Foto : Perwakilan Kejati Sulsel menerima para pengunjuk rasa.

Zonamakassar.com, Makassar – Rabu, 23 September 2020 Massa yang mengatasnamakan Celebes Law And Transparency (CLAT) kembali mendatangi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan mempertanyakan sejumlah kasus dugaan korupsi yang di tanganinya.

Aksi unjuk rasa tersebut merupakan aksi yang ke 7 kalinya yang dipimpin oleh saudara Rey Gunawan, S.H. dengan mengangkat isu yang sama yakni kasus dugaan korupsi BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) Sulawesi Selatan, PDAM Kota Makassar, DAK Kabupaten Bulukumba dan Enrekang, Perusda Kota Palopo, Politani Pangkep & Pajak PBBKB.

Muh. Irvan Sabang, S.H. Ketua Umum Celebes Law And Transparency menilai “bahwa Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan tidak serius dalam menangani perkara yang saat ini kami kawal, dari sejumlah kasus yang ditangani oleh kejati sulsel tak satupun yang mendapat kepastian hukum, ini seolah-olah ada unsur kesengajaan untuk memperlambat proses penanganananya sehingga kami menduga bahwa oknum dari Kejati Sulsel telah bermain mata dengan pelaku yang diduga terlibat dalam kasus yang saat ini kami kawal,” ucapnya.

Salah satu tuntutan para pengunjuk rasa yaitu Kejati Sulsel diminta untuk memanggil dan memeriksa Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan serta para supplier pada kasus dugaan korupsi atau Mark Up anggaran BPNT di wilayah Sulawesi Selatan.

Menurut pengunjuk rasa dalam pernyataan sikapnya, peran sekprov pada penyaluaran BPNT sebagai kordinator tim yang setiap 3 bulan melakukan evaluasi dan koordinasi terhadap para supplier.

Pihak Kejati Sulsel yang menemui massa aksi yakni Irwan Somba menyatakan “kasus ini sementara dalam proses penyelidikan dan sudah ada juga yang sementara penyidikan percayakan kepada kami, kami akan mengususut tuntas kasus yang saat ini kami tangani jika benar-benar terbukti,” katanya.

Sambung Irvan sabang” semoga apa yang di sampaikan oleh bapak bukan suatu kebohongan yang mencoba meyakinkan kami, dari aksi pertama hingga aksi kami yang ke 7 kalinya mendapat tanggapan yang seperti ini terus, tetapi tidak masalah pada intinya kami akan kawal kasus ini sampai benar-banar ada kepastian hukum” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.