Sebar Video Asusila Pacarnya, Polres Parepare Langsung Tahan Tersangka

Zonamakassar.com, Parepare -Kepolisian Resort (Polres) Kota Parepare, kembali merilis kasus dugaan persetubuhan dan penyebaran video asusila, terhadap anak di bawah umur. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan dan penyidikan, serta menyeret inisial (FH) umur 17 sebagai pelaku yang di ancam pasal berlapis, rabu (11/11/20).

Hal tersebut di ungkapkan Kasat Reskrim Polres Parepare, Iptu Asian Sihombing mengatakan, berdasarkan pengakuan pelaku, korban yang merupakan pacarnya berinisial inisial (WA) umur 15, telah di setubuhi sebanyak empat kali. Tak hanya persetubuhan, pelaku inisial (FH) juga akan di ancam pelanggaran UU ITE, karena telah menyebarkan video pacar tanpa busana yang di rekam saat melakukan video call melalui pesan whatshaap (WA).

Lanjut Iptu Asian Sihombing menjelaskan, video ini, ternyata viral pada tanggal 7 November dan orang tua korban keberatan, serta melaporkan kejadian tersebut. Dalam perkembangan penyelidikan tersebut, semua saksi telah di mintai keterangan terkait kejadian itu.

Dari pengakuan dari tersangka sendiri, bahwa sudah melakukan persetubuhan sebanyak 4 kali kepada korban anak di bawah umur inisial (WA), di mana kejadiannya pada pertengahan Agustus 2020 di salah satu penginapan di Kota Parepare. Selain itu, tersangka juga meminta video asusila dari korban untuk di kirimkan, di mana durasinya yang kami amankan selama kurang lebih 2 menit.

“Alasan dari pelaku menyebarkan video tersebut, karena tidak sengaja di mana menurut pelaku video ini tidak sengaja terkirim ke temannya dan pengakuan korban mengirim video tersebut, karena di minta oleh pacaranya. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, untuk perkembangan kasus dan kemungkinan adanya penambahan tersangka lainnya, “Tutur Iptu Asian Sihombing.

Sedangkan Kanit PPA, Aipda Dewi Natalia Noya menyatakan, Pelaku inisial (FH) kini di amankan di tahanan Polres Parepare, dengan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan tindak pidana ITE yang melanggar kesusilaan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan paling singkat 5 tahun dan atau denda paling banyak Rp.5 miliar. Sementara korban saat ini, sudah di tangani oleh teman-teman P2TP2A, dengan bantuan psikolog, untuk menyembuhkan trauma korban. (Sis)

More To Explore