Dukung Femme 2019, Ketua Deskranasda Makassar: Dorong Kretivitas Desainer

ZonaMakassar.com – Ketua TP PKK Makassar yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) kota Makassar Indira Yusuf Ismail mengapresiasi kembali digelarnya The Internasional Women’s Exhibition (FEMME) dan Celebes Beauty Fashion Week (CBFW) di Makassar

Indira mengaku pelaksanaan Femme yang sudah digelar selama 14 tahun di kota Makassar terus mengalami perbaikan saat gelaran acara. Ia mengakui pelaksanaan Femme sudah di maintanance secara baik sehingga mendapatkan tanggapan positif dair warga Makassar.

“Femme ini selalu mendukung orang dan kaum yang kretif serta inovatif. Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung acara ini, karena Femme bisa membawa harum nama kota Makassar,” ujarnya saat jumpa pers pelaksanaan Femme 2019 di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Senin (18/3/2019).

Ia berharap dengan sering digelarnya Femme di Kota Makassar, membuat para desainer yang ada di kota Makassar mempunyai ruang untuk memasarkan kretivitasnya dalam bidang fashion.

“Femme selalu menjadi masukan bagi kami untuk belajar apa saja untuk mengembangkan potensi kreativitas yang ada di Makassar,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Makassar Kamelia Thamrin Tantu menambahkan gelaran Femme bisa mempromosikan produk-produk kreativitas karya masyarakat Makassar.

“Kami sengaja ikut di Femme, karena orang yang ikut sangat besar, sehingga kami berharap untuk mempromosikan karya-karya lokal Makassar,” pungkasnya.

Gelar Pelatihan Kerajinan, Disdag Makassar Ingin Eceng Gondo Bisa Bernilai Ekonomi

ZonaMakassar.com – Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranasda) Makassar ingin mengubah eceng gondok memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat Makassar. Untuk itu, Disdag Makassar menggelar pelatihan kepada warga untuk menjadikan eceng gondok sebagai kerajinan di Hotel Ramedo, Selasa (19/2/2019).

Kepala Disdag Makassar, Nielma Palamba mengaku pelatihan keratin an dilakukan untuk memberdayakan masyarakat melalui kerja produktif dengan memanfaatkan tanaman yang kerap dianggap limbah ini. Dia menyebut, pelatihan ini sudah memasuki tahun kelima. Angkatan sebelumnya, kata Nielma, sudah berproduksi sendiri.

”Potensi eceng gondok punya potensi besar dijadikan kerajinan. Ini sudah tahun kelima,” ungkap Nielma Palamba.

Ia mengaku eceng gondok bisa diolah menjadi tas tempat tisu, kursi, dan souvenir lainnya,” ungkapnya.

Meski kerajinan eceng gondok mulai menggeliat proses produksi dan juga mulai dipasarkan, Nielma Palamba mengaku masih banyak yang perlu disempurnakan.

“Tentu kualitasnya, dan packaging-nya. Juga bentuk kerajinannya mungkin bisa yang unik dan fungsional, dan pastinya berciri khas Kota Makassar,” ujarnya.

Dia menyebut, bahan baku kerajinan ini juga turut menentukan kualitas kerajinan. Meskipun mudah ditemukan di sejumlah wilayah kanal, eceng gondok yang berada di Sungai Jeneberang yang memenuhi kualifikasi.

“Tidak sembarang eceng gondok bisa dipakai, harus yang besar dan panjangnya minimal 60 cm. Berdasarkan keterangan pengrajin, yang paling bagus itu di Jeneberang,” pungkasnya.