Rudy Hartono : Ahsan dan Hendra Layak Jadi Contoh Bagi Pebulutangkis Yang Masih Muda

Rudy Hartono saat acara penyerahaan bonus untuk Ahsan/Hendra dari Djarum Foundation dan Yayasan Pembangunan Jaya Raya di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (20/3/2019).


ZonaMakassar.Com Jakarta – Legenda bulu tangkis Indonesia, Rudy Hartono, mengakui pasangan ganda putra Mohammad Ahsan/ Hendra Setiawan sebagai panutan bagi pemain muda saat ini.

Hal itu dinyatakan Rudy Hartono saat acara penyerahaan bonus untuk Ahsan/Hendra dari Djarum Foundation dan Yayasan Pembangunan Jaya Raya di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta lewat Kompas.Com, Rabu (20/3/2019).

Ahsan/Hendra mendapatkan bonus atas keberhasilan mereka menjuarai turnamen bulu tangkis All England 2019 di Birmingham, Inggris, pada beberapa waktu lalu.

Saya ucapkan selamat kepada juara All England ganda putra, Hendra, dan Ahsan. Kalian benar-benar merupakan contoh dan panutan bahwa usia bukan halangan,” kata Rudy yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya Jakarta.

“Mereka juara pada usia di atas 30 tahun, apalagi Hendra kemarin kakinya cedera sampai diplester. Sungguh tidak mudah. Makanya, mereka ini benar-benar jadi contoh bagi pebulu tangkis yang masih muda,” tutur dia.

Ahsan/Hendra menjadi juara All England 2019 setelah mengalahkan pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, dengan skor rubber game 11-21, 21-14, 21-12.

Sejak berpasangan pada 2012, The Daddies, julukan Ahsan/Hendra, sudah dua kali menjuarai ajang All England. Sebelumnya, pasangan nomor empat dunia itu juara tahun 2014.

Mereka juga mendapatkan bonus dari Djarum Foundation dan Yayasan Pembangunan Jaya Raya sebesar Rp 400 juta (masing-masing Rp 200 juta), plus voucer Tiket.com senilai Rp 50 juta (masing-masing Rp 25 juta).

“Kebiasaan seperti ini (memberikan bonus) bukan berarti memanjakan atlet, tetapi juga mendorong sang atlet untuk berjuang dan berprestasi dalam ajang lainnya,” ucap Rudy Hartono.

Rudy Hartono sendiri termasuk salah satu pengoleksi gelar juara All England terbanyak. Sepanjang kariernya, dia sudah menjuarai turnamen itu sebanyak delapan kali.

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan Juara All England 2019

ZonaMakassar.Com, Birmingham – Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan sukses menjadi juara All England 2019. Mereka mengalahkan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, di final.

Dalam pertandingan final di Arena Birmingham, Minggu (10/3), Hendra/Ahsan kehilangan gim pertama lebih dahulu, Mereka membalas dua gim terakhir dengan kemenangan 11-21, 21-14, 21-12.

Gim pertama berjalan sulit bagi Hendra/Ahsan. Serangan dan pertahanan lawan cukup agresif dan sulit ditembus.

Memasuki gim kedua, Hendra/Ahsan mampu meninggalkan lawan cukup jauh dalam perebutan poin. Hendra/Ahsan sempat unggul 7-1.

Juara All England 2014 itu berhasil menyamakan kedudukan dengan menyelesaikan gim kedua dengan kemenangan 21-14. Pertandingan pun berlanjut ke gim ketiga.

Memasuki gim ketiga, perebutan angka sengit sejak awal hingga imbang 3-3. Hendra/Ahsan bisa selalu unggul sejak itu dan menyelesaikan interval 11-8 dan menutup laga dengan skor 21-12.

Kemenangan itu menjadi ulangan keberhasilan Hendra/Ahsan di All England 2014. Selain itu, mereka menjadi penyelamat muka Indonesia. (**)

All England Open 2019 – Penjelasan soal Hukuman Kartu dalam Bulu Tangkis seperti yang Diterima Marcus Gideon dan Tommy Sugiarto

Ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, merasa kehilangan dengan pens (By Bagaskara Setyana Adhie Perkasa, )

ZonaMakassar.Com – Dua pemain Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon dan Tommy Sugiarto, baru saja mendapatkan hukuman kartu merah pada ajang All England Open 2019.

Keduanya mendapat kartu merah dari wasit bulu tangkis (umpire) lantaran dianggap terlambat kembali ke lapangan.

Marcus mendapat kartu merah saat melawan pasangan China Liu Cheng/Zhang nan sementara Tommy mendapat hukuman yang sama ketika menantang wakil China, Huang Yuxiang.

Lalu bagaimana penjelasan soal hukuman kartu dalam bulu tangkis? Begini penjelasannya.

Dalam bulu tangkis, ada tiga tahap pemberian hukuman kartu.

Tahap pertama dalah pemberian hukuman kartu kuning seperti di dalam sepak bola.

Kartu kuning dalam bulu tangkis berfungsi sebagai pemberi peringatan.

Pemain yang diberi peringatan kartu kuning oleh wasit adalah pemain yang melakukan kesalahan-kesalahan kecil seperti misalnya ketahuan mengulur-ulur waktu permainan.

Jika kesalahan yang dilakukan oleh pemain dilakukan secara sengaja, maka akan diberikan penalti yang lebih besar dari kartu merah.

Namun, hukuman kartu merah di bulu tangkis berbeda dengan sepak bola.

Seperti diketahui, dalam sepak bola jika ada pemain mendapat kartu merah, otomatis pemain harus keluar alias diundang pertandingan lebih awal.

Sementara di dalam bulu tangkis , andai memberikan kartu merah, maka servis akan berpindah tangan atau jika sedang berada dalam reli panjang lawan langsung mendapat poin.

Seperti dalam kasus Marcus dan Tommy, masing-masing harus mengikhlaskan satu poin ke lawan masing-masing dari masing-masing kartu merah tersebut.

Kartu merah di dalam bulu tangkis merupakan kartu hitam yang paling besar, sedangkan yang paling parah dari yang ada di kartu bulu tangkis adalah kartu hitam.

Kartu hitam bekerja hampir sama seperti kartu merah dalam sepak bola.

Jadi jika mendapat kartu hitam, pemain bulu tangkis akan dikeluarkan dari pertandingan bukan dari turnamen atau didiskualifikasi.

Jadwal Pertandingan Bulutangkis All England 2019 Hari Ini: Ada 7 Wakil Indonesia

ZonaMakassar.Com,Makassar – Turnamen bulutangkis bergengsi dunia, All England 2019, memasuk babak perempatfinal dengan tujuh wakil Indonesia akan bermain pada hari ini, Jumat (08/03/19) dan Sabtu (09/03/19) dini hari WITA.

Tunggal putra kini menyisakan satu wakil yaitu Tommy Sugiarto yang akan menghadapi wakil Hongkong, Ng Ka Long Angus.

Sementara untuk ganda putra dan putri, wakil Indonesia total ada sebanyak enam pasang. Yang juga akan bertanding pada hari ini.

Nama-nama unggulan di ganda campuran seperti Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow akan menghadapi wakil Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino.

Sementara itu, ada ganda putri unggulan Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang akan menghadapi perlawanan sengit dari wakil China, Chen Qingchen/Jia Yifan

Jumat (08/03/19):

17.00 WIB – Ni Ketut Mahadewi Istrani/Rizki Amelia vs Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto (Jepang).

18.00 WIB – Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow vs Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang).

19.00 WIB – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan vs Mark Lamfuss/Marvin Seidel (Jerman).

20.00 WIB – Tommy Sugiarto vs Ng Ka Long Angus (Hong Kong).

21.00 WIB – Fajar Alfian/Muhammad Rian vs Goh V Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia).

Sabtu (09/03/19):

02.00 WIB – Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Chen Qingchen/Jia Yifan (Cina).

03.00 WIB – Praveen Jordan/Melati Daeva vs Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattancahai (Thailand).

*waktu pertandingan masih perkiraan

Jadwal Siaran Langsung All England 2019 Live di TVRI! Marcus/Kevin & 5 Wakil Indonesia Jadi Unggulan

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, melakukan selebrasi setelah memastikan diri ke final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1/2019). – BADMINTON INDONESIA

ZonaMakassar.Com,Makassar – Jadwal siaran langsung turnamen badminton All England 2019, dimana ganda putra nomor satu dunia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya (Marcus/Kevin) ambil bagian akan mulai berlangsung hari Rabu (6/3/2019).

Kabar gembira bagi pecinta badminton Indonesia, TVRI akan menggelar siaran langsung dan live streaming turnamen badminton All England 2019.

Ya, dilansir dari akun Instagram resmi TVRI Selasa (5/3/2019). Ya siaran langsung dan live streaming TVRI laga All England 2019 tersaji mulai hari pertama.

Dijadwalkan siaran langsung All England 2019 di TVRI (dan live streaming TVRI) serta di channel TVRI Sport HD mulai pukul 19.00 WIB.

Jadwal turnamen badminton All England 2019 akan mulai berlangsung hari ini Rabu (6/3/2019) ini.

Dilansir banjarmasinpost.co.id dari Instagram resmi PBSI, tim bulutangkis Indonesia sudah sampai di Birmingham Inggris Minggu (3/3/2019).

Pada turnamen berhadiah total 1 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp 15 miliar tersebut, pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, berpeluang mencetak hat-trick gelar All England setelah meraihnya pada 2017 dan 2018.

Pemain Indonesia ada yang saling bertemu dalam pool yang sama.

Dilansir dari bolasport.com, turnamen yang akan digelar di Arena Birmingham, Inggris per 6-10 Maret 2019 itu akan benar-benar menjadi ajang pembuktian bagi para pebulu tangkis terbaik di dunia.

Indonesia menempatkan enam wakil pada posisi unggulan pada turnamen All England Open 2019 yang berlangsung di Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, 6-10 Maret mendatang.

Keenam wakil unggulan Merah Putih itu tersebar pada empat nomor pertandingan yakni tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Hanya nomor tunggal putri yang tidak memiliki wakil unggulan.

Dilansir BolaSport.com dari Tournament Software, nomor ganda putra menjadi penyumbang wakil unggulan terbanyak pada All England OPen 2019.

Selain pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, tim bulu tangkis ganda putra Indonesia juga memiliki duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai wakil unggulan.

Keenam wakil unggulan Merah Putih itu tersebar pada empat nomor pertandingan yakni tunggal putra, ganda putra, ganda putri, dan ganda campuran.

Hanya nomor tunggal putri yang tidak memiliki wakil unggulan.

Dilansir BolaSport.com dari Tournament Software, nomor ganda putra menjadi penyumbang wakil unggulan terbanyak pada All England OPen 2019.

Selain pasangan nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, tim bulu tangkis ganda putra Indonesia juga memiliki duet Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sebagai wakil unggulan.

Sementara itu, nomor tunggal putra, ganda putri, dan ganda campuran, masing-masing memunyai satu wakil unggulan.

Pada nomor ganda putri, duet Greysia Poli/Apriyani Rahayu, menempati posisi unggulan keempat.

Adapun, pemain tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting dan pasangan ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, sama-sama menjadi unggulan kedelapan.

Berikut daftar lengkap pemain Indonesia yang menjadi unggulan pada All England Open 2019.

Tunggal putra: Anthony Sinisuka Ginting (unggulan kedelapan/8)

Ganda putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo (1), Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (6), Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (8)

Ganda putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu (4)

Ganda campuran: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja (8)