Begini Cara Masjid Padat Aktifitas, Masjid Kurir Langit Barru dalam Mengolah Keterbatasan

Presiden Direktur Kurir Langit Barru A Muhammad Nur Syahid

Barru A Muhammad Nur Syahid

Zonamakassar.com, Barru – Wakaf dan Masjid adalah dua kekuatan umat yang sangat potensial untuk ditumbuh kembangkan sebagai episentrum kaderisasi umat melalui jalur pendidikan. Baik formal maupun non formal, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Namun disatu sisi, akumulasi dari problematika keumatan kita saat ini adalah justru karena diabaikannya potensi dua kekuatan ini. Ibarat komputer, Masjid adalah mainboard peradaban sedangkan wakaf adalah procesornya. Semakin besar pertumbuhan wakaf, maka akan semakin progresif kinerja pelayanan Masjid.

Disaat masjid lain bermasalah karena bangunannya menganggur kurang lebih 20 jam dalam sehari, Masjid Modern Kurir Langit kini masalahnya adalah ruang yang ada malah tidak mampu menampung kebutuhan pelayanan Masjid.

Dimana-mana wakaf selama ini “dibatasi” akadnya hanya berupa aset tanah/lahan 3 M (Masjid, Madrasah dan Makam). Alhasil aset itu mungkin jadi diwakagkn tapi tidak mandiri dan minim konstrubusi terhadap umat. Ketergantungannya sangat tinggi.

Kini Masjid Modern Kurir Langit sedang “mengolah keterbatasan” agar terus bergerak menjadi potensi-potensi wakaf yang bukan hanya menjadi sekedar aset tapi jutru kita upayakan bisa menjadi aset mandiri dan penuh kebermanfaatan.

Wakaf mesti didorong untuk diperluas menjadi engine peradaban yang pada akhirnya bisa mentenagai dan menopang kemakmuran Masjid yang tentu mampu bertumbuh lebih dari sekedar masjid yang memiliki madrasah/pesantren, masjid yang memiliki lahan pemakaman yang terurus, masjid memiliki rumah sehat untuk berobat, dan tentu berbagai pelayanan gra tiss berbasis wakaf produktif.

Saat ini di Masjid Modern Kurir Langit terjadi krisis ruangan, masalah ini tentu menjadi tantangan, hampir semua sudut ruangan dari dua lantai Masjid Kurir Langit semua terpakai setiap saat. Bukan hanya waktu sholat, tapi nyaris 24 jam aktifitas amal terus berjalan.

Disatu sisi menjadi masalah, disatu sisi ini menjadi anugerah bagi semua yang telah berwaqaf dan berinfak dari sejak awal sampai sekarang menopang pendirian dan pengoperasian pelayanan Masjid Kurir Langit. Beruntunglah yang selama ini berkontribusi, tentu setiap amal yang ada di masjid ini ditransfer juga menjadi lumbung pahala bagi para donatur. Masyaa Allah Walhamdulillah, buah dari dukungan kita selama ini berupa Akumulasi dari program harian Masjid Kurir Langit setiap hari bisa dirasakan manfaatnya oleh -/+ 12-13 ribuorang.

Lalu kenapa jadi masalah? Boleh kita lihat dua foto ini menjadi isyarat, yang pertama bertempat pada sebuah lorong di lantai 1 Masjid Kurir Langit, foto kedua di dapur Masjid Kurir Langit. Teman-teman yang pernah kesini tentu tau dua titik ini.

Begitulah potretnya, mereka menempati lorong dan dapur ini karena ruangan-ruangan lain juga terpakai. Ada relawan, ada puluhan SPA Takmir yang sedang mengemban amanah pelayanan umat setiap hari, ada puluhan Mahasantri S1 yang sedang kuliah dari Beasiswa Masjid, ada ratusan santri tahfidz Al Quran yang juga mondok gra tiss, ada puluhan santri TPA yang masih usia TK/SD, belum lagi jika ada event, kegiatan, atau kunjungan studi dari masjid-masjid yang belajar management masjid dari Masjid Kurir Langit.

Itulah hebatnya wakaf, mungkin para donatur sudah lupa kapan terkahir menyumbangkan rezekinya ke Masjid Kurir Langit, tapi insyaa Allah setiap hari saldo akhiratnya terus mendapatkan aliran pahala dari masjid ini. Bahkan bisa jadi ada yang usianya sudah putus, tapi pahalanya mengalir terus.

Masalah ini mendorong Masjid Modern Kurir Langit untuk mengembangkan kawasan pendidikan. Ratusan santri penerima beasiswa masjid tidak punya kelas, tidak punya asrama, tidak punya sarana belajar yang memadai. Mereka tidur dikolom rumah warga, belajar dan menghafal Al Quran dilorong dan dapur masjid.

Saatnya kita ambil bagian bersama, memastikan dari setiap huruf dan ilmu yang didapat juga mengalir pahala dan kebaikannya untuk kita dan orang tua kita. Ibarat kata, mereka belajar wudhu di masjid ini maka insyaa Allah seumur hidup mereka berwudhu akan mengalir pahala untuk orang yang memfasilitasi mereka belajar. Belum lagi jika kelak mereka menjadi guru yang mengajarkan ilmu itu secara turun temurun. Pertanyaannya apakah mereka cuma berwudhu selama mondok?

Tentu tidak, ada jutaan amal yang lain yang siap ditransfer untuk donatur yang juga siap mentransfer wakafnya atas nama orang tuanya setiap jumat walau hanya sepuluhribu per Jumat.

—————

Silakan Daftar Via WACentre Masjid Kurir Langit

0811 • 452 • 717

—————

Nasruddin AM di Tetapkan Sebagai Wakil Bupati Barru Terpilih

Zonamakassar.com, Barru – DPRD Barru melakukan pemilihan calon wakil bupati Barru mendampingi Bupati Suardi Saleh, di sisa akhir jabatan berlangsung di gedung DPRD Barru, Kamis, 15 Agustus 2019. Nasruddin AM unggul atas Rusdi Hidayat Jufri.

Dari 25 anggota DPRD Barru, hanya 21 orang yang menggunakan hak pilihnya. Empat orang wakil rakyat dinyatakan tak hadir. Hasil perhitungan suara, Nasruddin meraih suara 18 dan Rusdi Hidayat hanya mengantongi 3 suara.

Usai pemilihan, mantan Sekkab Barru, Nasruddin AM, langsung ditetapkan wakil rakyat sebagai wakil bupati Barru.

Ketua DPRD Barru, Andi Nurhudaya Aksa, menyatakan, setelah penetapan wakil bupati terpilih, Nasruddin AM akan diusulken ke Kementerian Dalam Negeri. (rus)

Gubernur Sulsel Perkenalkan “Green Highland” Barru

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah memberikan sambutan pada peringatan Hari Jadi ke-59 Kabupaten Barru di Barru, Rabu (20/2). (Foto istimewa)

ZonaMakassar.Com, Barru – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah memperkenalkan “Green Highland” yang merupakan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Barru, Sulsel.

“Green Highland ini menawarkan pemandangan eksotis dengan padang rumput yang luas,” kata Nurdin yang menghadiri Hari Jadi Kabupaten Barru, Rabu.

Dengan ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (dpl), menurut Nurdin, Green Highland yang berlokasi di Lappa Loana Desa Harapan Kecamatan Tanete Riaja itu

Selain keindahan pemandangan alam, tempat itu juga dilengkapi wahana `flying fox` sepanjang 2.770 meter dan gazebo serta kawasan wisata ini juga sering dijadikan sebagai lokasi `camping ground, mountain bike, dan uno stone`.

Menurut gubernur, keberadaan sejumlah fasilitas itu memberikan pilihan bagi wisatawan untuk datang dan menikmati keindahan objek wisata itu. “Sebuah daerah yang cukup sejuk, banyak potensi yang bisa dikembangkan,” kata Nurdin.

Untuk mendukung pengembangan pariwisata, pembangunan infrastruktur terus digenjot, di antaranya Pelabuhan Garongkong yang dapat menjadi jantung percepatan pembangunan, apalagi posisi Barru sebagai wilayah perlintasan akan mendukung pariwisata dan dunia usaha.

“Inilah salah satu alasan meletakkan rest area di Kabupaten Barru karena sepanjang 84 Km kawasan pantai Barru juga cantik. Untuk itu dunia usaha didorong untuk membangun di Barru agar di daerah ini bisa muncul usahawan-usahawan baru,” harap Nurdin.

Di hadapan warga Barru, Nurdin mengakui dirinya memiliki kedekatan dengan daerah ini. “Jujur saya ini KKN di daerah Wiringtasi, saya punya hutang budi untuk Kabupaten Barru dan kebetulan kakek laki-laki dari ibu saya orang Nepo, Barru,” ucapnya disambut tepuk tangan warga.

Sementara itu Bupati Barru Suardi Saleh mengatakan kekayaan potensi alam yang ada di Kabupaten Barru dapat menjadi daerah terkemuka di Sulsel.

Suardi menambahkan dengan semangat “Yasseberrui” akan menghadirkan pembangunan yang luar biasa dan karya yang baik yang untuk menjadi warisan kepada generasi yang akan datang. “Melalui peringatan hari jadi Kabupaten Barru ini, kita membangun formula dengan memperhatikan nilai kekinian tanpa melupakan masa lalu,” sebut Suardi.

Ia juga mengapresiasi penunjukkan Kabupaten Barru sebagai lokasi pembangunan rest area dan pembangunan jalan poros Takkalasi-Soppeng yang telah lama ditetapkan sebagai jalan provinsi Sulsel. “Kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih atas pengalokasian berbagai bantuan di Barru,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu Suardi memaparkan program dan capaian hasil pembangunan di Barru, di antaranya pendapatan perkapita sebesar Rp34,47 juta pada tahun 2017 menjadi Rp37,14 per kapita tahun 2018, sementara indeks pembangunan manusia meningkat dari 69,56 tahun 2017 menjadi 69,73 tahun 2018.(*)