ZonaMakassar.Com, Makassar- Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, elektabilitas dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yakni Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno terus bergerak.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis Celebes Research Centre (CRC), elektabilitas pada Januari 2019 Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin masih mengungguli Prabowo-Sandiaga.

Direktur Eksekutif CRC, Herman Heizer memaparkan berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihaknya, Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin unggul elektabilitas sebesar 56,1 persen, sementara Paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga S Uno hanya sebesar 31,7 persen.

Herman menjelaskan survei yang dilakukan oleh CRC menggunakan metode Multistage Random dengan 1.200 reponden di 34 provinsi di Indonesia.

“Survei dilakukan dalam rentang waktu 23-31 Januari 2019. Untuk Margin of Error survei +/- 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Dari hasil survei, terlihat elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Amin mencapai 51,6 persen, sementara Prabowo-Sandiaga 31,7 persen. Yang tidak tahun atau tidak menjawab sebesar 12,2 persen,”paparnya melalui keterangan resminya, Minggu (10/2/2019).

Meski elektabilitas survei Jokowi-Ma’ruf Amin masih unggul dibandingkan Prabowo-Sandiaga, tetapi elektabilitas Prabowo-Sandiaga mengalami kenaikkan sebesar 0,4 persen dibandingkan Desember 2018. Sementara elektabilitas Jokowi-Ma’ruf turun tipis 0,1 persen.

Herman yang tak lain Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sulawesi selatan (Sulsel) ini menambahkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin unggul di 6 pulau di Indonesia yakni Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Sementara Prabowo-Sandiaga unggul survei di Pulau Sumatera.

“Elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Pulau Sumatera sebesar 44,8 persen dan ini mengalahkan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf yang hanya sebesar 37,6 persen. Meski kalah di Sumatera, Jokowi-Ma’ruf unggul di pulau Jawa, Kalimantan, Maluku, Papua, Sulawesi, dan Nusa Tenggara,” sebutnya.

Herman menegaskan hasil survei yang dilakukan akan sulit berubah saat pelaksanaan Pilpres yang tersisa 2 bulan lagi.

“Hasil survei memperlihatkan 46,9 persen masyarakat kecil kemungkinan mengubah pilihan dan bahkan 34 persen masyarakat hampir tidak mungkin mengubah pilihan,” tuturnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.