FKUB Digelar, Kemenag Siapkan Perpres Agar Dapat APBN dan APBD

0
48

ZonaMakassar.com – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan, Kementerian Agama (Kemenag) sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) penganggaran untuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Lukman Hakim mengaku Perpres tersebut nantinya agar FKUB bisa mendapatkan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Selain APBN, juga harus ada alokasi khusus dari APBD-APBD kita, dengan Perpres bisa kita siapkan sehingga ada kesadaran kepala daerah dan wakil-wakil rakyat kita untuk mengalokasikan anggaran,” ujarnya.

FKUB juga harus bisa meyakinkan kepala daerah bahwa kerukunan umat beragama manfaatnya akan dirasakan oleh daerah tersebut.

“Saya ingin menitipkan mari kita senantiasa untuk tidak pernah lelah mengupayakan agar seluruh anak bangsa ini kembali mengajarkan amalan agama, esensi dari ajaran pokok agama itu sendiri,” harapnya.

Distrupsi agama menjadi hal sangat berbahaya. Atas nama agama menyebarkan kebencian dan murka. “Ini sama sekali bukan jati diri agama, bukan watak agama, karena esensinya agama adalah mengayomi,” sebutnya.

Oleh karena itu, Kementerian Agama dalam empat tahun terakhir dengan mengkampanyekan moderasi agama.

Ketua Umum (Ketum) FKUB Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menyebutkan hadir 1.500 orang perwakilan FKUB dan peserta se-Indonesia.

Dalam kegiatan ini juga dilaksanakan deklarasi damai FKUB. Isinya, Pileg dan Pilpres merupakan momentum strategis dalam rangka menjaga kesatuan Republik Indonesia. Serta terciptanya Pemilu damai, sehat, cerdas dan bermartabat.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebutkan, Sulsel adalah provinsi yang sangat menjunjung kerukunan umat beragama, dan berhasil tercipta suasana yang damai dan aman.

“Sulsel merupakan daerah yang multi etnis dan agama, namun tetap rukun dalam Bhineka Tunggal Ika,” kata Nurdin Abdullah.

Salah satu upaya pemerintahan mentransformasikan semangat kesatuan sebagai media saling melengkapi sesama, bukan untuk menghasilkan perbedaan tapi untuk melahirkan gagasan.

“Perbedaan dianggap sebuah konflik, dianggap sebagai sumber perpecahan. Namun Sulsel telah membuktikan dirinya sebagai salah satu daerah yang toleransi beragama,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan apa yang menjadi kiat sukses keberagaman di Sulsel. Sulsel memiliki salah satu filosofi yang bernama sipakatau. Bermakna saling memanusiakan dan saling memuliakan. Filosofi ini mengajarkan arti menghormati sesama dan saling membantu.

“Hal ini yang menjadikan kita, sadar akan fitra sebagai manusia. Filosofi selanjutnya bernama sipakainge, yang berarti saling mengingatkan, masyarakat saling menegur, dan saling mengingatkan,” jelasnya.

Sifat ini membuat masyarakat merasa saling memiliki dan menjaga sikap serta menjaga sesama. Diantara banyak filosofi hidup Sulsel, kedua filosofi ini menciptakan dan menjadikan Sulsel bersatu.

Nurdin Abdullah berharap konferensi ini melahirkan rekomendasi untuk menjaga keutuhan NKRI. “Saya juga punya mimpi besar, dan Sulsel menjadi miniatur rumah besar kerukunana umat beragama Indonesia,” tutupnya.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.