Penobatan Raja Turikale, 70 Raja dan Sultan Se-nusantara di Jadwalkan Hadir

0
18

Zonamakassar.com, Maros — Sebanyak 70 raja dan sultan senusantara dijadwalkan akan menghadiri acara penobatan Karaeng Turikale di Gedung Serbaguna, Kamis, 5 September 2019.

Sekretaris Penobatan Karaeng Turikale, Andi Kurniawan, dalam jumpa persnya mengatakan, penobatan Karaeng Turikale ini rencananya akan dihadiri sejumlah raja dan Sultan senusantara.

Di antaranya Sultan Sepuh Cerebon, Sultan Sumbawa, Raja Tapanuli Selatan, Sultan Sekala Brak Lampung, Sultan Kutai Kartanegara.

Selain itu, kata dia, ada 8 bangsawan luar negeri yang juga akan menyaksikan prosesi penobatan ini.

“Diantaranya dari Amerika Serikat, Malaysia dan Meksiko,” katanya saat presscon Rabu, 4 September di Warkop Bagas.

Selain Raja dan Sultan, sejumlah Pejabat juga ikut berpartispasi memeriahkan acara ini, seperti Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah, Bupati Maros, HM Hatta Rahman, Wakil Ketua DPRD Maros, AS Chaidir Syam bersama para pemerhati adat.

Cucu Karaeng Turikale itu juga menyampaikan, saat ini panitia sudah merampungkan 99 persen persiapan acara penobatan tersebut. Penobatan ini juga akan disaksikan aliansi Toddolimayya ri Marusu

“Ada banyak tradisi dan prosesi adat penobatan raja yang merupakan warisan kekayaan budaya khas Turikale akan kita saksikan kembali, misalnya Mala Lise’ Tana Menroja, Lekka wae Loppo, Cemme Majeng, Pasitekkereng Lawolo, Ripasessu ri Menrawe, Ripallejja Tana Menroja,” katanya.

Dia mengatakan hal ini tentu menjadi prosesi adat yang menarik, setelah 73 tahun tidak pernah ada penobatan raja di Turikale.

“Ada banyak tradisi dan prosesi adat penobatan raja yang merupakan warisan kekayaan budaya khas Turikale akan kita saksikan kembali, misalnya Mala Lise’ Tana Menroja, Lekka wae Loppo, Cemme Majeng, Pasitekkereng Lawolo, Ripasessu ri Menrawe, Ripallejja Tana Menroja,” katanya.

Dia mengatakan hal ini tentu menjadi prosesi adat yang menarik, setelah 73 tahun tidak pernah ada penobatan raja di Turikale.

“Ada banyak tradisi dan prosesi adat penobatan raja yang merupakan warisan kekayaan budaya khas Turikale akan kita saksikan kembali, misalnya Mala Lise’ Tana Menroja, Lekka wae Loppo, Cemme Majeng, Pasitekkereng Lawolo, Ripasessu ri Menrawe, Ripallejja Tana Menroja,” katanya.

Dia mengatakan hal ini tentu menjadi prosesi adat yang menarik, setelah 73 tahun tidak pernah ada penobatan raja di Turikale.

Sementara itu, Koordinator Bidang Publikasi Panitia Penobatan Karaeng Turikale, Ilham Halimsyah mengatakan, sebagai rangkaian dari prosesi adat penobatan Karaeng Turikale, siang tadi, dilakukan penyambutan kedatangan Raja Tapanuli Selatan, YM Daulat Raja Agung Panaturi Hasadon Tapanuli Selatan, Dr Joner Rambe MM MSi di Bola Loppoe Turikale Maros.

“Penyambutan secara adat itu, dilanjutkan dengan penyerahan Tanda Persaudaraan dari Raja Tapanuli Selatan kepada Karaeng Turikale. Dimana tanda persaudaraan ini berupa seekor kerbau jantan yang diserahkan kepada Karaeng Turikale, YM Brigjen Pol (P) Dr H Andi Achmad Aflus Mapparessa MM MSi,”sebutnya.

Untuk diketahui, keturunan langsung Karaeng Turikale bersama keluarga besar dan tokoh adat sesepuh Turikale bersama Lembaga Adat Kekaraengan Turikale Kabupaten Maros telah memutuskan dan menyepakati untuk melakukan prosesi penobatan Karaeng Turikale yang baru.

Figur yang dipandang mampu memikul amanah dan tanggung jawab memangku jabatan Karaeng Turikale adalah Brigjen Pol (P) Dr H Andi Achmad Aflus Mapparessa MM MSi bin Haji Andi Mapparessa Daeng Sitaba bin La Palaguna Daeng Marowa bin I Sanrima Daeng Parukka. (rin)

Print Friendly, PDF & Email

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.