Tanpa Persiapan Khusus, Makassar Jadi Jawara Peragaan Busana Ajang CBFW 2019

ZonaMakassar.com – Ketua TP PKK Kecamatan Tamalate Sunarti Fahyuddin dan Ketua TP PKK Kelurahan Pai, Zakiyah Assegaf tampil berjalan di atas Runway catwalk saat mengikuti lomba fashion show atau peragaaan busana sutra yang diikuti oleh anggota Dekranasda se-Sulawesi Selatan.

Keduanya tampil mengenakan busana pesta untuk kategori siang, dan malam. Busana pesta untuk kategori siang diperagakan oleh Sunarti Fahyuddin, dan busana malam oleh Zakiyah Assegaf.

Lomba Fashion Show digelar pada event International Woman Exhibition, FEMME & Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) 2019, yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton jalan Andi Djemma Makassar, Minggu (07/04).

Untuk kategori busana malam, dari hasil penilaian juri profesional salah satunya mantan model sekaligus artis Chintami Atmanegara, kota Makassar berhasil menyingkirkan puluhan pesainnya dari kabupaten, kota se-Sulawesi Selatan, dan berhasil keluar sebagai juara pertama.

Model busana malam yang diperankan oleh Zakiyah Assegaf tampil menggunakan gaun rancangan dari desainer Mahdalia Makkulau, tampil anggun dan memukau para dewan juri termasuk Diza Rasyid Ali.

Ditemui usai penerimaan penghargaan, Zakiyah Assegaf mengungkapkan keberhasilannya keluar sebagai juara karena persiapan yang matang, baik fisik maupun mental.

“Saya rasa tidak ada persiapan spesial yang saya lakukan, cukup dengan fisik yang prima, serta mental yang kuat untuk tampil diatas panggung mewakili kota Makassar, kita nggak boleh kalah dengan kabupaten, kota lainnya,” ungkap Zakiyah.

Wali Kota Makassar: CBFW Mendobrak Dunia Fashion Keluar dari Jakarta dan Bandung

ZonaMakassar.com – Celebes Beauty Fashion Week 2019 bersama Femme kembali dihelat. Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto hadir dan secara resmi membuka kegiatan tahunan ini, di Hotel Sheraton Makassar, Rabu (3/4/2019).

Menurut Danny Celebes Beauty Fashion Week ini sudah menjadi bagian dari kalender pariwisara kota Makassar. Sejak pemerintahannya, teracatat agenda fashion tersebut telah berlangsung selama lima tahun.

“Tidak gampang membuat magnet terutama fashion keluar dari Jakarta dan Bandung. Saya kira Femme ini sudah terbukti menjadi magnet tersendiri apalagi mengusung tema-tema yang secara tematik sangat ikonik,” ucapnya.

The Future of Culture menjadi sebuah tema yang sangat baik. Sebuah judul yang menjawab begitu banyak tantangan, kata Danny terutama kaum milenial untuk memahami akar kreatifitas, yang disebutnya berawal dari culture.

Danny mengatakan, budaya memiliki nilai dan keistimewaan tersendiri. Sehingga ia akan menjadi pembeda dengan yang lain.

Ia mencontohkan batik lontara yang coraknya berasal dari huruf lontara warisan budaya Bugis Makassar. Lontara bukan sekedar corak seperti batik-batik lain. Ia mengandung pesan leluhur yang tertuang melalui ‘Kelong’ atau puisi. Dan itu sudah menjadi bagian sejarah dan menjadi trend hari ini.

“Dia punya nilai yang berbeda. inilah bagian dari mengeksplorasi budaya kita, baru Makassar dan sekitarnya saja kita sudah bisa dapat value yang sangat baik,” pungkas Danny.

Selain di event tersebut, Wali Kota penggagas F8 ini juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap dunia fashion yang telah mengambil kontribusi besar di event Makassar International Eight Festival (F8).

Karena itu, hadirnya Femme di kota Makassar menurut Danny mengingatkan tentang keistimewaan kota yang dipimpinnya itu, memperlihatkan Indonesia sedemikian maju dalam fashion.

“Dan Femme ini mengingatkan kita bahwa Makassar bisa juga menjadi magnet fashion Indonesia,” tutupnya. (*)