Zonamakassar.com, Jakarta – PT Kereta Commuter Indonesia memohon maaf kepada para penggunannya atas gangguan perjalanan KRL yang terjadi di seluruh lintas pada hari ini, Minggu (4/8/2019).

Kejadian ini terjadi sehubungan dengan padamnya istrik di seluruh wilayah Jabodetabek.

Direktur PT KCI, Wiwik Widayanti menyatakan, sejak listrik padam sekitar pukul 12.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, sedikitnya ada 240 perjalanan KRL yang dibatalkan. Hal itu terjadi karena tidak ada daya listrik untuk mengoperasikan KRL.

“Untuk gambaran jumlah pengguna, diakhir pekan KRL normalnya dapat melayani 808.336 pengguna setiap harinya,” kata Wiwik di Kantor KCI, Jakarta Pusat, Minggu (4/8).

Wiwik menuturkan, PT KCI langsung mengevakuasi para pengguna yang berada di dalam KRL dalam waktu kurang dari enam puluh menit sejak padamnya listrik.

“Saat listrik padam, PT KCI mencatat ada tujuh kereta yang berada di jalur rel antara stasiun, sementara 16 kereta dapat berhenti di stasiun sehingga memudahkan proses evakuasi pengguna,” ucap Wiwik.

Menurutnya, pengguna KRL dievakuasi ke stasiun terdekat, dan sebagian ada yang memutuskan untuk langsung melanjutkan perjalanan dengan moda transportasi lain.

“Para pengguna yang sebelumnya telah naik di kereta maupun masih berada di stasiun kemudian dapat dilayani untuk pembatalan tiket perjalanannya,” pungkasnya.

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sendiri tengah memperbaiki transmisi Ungaran-Pemalang berkapasitas 500 kilovolt. Gangguan itu yang menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah Jawa-Bali.

Namun, PLN memastikan, aliran listrik di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali saat ini sudah kembali normal. “Sedangkan, Jawa Barat, Banten, dan DKI Jakarta sedang proses recovery,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN (Persero), Sripeni Inten Cahyani.

Sripeni menjelaskan, pemadaman listrik secara serentak yang terjadi sejak Minggu siang hingga sore, akibat gangguan pada sisi transmisi ungaran dan pemalang berkapasitas 500 kilovolt.

Akibatnya, gangguan itu menyebabkan gagal transfer energi dari timur ke barat sehingga terjadi gangguan ke seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Pulau Jawa. Baghakan, gangguan tersebut juga mengakibatkan aliran listrik di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), serta sebagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah mengalami pemadaman listrik.

“Gangguan juga terjadi pada transmisi SUTET berkapasitas 500 KV,” ucapnya.

Bahkan, pemadaman listrik juga terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat padam, seperti Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi, dan Bogor. (jp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.