Respon Dunia Usaha, Pemerintah Pastikan Tidak Menaikkan tarif dasar Listrik Hingga Maret 2021

Zonamakassar.com, Makassar – Pemerintah memastikan tak menaikkan tarif dasar listrik di kuartal I 2021. Ketetapan ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi.

Kalangan pengusaha menyambut baik keputusan itu. Hanya saja penundaan kenaikan diharapkan bisa lebih panjang untuk merangsang normalisasi dunia usaha.

“Kami rasa tidak cukup kalau hanya sampai kuartal I. Kalau di kuartal II ada kenaikan akan memengaruhi situasi dunia usaha. Karena ekonomi belum sepenuhnya pulih di kuartal II,” terang Suyuti Badaruddin, pengusaha properti Sulsel, Minggu (10/1/2021).

Suyuti mengungkapkan, pemulihan ekonomi nasional butuh waktu panjang. Untuk mendorong kebangkitan semua sektor, harus ada stimulus pada tarif dasar listrik dan BBM.

Setidaknya kenaikan TDL ditahan hingga akhir semester dua 2021. Begitu juga BBM proses penyesuaian harga harus ditunda sampai efek pandemi tak lagi memengaruhi ekonomi.

“Kalau misalnya Juni ada kenaikan tarif listrik, lalu BBM premium dihapus secara nasional, ini akan memberi banyak pengaruh. Jangan sampai ada kenaikan. Karena ekonomi akan kembali tidak stabil,” terang Suyuti.

“Kalau misalnya Juni ada kenaikan tarif listrik, lalu BBM premium dihapus secara nasional, ini akan memberi banyak pengaruh. Jangan sampai ada kenaikan. Karena ekonomi akan kembali tidak stabil,” terang Suyuti.

Sesuai penetapan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait tarif listrik nonsubsidi atau untuk periode Januari hingga Maret 2021. Selain itu, tarif listrik untuk 25 golongan pelanggan bersubsidi lainnya tidak mengalami perubahan.

Itu juga mencakup usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bisnis kecil, industri kecil, dan kegiatan sosial.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 28 Tahun 2016 tentang Tarif Tenaga Listrik yang disediakan oleh PT PLN (Persero) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2020, apabila terjadi perubahan terhadap realisasi indikator makro ekonomi yang dihitung secara tiga bulanan, maka akan dilakukan penyesuaian terhadap tarif tenaga listrik.

Pada akhir tahun lalu Kementerian ESDM menyatakan, meskipun terdapat perubahan parameter ekonomi makro pada kuartal terakhir 2020, pemerintah memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian tarif listrik.

Dengan demikian, tarif listrik pelanggan nonsubsidi yang berlaku untuk pelanggan Tegangan Rendah (TR) seperti pelanggan rumah tangga dengan daya 1.300 VA, 2.200 VA, 3.500, 5.500 VA, 6.600 VA ke atas, pelanggan bisnis dengan daya 6.600 VA sampai dengan 200 kVA, dan penerangan jalan umum, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.444,70 per kWh.

Sedangkan khusus untuk pelanggan rumah tangga 900 VA-RTM, tarifnya tidak naik atau tetap sebesar Rp 1.352 per kWh.

Adapun untuk pelanggan Tegangan Menengah (TM) seperti pelanggan bisnis, industri, pemerintah dengan daya lebih dari 200 kVA, dan layanan khusus, besaran tarifnya tetap sebesar Rp 1.114,74 per kWh.

Sedangkan bagi pelanggan Tegangan Tinggi (TT) yang digunakan oleh industri dengan daya >= 30.000 kVA ke atas, tarif juga tidak mengalami perubahan, yaitu Rp 996,74 per kWh.

Tarif Listrik
Tarif Listrik

More To Explore