Sampah Menumpuk di Kanal Dangko, Iqbal Suhaeb: Tidak Bisa Dibiarkan

Zonamakassar.com, Makassar — Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb kembali menyusuri sejumlah kanal di Makassar. Hal ini dilakukan dalam rangka Minggu Sehat.

Kali ini Iqbal menyusuri beberapa jalan di kecamatan Tamalate, Minggu (18/8/19).

Penjabat Walikota tersebut mengayuh sepedanya bersama beberapa OPD Pemkot Makassar dan komunitas sepeda dari Rujab Wali Kota Makassar melewati jalan Tanjung Bunga. Dari situ ia sempat beristirahat di kawasan benteng Somba Opu.

Iqbal dan rombongan pun melanjutkan perjalanannya ke kanal yang menghubungkan jalan Cenderawasih dan Dangko.

Di sana ia mencium bau menyengat dan tumpukan sampah yang sepertinya sudah beberapa hari tak diangkut.

Tak lama, ia langsung memerintahkan Camat Tamalate Hasan Sulaiman untuk segera mengurus tumpukan sampah di bawah kanal itu.

“Tidak bisa dibiarkan begini karena sangat mengganggu indra penciuman masyarakat yang berlalu lalang,” ucap Iqbal.

Iqbal pun pada dasarnya sangat fokus pada kebersihan kota Makassar. Katanya, itu salah satu hal yang patut diperhatikan dan tidak diabaikan.

Iqbal pun dan rombongan melanjutkan perjalanannya dan usai bersepeda menyempatkan berfoto bersama di depan halaman Rujab Wali Kota Makassar.

Upaya Iqbal Suhaeb dan Camat Ujung Pandang Hilangkan Bau “Botto” di Pantai Losari

Zonamakassar.com, Makassar – Warga Kota Makassar mengeluhkan laut Losari yang semakin hari semakin mengganggu penciuman pengunjungnya. Kawasan reklamasi CPI itu mengeluarkan bau busuk.

Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar, M Iqbal S Suhaeb meninjau langsung penyebabnya. Bersama Camat Ujung Pandang, Andi Patiware beserta tim Satgas Kebersihan menyusuri laut Losari menggunakan perahu khusus pengangkut sampah laut yang bernama Pattasaki. Sekitar satu jam berkeliling, sembari Iqbal menjaring beberapa sampah yang masih bertebaran di laut menuju sekitaran reklamasi CPI.

Di sini Iqbal tampak miris dan melihat sampah di bibir laut. Ada pampers, ada potongan lemari, minuman gelas, minuman kotak, styrofoam dan masih banyak lagi. Tanpa pikir panjang, ia pun memungut sampah-sampah tersebut.

“Kalian tahu kenapa ini air laut Losari menghitam? Karena tidak adanya pertukaran air secara normal. Terhalang bangunan CPI. Tidak adanya jalur pembuangan. Ikan-ikan mati, tidak ada lagi orang yang memancing, baunya luar biasa menyengat,” ucapnya sembari memungut sampah, di Pantai Losari.

Melihat hal tersebut, Iqbal akan segera menyurati pengembang CPI agar mencarikan jalan keluar terkait masalah ini.

“Segera kami akan bersurat. Ini tidak bisa dibiarkan terus begini. Solusinya itu bukan hanya menjaring sampah saja. Tapi mengembalikan pertukaran air secara normal seperti dahulu,” tegas Iqbal.

Iqbal pun akan segera berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar. Tak sampai di situ, Iqbal juga menyempatkan meninjau langsung beberapa kanal seperti di Kanal Kelurahan Rappocini. Di sini ia didampingi Kadis DLH, Rusmayani Majid.

Kegiatan tinjauan kanal ini merupakan kegiatan rutin yang difokuskan agar kanal di Kota Makassar terjaga kebersihannya.

“Dan warga sekitarnya tidak terganggu. Kita sudah imbau juga DLH Makassar agar memperhatikan itu. Apalagi pohon – pohon yang ada di atas kanal, mungkin bisa dirapikan,” pungkas Iqbal.