Babak Baru Perseteruan Demokrat, SBY Harus Turun Gunung Selesaikan Kebuntuan

Zonamakassar.com, Jakarta – Isu tidak sedap menyeruak dari Partai Demokrat. Politikus senior sekaligus tokoh-tokoh die hard-nya SBY yang sama-sama ikut berkontribusi dalam membesarkan partai di awal berdiri, kini muncul berkomentar yang tak sedap.

Nada-nada gertakan dan ancaman dilontarkan terkait suksesi di partai, ini pertanda ada gap dan komunikasi yang terputus hingga hal itu terjadi di ruang publik.

“Mungkin saja terjadi kebuntuan politik diantara barisan senior dan yunior, mungkin demikian yang sedang terjadi. Sehingga isu kudeta santer terdengar di telinga AHY, ” ujar pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (Laksamana), Samuel F. Silaen kepada wartawan, Rabu (3/1).

Diantara politikus Partai Demokrat yang senior itu, memberikan komentar menohok diantaranya ada Marzuki Alie, mantan ketua DPR RI, dan Max Sopacua mantan anggota DPR, dan masih banyak lagi. Mereka itu termasuk orang lama dan boleh dikatakan kader mula-mula di Demokrat.

“Isu kudeta ditanggapi oleh berbagai kalangan luas karena Ketum Demokrat AHY menuding ada orang lingkaran Presiden Jokowi terlibat kudeta, sontak ini jadi polemik yang panas, pro- kontra isu kudeta santer terdengar dari pengamat, elite politik dan tokoh masyarakat.

“Isunya Partai Demokrat akan disabotase oleh orang luar Demokrat? Benarkah?” tanya aktivis organisasi kepemudaan itu.

Ada apa sesungguhnya yang sedang terjadi di internal partai besutan SBY itu? Pertarungan opini antara orang lama (senior) yang sedang berada di luar partai vs orang baru yang masuk di jajaran pengurus DPP Partai Demokrat.

“Apa yang sedang digugat atau diributkan itu, sesuatu yang biasa terjadi di partai, semestinya diselesaikan dengan cara kekeluargaan dan merangkul semua pihak,” usul Silaen menyumbang saran.

Dugaan sementara bahwa pendiri partai, kader senior yang sudah tidak dilibatkan lagi menilai bahwa kepemimpinan anak SBY kurang merangkul para mantan pendiri, kader partai Demokrat yang nyata-nyata berjibaku membesarkan SBY hingga duduk di singgasana kursi nomor satu di negeri ini.

Hingga politikus ‘gaek’ menyindir semi halus kepada AHY yang saat ini jadi ketua umum DPP partai Demokrat pasca lengsernya sang ayah ke prabon.

“Meski Partai Demokrat tergolong partai pendatang baru pasca reformasi, namun debutnya tak bisa dianggap remeh, terbukti Partai Demokrat sukses mengantarkan yang kala itu SBY, Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati, menjadi presiden dua periode,” tutur Silaen.

Belum tahu kemana dan bagaimana akhir dari cerita isu kudeta dan gonjang-ganjing politik Partai Demokrat tersebut. Selama ini dikirain publik baik-baik saja tapi ternyata seperti api dalam sekam.

“Kalau tidak segera ditangani maka bisa jadi membakar partai berlogo merci itu. SBY dan tokoh-tokoh pendiri, kader Partai Demokrat harus segera urun rembuk kalau mau selesai huru-hara internal Partai Demokrat,” ungkap alumni Lemhanas Pemuda 2009 itu.

Pencapaian Partai Demokrat sangat spektakuler dan juga fenomenal sebab Partai Demokrat sudah terbukti mampu mendudukkan tokoh sentralnya yakni SBY sebagai presiden. Tidak menutup kemungkinan bahwa Partai Demokrat bisa mengulangi kembali pencapaian sang ayah yang juga mantan ketum partai itu, menjadi orang nomor satu di negeri ini.

“Pertanyaan selanjutnya, apakah AHY dapat menyelesaikan huru-hara yang sedang bertiup kencang menerpa Partai Demokrat? Kita tunggu saja, babak selanjutnya bagaimana penyelesaian prahara internal Partai Demokrat dalam menyikapi kritik dan cibiran dari pejuang senior partai yang merasa tak ‘dipakai’ lagi oleh putra mahkota SBY itu,” pungkas Silaen.(rls)

Di Tangan AHY, SBY Yakin Partai Demokrat Makin Cerah

Zonamakassar.com, Jakarta – Kongres V Demokrat akan menghasilkan struktur kepengurusan baru di jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Hal itu disampaikan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berpidato di Kongres V Demokrat, Jakarta Convention Center, Minggu (15/3).
“Setelah kongres partai Demokrat Tahun 2020 ini, partai akan memiliki dewan pimpinan partai yang baru,” kata SBY dalam pidatonya.
Lebih lanjut, SBY yakin, Demokrat memiliki masa depan cerah dengan pemimpin baru hasil Kongres V. Sebab, kata dia, pimpinan baru terpilih hasil Kongres V Demokrat ialah sosok yang kompetensi untuk memimpin partai.
Diketahui, putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono terpilih secara aklamasi memimpin partai berlambang Mercy ini melalui Kongres V Partai Demokrat.
“Saya punya keyakinan yang tinggi, di tangan para pemimpin baru nanti, masa depan Partai Demokrat akan makin cerah,” ujar Presiden RI Keenam itu.
Menurut SBY, para pimpinan lama tidak otomatis keluar dari partai, setelah pejabat baru hasil Kongres V Demokrat diketahui. Para pimpinan lama akan tetap berjuang bersama pejabat baru untuk membesarkan Demokrat.
“Kami-kami akan tetap di sini dan berjuang bersama. Justru, partai akan makin kuat. Di mana pun saya berada, apa pun posisi saya, saya akan tetap berada di rumah ini. Rumah yang saya ikut mendirikan dan membangunnya,” tutur dia. (jpnn)

AHY Temui Jokowi di Istana, Bahas Apa?

ZonaMakassar.com, Jakarta -Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Kamis (2/5/2019) sore.

AHY tiba di kompleks Istana pukul 14.45 WIB dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden. AHY mengaku diundang oleh Jokowi dalam pertemuan sore ini.

“Iya diundang (oleh Presiden),” ujar AHY sesaat sebelum masuk gerbang istana, Kamis (2/5).

Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, sempat menyebutkan bahwa keduanya bertemu dengan agenda utama adalah silaturahim politik.

“Ya saya pikir hal yang biasa itu. Ini ada pembicaraan khusus begitu, mungkin empat mata,” kata Moeldoko di Kantor Staf Presiden.

Pertemuan antara AHY yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin menguatkan sinyal bergabungnya Partai Demokrat dalam koalisi. Meski begitu, Moeldoko enggan menjelaskan lebih rinci mengenai maksud dan tujuan pertemuan antara Jokowi dan AHY sore ini.

“Dalam politik itu kan kalau mau mencari jalan keluar kan tidak ada yang dominan jadi saling mendengarkan saling mempertimbangkan bisa akhirnya saling bersepakat ya,” kata Moeldoko.

Isu merapatnya Demokrat ke kubu pejawat muncul setelah adanya pernyataan dari Kubu Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi – Ma’ruf yang membuka pintu bagi Demokrat. Namun Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Rachlan Nashidik sempat membantah isu tersebut.

Rachlan menyebut, partainya adalah partai yang kritis bukan oportunis. Ia menegaskan tidak akan meninggalkan koalisi Prabowo-Sandi karena disebutnya sedang dalam kesulitan.

“Partai Demokrat adalah bagian dari koalisi Prabowo-Sandi. Kami dikenal sebagai anggota koalisi yang kritis — bukan oportunis. Kami tidak meninggalkan kawan yang sedang mengalami kesulitan,” kata Rachland saat dikonfirmasi, Senin pekan lalu.(**)