Dimana Asal-usul April Mop ? Ini Sejumlah Teori soal Awal Mula Kehadirannya

Iustrasi April Mop(Shutterstock.com)


ZonaMakassar.Com – Masyarakat dari berbagai belahan dunia memiliki kebiasaan khusus setiap tanggal 1 April, yaitu April Mop atau April Fools’ Day.

Biasanya, April Mop dimanfaatkan banyak orang untuk melakukan kebohongan kepada orang-orang dekat untuk menciptakan lelucon.

Meski banyak diikuti dan berlangsung setiap tahun, hingga saat ini belum dapat dipastikan dari mana budaya ini muncul dan siapa pencetusnya.

Akan tetapi, terdapat beberapa teori yang diduga melatarbelakangi munculnya April Mop. Berikut paparannya:

Puisi lawas Inggris

Dikutip dari BBC, teori pertama menyebabkan munculnya April Mop adalah seorang pembuat puisi asal Inggris bernama Goeffrey Chaucer pada abad ke-14.

Dalam puisinya, Chaucer menulis lelucon yang dilakukan oleh seekor rubah kepada seekor ayam jantan di hutan. Rubah pura-pura hampir menggigit dan menelan si ayam, namun itu hanya sebuah permainan, ia tidak benar-benar memakannya.

Dalam puisi itu memang tidak ada keterangan spesifik yang menyebut tanggal 1 April. Namun, ia menulis keterangan 32 hari setelah Maret dimulai “syn March began“.

Namun, bagi mereka yang tidak memercayai puisi itu, mereka hanya menyebut Chaucer menggunakan kata-kata kiasan agar orang-orang menyukai puisinya.

Musim ikan di Eropa

April Mop di Eropa juga disebut sebagai April Fishing Day(Shutterstock.com)

Menurut sejarawan dari University of Bristol, Andrea Livesey, April Mop mengacu pada banyaknya ikan di saluran dan sungai-sungai di Prancis sekitar 1 April.

Saking banyaknya, ikan ini begitu mudah ditangkap atau terkelabui oleh umpan yang mereka beri. Ikan-ikan yang mudah ditangkap inilah yang mengawali sejarah April Mop di daratan Eropa.

Oleh karena cerita ini, April Mop di daratan Eropa juga dikenal sebagai “April Fish Day”.

Untuk menyemarakkannya, masyarakat setempat banyak yang menempelkan kertas berbentuk ikan ke punggung temannya. Cara lain, mereka akan memberikan cokelat berbentuk ikan kepada orang-orang terdekatnya di tanggal ini.

Peralihan kalender

Mengutip USA Today, terdapat teori lain yang menjadi titik mula budaya April Mop, yakni peralihan kalender Julian ke kalender Gregorian pada abad ke-16.

Pada kalender Julian, pergantian tahun diperingati setiap 25 Maret dan dirayakan pada hari pertama di bulan selanjutnya, 1 April.

Namun, dalam penanggalan baru berdasarkan kalender Gregorian, tahun baru diperingati setiap tanggal 1 Januari.

Meskipun sistem berubah, masih banyak orang yang merayakan tahun baru ala kalender  Julian. Tanggal 1 April masih mereka anggap sebagai waktu perayaan tahun baru, meskipun mereka tahu itu bukan pergantian tahun yang sesungguhnya.

Alasan itulah yang kemudian paling banyak banyak diyakini menjadi sejarah April Mop yang saat ini menyebar di berbagai belahan dunia.

Peralihan musim

Teori lainnya mengatakan waktu pelaksanaan April Mop pada tanggal 1 terkait dengan kedatangan musim semi setelah musim dingin berakhir.

Saat pergantian musim itu, cuaca biasanya tidak menentu dan sulit diprediksi.  Karena itu, alam disebut melakukan tipuan kepada manusia lewat caranya.

Satu hari, salju masih terlihat turun, di hari yang lain matahari mulai bersinar terang. Kemarin suhu masih cukup rendah, esok lusa udara sudah terasa hangat, dan sebagainya.

Tipuan alam ini kemudian diduplikat oleh manusia untuk juga melakukan tipuan yang sama setiap awal April tiba.

Budaya Romawi Kuno

Sejarawan juga menghubungkan April Mop pada satu festival keagamaaan masyarakat Romawi Kuno yang diketahui bernama Hilaria.

Dalam festival itu, orang-orang yang datang merayakan dengan cara yang unik. Mereka akan menggunakan kostum-kostum samara yang tidak menunjukkan diri mereka yang sebenarnya.

Hal ini juga disebut sebagai awal mula April Mop tercipta di tengah kehidupan masyarakat dunia.

Begitulah dugaan bagaimana April Mop bermula. Apa pun latar belakang yang mengiringinya, April Mops adalah sebuah budaya yang bisa mendekatkan antar-sesama.

Melalui tipuan atau jebakan kecil yang diberikan, pihak yang terlibat akan tertawa bersama saat menyadari ini adalah April Mop.

Meskipun demikian, terdapat mitos tertentu yang mewarnai perayaan April Mop. Misalnya, melakukan lelucon, tipuan, atau jebakan lewat tengah hari dapat mengundang kesialan.

Pun dengan orang-orang yang menjadi korban April Mop, jika mereka tidak merespons dengan humor yang baik, artinya menanggapinya dengan serius hingga timbul sakit hati dan sebagainya, akan mendapatkan kesialan yang serupa.

Penulis: Luthfia Ayu Azanella
Editor: Bayu Galih