Pengamat : Debat Publik Pilwali Makassar di Nilai Belum Adu Gagasan

Zonamakassar.com, Makassar – Empat pasangan calon (paslon) wali kota-wakil wali Kota Makassar 2020 dinilai belum saling adu gagasan untuk membujuk pemilih pada debat kedua malam tadi. Mereka dianggap lebih banyak saling menjatuhkan dan mencari kesalahan di masa lalu.

“Saya khawatir, ini para kandidat lupa bahwa debat kandidat itu kan gunanya adalah sebagai tempat komunikasi efektif kepada calon pemilih, dengan (pemilih) langsung membandingkan keempatnya,” ujar pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma dikutip detikcom, Rabu (25/11/2020).

Padahal, debat kandidat Paslon Pilwalkot Makassar semestinya difokuskan untuk mengadu gagasan dan visi-misi dalam menyelesaikan persoalan Makassar. Para paslon kemudian dapat memaparkan keunggulan gagasannya dibanding paslon lainnya.

“Nah tadi malam (saat debat) memang saya lihat terjebak dalam situasi yang saling menyalahkan, saling mencari kelemahan, dan seterusnya. Saya hanya menangkap bahwa debat tadi malam itu hanya menjadi ajang untuk men-downgrade, atau mengurangi, atau memberikan image yang kurang baik terhadap kandidat lain dengan menyerang,” katanya.

Menurut Sukri, menjelang hari pencoblosan Pilwalkot Makassar, yang dibutuhkan masyarakat ialah paparan visi-misi dan gagasan yang lebih meyakinkan, sehingga mereka terbujuk untuk memilih paslon dan mendatangi TPS saat pencoblosan nanti.

“Yang diinginkan adalah masyarakat dapat membandingkan, misalnya, contoh terkait reformasi birokrasi, ada paslon bilang kami mau menyelesaikan dengan cara ini, yang lain akan bilang, oke kami justru dengan cara ini,” ungkapnya.

“Tapi ini tidak, justru saling menyalahkan, dulu bagaimana, sekarang bagaimana, yang ini punya SK bagaimana, dan seterusnya. Ini kan tidak menunjukkan sesuatu (yang membujuk). Jadi masyarakat yang melihat mereka tidak dapat apa-apa, dari apa yang mestinya mereka sampaikan,” lanjutnya.

“Saya khawatir, ini para kandidat lupa bahwa debat kandidat itu kan gunanya adalah sebagai tempat komunikasi efektif kepada calon pemilih, dengan (pemilih) langsung membandingkan keempatnya,” ujar pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Sukri Tamma, Rabu (25/11/2020).

Dari keseluruhan jalannya debat, Sukri menilai hanya di tema terkait ekonomi para paslon dapat mengadu gagasan dengan cukup baik. Selebihnya, mereka dinilai hanya memaparkan sedikit soal visi-misi dan saling menjatuhkan.

“Kalau kita melihat, sebenarnya apa yang disampaikan oleh keempat pasangan kurang lebih sama, semuanya kan saling mengaminkan, bahwa itu memang betul, bahwa itu yang harus dilakukan, dan seterusnya. Tapi yang ditunggu masyarakat adalah tawaran yang solutif, tawaran yang inovatif, yang kira-kira nanti kalau mereka terpilih, kalau mereka mendapatkan kesempatan menjadi pasangan wali kota-wakil wali kota itu ada sesuatu yang langsung dirasakan masyarakat secara substansial,” jelasnya.

Para paslon Pilwalkot Makassar pada malam tadi dinilai memaparkan visi-misi dan gagasan yang seluruhnya hampir sama, tapi membahasakannya dengan bahasa politik yang berbeda.

“Semua sepakat tentang e-governance, sepakat tentang digitalisasi, semuanya sepakat tentang transparansi dengan memanfaatkan sistem komputerisasi dengan sistem IT misalnya. Terus perbedaannya di mana? Nah komunikasi yang ini yang mestinya didapat oleh masyarakat,” imbuhnya.

Karena lebih banyak fokus saling menjatuhkan, baik Danny-Fatma, Appi-Rahman, Deng Ical-dr Fadli, dan None-Zunnun, keempatnya belum mampu membujuk pemilih yang belum menentukan pilihan.

“Mereka mencoba menyerang lawan dengan harapan masyarakat melihat sisi jeleknya, sisi yang kurang baik, dan seterusnya. Jadi secara psikologi akan mempengaruhi pemilih untuk beralih, tapi siapa yang mau beralih (pilihannya) dengan melihat seperti itu?,” tuturnya.

“Tadi malam kita tidak melihat hal yang inovatif, hal yang lebih praktis yang bisa dipilih masyarakat. Belum berhasil membujuk, selain itu tadi, mereka hanya mencoba memanfaatkan aspek psikologi politik dengan mencoba men-downgrade, menyerang sisi kelemahan lawan,” pungkasnya.

More To Explore