Masih Berstatus Pelajar SMP, Dua Sejoli Ini Menikah di Parepare

0
82

ZonaMakassar.Com, Parepare – Muhammad Asnur dan Diva Almagfira Ramadani duduk berdampingan di pelaminan pada Minggu (3/3). Diva tersenyum lebar hingga tampak barisan giginya yang rapih. Sementara Asnur, meski terlihat sedikit malu-malu, namun kebahagiaan memancar jelas dari kedua matanya.

Sekiltas tak ada yang janggal dari kedua mempelai tersebut kecuali wajah mereka yang masih begitu muda. Ya, Muhammad Asnur masih berusia 15 tahun sementara Diva Almagfira Ramadani 14 tahun. Keduanya bahkan masih tercatat sebagai pelajar kelas 3 SMP. Bisa dibilang keduanya masih di bawah umur untuk melangsungkan pernikahan.

Meski begitu resepsi pernikahan mereka berlangsung meriah di Lainungan, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), yang berbatasan dengan Kota Parepare yang menjadi kota kelahiran mantan Presiden BJ Habibie. Kedua mempelai yang merupakan warga Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, dinikahkan secara adat Bugis.

1. Sempat ditolak Pengadilan Agama Parepare

Pernikahan kedua bocah yang dimabuk asmara ini digelar di Sidrap, kampung halaman orang tua Diva, karena Pengadilan Agama Parepare dan Kantor Urusan Agama Bacukiki menolak menikahkan mereka. Kedua orang tua Asnur juga telah mendapat surat penolakan secara resmi dari Pengadilan Agama Parepare.

“Keduanya dinikahkan karena sudah saling suka dan tidak mau dipisahkan, daripada mereka berzinah lebih baik mereka dinikahkan, meskipun sempat ditolak di KUA dan Pengadilan Agama Parepare,” ujar Nurdiana, ibunda Asnur pada wartawan, Selasa (5/3).

2. Pasangan bocah ini berpacaran sejak tiga tahun lalu

Tali asmara kedua bocah yang masih tergolong bawah umur ini mulai terjalin sejak 3 tahun lalu, saat Diva masih duduk di bangku kelas 6 SD dan Asnur duduk di bangku kelas 1 SMP. Diva mengenal Asnur yang tinggal tidak jauh dari rumah neneknya setelah dicomblangi salah satu kawannya. Diva sendiri tinggal di rumah neneknya di Bacukiki, karena kedua orang tua kandungnya merantau ke Malaysia.

3. Pasangan bocah ini sempat berniat kawin lari

Masih Berstatus Pelajar SMP, Dua Sejoli Ini Menikah di Parepare IDN Times/Sukma Shakti

Sebelum pernikahan keduanya terjadi, Ibunda Asnur mengakui anaknya pernah meminta izin untuk menikahi kekasihnya. Karena keduanya dianggap masih belum dewasa, orang tua Asnur tidak mengizinkannya.

Penolakan orang tuanya membuat Asnur kecewa dan berbuat nekat dengan membawa kabur kekasihnya untuk kawin lari, atau dalam budaya Bugis dikenal dengan istilah Silariang.

Keduanya bahkan sempat tinggal bersama di salah satu rumah kos, yang tidak jauh dari Polsek Soreang, Parepare. Setelah keluarga kedua pihak membujuknya akhirnya keduanya kembali ke rumah masing-masing untuk melanjutkan hubungan asmaranya ke pelaminan.

4. Kasus pernikahan dini di Sulsel masih kerap terjadi

Kasus pernikahan dini di Parepare yang melibatkan anak bawah umur ini bukan kali pertama terjadi di Sulsel. Sebelumnya, pernikahan dini juga terjadi di Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, akhir Agustus 2018 lalu, bocah pria bernama Reski yang masih berusia 13 tahun mempersunting kekasihnya Sarmila yang sudah menginjak usia 17 tahun. Keduanya diizinkan menikah oleh kedua orang tuanya meskipun KUA Uluere menolak mendaftarkan pernikahan mereka.

Lalu pada Mei 2018, dua pasangan bawah umur, ST (14) dan RS (16) juga menikah di Desa Majannang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Data Kantor Pengadilan Agama Maros diketahui ada 22 pasangan bawah umur yang terdata melakukan pernikahan.

Di tahun sebelumnya lagi, Juli 2017, di Kabupaten Bulukumba, dua pasangan belum remaja, Awal Rahman (14) dan Awalia Mar’a (14) juga melangsungkan pernikahan secara adat khas Makassar.

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.