ZonaMakassar.com – Kebijakan pemerintah melalui PT Pertamina yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tanggal 10 Februari lalu ternyata berdampak pada Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulawesi selatan (Sulsel).

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel, Yos Rusdiansyah menjelaskan penurunan harga BBM membuat sejumlah harga bahan makanan mengalami penurunan pada Februari lalu. Hal tersebut terlihat dari terjadinya deflasi sebesar 0,19 persen di Sulsel.

” Penurunan harga BBM memang mempengaruhi IHK Sulsel yang mengalami deflasi sebesar 0,19 persen. Sementara berdasarkan YoY, inflasi Sulsel turun menjadi 2,79 persen,” ujarnya.

Rusdiansyah merinci deflasi yang terjadi di Sulsel pada Februari 2019 ini disebabkan oleh turunnya harga pada dua kelompok pengeluaran yang ditunjukkan oleh turunnya indeks harga konsumen (IHK) pada kelompok bahan makanan sebesar 1,00% dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,43%.

Sementara itu, lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami peningkatan harga, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,49%, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,26%.

“Kelompok sandang menyumbang inflasi sebesar 0,11%, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,09%, dan kelompok kesehatan sebesar 0,03%,” paparnya.

Sementara jika berdasarkan 5 kota besar di Sulsel, kota Parepare menyumbang deflasi tertinggi yakni sebesar sebesar 0,78 persen dengan nilai IHK sebesar 129,22.

“Sementara deflasi terendah terjadi di Kota Makassar sebesar 0,11 persen dengan IHK sebesar 137,29,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.