Pelayanan SIAK di Dukcapil Makassar Offline, Azwar: Pemkot Harus Serius Tanggap

Zonamakassar.com, Makassar – Komisi A DPRD Kota Makassar mendesak Pemerintah Kota untuk segera mengambil langkah tegas terkait Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Makassar yang sejak Rabu 8 Januari 2020 hingga saat ini jaringan masih ofline.
Hal ini menyebabkan seluruh urusan administrasi yang berbasis online seperti e-KTP, kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran terhambat.
Demikian disampaikan, anggota Komisi A Azwar via telpon, pada Rabu (15/1/2020).
“Apapun itu, pelayanan harus tetap jalan. Kalau alasannya karena dari pusat, yah Pemkot harus menyurat dan sampaikan ke publik agar masyarakat bisa tenang dan tidak berprasangka buruk terhadap Pemkot,” terang Aswar.
Anggota Fraksi PKS ini juga meminta agar pemerintah kota dan Dukcapil duduk bersama membicarakan pokok permasalahannya.
“Kasian masyarakat kalau SIAK ofline terus. Pemkot harus serius menanggapi permasalahan ini. Tidak boleh karena like and this like masyarakat jadi korban,” terangnya lagi.
Sementara, Penjabat Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb mengaku, pihaknya telah mengutus kepala BKD ke Kementrian dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal ini Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil ( Ditjen Dukcapil).
“Tadi itu kepala BKD sudah berangkat ke Jakarta sudah dapat surat dari Provinsi meminta izin. Suratnya langsung diantar ke Dirjen. Minta doa saja, kalau sebentar malam kita dapat nomor suratnya, besok pagi sudah bisa aktif. Atau paling lambat besok sudah bisa aktif. Nomor surat itu yang menjadi dasar kami untuk mengaktifkan,” Iqbal Suhaeb, di temui usai mengikuti rapat Paripurna DPRD Kota Makassar. (*)

Menakar Peluang Azwar,ST Caleg PKS DPRD Kota Makassar Dapil 4 Nomor Urut 2

ZonaMakassar.com, Saya mengenal Azwar, ST sebagai seorang yang banyak teman dan punya jiwa sosial tinggi serta loyalitas dan komitmen yang tak diragukan. Kepribadian Azwar ini menjadi satu potensi yang bisa menyebar kan azwar terpilih jadi wakil rakyat, tapi itu belum cukup, karena pragmatisme politik di negeri kita masih memprihatinkan.

Potensi terbesar Azwar ST justru bukan karena kepribadiannya yang baik itu, tapi karena Azwar adalah kader Ormas Wahdah Islamiyah yang berhasil masuk Daftar Caleg Tetap (DCT) dan dia adalah adek kandung dari ulama kharismatik, pimpinan umum Wahdah Islamiyah, KH. Zaitun Rasmin.

Wahdah Islamiyah selama ini belum Punya Wakil di DPRD kota Makassar. Mungkin dulu dikarenakan Wahdah Islamiyah belum terlalu memperhatikan betapa pentingnya menempatkan orang-orang tepat di parlemen untuk membangun ummat.

Peluang besar Azwar, ST untuk duduk di DPRD kota Makassar bukan sekedar isapan jempol belaka, pasalnya daerah pemilahan (dapil) 4 yang menjadi pilihan Azwar ST adalah daerah basis kader & simpatisan wahdah Islamiyah. Menurut info valid, ada kurang lebih 10.000 kader wahdah yang rutin kajian pekanan di kota Makassar ini, 70 % tinggal di sekitaran kecamatan Panakukkang dan Manggala. Berarti sekitar 7 ribu orang kader wahdah yang ada di kecamatan panakukang manggala. Setengah saja yang memilih Azwar, ST, berarti sudah ada 3.500 suara. suara yang cukup signifikan untuk mendapat satu kursi.

Penyebab lain yang menyebabkan peluang Azwar, ST bisa duduk di DPRD Makassar, karena di partai PKS untuk dapil 4 panakukkang manggala tak ada incumbentnya, sebelumnya di 2014 dgn jumlah suara 2.800 ibu Haslinda lewat partai PKS mewakili warga Panakukkang Manggala menjadi anggota DPRD kota Makassar, namun sekarang ibu Haslinda tidak bertarung untuk DPRD kota makassar lagi, tapi sekarang bertarung untuk DPRD PROV Sul-Sel.

Peluang duduknya Azwar ST akan sulit, jika suara ormas Wahdah Islamiyah terpecah dan atau anggota serta kadernya tidak maksimal dalam memenangkan Azwar, ST di bilik-bilik suara di tgl 17 april nanti.

Selamat berjuang Adindaku Azwar, ST doa dan dukungan kami menyertai.

Amir Bakriyadi

Ketum DPP HILLSI

Mantan Ketua I BPD HIPMI Sul-Sel.

Pemerhati Sosial Politik Kota Makassar (*)