Gempa 7,1 Magnitudo di Sulawesi Utara Tidak Potensi Tsunami

Zonamakassar.com, Manado – Gempa berkekuatan 7,1 magnitudo mengguncang Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada Kamis (21/1) pukul 19.23 WIB atau 20.23 WITA.

Menurut laporan BMKG lokasi gempa berada di laut. Titiknya ada di 134 km Timur Laut Melonguane. Pusat gempa berada di kedalaman 154 km.

Belum ada keterangan mengenai dampak gempa tersebut.

BMKG menyebut, gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Gempa Susulan M 5,0 Terjadi di Majene, BMKG Harap Masyarakat Ikuti Informasi Resmi

Zonamakassar.com, Jakarta – Gempa dengan kekuatan M5,0 kembali terjadi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat pada Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB. Gempabumi ini dirasakan di daerah Kabupaten Majene III MMI dan berdasarkan permodelan tidak berpotensi tsunami.

BPBD Kabupaten Majene menginformasikan belum ada laporan terkait dampak gempa yang berpusat di darat 20 km Timur Laut Majene dan berkedalaman 10 km ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan gempa susulan masih akan terjadi. Untuk itu BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu. Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Masyarakat diminta untuk dapat mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya dengan segala informasi yang belum jelas sumbernya. Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya berita bohong atau hoax mengenai prediksi dan ramalan gempabumi yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi tsunami.

Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko bencana yang ada disekitar tempat tinggal.

Dr. Raditya Jati
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

Angin Monsun Asia Picu Hujan Lebat di Sulawesi Selatan, BMKG: Waspada Gelombang Tinggi

Zonamakassar.com, Makassar – Angin monsun asia yang melintas di Sulawesi Selatan diprediksi memicu hujan lebat selama empat hari mulai tanggal 9 hingga 12 Januari 2020.
Kemunculan angin monsun asia menyebabkan penambahan massa udara basah dengan pola pertemuan udara dari Laut Jawa hingga Sulawesi.
Dengan adanya Madden Julian, fase basah tersebut bergerak menuju Indonesia bagian tengah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di Sulawesi Selatan
Darmawan, Kepala BMKG Wilayah IV Makassar menjelaskan sejak sepekan terakhir sebelum angin monsun asia melintas, terjadi peningkatan intensitas hujan mulai kategori lebat hingga ekstrem di wilayah Sulawesi Selatan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang diperkirakan akan terjadi di Sulawesi Selatan bagian barat yang meliputi Kabupaten Pinrang, Kota Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep Kepulauan, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar.
Untuk wilayah Sulawesi bagian tengah, meliputi Kabupaten Soppeng dan Kabupaten Sidrap.
Sedangkan untuk wilayah Sulsel bagian utara meliputi Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Luwu, dan Toraja Utara.
“Potensi angin kencang di pesisir barat, selatan, dan timur Sulawesi Selatan juga akan terjadi,” ungkapnya.
Hujan lebat di wilayah Sulawesi Selatan menurut Darmawan juga memicu banjir, genangan, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, meluapnya tambak budidaya, dan keterlambatan penerbangan serta pelayaran.
Selain memicu hujan lebat selama empat hari, BMKG juga mengimbau warga waspada dengan gelombang tinggi di perairan sekitar Sulawesi Selatan.
Darmawan menyebut tinggi ombak dari 2,5 meter hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Selatan Makassar bagoan selatan.
Ombak tinggi juga diprediksi terjadi di Perairan Spermonde Makassar, Perairan Parepare, Perairan Sabalana, Perairan Selayar, Teluk Bone bagian selatan, Laut Flores, dan Perairan Pulau Bonerate-Kalotoa
“Masyarakat dan pengguna layanan transportasi darat, laut, dan udara diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari curah hujan tinggi, angin kencang dan gelombang tinggi yang akan terjadi empat hari ke depan,” jelasnya.

Aceh Diguncang Gempa Bermagnitudo 6,4

Zonamakassar.com, Makassar – Gempa mengguncang kota Aceh siang ini, Selasa (7/1/2020) pukul 13:05:18 WIB. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6,4.

Melalui laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) www.bmkg.go.id, gempa yang terjadi tidak berpotensi tsunami.

Gempa tersebut berlokasi 24 kilometer barat daya Sinabang, Aceh. Kedalaman gempa 13 kilometer dan berada pada titik 2.29 Lintang Utara-96.24 Bujur Timur.

Meski begitu, BMKG tetap mengeluarkan imbauan dan meminta warganya untuk tetap berhati-hati.

“Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” tulis BMKG.

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Warganet Laporkan Hujan Abu

Zonamakassar.com, Yogyakarta – Melalui akun Twitter resmi BPPTKG, mengumumnkan bahwa telah terjadi awan panas letusan Gunung Merapi pada Senin (14/10/2019).

“Terjadi awanpanas letusan di Gunung #Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:31 WIB. Awanpanas terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm. Terpantau kolom setinggi max. ±3.000 m dari puncak. Angin bertiup ke arah Barat Daya. #statuswaspada” tulis akun tersebut.

Akun BPPTKG juga melampirkan foto awan panas yang muncul.

Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, membenarkan hal tersebut.

“Terjadi letusan di Gunung Merapi pada tanggal 14 Oktober 2019 pukul 16:31 WIB. Letusan terekam di seismogram dengan durasi 270 detik dan amplitudo 75 mm,” ujarnya.

Terkait jenis letusan yang terjadi sore tadi, Kasbani menuturkan masih berjenis magmatik.

Pihaknya menyampaikan agar masyarakat mengikuti rekomendasi jarak bahaya yang disarankan.

“Rekomendasi jarak bahaya 3 km dari puncak. Di luar radius tersebut masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat unuk mewaspadai abu vulkanik.

“Yang perlu diwaspadai gangguan abu vulkanik,” terangnya.

Adapun ia menyampaikan, letusan yang terjadi masih merupakan letusan magmatik. Dan saat ini, hujan abu saat ini telah sampai di Pos Ngepon.

Beberapa warganet juga melaporkan adanya hujan abu tipis di wilayah Srumbung, Magelang.

Gunung merapi sendiri, saat ini statusnya adalah waspada. Status tersebut sudah ditetapkan sejak 21 Mei 2018.

Gempa 7,4 SR Banten, Lima Daerah Ini Terancam Tsunami

Foto twitter BMKG

Zonamakassar.com, Jakarta – Gempa berkekuatan 7,4 Skala Ritcher (SR) mengguncang wilayah SUMUR, Banten, pada pukul 19.03 WIB, Jumat (2/8/2019).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) 7,4 SR berpotensi tsunami.

Gempa bumi terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 Km. Masyarakat di wilayah dengan status “SIAGA” diharap memerhatikan dan segera mengarahkan masyarakat untuk melakukan evakuasi.

Kepada masyarakat di wilayah dengan status “WASPADA” diharap memperhatikan dan segera mengarahkan masyarakat utk menjauhi pantai dan tepian sungai.

Gempa ini berpotensi tsunami dengan peringatan dini untuk wilayah berikut:

1. Pandeglang Bagian Selatan dengan status ancaman SIAGA, ketinggian maksimal 3,0 meter.

2. Pandeglang Pulau Panaitan dengan status ancaman SIAGA, ketinggian maksimal 3,0 meter.

3. Lampung-Barat Pesisir-Selatan dengan status ancaman SIAGA, ketinggian maksimal 3,0 meter.

4. Pandeglang Bagian Utara dengan status ancaman WASPADA, ketinggian maksimal 0,5 meter.

5. Lebak dengan status ancaman WASPADA, ketinggian maksimal 0,5 meter.