DILAN Dapat Support Moril dari Warga Perantau di Jakarta

Zonamakassar.com, Tiba di Jakarta dalam agenda debat kandidat pilwalkot Makassar, pasangan calon wali kota Makassar dan wakil wali kota Makassar, Dr. Syamsu Rizal-dr.Fadli Ananda mendapat support moril dari sejumlah pihak.

Pasangan nomor urut 3 ini secara beruntun didatangi sejumlah warga Bugis Makassar yang domisili di Jakarta. Di antaranya Fahri Adam yang datang lebih dulu di Apartemen Rasuna Said, Kuningan, Sabtu 7 November 2020.

Sebagai teman, Fahri memberi doa dan dukungan terbaik agar pasangan kader Muhammadiyah NU itu bisa sukses menjalani debat.

Selain itu, ada juga pengusaha asal Makassar, Muslimin. Pengusaha bidang IT ini juga memberi doa agar debat DILAN berjalan lancar.

Menanggapi semaraknya sokongan moral warga Bugis Makassar perantauan di Jakarta, pasangan doktor dan dokter itu mengucap syukur. “Semakin banyak yang mendoakan akan menjadi bekal baik kami menghadapi debat,” tegas Deng Ical. (*)

Jika Terpilih, DILAN Siapkan Anggaran Rp153 M untuk Dikelola Langsung Masyarakat

Zonamakassar.com, Makassar – Calon Wali Kota Makassar nomor urut 3, Syamsu Rizal MI (Deng Ical) terus mengukuhkan sebagai calon wali kota dari kalangan rakyat biasa. Bukan anak pejabat dan bukan anak orang kaya. Yang jadi jualan pasangan Fadli Ananda ini adalah kapasitas, integritas dan program.

Seperti saat melakukan sosialisasi di Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, Jumat malam, 29 Oktober 2020. Deng Ical menyampaikan visi, misi dan program 100 hari pertama pasca pelantikan jika kelak dirinya diberi amanah memimpin Kota Makassar.

“Kalau kita semua mau berjuang bersama dan memenangkan Deng Ical-Fadli Ananda, maka insya Allah pemerintah Kota Makassar ke depan adalah pemerintahan yang sombere, yang melayani dan tidak ngebos,” ungkapnya.

Sebab, yang jadi wali kota memang yang mewakili rakyat kebanyakan. Bukan mewakili orang kaya atau anak pejabat. “Tapi kalau saya jadi wali kota, maka itu sama dengan membuka ruang bagi siapa saja yang mau belajar dan bekerja keras bisa menjadi wali kota di Makassar,” imbuhnya.

Deng Ical juga menyampaikan keunggulan pemerintahan yang dibangun nantinya sebagai pembangunan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Selain berbagai program yang sudah diperkenalkan selama ini, ia juga sudah menyiapkan program lain berupa anggaran Rp153 miliar yang akan dikelola masyarakat.

“Anggaran ini akan tersedia di kelurahan yang bisa dimanfaatkan atau dikelola bersama masyarakat. Misalnya ada kebutuhan pembangunan apa di wilayahnya, dana ini bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Yang pasti, lanjutnya, pemanfaatan anggaran ini tetap melalui mekanisme. Melalui rapat dan kesepakatan bersama. Juga tentu harus tetap ada pertanggungjawabannya. ($)

Dilan Dapat Nomor Urut 3, Selaras dengan Pilar Makassar Kota Sombere’

Zonamakassar.com, Makassar — Tahapan pengundian nomor urut pasangan calon (paslon) pada Pilwalkot Makassar 2020 sudah selesai. Bertempat di Hotel Harper Perintis, empat kandidat masing-masing telah mendapatkan nomor urut yang akan dipilih masyarakat pada pesta demokrasi.

Calon wali kota Syamsu Rizal-Fadli Ananda atau dikenal dengan akronim Dilan mendapatkan nomor urut tiga. Meski tidak mempermasalahkan berapapun nomor urut yang diperoleh, tapi nomor urut tiga merupakan yang terbaik bagi pasangan doktor dan dokter ini.

Deng Ical menyampaikan sedari awal pihaknya memang berharap mendapatkan nomor urut tiga. Bukan tanpa alasan pihaknya menginginkan angka tersebut. Nomor tiga disebutnya selaras dengan tiga pilar Dilan mewujudkan Makassar Kota Sombere’

“Alhamdullilah, Dilan mendapatkan nomor urut tiga. Nomor tersebut memang sesuai harapan, apalagi sesuai dengan lambang dan pilar dari visi Makassar Kota Sombere’ yakni Makassar Maju, Makassar Lestari dan Makassar Melayani,” ucap Deng Ical di sela-sela pengundian nomor urut, Kamis (24/9/2020).

Ia mengimbuhkan setelah memastikan mendapatkan nomor urut tiga, pihaknya akan meminta kepada segenap komunitas relawan dan parpol pengusung dalam sosialisasi agar memperkenalkan nomor urut Dilan tersebut.

Deng Ical-sapaan akrab Syamsu Rizal dan Dokter Fadli, sendiri langsung mensosialisasikan nomor urut tiga tersebut pada masing-masing media sosial (medsos). Doa dan dukungan pun mengalir dari masyarakat yang menyatakan siap memenangkan jagoan nomor urut tiga di Pilwalkot Makassar 2020.

Sementara itu, Juru Bicara Dilan, Siti Misbach Azhari, menyampaikan nomor urut tiga yang diperoleh Dilan benar-benar merupakan harapan yang terkabul. Sebelumnya, kepada awak media, dia memang menyampaikan pihaknya berharap dapat nomor urut tiga.

“Kenapa nomor urut tiga? Ya itu gampang diingat karena pilar visi Dilan mewujudkan Makassar Kota Sombere’ terdiri dari tiga bagian yakni Makassar Maju, Makassar Lestari, dan Makassar Melayani,” tandasnya. (*)

Kecamatan Rappocini Punya Kampung Donor, Iqbal Suhaeb: Percontohan Baik

Zonamakassar.com, Makassar – Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb didampingi Pj Ketua TP PKK Kota Makassar Murni Djamaluddin Iqbal menghadiri malam puncak pesta rakyat kecamatan Rappocini, di Kompleks Minasa Upa Blok G, kelurahan Minasaupa, Rabu (21/8/2019).

Kehadirannya disambut riuh tepuk tangan ratusan masyarakat yang sudah menunggu kedatangannya.

Sebelum sambutan, Iqbal menyaksikan langsung Momerandum Of Understanding (MoU) antara Palang Merah Indonesia (PMI) kota Makassar dan Pemerintahan Kecamatan Rappocini terkait Kampung Donor Darah di Minasa Upa.

Kata Iqbal, ini merupakan satu langkah baik yang positif untuk mengajak masyarakat berbagi.

“Nantinya, Kampung Donor Darah di Minasa Upa ini menjadi kampung percontohan. Saya harap ini akan menjadi komitmen untuk dihadirkan di setiap kecamatan,” jelasnya.

Selain itu, Iqbal juga tak lupa menghimbau agar warga Makassar khususnya kecamatan Rappocini untuk tetap menjaga persatuannya.

“Tetap saling jaga, tetap kompak seperti malam ini. Pagari diri kita untuk menangkal segala macam hoaks yang beredar. Cari tauki dulu baru kita sebar,” pinta Iqbal.

Menurutnya, imbauan ini sebagai salah satu cara untuk bisa tetap menjaga keutuhan kota Makassar.

Seperti penutupan pesta rakyat di kecamatan-kecamatan lain. Iqbal dan Murni juga menyerahkan secara simbolis hadiah bagi warga Rappocini yang sudah berpartisipasi dalam lomba HUT ke – 74 RI.

Iqbal Suhaeb Minta Pegawai Pemkot Makassar Rajin Donor Darah

Zonamakassar.com, Makassar – Penjabat (Pj) Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb melalukan penandatanganan Momerandum Of Understanding (MoU) dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, di Hotel Jolin, Rabu (31/7/2019).

MoU ini terkait donor darah sekaligus menjadi pembuka Musyawarah Kota (Muskot) PMI Makassar 2019.

Iqbal pun mengatakan nantinya Aparatur Sipil Negara (ASN) wajib melakukan donor darah langsung di pusat pendonoran darah Kota Makassar.

“Semua SKPD wajib mendonor darah. Dan segera membuat jadwal bagi para staf-stafnya untuk melalukan donor darah. Karena setetes darah sangat berarti bagi kelanjutan hidup seseorang,” ucap Iqbal.

Menurut Iqbal, PMI merupakan organisasi yang sangat penting, karena menyangkut dunia kemanusiaan.

“Mendukung lancarnya kegiatan PMI itu sama saja mendukung aktivitas kemanusiaan. Ini juga sekalian Muskot. Saya berharap yang akan terpilih nantinya akan membawa PMI Kota Makassar menjadi lebih baik lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal MI yang akrab disapa Deng Ical menyampaikan rasa terima kasih atas nama PMI Kota Makassar. Katanya, dengan adanya MoU ini, sangat mendukung PMI Kota Makassar mengemban amanah kemanusiaan.

Selain itu, Deng Ical pun kembali menyampaikan manfaat dari donor darah, bukan hanya dari bagi yang menerima donor, tetapi juga bagi pendonor.

“Kinerja organ tubuh akan semakin membaik jika kita rajin mendonor, beberapa penyakit pun dapat terdeteksi lebih dini,” pungkasnya.

Ilham Arief Sirajuddin di Bebaskan Hari Ini

Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin bebas dari penjara. (Foto: dok. Istimewa)


Zonamakassar.com, Makassar – Mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) bebas dari penjara. Terpidana kasus korupsi itu bebas setelah menjalani masa hukuman 4 tahun penjara.

“Pak IAS sudah dibebaskan hari ini ini. Tadi Subuh sudah meninggalkan Lapas Kelas 1 Makassar,” kata kerabat IAS Syamsu Rizal atau Deng Ical, dikutip detikcom di Makassar, Senin (15/7/2019).

Deng Ical mengatakan Ilham Arief Sirajuddin sengaja minta keluar dari penjara pada Subuh setelah mengajukan permohonan ke pihak lapas. Alasannya, Ilham Arief Sirajuddin, disebut Syamsu, ingin langsung beribadah.

“Jadi Subuh hari tadi diantarkan langsung ke masjid terapung di Makassar. Dia diantar langsung di oleh Kalapas Makassar,” sebutnya.

Keluarga Ilham Arief Sirajuddin, sambung Syamsu, bersyukur dengan bebasnya Arief. Arief akan beristirahat di kediamannya setelah bebas

“Harusnya kan bebas tanggal 10 Juli lalu, tetapi ditambahkan 5 hari karena dia sempat dibantarkan untuk operasi di lutut,” kata dia.

Ilham Arief Sirajuddin sebelumnya dipenjara di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Keluarga kemudian meminta kepada Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM untuk dipindahkan ke Makassar.

Mahkamah Agung sebelumnya menolak upaya peninjauan kembali Arief Sirajuddin. Vonis terhadap Ilham Arief Sirajuddin tetap 4 tahun.

Resmikan Masjid Hj Nurhany, Deng Ical Pamit Kepada Warga

ZonaMakassar.Com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI saat meresmikan masjid Hj Nurhany, menyampaikan permohonan maaf dan pamit kepada warga Makassar.

“Dikesempatan ini saya ingin menyampaikan izin pamit dan meminta maaf,” ujar Deng Ical, dihadapan ratusan warga perumahan Tanjung Alya Regency, Selasa (7/5/2019).

Sehari menjelang masa jabatannya berahkir selaku Wakil Walikota Makassar, Deng Ical menyampaikan pesan akan pentingnya menjaga silaturahmi, tanpa memandang jabatan, profesi, dan hal lainnya.

“Makassar kota yang Alhamdulillah memiliki banyak masjid, ulama ternama, pesantren. Namun, masih ada tugas penting yang menjadi amanah bagi kita semua, yakni menjadikan Makassar sebagai kota yang Islami,” ujarnya.

Kota Islami berarti kota yang mampu membawa perubahan berupa kebaikan bagi yang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Deng Ical pun mengungkapkan hasil penelitian Maarif Institute melakukan penelitian untuk menilai Indeks Kota Islami (IKI). Penelitian ini dilakukan pada 29 kota di Indonesia dan menghasilkan IKI yang berbeda di tiap kota, dan menempatkan Makassar diurutan paling akhir dari 29 kota yang diteliti.

Berdasarkan penelitian di 29 kota yang dijadikan sampel dinilai melalui variabel aman suatu kota, hal yang diperhatikan diantaranya kebebasan beragama dan keyakinan, perlindungan hukum, kepemimpinan dan pemenuhan hak politik perempuan, hak anak dan difabel.

“Mengutamakan silaturahmi, toleransi, menyadari adanya berbagai perbedaan, akan menjadikan Makassar menjadi kota Islami yang sesungguhnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut pula, Deng Ical mengukuhkan pengurus remaja masjid, dan berharap para pengurus masjid mampu mengemban amanah yang diberikan.

Sementara itu, Pembina masjid Nurhany, Prof syafruddin wahid, menyampaikan rasa terima kasih dan bangga atas sosok Deng Ical yang selama menjabat selaku Wakil Walikota Makassar telah mampu menunjukkan jiwa kepedulian yang sangat tinggi.

“Semoga pembangunan masjid ini dapat bermanfaat bagi warga Makassar, dan mungkin hari ini menjadi hari terakhir bagi Deng Ical untuk berkunjung sebagai Wakil Walikota. Dan semoga di kunjungan selanjutnya, Deng Ical dapat hadir sebagai Walikota dan kita semua dapat menyambutnya,” ujarnya.(*)

Sesuai Laporan Pansus DPRD, Danny Sebut Program Pemkot Makassar Terlaksana Sesuai Harapan

Zonamakassar.com, Makassar – Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menghadiri rapat paripurna pengumuman masa sidang ke 3 tahun 2018/2019 DPRD Kota Makassar. Sidang tersebut berisi agenda penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ wali kota Makassar akhir TA 2018 dan LKPJ akhir masa jabatan wali kota 2014-2019.

Dari penyampaian laporan Juru Bicara Pansus LKPJ diperoleh beberapa informasi tentang pelaksanaan pembangunan yang sungguh membanggakan.

“Kegiatan yang direncanakan pemerintah sejak tahun 2014 sampai tahun 2019 telah terlaksana sesuai harapan kita semua,” ucap Danny.

Meski demikian kata Danny tentu saja masih ditemui beberapa kendala, hambatan dan tantangan yang kesemua itu dapat teratasi atas bantuan seluruh pihak anggota yang ada di dewan.

Danny menegasakan pihak pemerintah kota telah melakukan upaya maksimal untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan kemampuan dan ketersediaan sumber daya yang dimiliki.

Demikian halnya dalam capaian kinerja program-program RPJMD telah terealiasasi melalui berbagai urusan pemerintahan yang dialokasikan melalui program APBD kota Makassar tahun 2014-2019.

Ada pun rekomendasi yang disampaikan DPRD kepada eksekutif berupa saran, masukan maupun koreski terhadap penyelenggaraan urusan desentralisasi, tugas pembantuan, dan tugas umum pemerintahan, kata Danny pihaknya telah mengintruksikan ke seluruh jajaran eksekutif untuk segera melakukan perbaikan dan pembenahan serta penanganan yang lebih baik dan lebih professional lagi.

“Sekarang saya hanya bisa mendorong kepada Pejabat (Pj) wali Kota selanjutnya karena sudah bukan menjadi kewenangan saya lagi. Setidaknya kami percaya Pj punya kemampuan yang lebih baguslah dari kami-kami sebelumnya,” pungkas Danny.

Peringati Hari Buruh Internasional Dengan Donor Darah dan Sunatan Massal, Deng Ical: Cara Yang Unik

Zonamakassar.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar Dr Syamsu Rizal Mi, menghadiri sunnatan massal dan donor darah, yang bertempat di Terminal Pelabuhan Makassar, Rabu (1/4/2019).

Kegiatan tersebut diadakan oleh PT Pelindo 4 Makassar bekerjasama Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) dan PMI Makassar. Didampingi Wakil Kepala UTD PMI Kota Makassar Khudri Arsyad, ia menyaksikan langsung proses sunnat dan donor darah tersebut.

Deng Ical sapaan akrab Syamsu Rizal menyampaikan aparesiasinya karena telah melakukan perayaan May Day 2019 dengan cara yang unik.

Menurutnya, jika dahulu perayaan May Day itu identik dengan unjuk rasa bahkan dengan cara kekerasan. Namun kali, kata dia, sudah mulai bergeser menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain.

“Dan hari ini pelindo 4 bersama teman teman serikat pekerja mempelopori sebuah kegiatan yang tentunya diharapkan menjadi tren baru dan contoh bagi perusahaan lainnya,” kata Deng Ical.

“Dengan adanya kegiatan ini akan membangun kesepahaman bahwa may day itu tidak selalu identik dengan tuntutan atau kekerasan, tetapi lebih kepada memberikan manfaat kepada orang banyak,” tuturnya.

Sementara Ketua Panitia Iskandar menyampaikan bahwa peserta yang mengikuti donor darah dan sunnatan massal ini berasal dari keluarga para buruh yang tinggal di Kota Makassar.

“Taget kita untuk sunnatan massal 100 orang dan kelihatannya bertambah, tapi kita akan sesuaikan dengan jumlah obat obatan dan peralatan yang disiapkan,” katanya.(*)

Pesan Wawali Makassar untuk Pengurus BMC, Komitmen Taat Aturan

ZonaMakassar.Com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal, mengingatkan pentingnya bagi komunitas maupun club motor untuk tetap taat aturan lalu lintas dan menghargai hak pengguna jalan yang lainnya. Hal ini diungkapkannya saat melantik pengurus Boetoeng Max Comunity (BMC) yang digelar di Datuk Ribandang, Sabtu (28/04) malam.

“Pelantikan kepengurusan hari ini merupakan simbol komitmen untuk taat aturan dan etika dalam berorganisasi, dan menghargai hak pengguna jalan yang lainnya,” tuturnya.

Adanya club menurut Deng Ical, akan lebih mudah mengidentifikasi dan membedakan antara club motor dan genk motor.

“Tentu diharapkan yang telah memiliki organisasi seperti ini, akan lebih tertib karena telah mengemban amanah dan tanggung jawab sebagai bagian dari organisasi,” tuturnya.

Selain itu, Deng Ical pun berharap kedepannya BMC bukan hanya sekedar sebagai wadah untuk menyalurkan hobby, tetapi juga mampu memberi kemanfaatan lebih bagi masyarakat, dan yang terpenting bagaimana BMC menjadi lebih produktif, dan mampu bersinergi dengan yang lainnya.

Hal senada diungkapkan Ketua BMC, Mustajir, yang menegaskan terbentuknya BMC bukan hanya adanya kesamaan profesi dan hobby, tetapi juga keinginan untuk lebih bermanfaat dan melakukan kerja-kerja sosial kemanusiaan.

“Tujuan BMC dibentuk berawal dari kesamaan hobby dan profesi, dibarengi dengan niat untuk berkontribusi khususnya kerja-kerja kemanusiaan dan sosial,” ujarnya.(*)