Jelang Ramadhan Anjal dan Gepeng Serbu Kota Makassar

Zonamakassar.com, Makassar – Kota Makassar menghadapi serbuan anak jalanan (anjal), maupun gelandangan dan pengemis (gepeng) tiap Ramadhan. Didominasi warga pendatang dari sejumlah kabupaten.

Mengantisipasi ulah anjal dan gepeng, Tim Terpadu kerjasama Dinas Sosial (Dinsos) Sulsel, Dinsos Makassar dan stakeholder lainnya menggelar operasi penertiban, Minggu, (05/05/2019). Hasilnya, dari razia yang digelar di sejumlah titik, diamankan lebih 50 anjal, gepeng maupun pak ogah.

Lebih separuh dari pelaku yang terjaring merupakan anak-anak usia sekira 3 sampai belasan tahun. Mereka diduga korban eksploitasi yang dilakukan orang tua maupun orang dewasa yang mempekerjakan mereka di jalanan.

Ketua Forum Lembaga Kesetaraan Sosial Anak (LKSA) Provinsi Sulsel Muh Rizal menerangkan, puluhan anjal dan gepeng dijaring saat beraksi di sejumlah titik seperti Jalan Boulevard, Adiyaksa, hingga Veteran. Mereka kebanyakan beraksi dengan cara mengemis, berjualanan tisu ataupun buku dan modus lainnya.

Kata Rizal, kebanyakan oknum yang diamankan merupakan wajah lama yang bahkan sudah berulang kali terjaring. Sehingga rencannya, mereka akan ditempatkan sementara di panti Lembaga Kesetaraan Sosial Anak (LKSA) Sulsel untuk menerima pembinaan.

“Ini sudah bukan yang pertama, sudah ada yang ke tujuh kalinya. Memang sengaja di eksploitasi ini sama orang tuanya. Anak-anaknya ini akan dibina, dididik, sampai orang tuanya siap mengambil dengan catatan tidak lagi dibawa ke jalan,” jelasnya.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinsos Sulsel Fadly Lesmana menerangkan, razia anjal dilakukan untuk menindaklanjuti program pengentasan yang gencar disosialisasikan sebulan belakangan. Katanya, meski sudah diimbau tak melakukan aksi sejak Mei, anjal dan gepeng malah semakin marak.

Sehingga Dinsos Sulsel mengkoordinir penertiban mulai sehari sebelum Ramadan. “Sudah sebulan lalu sosialisasi supaya tidak turun ke jalan, tapi tetap turun sehingga sekarang kita tertibkan,” katanya.

Hasil penjaringan akan dilakukan asesmen dari tim Pekerja Sosial (Peksos), Kementerian Sosial untuk menentukan tindak lanjutnya. Jika direkomendasikan harus melalui pembinaan, mereka rencannya akan melalui sejumlah program.

Fadly mengatakan, anjal dan gepeng anak mendapatkan dukungan ekonomi produktif dan latihan pengembangan skill. Namun sebelum itu, mereka akan digembleng secara militer selama sebulan. Kegiatan itu bekerjasama Kodam XIV Hasanuddin.

“Kodam sudah siap. Rencana kita bisa lakukan, tergantung rekomendasi lembaga Peksos, kalau sudah mencukupi 50 orang kita lakukan segera,” katanya di temui di Posko Tim Terpadu, Kantor Dinsos Sulsel, Jalan AP Pettarani.

More To Explore