Pemkot Makassar Hanya Dapat Nilai B dari Kemenpan-RB, Danny Pomanto: Tahun Ini Harus BB

ZonaMakassar.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan penghargaan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang mendapatkan nilai B dalam laporan hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2018 di Four Points Hotel, Makassar, Selasa (19/02/19).

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan sangat bersyukur meraih penghargaan tersebut meskipun masih mendapatkan nilai B.

“Kita dapat nilai B yang kedua kalinya. Paling tidak tahun depan kita dapat nilai BB. Kita masih ada kekurangan yang harus kita benahi. Lemahnya kita ada diproses administrasi. Kita perlu belajar dari Yogyakarta yang mendapat nilai AA,” ucap Danny.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin memberikan apresiasi terhadap Pemerintah daerah (pemda) yang berhasil menerapkan SAKIP dengan baik.

Evaluasi yang dilakukan oleh Kementerian PANRB juga bukanlah evaluasi terhadap dokumen Laporan Kinerja, melainkan evaluasi tehadap seluruh sistem yang berjalan mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan.

Syafruddin pun mengimbau, seluruh pimpinan daerah belajar sistem akuntabilitas kinerja pemerintahan ke DIY. Menurut dia, apabila seluruh daerah telah mencapai SAKIP dengan nilai AA, maka tahun 2024 Indonesia dapat menghemat anggaran sebesar Rp 900 triliun.

Syafruddin juga menekankan, kinerja aparat pemerintahan harus semakin inovatif dan kreatif dalam menjalankan roda pemerintahan, sehingga akan cepat dan akurat menyentuh harapan masyarakat.

Melalui penerapan SAKIP, terbukti mampu mencegah potensi pemborosan anggaran. Untuk di daerah Wilayah III ini sendiri mampu menghemat anggaran hingga Rp 6,9 triliun dalam tahun 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Menpan-RB menyerahkannya untuk 174 Pemda di Wilayah III. Wilayah ini meliputi 12 pemerintah provinsi, yaitu D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat, dan 162 Pemerintah Kabupaten/Kota di wilayah ke-12 provinsi tersebut.

Waringin Barat ; Tertarik Belajar Penanganan Sampah di Makassar.

Akui Sukses Kelolah Sampah, Waringin Barat Berguru ke Makassar

ZonaMakassar.com – Meski tahun ini kota Makassar gagal meraih adipura, namun sejumlah daerah masih tetap mengunggulkan penanganan sampah kota ini. Mulai dari pengembangan TPA, pengelolaan bank sampah, hingga sistem penjemputan ke rumah-rumah warga dinilai masih jauh lebih maju dari daerah lain.

Salah satunya adalah Waringin Barat, Kalimantan Tengah. Sekaitan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Waringin Barat Ahmadi Riansyah memboyong OPD dari daerahnya yang diterima langsung Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, di ruang kerja wali kota, Kamis (14/2).

“Saya perlu belajar karena itu saya datang ke sini. Terutama masalah persampahan. Kami sendiri telah 12 kali raih adipura. Tapi tantangannya adalah mempertahankan. Kami ingin ke depan bisa juga sukses seperti Makassar bisa mengelolah sampah ini dengan baik. Selanjutnya, mungkin ada informasi-informasi yang bisa kita pelajari dan tiru dari Makassar,” ucapnya.

Selain pengelolaan sampah, Ahmadi juga mengaku akan belajar pelayanan publik Pendidikan, kesehatan, dan penyelenggaraan pemerintahan.

Menanggapi hal itu, Danny menyampaikan jika kunjungan tersebut sifatnya saling share informasi saja. Ia mengatakan banyak juga keunggulan Waringin Barat yang bisa diikuti Makassar.

Meski demikian ia mempersilahkan Ahmadi untuk melihat semua keunggulan smart city kota Makassar.

“Smart city kita sangat berfungsi sejak 2015. Untuk pengelolaan sampah TPA kita sangat bagus, sistem penjemputan sampah dan mobil sampahnya bisa ditracking melalui war room,” jelasnya.

Danny pun mempersilahkan mereka mengunjungi war room atau command centre Makassar, city galery yang menyerupai URA Singapura serta berbagai hal yang menjadi keinginan rombongan Wakil Bupati Waringin Barat.

“Walau pun kemarin kita tidak dapat adipura, tapi kita tidak pernah menyerah, atau berkecil hati. Bahkan penilai LPPD kita ajak ke TPA. LPPD kita nomor satu, Surabaya di urutan ke 2 dan Bandung nomor 6,” kata Danny.

Ia juga tak lupa memperkenalkan PTSP bintang 5, serta kecanggihan war room yang dapat memantau lalulintas, layanan kesehatan kejahatan, komplain masyarakat, rumah sakit, bank sampah, mobil sampah, penduduk mati hidup tiap hari, serta yang keluar masuk.

“Homecare, kita jadi percontohan di asia tenggara, dan sudah dicontoh Jambi, Bandung, dan Manado,” ungkapnya.