Di Depan Tim Penilai, Iqbal Suhaeb Kenalkan Program Labinov Beken

0
27

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar M Iqbal Suhaeb memaparkan inovasi program unggulan di depan tim penilai ajang Top 99 Kompetisi Pelayanan Publik 2019 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI.

Di ajang tersebut, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Makassar turut serta mempresentasikan inovasi yang dinamai Laboratorium Inovasi Berbasis Kemitraan (Labinov Beken), Jumat (5/7/2019).

Di hadapan dewan juri, Iqbal S Suhaeb memaparkan keunggulan Labinov Beken. Inovasi ini berfungsi sebagai penghubung dan wadah bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Perusahaan Daerah, dan masyarakat sebagai pengguna layanan dalam menerima pendampingan dari berbagai pihak yang bermitra (penta helix) dengan Labinov Beken untuk merancang, melakukan proses riset, inkubasi, dan menguji solusi.

“Labinov Beken menggunakan konsep 5D, yakni drum up, diagnose, design, delivery dan display. Novelty (kebaruan) yang terdapat pada Labinov Beken yakni dilengkapi dengan ruangan representatif yang diperuntukkan tidak hanya bagi SKPD dan Perusada, melainkan juga bagi dunia usaha, media, masyarakat dan lembaga kemasyarakatan lainnya dalam mengembangkan kreativitas yang nantinya menjelma menjadi living lab yang dapat bernilai komersil serta menjadi wadah stimulan bagi lahirnya entrepreneur-entrepreneur baru,” papar Iqbal Suhaeb.

Labinov Beken disebut juga berbasis kemitraan karena dalam pelaksanaannya bermitra dengan berbagai pihak, di antaranya United Nations Development Program (UNDP), Yayasan Bakti, Pulse Lab Jakarta, Lembaga Administrasi Negara (LAN), dan Kemenristekdikti serta lembaga perguruan tinggi yang ada di Kota Makassar.

Di sisi lain, dalam melaksanakan operasionalnya, Labinov Beken didukung dengan anggaran yang bersumber dari APBD dan kemitraan lainnya yang diperkuat dengan Peraturan Wali Kota Makassar Nomor 41 Tahun 2019 tentang Laboratorium Inovasi Daerah.

Labinov Beken merupakan program yang bersifat pendampingan, asistensi, dan fasilitasi terhadap semangat dan aksi nyata dalam berinovasi menggunakan pendekatan cara berpikir kreatif dan praktis serta berpusat pada manusia dalam memecahkan masalah.

“Esensi dari design thinking adalah menggabungkan empati, kreativitas, dan pikiran rasional dalam pemecahan masalah. Dengan pendekatan ini diharapkan hadir sebuah solusi kreatif dan inovatif yang berbasis kebutuhan manusia (warga) untuk permasalahan yang dihadapi oleh Kota Makassar,” terang Iqbal.

Di samping itu, dengan menggunakan konsep 5D, maka seluruh proses kelahiran inovasi akan bermuara pada diseminasi inovasi, salah satunya berupa pengorbitan inovasi melalui pameran atau dengan mengikutkan kompetisi. Inovasi-inovasi tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam melaksanakan sistem kerja, Labinov Beken menerapkan empat pendekatan laboratorium kolaboratif, laboratorium kebijakan interaktif, laboratorium kemitraan, dan laboratorium transformatif. Pendekatan itu dilakukan dengan pelibatan penta helix, yaitu pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas masyarakat seperti start-up dan LSM.

Kepala Balitbangda Makassar, Suwikyo mengatakan sebelum adanya Labinov Beken, inovasi yang terdapat pada Pemerintah Kota Makassar, khususnya yang berada di setiap SKPD tidak terkoordinir, cenderung berjalan sendiri -sendiri, tidak ada pendampingan dalam pengembangannya, dan belum ada wadah yang dapat menjadi tempat dalam melakukan inkubasi terhadap inovasi-inovasi tersebut.

“Setelah dibentuknya laboratorium inovasi sejak tahun 2017 telah dilakukan pendataan dan pendampingan inovasi sebanyak 142 inovasi, tahun 2018 berjumlah 185 inovasi, dan sampai saat ini (Juni 2019) sebanyak 218,” rinci Kaban Suwiknyo.

Inovasi tersebut beberapa di antaranya berhasil menjuarai lomba inovasi baik skala provinsi, nasional maupun internasional, seperti Home Care penghargaan Sinovik Tahun 2016, Lorong Sehat (Longset) dan Dongeng Keliling (Dongkel) Tahun 2017. Inovasi Pete-pete Anak Sekolah (Pasikola) pada kategori smart mobility of transportation.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.