Zonamakassar.com, Makassar – Pandai mengkritik tapi tak pandai introspeksi diri itulah Bambang Widjojanto (BW) mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Demikian kritik pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen.

“Bambang Widjojanto (BW) telah diberikan kesempatan bekerja profesional, tapi tak ada prestasi yang dapat diteladani apalagi dibanggakan. Emang sudah berbuat apa dia selama menjabat komisioner KPK RI?,” kata Silaen dalam keterangan rilisnya kepada newsdaring, Senin (5/10).

Sekarang ini menjabat sebagai KPK Jakarta. Perlu diketahui, kata Silaen kalau sudah pernah diberikan kekuasaan tapi mandul, maka itulah jejak rekam yang tidak bisa dilupakan untuk sekedar mencuci tangan supaya dikatakan bersih.

“Selama jadi komisioner KPK RI, emang Bambang Widjojanto sudah berprestasi apa sih?,” tanya Silaen.

Lanjutnya, sudah diberikan kesempatan untuk berkuasa tapi tak melakukan apa-apa, yang berdampak positif buat publik, itu sama saja dengan mandul.

“Kita bisa lihat karakter orang dari waktu dia berkuasa, kecuali Bambang Widjojanto belum pernah menduduki jabatan yang prestisius lain ceritanya,” papar Silaen.

Menurutnya, ketika ada mantan pejabat berkoar-koar itu sama saja melempar kata kasarnya (maaf) kotoran manusia kemuka sendiri, karena ketika tak menjabat lagi kelihatan seperti super hero, no!, itulah model karakter pecundang tulen. Kita dapat melihat karakter asli orang ketika dia sedang berkuasa.

Ia menambahkan, kepada ‘para mantan’ jangan sok jagoan deh! apalagi merasa sok bersih, ketika sudah tak dipakai kembali kritik sana sini, itu sama saja buka aib sendiri.

“Gantian saja agar semua anak-anak bangsa ini punya kesempatan untuk membangun negeri ini. Tak perlu bertahan pada egoisme pribadi. Lebih baik diam jika masih belum bisa berbuat yang spektakuler, itu artinya kemampuan masih pas-pasan. Itu sudah cukup membantu,” ungkap Silaen.

Silaen memberikan tantangan perubahan cepat yang diharapkan oleh publik tidak terjadi mungkin karena anda bertahan/bercokol pada posisi anda yang tak punya prestasi.

“Budayakan berprestasi dimana anda dipercayakan. Kalau tidak bisa maka jangan banyak bacot, cukup anda diam saja. Suruh aja yang lain berkoar-koar,” ucap Silaen.

Silaen memaparkan, jabatan yang dipercayakan itu amanah yang diberikan Tuhan maha pencipta semesta alam, untuk membuktikan anda mampu atau tidak memberikan yang terbaik dari yang anda bisa atau hanya bisa ‘ngecap’ cukup sudah memakai orang yang tak mampu berprestasi kecuali hanya jadi pengganggu kinerja orang lain, hanya sekedar ingin cari perhatian.

“Negara ini hanya dijadikan kelinci percobaan dari mereka-mereka yang merasa hebat dan sok pahlawan. Banyak pejabat ketika menjabat diam-diam saja. Namun ketika sudah tak berkuasa lagi, baru berceloteh, bisanya cuma jadi ‘hama penggerek’ teriak sana sini, bikin polusi,” tegas Silaen.

Katanya lagi, jika sudah mantan pejabat tidak perlu lagi berkoar-koar karena sudah pernah dapat kesempatan, tapi no prestasi. Berikan kesempatan kepada yang lain agar yang lain juga punya kesempatan juga membuktikan kemampuan yang dimiliki.

“Jadi ada pembanding, jangan sampai 3L deh,” pinta Silaen.

“Jika tak diberikan kesempatan kepada yang lain maka sama saja dengan status quo, memelihara status quo maka negeri ini ya seperti ini terus tak banyak berubah karena dikuasai oleh orang itu-itu saja. Rakyat Indonesia harus cerdas melihat fenomena ini, agar bersatu meruntuhkan tembok-tembok yang sedang mengangkang,” tandasnya. (wartalika)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.