapa kendaraan roda empat sekaligus.

“Memang betul terkait video warga yang ramai-ramai beli mobil baru itu warga desa sini (Desa Sumurgeneng). Kabarnya kemarin datang lagi dari Gresik, kalau tidak salah jumlahnya ada 17,” kata Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, dalam laporan Beritajatim.com, Selasa (16/2/2021).

Menurut keterangan Gihanto, warga yang membeli mobil secara berbarengan merupakan kelompok yang baru mendapatkan kompensasi lahan untuk proyek grass root refinery tahap ketiga.

“Itu memang sama temen-temannya atau kelompoknya itu pencarian yang terakhir yang lewat konsinyasi. Mereka kemudian rencana untuk beli mobil juga bersamaan,” katanya.

Dalam laporan Beritajatim.com disebutkan Desa Sumurgeneng sekarang sudahd ikenal sebagai kampung miliarder baru di Tuban.

Sejumlah warga mendapatkan uang pembesan, rata-rata sebanyak Rp8 miliar.

“Untuk warga asli sini yang paling banyak itu mendapatkan sebesar 26 miliar rupiah. Ini kita juga tidak nyangka (bisa jadi kampung miliarder), karena memang dulunya warga sini itu petani tulen dan ternyata ada pembebasan untuk lahan yang dinilai setelah dinilai apresial yang banyak milik warga Sumurgeneng,” kata Gihanto.

Dalam video viral di media sosial terlihat mobil-mobil baru diangkut dengan menggunakan kendaraan towing dengan pengawalan kepolisian.

Kisah Perjuangan Anak Penjual Ikan, Biayai Kuliah S2 Dari Ojol Hingga Lulus PNS

Zonamakassar.com, Makassar – Jalan berliku harus dihadapi oleh Herman Pelangi, untuk bisa menyelesaikan studi S2 hingga lulus PNS sebagai Guru Agama Islam.

Sebelum lulus CPNS, pria kelahiran Erasa, Kelurahan Pundata baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan kepulauan, 20 Februari 1990 itu bekerja sambilan sebagai pengemudi ojek online untuk membiayai kuliah dan kebutuhan sehari-harinya.

Herman Pelani

Herman begitu panggilan akrabnya menceritakan kisah dirinya bisa selesai program pasca sarjana hingga lulus sebagai abdi negara.

Menurut pria asal Kabupaten Pangkep ini, setiap manusia tentu memiliki keinginan, tetapi terkadang keinginan itu tidak mudah untuk mendapatkannya.

“Apa yang pernah saya alami, mungkin bisa menjadi sepercik motivasi, semangat untuk anak muda di zaman now Sekarang ini,” terang dia.

“Berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi bagi saya yang notabene anak yang tidak punya, sungguh perjuangan yang sangat berat. Tapi, seberat apapun rintangan itu, jika disertai semangat juang akan diraih jua,”sambung buah hati dari Paoda yang berprofesi sebagai penjual ikan dan Hamdana sebagai IRT.

Ia juga menceritakan kisahnya awal kuliah pertama. Ia mengaku selesai S1 di tahun 2014, dengan modal Bismillah dan sedikit nekat.

Kemudian ia mengaku juga mencoba melanjutkan pendidikan pada jenjang S2 Pascasarjana UIN Alauddin Makassar pada tahun 2017 tepatnya bulan Februari.

“Pada saat itu, saya belum memiliki pekerjaan tetap, dan punya angsuran tiap bulan yang musti dibayar. Lalu bayar kost perbulan, dan lainnya,”tuturnya.

Namun, bagi dia adalah semangat yang kuat pantang menyerah dan tak ingin menjadi beban bagi kedua orang tuanya.

“Saya mulai berfikir, pekerjaan apa yang bisa dilakukan sambil kuliah, hingga akhirnya saat itu berfikir untuk mendaftar ojek online. Saya segera mendaftar ojek online dan hari itu pun memulai. Pekerjaan sebagai ojek online cukup membantu, utamanya uang makan dalam sehari tertutupi,”kesan dia.

Kami tahun 2018 tepatnya pada bulan Desember menjadi bulan yang penuh kebahagiaan baginya. Betapa tidak, di bulan tersebut ia membuat orang tuanya menangis karena dirinya bisa mencapai magister tanpa menyusahkan mereka.

Perjuangan Herman untuk berjuang dan membuat kedua orang tuanya tidak sampai di situ. Pada Maret 2019 silam, peluang untuk menjadi abdi negara terbuka. Ia pun memberanikan diri mendaftar.

“Pada Maret 2019 peluang menjadi abdi negara terbuka setelah pemerintah membuka perekrutan CPNS jalur umum. Alhamdulillah, tahun 2019-2020 merupakan tahun berkah bagi saya yang bisa berhasil sampai titik ini,”imbuhnya.

“Pertama mendaftar CPNS dan akhirnya lulus pada jurusan guru agama Islam,”tutup Herman penuh bahagia.

Sumber: Makassar Terkini

Setelah Viral Pulau Lantigian Selayar di Jual, Ini Klarifikasi Pihak Pembeli

Zonamakassar.com, Makassar – Pulau Lantigian sempat menarik perhatian publik setelah viral di Dunia Maya. Pulau yang berada dalam kawasan Taman Nasional Takabonerate ini dikabarkan dijual seharga Rp. 900 juta oleh salah seorang warga setempat.

Asdianti Baso Direktur utama PT Selayar Mandiri Utama membantah akan kabar tersebut. Dalam klarifikasinya kepada media, Asdianti, menegaskan tidak ada jual beli Pulau. Dia menduga ada kesalahan infomasi yang selama ini beredar sehingga menimbulkan polemik.

“Saya selaku pembeli lahan kebun yang terletak di Pulau Lantigian. memang saya membeli Tanah, tapi bukan Pulau, dan tujuan saya adalah untuk membangun Water Bungalows di tempat kelahiran saya yaitu Selayar,” ujarnya Rabu (03/02/2021).

Asdianti mengungkapkan mengenai berita yang sekarang lagi on the news today and everywhere.

Lantigian sendiri terletak agak jauh dari dermaga, namun jika menggunakan speed booth memakan waktu sekira 90 menit namun jika menggunakan kapal ikan sekira 4 jam jika pulang pergi memakan waktu 8 jam.

Lantigian adalah Pulau yang tak berpenghuni saat ini karena tidak adanya air tawar dan listrik yang memungkinkan penduduk tinggal disana.

Melihat kondisi tersebut Asdianti yang selama 21 tahun stay di Pulau Bali dan bersuamikan pria asal Itali merasa terpanggil untuk mengembangkan pariwisata tanah kelahirannya. Ia pun memantau potensi pulau yang bisa dia bangun resort (bungalows) akhirnya mentok pada Pulau Lantigian yang masuk dalam zona pemanfaan, artinya lokasi pulau tersebut dapat dikelola untuk oleh masyarakat atau investor yang ingin mengembangkan sekaligus merawat Pulau tersebut.

Dian membeli lahan tersebut karena ada dasar surat kepemilikan dan didukung oleh Balai Taman Nasional Takabonerate namun belakangan dirinya dia digugat dengan mengadukan masalah tersebut pada PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara ).

“Ini ada apa? kok tiba-tiba berubah, tentunya jadi pertanyaan bagi saya. Untuk itulah saya mengadukan masalah ini ke PTUN, saya ikutin arusnya akhirnya saya menang di PTUN, timbullah statement yang menyudutkan saya di sejumlah media bahkan sampai ke Mapolda Sulsel kalau saya membeli Pulau padahal tidak seperti itu faktanya,” jelasnya.

Faktanya juga dari hasil kemenangan ini dalam menggugat, maka terbitlah izin lokasi, izin pertimbangan teknis, izin usaha, dan izin prinsip atas nama perusahaan Asdianti Baso yakni PT Selayar Mandiri Utama namun belum bisa membangun karena saya harus izin ke Kementrian Lingkungan Hidup untuk izin Amdal sambil menunggu sertifikat agar segera keluar izin membangun dari pihak perizinan.

“Saya kira ini niat baik saya untuk membangun Selayar, namun saya pernah meminta untuk menerbitkan Izin membangun Sarana Pariwisata Alam bulan Juni 2020 dan meminta pertimbangan teknis sejak dua tahun lalu untuk tanah saya di Area Latoundu Besar pada tahun 2017 namun lagi-lagi ditolak BPN untuk mengeluarkan sertifikat entah apa sebabnya,salah satunya karena berada didalam kawasa,” papar dia.

Diketahui juga sebelum ia membeli lahan, dia sudah pernah ke Balai Taman Nasional Taka Bonerate di tahun 2017 untuk berkonsultasi dimana Pihak Balai sendiri menyarankan untuk membangun pada Zona Pemanfaatan, karena di dalam Kawasan terdapat zona-zona yang berbeda. zona inti yang tidak bisa dibangun sama sekali.

“Karena pihak balai waktu itu menyarankan Lantigian, Pulau Belang belang dan Pulau lain tapi saya tertarik hanya Lantigian dan Latondu Besar,” paparnya.

Tapi kembali Asdianti selaku calon investor menimpali kalau misalnya pembangunan bakal merusak ekosistem laut lantas mengapa masuk dalam kawasan zona pemanfaatan?

“Saya bukan mau merusak di sana, tapi mengembangkan, dimana pelanggarannya? saya ingin membangun pariwisata Selayar agar dilirik dunia seperti Bali, saya tidak akan merusak lingkungan, justru merawat lingkungan, kita pelihara semua habitat di sekelilingnya. Dan memperindah yah seperti Ohen Resort yang ada di Selayar punya orang Jerman yang tinggal di Selayar itu dia rawat semua terumbu karang dan ikan ikan di sana. Dan ini yang menarik wisatawan nantinya,” pungkasnya.

Dia menjelaskan jika luas pulau tersebut sekitar 7 Hektar, sedang luas lahan yang dia beli diatas lahan tersebut sekitar 4 Hektar, sisanya dimanfaatkan dan kelola oleh masyarakat. (*)

Negara Paling Fanatis Sepakbola Tanpa Kompetisi

Zonamakassar.com, – “Membayangkan negara paling fanatis sepakbola, tapi tak memiliki kompetisi sepakbola”.

Kalimat itu begitu viral. Mampir di akun-akun media sosial kita. Menggelitik perasaan. Sebab memang begitulah adanya.

Kita sedang berada di negara yang sangat menggilai sepakbola, negara yang selalu jadi incaran sebagai pasar dari industri olahraga ini di level dunia, namun tak mampu memutar liganya sendiri.

Para pemain gundah. Termasuk para pemain asing yang begitu gamang. Ada yang sudah kabur duluan karena tak tahan dengan situasi ini.

Para suporter juga kehilangan tontonan. Kebanggaan dan euforia yang selalu bisa menjadi penawar lelah bekerja, saat ini tak ada lagi.

Ya, 7 bulan lalu tepatnya setelah digulir selama tiga pekan Liga 1 Shopee kompetisi dihentikan. Di bulan Oktober, PSSI ingin melanjutkan akan tetapi pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin dengan alasan pandemi Covid-19 dan menunggu pilkada serentak selesai.

Januari adalah waktu yang telah disepakati untuk melanjutkan kompetisi Liga 1. Akan tetapi, lagi-lagi pihak kepolisian belum memberikan rekomendasi lanjutan liga ini dengan alasan kurang lebih sama; Covid-19.

Padahal, kelanjutan Liga 1 ini digelar dengan tujuan untuk kepentingan tim nasional sepakbola Indonesia. Belum lagi jika bicara soal banyaknya dapur keluarga yang bisa terbantu. Sama halnya dengan pagelaran pilkada yang telah usai bertujuan untuk kepentingan nasional, meski menyisahkan klaster baru penyebaran Covid-19.

Entah apa yang membuat para pemangku kebijakan itu masih bertahan dengan sikapnya. Padahal di luar negeri, di negara yang Covid-19 juga mendera dan bahkan lebih parah, liga bisa digelar. Tentu saja dengan protokoler kesehatan yang ketat.

“Membayangkan negara paling fanatis sepakbola, tapi tak memiliki kompetisi sepakbola”.

Baca sekali lagi kalimat itu. Lalu menangislah jika memang itu bisa membantu. Atau sekalian terbahak-bahak, menertawai kondisi yang memang tampak lucu ini.

Entah sampai kapan rindu akan dipertemukan. Apakah harus menunggu sampai pandemi ini berakhir? Rasanya tidak sanggup membayangkan.

Penulis : Sadakati Sukma (Sekretaris Jendral Red Gank)

Sekretaris DPW Nasdem Sulsel Pimpin Distribusi Bantuan ke Sulbar

Zonamakassar.com, Pinrang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulawesi Selatan, kini bergerak menyalurkan Bantuan kepada korban gempa bumi di Majene dan Mamuju, Provinsi Sulbar.

Tim Relawan Nasdem Peduli ini dilepas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H Syaharuddin Alrif didampingi oleh DPD Partai Nasdem Kabupaten Pinrang, Faisal. Bahkan, Syaharuddin Alrif sendiri memimpin distribusi logistik ini.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, H Syaharuddin Alrif mengatakan, hari ini seluruh DPW Partai Nasdem seperti Selawesi Tengah, Gorontalo Sulawesi Utara bersatu terjun langsung salurkan Bantuan untuk warga Sulbar.

“Hari ini, kita ditunggu oleh teman-teman Nasdem yamg telah membentuk Posko Relawan di Sulbar,” kata Syaharuddin Alrif.

Bantuan yabg salurkan sesuai dengan kebutuhan Warga yang tertimpa Musibah Gempa seperti Tenda, Selimut, Susu, Lampu, Baterai dan Makanan. (asp/ajp)

Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun.. Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Zonamakassar.com, Makassar -Innalillahi wa inna ilahi rajiun. Al-Baqau lillah wahdah..Kabar duka kembali menyelimuti umat Islam Tanah Air.

Pendakwah Syekh Ali Jaber meninggal dunia.

Kabar duka ini disampaikan oleh Yusuf Mansur melalui akun Instagram resminya, Kamis, (14/1/2021).

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun, kita semua berduka, Indonesia Berduka, Syekh Ali Berpulang ke Rahmatullah jam 8.30 pagi tadi di RS Yarsi.” tulisnya.

Syekh Ali Jaber sempat dinyatakan Positif Covid-19 akhir Desember 2020.(*)

Menanti Kapolri Baru, Jenderal Polisi pilihan Presiden Jokowi

Zonamakassar.com, Makassar – Kapolri jenderal Idham Azis sebentar lagi akan memasuki usia pensiun. Informasi yang beredar dari istana mengatakan bahwa presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi nama kandidat kuat pengganti jenderal polisi Idham Azis.

Presiden Jokowi sebagai penentu dan punya hak prerogatif dalam mengangkat Kapolri baru, tentu sosok yang dapat bekerjasama serta tegak lurus terhadap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam penegakan hukum tanpa diskriminatif. Penegakan hukum harus jadi panglima diera demokrasi seperti saat ini, “ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada Zonamakassar.com (8/1/2021).

Pengganti Kapolri jenderal Idham Azis yang akan segera memasuki pensiun ini sangat ditunggu oleh pemangku kepentingan rakyat Indonesia. Kapolri memang bukan segala- galanya tapi setidaknya kebijakan Kapolri menjadi sosok pelaksana kebijakan pemerintah, itu sebabnya roll model dan style tersendiri dari masing- masing orang sebagai ciri khas, karakter yang dimiliki oleh sosok Kapolri, “ungkap alumni Lemhanas pemuda 2009 itu di Jakarta (8/1).

Tak ada manusia yang sempurna bak malaikat. Selama masih manusia tentu saja punya sisi kelemahan. Semoga kelemahan tersebut bukan sebuah aib pelanggaran hukum berat yang sengaja dilakukan.

Presiden Jokowi pasti akan memilih Kapolri yang sesuai dengan kebutuhan negara kekinian yakni tantangan yang ada saat ini. Mampu menghadirkan keadilan sosial dan kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu, “jelas Silaen.

Kabar Presiden Jokowi sudah mengantongi sosok calon Kapolri baru yang dapat diandalkan olehnya sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Semoga calon Kapolri baru bukan titipan atau kompromi sebab dimasa pandemik Covid-19 ini, dibutuhkan sosok Kapolri yang profesional dan berintegritas tinggi demi menjaga stabilitas keamanan dan politik agar tidak terjadi chaos dimasyarakat, “papar Silaen.

Tugas utama dan fungsi kepolisian Republik Indonesia harus mampu memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Harapan rakyat siapapun Kapolri pilihan Jokowi harus mampu mengungkap dan membongkar kasus- kasus besar yang merugikan negara. Kapolri baru jangan sampai titipan para ‘cukong hitam’. Kapolri pilihan Jokowi harus yang bersih dari kasus- kasus masa lalu, “tutur aktivis organisasi kepemudaan itu.

Presiden Jokowi jangan sampai salah pilih Kapolri karena tekanan, karena akan mempertaruhkan jalannya keamanan dan ketertiban umum ditengah masyarakat dari gonjang-ganjing ujaran kebencian dan intoleransi yang sedang bergejolak di masyarakat luas, “pinta Silaen.

Demokrasi bisa bisa bermanfaat bagi rakyat Indonesia dengan hadirnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat. Kepastian hukum yang berkeadilan akan menciptakan suasana damai dan kenyamanan warga negara dimanapun berada, “tandasnya.

Selamat Buat 6 Menteri Baru, Semoga Amanah Memakmurkan Seluruh Rakyat Indonesia

Zonamakassar.com, Makassar, Selamat buat 6 Menteri baru semoga amanah memakmurkan seluruh rakyat Indonesia

Akhirnya hari ini reshuffle kabinet diumumkan oleh presiden Jokowi didampingi oleh Wakil Presiden Mar’uf Amin di istana merdeka. Ada 6 wajah menteri baru yang masuk menggantikan yang lama.

Hiruk- pikuk soal usulan reshuffle kabinet memang sudah santer beredar dan di percakapkan elite politik dan pengamat dinegeri ini. Pertanyaan publik sederhana saja kalau Menteri diganti emangnya langsung beres semua urusan- urusan rakyat?, kan tidak juga begitu, “ujar pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta (22/12).

Tentu saja ada yang berubah, yang berubah siginifikan itu bagi mereka yang satu gerbong, diluar itu ya antrilah bahasa sederhananya. Bagi yang satu gerbong tentu akan lebih cepat berubah drastis dan diikuti oleh konco- koncone itu yang biasanya terjadi, “canda Silaen.

Menurut pengamat mengatakan bahwa reshuffle kabinet ini dapat nilai 7,5, karena wajah Menteri sudah tidak asing alias pemain lama maka diharapkan tak perlu lama untuk mengeksekusi kebijakan yang pro pemerintah karena sudah punya pengalaman dan besar harapan agar jangan sampai mengorbankan kepentingan rakyat banyak, seperti menteri yang kena OTT, “jelas Silaen.

Silaen bukan kritik ini hanya sekedar flashback saja, agar amanah yang diberikan Presiden Jokowi bisa selaras dengan harapan rakyat didalam memulihkan kembali ekonomi yang sedang terpuruk dari hantaman pandemik Covid-19. Sejatinya pemulihan ekonomi rakyat menjadi tugas dan tanggung jawab semua menteri bersama kepala- kepala daerah seluruh Indonesia, “tutur Silaen.

Bagi menteri lama yang di reshuffle, harus tetap semangat, optimis dan tetap bersyukur, perombakan kabinet bagian dari kompromi dan dinamika politik kekinian, jabatan datang dan pergi sesuatu yang harus disikapi dengan bijak dan lapang dada, “imbuhnya.

Selamat bertugas untuk 6 Menteri yang baru diumumkan dan akan dilantik hari ini, semoga sukses memakmurkan seluruh rakyat Indonesia, lewat kebijakan pemerintah yang diemban dan diamanahkan untuk dieksekusi buat rakyat Indonesia, “tandasnya.