IAS Ketemu ARA, Bahas Musda Partai Demokrat Sulsel

Zonamakassar.com, Makassar – Mantan Ketua DPD Partai Demokrat Ilham Arief Siradjuddin dan Ketua DPC Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali, bertemu di sebuah warkop di Jl. Bontolempangan. Mantan Walikota Makassar itu meminta dukungan untuk kembali bertarung memperebutkan kursi 01 di partai berlogo segi tiga mercy.

Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel) sesungguhnya masih lama. Sesuai rencana akan dilaksanakan pada akhir 2021. Namun para kandidat sudah mulai bergerilya mencari dukungan.

Ilham Arief Siradjuddin, misalnya. Politisi senior yang akrab disapa IAS itu sudah mulai ambil ancang-ancang. Salah satu dukungan yang diharap dari DPC Demokrat Makassar yang diketuai Adi Rasyid Ali.

Kepada ARA, sapaan adik kandung mantan Ketua DPD Demokrat Sulsel pertama dan orang dekat pendiri Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Reza Ali ini IAS mengungkapkan niatnya akan ikut bertarung di Musda DPD Demokrat Sulsel yang akan digelar pada akhir 2021 mendatang.

“Tadi pagi saya ketemu ARA. Kami cerita-cerita. Saya sampaikan juga kalau minggu lalu saya ke DPP. Setelah itu saya ketemu sama pak Ulla (Ketua DPD Demokrat Sulsel), minta izin melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan DPC,” kata IAS dikutip Infosulsel.com, Rabu (27/1/2021).

“Beliau (ARA) memberi apresiasi. Katanya, iya jalan saja. Saya bilang, ada rencana ketemu DPC-DPC. Dia bilang, Pak IAS jalan saja. Tapi, saya juga rencana mau maju,” jelas IAS menirukan ucapan ARA.

Ia menambahkan, dalam pertemuan tersebut mereka saling menguatkan. Tinggal ujungnya yang belum diketahui bakal bermuara seperti apa.

Saya bilang, bagus mi itu, kita saling dukung,” ujarnya.

Pada intinya menurut IAS, tugas pokok pimpinan, bagaimana ke depannya partai Demokrat di Sulawesi Selatan lebih baik dan mampu meraup kemenangan yang lebih besar di Pemilu 2024 mendatang.

“Kita mau membawa partai Demokrat di Pemilu 2024 bisa lebih baik lagi. Paling tidak kita berharap mudah-mudahan menjadi pemenang pemilu di Sulsel,” katanya.

Menurutnya, jika melihat perjalanan partai Demokrat selama 13 tahun, potensi itu sangat memungkinkan.

“Jika dipercaya dan diberi kesempatan ia siap mewakafkan dirinya untuk mengabdi demi kepentingan partai,” ucap IAS.

IAS mengaku membangun kembali Demokrat di Sulsel bukanlah hal yang tidak sulit. Ia menceritakan, pada Pemilu 2014 sudah baik, namun ia diperhadapkan dengan suatu masalah. Hingga akhirnya ia harus mendekam di balik jeruji besi karena kasus korupsi.

“Pokoknya kita saling dukung. Saya siap mewakafkan diri jiwa dan raga untuk partai Demokrat. Karena, perjalanan yang lalu tidak sempat tuntas karena tiba-tiba ada masalah,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *