Peserta Diklatpim Nasional Diajak Camat Bontoala Tinjau Longgar dan BULo

Zonamakassar.com, Makassar – Camat Bontoala, Arman menerima kunjungan peserta Diklat Kepemimpinan Nasional Tingkat II Angkatan IX Tahun 2019. Arman didampingi Lurah Timungan Lompoa, Asni Adil di Lorong Garden dan Kebun BULo Timungan Limpa, Kamis (16/5/2019).

Kepada peserta Diklatpim Tingkat II Angkatan IX Tahun 2019, Arman memaparkan kesuksesan pelaksanaan salah satu program andalan Pemerintah Kota Makassar ini.

“Alhamdulillah, program itu berhasil diterapkan dengan baik. Salah satunya di tempat ini,” ungkap Arman.

Dampak bagi masyarakat setempat pun sangat besar. Bukan hanya menata dan membenahi lorong agar elok dan lebih hijau, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi warga.

“Lorong yang biasanya kumuh dan sering menjadi sumber penyakit sosial, diubah menjadi lorong yang asri, sejuk dan indah. Hasil budidaya warga juga bisa dijual. Ada interaksi sosial dan kekompakan warga di dalamnya,” ucapnya

Panen Raya Cabai di BuLo Kapasa Raya, DKP Makassar: Berkah Isra’ Miraj

ZonaMakassar.Com, Makassar – Dinas Ketahanan Pengan (DKP) Makassar menggelar panen raya cabai bersama kelompok petani lorong 51 Kelurahan Kapasa Raya, Kecamatan Biringkanaya Makassar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Makassar, Sri Sulsilawati mengungkapkan, pihaknya sangat senang dan bersyukur dapat turut hadir bersama memantau secara langsung hasil panen dari para petani lorong.

“Hari ini kita patut berbahagia bertepatan dengan peringatan hari isra miraj kita diundang warga Petani Lorong untuk panen lombok, jahe dan jagung,” kata Sri.

Sri melanjutkan, program Badan Usaha Lorong (Bulo) dari Dinas Ketahanan Pangan Makassar selama ini telah berjalan dengan baik. Hal itu terbukti dengan hasil panen di beberapa Bulo, salah satunya di Kelurahan Kapasa Raya ini.

“Bulo Kapasa Raya ini merupakan program kami di tahun 2018. Kita memanfaatkan lahan-lahan pekarangan yang kosong tidak dimanfaatkan selama ini,” jelasnya.

Sri mengatakan, peran dari RT RW juga sangat penting dalam menunjang berdirinya Bulo. Pasalnya para RT RW lah yang mencari lahan yang tepat kemudian berdiskusi soal teknis dan konsep program Bulo ini.

Sri berharap, DKP Makassar senantiasa dapat membimbing para petani lorong khusunya pada program Bulo dan dapat berkelanjutan tiap tahunnya.

“Kita akan mengarahkan secara teknis bagaimana mengelola budidaya pertanian ini, yang mana dari tahun 2017 kemudian 2018 dan tahun 2019 konsisten berjalan,” bebernya.

Adapun, jelas Sri, target yang ingin dicapai para petani lorong berkisar pada 800 gram hingga 1000 gram (1 Kg) per pohon atau polybag, berarti jika ada 700 polybag berarti ada sekitar kurang lebih 560 kg yang diperoleh dari 700 pohon.

“Jadi 1 polybag itu lima kali petik. 1 kali petik bisa 150 hingga 200 gram. Kita berharap petani ini bisa mengembangkan hasil taninya secara berkelompok dan hasilnya dapat dikonsumsi atau dijual,” pungkasnya.

Rencananya, tiap rumah akan dibagikan sekitar 5 polybag tanaman cabe/lombok untuk dibudidayakan di masing-masing halaman rumah warga Kapasa Raya ini.Turut hadir dalam kegiatan Panen Raya, Lurah Kapasa Raya dan Ketua Kelompok Tani.

2019, DKP Makassar Target 100 BULo

ZonaMakassar.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar memilii target pada 2019 dalam menambah jumlah Badan Usaha Lorong (BULo) di kota Makassar.

Kepala DKP Makassar, Sri Sulsilawati mengaku untuk tahun 2019, DKP Makassar menargetkan setidaknya 100 BULo di Makassar. Ia merinci sejak pertama kali diluncurkan, setidaknya sampai saat ini sudah 700 BULo yang tercipta di kota Makassar.

Sri Sulsilawati, menginginkan produk Bulo semisal tanaman cabai bukan hanya digunakan sebagai konsumsi pribadi

“Sekarang kita berorientasi pada pendapatan, bagaimana bulo ini bisa menambah pendapatan ekonomi keluarga, juga sebagai solusi menangani peningkatan inflasi di Makassar, ” tegasnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Sri mengaku membutuhkan dukungan dari beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk membina para petani.

“Kita kan sifatnya hanya perintis, kita hanya bisa suplay bibit dan pupuk hanya sekali saja, ke depan kita berharap Dinas Koperasi bisa membantu para petani lorong kita dengan modal usaha, Dinas Perdagangan pun begitu supaya, program ini terus berkelanjutan,” pungkasnya.

DKP Makassar: Program BULo Jadi Solusi Pengendalian Inflasi

ZonaMakassar.com – Program Badan Usaha Lorong (BULo) menjadi garda terdepan dalam pengendalian inflasi di kota Makassar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Makassar, Sri Sulsilawati.

Menurut Sri, sejak program BULo dicanangkan secara langsung Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, sejumlah lorong di Makassar mempunyai peran dalam pengendalian inflasi di Makassar. Peran BULo tersebut berhasil menyabet penghargaan TPID Award pada tahun lalu.

“Kita budidayakan komoditas pangan strategis pemicu inflasi bersama komoditas sayur lainnya seperti kangkung, tomat, sawi, cabai rawit dan bawang merah,” sebutnya.

Selain itu, ia mengatakan BULo dinilai berhasil mengubah lorong yang awalnya terlihat kumuh jadi hijau dan produktif. Ia pun meyakini program tersebut mampu mengantarkan Pemerintah Kota Makassar akan meraih Parasamya Purnakarya Nugraha (PPN).

“Program yang disuguhkan cukup berhasil, misalnya Badan Usaha Lorong (BULo) di mana mengubah lorong yang awalnya terlihat kumuh jadi hijau dan produktif. Peluangnya sangat besar, melihat gerakan masyarakat yg secara masif dalam pemanfaatan lahan pekarangan dan lahan kosong, baik fasum maupun lahan terlantar milik warga untuk dijadikan kebun bibit melalui program ini,” tegasnya.

Dia menambahkan, program BULo tersebut akan menjadi perhatian tim penilai. Sebab, bisa menyediakan kebutuhan pangan dan mampu mengendalikan inflasi di Kota Makassar.