Lanjutkan Sisa Jabatan Thoriq yang Wafat, Irwan Bachri di Lantik jadi Bupati Luwu Timur

Zonamakassar.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melantik Irwan Bachri Syam sebagai bupati Luwu Timur melanjutkan periode 2016-2021. Irwan melanjutkan sisa masa jabatan almarhum Bupati Luwu Timur, Thorig Husler hingga 17 Febuari 2021 mendatang.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah menyampaikan ucapan selamat kepada Irwan Bachri Syam atas jabatan barunya sebagai orang nomor satu di Luwu Timur. “Berkenan dengan hal ini saya mewakili masyarakat mengucapkan menjalankan tugas dengan baik dan aman. Meskipun cukup singkat karena berakhir sampai tanggal 17 Febuari 2021,” ungkap Nurdin Abdullah, di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (11/2/2021).

Pada kesempatan tersebut, Nurdin Abdullah menyampaikan turut berdukacita yang mendalam atas wafatnya almarhum Thoriq Husler. “Kami semua menyampaikan turut berdukacita atas wafatnya almarhum Bupati Luwu Timur bapak Thoriq Husler,” tuturnya.

Nurdin Abdullah memberikan apresiasi dan support kepada bupati Luwu Timur meskipun dalam waktu yang cukup singkat ini.

Bupati Luwu Dampingi Gubernur Sulsel Peresmian Pencanangan Kawasan Siaga Bencana di Lutim

Zonamakassar.com, Luwu – Bupati Luwu H Basmin Mattayang, bersama Pjs Bupati Luwu Timur, Jayadi Nas dan Pjs Bupati Luwu Utara, Iqbal Suhaeb mendampingi Gubernur Sulawesi Selatan, H Nurdin Abdullah saat melakukan peresmian pencanangan Kawasan Siaga Bencana yang ditandai dengan pemukulan kentongan di Lapangan Sepakbola Desa Kertoraharjo Kecamatan Tomonu Timur Kabupaten Luwu Timur, Kamis (22/10/2020)

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Bencana Alam Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiana.

Ada dua desa yang dijadikan kawasan siaga bencana (KSB), yakni Desa Kertoraharjo Kecamatan Tomoni Timur dan Desa Burau kecamatan Burau.

Dalam Sambutannya, H Nurdin Abdullah meminta kepada Bupati dan Walikota Se Luwu Raya untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari bencana yang terjadi di Luwu Utara.

“Mencermati kejadian banjir bandang di Luwu Utara, banjir bercampur pasir. Fenomena ini perlu dicermati karena meski air sudah surut namun menyisakan endapan pasir yang jumlahnya sangat banyak”, kata H Nurdin Abdullah.

Menurutnya, akibat konservasi yang tidak berfungsi dengan baik, ditambah lagi dengan curah hujan yang diatas normal, menyebabkan banyaknya titik longsor karena struktur tanah yang kurang baik.

“Tuhan telah menciptakan bumi ini dengan sangat sempurna, maka jaga dan peliharalah agar alam ini bersahabat dengan kita”, lanjut H Nurdin Abdullah.

Sementara itu, Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Bencana Alam Kementerian Sosial, Iyan Kusmadiana menerangkan bahwa pembentukan Kawasan Siaga Bencana bertujuan memberikan pemahaman serta perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan resiko bencana.

“Pemahaman dan perlindungan bagi masyarakat terhadap ancaman dan resiko bencana dilakukan dengan mengadakan kegiatan pelatihan tanggap darurat berbasis masyarakat, diantaranya dengan melakukan pemetaan SDA, SDM dan infrastruktur sebagai pendukung dalam menghadapi dan mengatasi bencana”, kata Iyan Kusmadiana.

Kegiatan Pencanangan KSB ini merupakan rangkaian kegiatan kunjungan Kerja Gubernur Sulsel, H Nurdin Abdullah selama tiga hari di Kabupaten Luwu Timur. (*)