Zonamakassar.com, Makassar – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Makassar, telah menyelesaikan OBC (Outline Business Case) atau Feasibility Study (FS) terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Hal tersebut disampaikan Kepala DLH Makassar Rusmayani Majid saat ‘Tudang Sipulung’ bersama berbagai penggiat lingkungan di Ruang Sipakalebbi Kota Makassar, Jl.Ahmad Yani, Sabtu (25/5/2019).

Rusmayani menyebut pihaknya telah menyelesaikan OBC (Outline Business Case) atau Feasibility Study, dimana OBC dapat memberikan gambaran potensi pengelolaan sampah.

Mantan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar ini mengaku bakal membahas secara rinci dalam rapat tim teknis Senin mendatang, dan hasil pertemuan tersebut akan dilaporkan pada Pj Wali Kota Makassar, Muh Iqbal S.Suhaeb.

“Hari Senin nanti kita ada rapat tim teknis yang dipimpin oleh Pak Sekda. Kemudian setelah itu hasilnya akan kita laporkan kepada pak Wali dan nanti petunjuk selanjutnya tentu kita harapkan dari Pak Wali,” ungkapnya.

“Kemudian nanti ada market sounding yang akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni,” sambungnya.

Sebelumnya, pada tahun 2018 lalu perwakilan KECC Korea, Mr. Jang memaparkan hasil pre Feasibility Study yang telah dilakukan di Makassar. Dalam pemaparannya, Jang menyarankan satu dari empat opsi waste to energy dalam proyek PLTSa, yakni opsi tiga yang menekankan adanya pemilahan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dari sampah yang sudah dipilah, sebanyak 54 persen didaur ulang (recycling). Kemudian 230 ton per hari tetap dibuang di landfill dan sebanyak 498 ton per hari yang dibakar dengan incenerator dengan proyeksi menghasilkan abu atau hasil pembakaran 75 ton per hari,” terang Jang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.