Pemprov Siap Bantu Korban Banjir di Enrekang

Zonamakassar.com, Makassar – Banjir yang melanda Kabupaten Enrekang, sejak hari minggu lalu (28/4/2019) telah menyebabkan ratusan rumah terendam banjir. Hujan dengan intensitas yang tinggi menyebabkan Sungai Saddang dan Sungai Mata Allo meluap.

Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengaku sudah mendapatkan laporan dari Wakil Bupati Enrekang, terkait kondisi di lokasi.

“Kami sudah mendapatkan laporan lansung dari Pemerintah Kabupaten Enrekang melalui Wakil Bupati, termasuk memperlihatkan foto-foto kondisi di lapangan,” kata Andi Sudirman Sulaiman saat ditemui di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (29/4/2019).

“Proses penanganan dari pemerintah setempat terus dilakukan, dan kami dari Pemerintah Provinsi Sulsel masih terus menunggu apa yang dibutuhkan,” terangnya.

Lebih lanjut Andi Sudirman Sulaiman mengaku, seperti pada bencana yang terjadi di daerah lainnya dua Organisasi perangkat Daerah yang menjadi leading sektor seperti Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sudah turun ke lapangan dan memberikan bantuan.

“Dua OPD yang menjadi leading sektor, sudah ke lokasi bencana banjir dan memberikan bantuan, apalagi kita sudah ada sistim yang memantau logislitik yang kurang dan dibutuhkan sehingga lansung didrop,” terangnya.

Mengenai wilayah lainnya di Kabupaten Enrekang yang berdampak banjir, hingga saat ini masih menunggu laporan pastinya.

“Hingga saat ini baru Kabupaten Enrekang yang memberikan laporan banjir, daerah lainnya yang bisa saja terdampak banjir belum melaporkan, sehingga diharapkan segera melapor,” pinta Andi Sudirman.(*)

3 Hari Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah di Enrekang dan Toraja di Kepung Banjir

Banjir di Enrekang , Foto Ilham Kadir


ZonaMakassar.Com, Makassar – Sejumlah wilayah di Kabupaten Enrekang dan Kabupaten Toraja terendam banjir setelah tiga hari hujan mengguyur. Banjir paling banyak terpantau di wilayah Enrekang.

Kepala BPBD Sulsel Syamsibar yang dikonfirmasi pagi ini menjelaskan, puncak banjir terjadi pukul 04.00 wita dini hari tadi. Laporan terakhir BPBD kedua daerah, upaya evakuasi warga terus dilakukan.

“Banjir terjadi Kecamatan Enrekang dan Kecamatan Cendana. Tapi hampir seluruh Kota Enrekang terendam banjir dan sementara masih di lakukan pendataan terhadap korban terdampak. Mengenai korban jiwa, sementara ini, masih nihil,” kata Syamsibar, Senin (29/1).

Dia menambahkan, banjir akibat Sungai Saddang dan Sungai Mata Allo meluap setelah hujan tak kunjung berhenti. Kawasan peternakan warga juga terkena himbas, hingga kurang lebih 50 ekor sapi diperkirakan terbawa arus banjir.

Kapolres Enrekang, AKBP Ibrahim Aji, dikonfirmasi mengatakan selain pemukiman warga, area perkantoran dan fasilitas publik lainnya juga dilanda banjir.

“Rata-rata ketinggian banjir itu 70 centimeter. Tapi menjelang siang ini air mulai sedikit surut,” kata Ibrahim Aji.

Sementara terkait peristiwa banjir di Kabupaten Toraja, Kepala BPBD Sulsel, Syamsibar, mengatakan lokasi banjir khususnya di jalan poros Kecamatan Makale – Kecamatan Sangalla.

“Banjir terjadi Minggu malam kemarin pukul 22.00 wita melanda Kecamatan Makale dan Makale Utara. Karena tingginya curah hujan membuat air Sungai Sa’dan, Sungai Pa’tau meluap menggenangi jalan poros sehingga akses jalan lumpuh total,” ujarnya.

Sampai saat ini, ada 100 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir. Ternak juga banyak yang hanyut terbawa banjir, yang terdampak di dua kecamatan. Bersama instansi terkait, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tana Toraja ke lokasi untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir dan membantu warga yang mau menyeberang serta mendata kerusakan dan kerugian masyarakat.

Banjir Bandang di Enrekang akibatkan 1 Jembatan Putus

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Lukman Dering saat meninjau lokasi permukiman warga yang terendam banjir bandang. (Foto: iNews)


ZonaMakassar.Com, Enrekang – Bencana banjir bandang melanda sejumlah desa dan pusat kota di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Akibatnya aktivitas warga lumpuh, satu jembatan putus dan ratusan rumah terendam banjir hingga ketinggian lebih dari satu meter.

Pantauan media, salah satu jembatan yang rusak yakni berlokasi di Desa Tungka, Kecamatan Enrekang. Jembatan penghubung bagi empat desa di wilayah itu kini tak dapat dilalui.

Banjir juga menerjang pusat Kota Enrekang, sepeti di Pasar Sentral. Selain itu, sejumlah sekolah dan perkantoran terpaksa diliburkan karena ketinggian air mencapai dada orang dewasa hingga tak dapat dilalui kendaraan.

“Kami turun langsung mengecek kondisi banjir bandang dan memberi bantuan masyarakat yang terdampak. Ketinggian air saat ini setinggi dada dan leher orang dewasa, kira-kira satu setengah meter,” ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Lukman Dering, Senin (29/4/2019).

Terpantau, banjir juga merendam SDN 116, 41 dan SDN 172. Kemudian bangunan SMP 2, SMA 2 dan SMK PGRI Enrekang. Karena tingginya air, aktivitas belajar mengajar untuk sementara diliburkan. Kendati saat ini para siswa sedang mengikuti masa ujian kenaikan kelas.